• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECAMATAN BOJONGSARI KOTA DEPOK

C. Pesan Dakwah Ustadz Ahmad Rifky Umar Said

Ada tiga pesan dakwah Ustadz Ahmad Rifky Umar Said yang menurutnya penting sekali untuk ditanamkan dalam hati manusia. Yakni:

1. Mengenal Allah dan Rasul-Nya

Ajaran pokok dari aqidah Islam adalah Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul. Oleh karenanya kedua perkara ini wajib diketahui pertama kali. Sebab seseorang belum dikatakan beriman kalau belum mengimani Allah dan Rasul-Nya dengan benar dan semua amal ibadahnya tidak sah.12 Sebenarnya manusia sudah mengenal Allah dan mengenal Rasulullah yakni dengan kalimat syahadata’in dengan mengucap dua kalimat syahadat. Dalam syahadat pertama ada kalimat asyhaduallaa ilaaha illallaah artinya “aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah” dan asyhaduanna muhammadur rasulullaah atinya “aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Namun terkadang manusia mengenal hanya

11 ,http://matengkol.multiply.com/journal/item/1174/MATAHARI_BULAN…(13-02-2014, 13:43 pm) 12 _______ http:///saif01.wordpress.com//2009/07/12/ma%E2%80%99rifatullah-dan-ma%E2%80%/99/ /rifaturrasul-mengenal-allah-dan-rasul-nya/(14-02-2014, 09:13 am)

secara lisan saja, tidak dengan hati dan perbuatan. Lisan pandai berkata syahadat tapi kadang hati tidak demikian dengan maknanya.

“Penghambaan diri kepada Tuhan sendiri-Nya merupakan bahagian pertama dari rukun pertama dalam kepercayaan islam yang terlambang dalam syahadat: laa ilaaha illallah. Menerima cara penghambaan diri ini dari Rasulullah saw merupakan bahagiaannya yang kedua, terlambang dalam syahadat: Muhammadur Rasulullah...13

..Penghambaan diri kepada Allah itu terlambang dalam “konsep kepercayaan”… konsep kepercayaan adalah yang timbul dalam pengenalan manusia, karena telah menerima hakekat dari sumber pertamanya, dan yang dipergunakan manusia dalam membentuk pengenalan terhadap hakekat manusia.14

Ustadz Lancip mengatakan mengenal Allah dan Rasulnya adalah langkah awal kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kita ini adalah makhluk ciptaan yang diberi nama manusia. Karena manusia adalah ciptaan maka wajiblah bagi manusia mengenal Sang Pencipta yaitu Allah swt. Ketika kita sudah diciptakan, maka kita adalah hamba-hamba Allah. Manusia sebagai hamba-hamba Allah maka wajib untuk beriman dan beribadah kepada Allah.

Keimanan kepada Allah Ta’ala dan tauhid. Tidak ada penyembahan kecuali kepada-Nya, dan tidak permohonan pertolongan kecuali kepada-Nya, dan tidak ada ketaatan kecualiatas perintah-Nya.15 Makna mengenal Allah adalah semata-mata manusia beriman kepada Allah. Iman atau taqwa dalam arti umum adalah mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya, dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya.

13

Sayyid Quthub, ma’alim fitthoriq. (alih bahasa) A. Rahman Zainuddin, Petunjuk Jalan (Jakarta: Media Dakwah, 1987), Cet. ke-3, h. 138.

14

Sayyid Quthub, Ma’alim Fitthoriq, (alih bahasa) A. Rahman Zainuddin, Petunjuk Jalan, h. 143.

15

Yusuf al-Qudrawi, Retorika Islam: Bagaimana Seharusnya Menampilkan Wajah Islam. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2004), h. 93.

Jelaslah pengertian di atas, bahwa ketika mengenal Allah dan Rasul-Nya maka wajiblah bagi manusia mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mengerjkan perintah-Nya bisa dilakukan dengan menegakkan syariat-syariat Islam, mengerjakan kewajiban-kewajiban seperti yang paling utama adalah mengerjakan sholat dan puasa, karena dengan itu kesungguhan dalam beribadah diuji untuk lebih mengenal Allah secara pribadi. Kemudian mengerjakan kewajiban-kewajiban lainnya dengan sunguh-sungguh pula, niscaya manusia bisa mengenal Allah dengan iman kepadanya.

Begitu juga dengan mengenal Rasul sudah jelas dalam kalimat syahadat bahwa “nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Rasulullah adalah utusan Allah yang menyampaikan wahyu-wahyu Allah melalui perantara malaikat Jibril. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah. Penutup para Nabi dan Rasul. Rasullullah adalah manusia yang diamanatkan untuk mengajak manusia kepada jalan yang “diridha’i Allah”. Karena Rasulullah adalah manusia sempurna ciptaan Allah SWT. Rasulullah adalah seorang pemimpin agama yang memang wajib kita kenal dan kita teladani akhlaknya.

2. Mengingat Hari Akhir

Beriman kepada hari kiamat atau hari akhir adalah mempercayai bahwa seluruh alam semesta dan segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang kekal yakni di akhirat nanti. Kepercayaan kepada hari kiamat merupakan masalah sam’iyyat, yakni masalah yang kita ketahui dan kita percayai berdasarkan dalil yang ada dalam Al-Quran dan Hadits. Hari akhir yakni hari

dimana seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini berakhir, hanya Allah-lah yang Maha Kekal. Berikut dalil yang menjelaskan adanya hari akhir yakni:

Surat An-Naml ayat 87:

t Πöθtƒuρ ã ‡x!Ζム’Îû Í ‘θ÷Á9$# t íÌ“x!sù tΒ ’Îû Ï N≡uθ≈yϑ¡¡9$# tΒuρ ’Îû Ç Úö‘F{$# ā ωÎ) tΒ u !$x© ª !$# 4 < ≅ä.uρ ç νöθs?r& t ̍Åz≡yŠ ∩∇∠∪

“ Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.”

“..Allah Ta’ala menggambarkan tentang keterkejutan manusia pada hari ditiupnya sangkakala. Hal itu sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits yang mana terompet di tiup pada waktu itu. Di dalam hadits sangkakala tersebut dinyatakan bahwa Israfil-lah yang meniupkannya dengan perintah Allah Ta’ala. Tiupan pertama adalah tiupan yang mengejutkan, hingga cukup lama waktunya dan hal itu terjadi diakhir umur dunia ketika hari kiamat terjadi, menimpa manusia-manusia terburuk. Maka saat itu terkejutlah penghuni langit dan bumi. “Kecuali siapa yang dikehendaki Allah” mereka adalah para Syhuhada karena mereka hidup di sisi Rabbmereka dengan mendapat rizki…”16

Keimanan pada hari akhirat, tempat pembalasan dan keabadian, yang mana setiap jiwa diberikan balasan atas segala sesuatu yang telah diperbuatnya,17 sebagaimana tersebut dalam firman Allah:

yϑsù ö ≅yϑ÷ètƒ t Α$s)÷WÏΒ > ο§‘sŒ #\ø‹yz …çνttƒ ∩∠∪ tΒuρ ö ≅yϑ÷ètƒ t Α$s)÷WÏΒ ; ο§‘sŒ #vx© …çνttƒ ∩∇∪

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjkan kejahhatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya”. (az-zalzalah: 7-8).

16

M. Abdul Ghofar E.M., Abdurahman Mu’thi, Abu Ihsan Al-Atsari, (Penerjemah) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6, (Bogor: Pustaka Imam Syafi’i, 2004) h. 245

17

Yusuf al-Qudrawi, Retorika Islam: Bagaimana Seharusnya Menampilkan Wajah Islam,. h. 93.

Ustadz Lancip selalu mengingatkan bahwa manusia pasti akan meninggalkan dunia. Meninggal dunia sebelum hari kiamat datang maka akan ditempatkan ruh manusia itu di alam kubur sementara. Di alam kubur pun manusia akan menerima balasan atas perbuatan yang dilakukannya selama masih hidup di dunia. Apabila yang dikerjakan adalah baik maka balasan yang diterima di alam kubur pun akan baik. Kemudian apabila yang dikerjakan adalah sesuatu yang buruk maka akan mendapat balasan yang buruk pula.

Alam kubur pun mempunyai kenikmatan bagi orang yang beriman kepada Allah dan bisa menjadi siksaan bagi mereka yang mengingkari Allah. Namun siksaan itu hanya sementara. Karena akhir dari balasan atas semua perbuatan manusia baik dan buruknya akan dipertanggung jawabkan pada hari akhir nanti. Hari akhir adalah hari di mana semua makhluk di alam semesta diluluh lantakkan oleh Allah. Ketika semua alam semesta dan makhluk diluluh lantakkan dan Allah akan membangkitkan kembali makhluknya. Manusia akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang diperbuat selama hidup di dunia. Apabila perbuatan baik yang dilakukannya maka akan mendapat balasan kenikmatan yakni surganya Allah. Namun apabila amal perbuatan buruknya lebih banyak maka nerakalah balasannya.

Ustadz Lancip selalu mengingatkan dirinya sendiri dan juga mengajak orang lain untuk memanfaatkan umur yang diberikan Allah. Mati itu adalah urusan Allah. Mati tidak melihat usia tua atau muda dan mati tidak melihat tempat di mana kita berada, kalau Allah sudah berkehendak maka tidak dapat ditolak. Ustadz Lancip pun mengingatkan untuk perbanyaklah bekal (perintah dan kewajiban manusia kepada Allah) dalam menghadapi kematian yakni dengan

berbuat amal sholeh seperti sholat, puasa, berakhlakul karimah kepada sesama makhluk Allah, tetap teguh membela jalan Allah dan amal-amal lainnya baik yang wajib ataupun yang sunnah.

3. Berdizikir sebanyak-banyaknya

Dzikir adalah sebuah aktivitas yang kaya akan aspek esoteris, Ia adalah bagian perilaku yang harus ada dalam sebuah perjalanan menempuh jalan rohani untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Semesta Alam.18 Karena pendekatan kepada Allah Ta’ala adalah dengan cara mengerjakan hal-hal yang wajib, sunnah, dzikir, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, do’a, dan istighfar. Demikian itu agar seorang mu’min menyambung tali yang kokoh pada Tuhannya dalam keadaan apapun.19 Jadimanusiabisa berdzikir untuk mengingat Allah di mana pun berada dan kapan pun waktunya. Ketika seseorang ingat kepada Allah maka niscaya orang itu tidak akan berbuat yang dilarang Tuhannya. Perbuatan yang lakukan merasa selalu diawasi oleh Allah. Firman Allah:

t

Ï%©!$# t βρãä.õ‹tƒ © !$# $Vϑ≈uŠÏ% #YŠθãèè%uρ 4 ’n?tãuρ ö ΝÎγÎ/θãΖã_ Ç ...

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring. (Al-Imron: 191)

“Allah Ta’ala menerangkan sifat orang-orang yang berakal, yaitu mereka yang ketika merenung, ia mengingat Allah sehingga tidak putus-putusnya mengingat Rabb mereka dalam segala situasi dan kondisi, baik berdzikir dengan tersembunyi, dengan hati atau lisan….Ayat di atas juga berkaitan dengan sebuah hadits dari Imran bin Husain bahwasannya Rasulullah bersabda: “sholatlah kamu dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka

18

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=345474382205486&id=1779034 75629245&comment_id=2175514&offset=0&total_comments=5 (16-02-2014, 20:33).

19

Yusuf al-Qudrawi, Retorika Islam: Bagaimana Seharusnya Menampilkan Wajah Islam,

sholatlah dengan keadaan duduk. Jika tidak mampu, maka sholatlah dengan keaadaan berbaring”…20

Jelaslah bahwa berdizikir adalah kunci mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan berdzikir manusia dapat menghindari perbuatan-perbutan yang tercela. Ustadz Lancip menganjurkan kepada diri dan semua orang ketika berdakwah untuk perbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir adalah kunci penguatan iman manusia kepada Alllah dan iman kepada yang lainnya (terdapat dalam Rukun Iman). Orang berdzikir pasti selalu ingat dengan dosa-dosa yang diperbuatnya. Nabi Muhammad SAW saja yang sudah bersih hatinya dan mendapat jaminan surga dari Allah, Beliau masih dan sering berdzikir kepada Allah. Bahkan Nabi memohon ampun atas dosa yang diperbuatnya dan dosa yang dibuat oleh ummatnya dengan cara berdzikir.

Ustadz Lancip juga mengingatkan tentang cara berdzikir, berdzikir bukan berarti mereka yang selalu membawa tasbih dan duduk dimasjid-masjid. Tetapi dzikir itu bisa dilakukan di mana saja, dan kapan saja. Contohnya: seorang ibu dianjurkan berdzikir ketika menyusui anaknya, ketika bekerja meluangkan waktu istirahat dengan berdzikir, ketika dalam perjalanan selalu berdzikir mohon keselamatan dalam perjalanan, dan lain sebagainya.

Banyaknya tindak kejahatan, pergaulan bebas dan perbuatan tercela lainnya ini diakibatkan banyak dari manusia yang lupa akan Allah, lupa akan perjuangan Rasulullah dalam menyirakan Islam. Ustadz Lancip merasa adanya keterpurukan aqidah Islam dalam masyarakat. Ini dibuktikan semakin maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja-remaja. Orang tua membiarkan anak

20

. M Abdul Ghafar (Penerjemah),Riyadhush Sholihin Jilid 4, (Jakarta: Pustaka Imam Syafe’i, 2005), h. 388.

perempuannya pergi dengan pakaian yang mengundang hawa nafsu. Itu adalah salah satu masalah keterpurukan aqidah saat ini di masyarakat.

Ustadz Lancip selalu berusaha untuk mengajak dan memberi nasehat kepada siapa saja, terutama pada diri sendiri. Marilah perbaiki aqidah dalam berakhlak. Perbanyaklah berdzikir dan bersholawat untuk mengenal dan mengingat Allah dan Rasul-Nya. Dakwah yang sukses adalah dakwah yang bisa mengajak semua kalangan masyarakat untuk beriman kepada Allah. Dakwah tidak pilih-pilih siapa mad’u yang dihadapi, baik yang kaya atau yang miskin, siapaun dan di manapun dakwah harus tetapkan ditegakkan agar tetap bertahan sampai hari akhir nanti.

61

A. Kesimpulan

Setelah peneliti menganalisis hasil data yang di dapat dari masalah Strategi