• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta Strategi

Dalam dokumen Rencana Induk Penelitian-ITP (Halaman 18-0)

III. GARIS BESAR RENCANA INDUK PENELITIAN

3.3 Peta Strategi

Pada saat proses implementasi RIP, pada dasarnya terdapat tiga komponen yaitu input (proposal penelitian), proses (pengajuan proposal, pelaksanaan penelitian, monitoring evaluasi internal/eksternal), output (publikasi, produk, hak kekayaan intelektual), dan outcome (kerjasama penelitian, pemanfaatan hasil penelitian, aplikasi tepat guna, dan citation index) dengan mempertimbangkan penguasaan teknologi, produk dan pasar. Diharapkan rumusan yang tercantum dalam dokumen RIP ini menjadi fleksibel/tidak kaku, tetapi tetap masih mempunyai arah yang jelas.

Secara garis besar peta strategi implementasi RIP, yaitu pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), Agenda Penelitian, sumber dana dan outcome dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Strategi pengelolaan penelitian mulai dari input sampai output Input

(Sumber Daya)

Proses Output

 Pelaksanaan Penelitian Unggulan

 Manajemen Penelitian

 SDM

 Fasilitas Riset/

Laboratorium

1. Publikasi/Jurnal 2. Buku

3. Produk 4. HKI

5. Kerjasama Penelitian 6. Aplikasi

Teknologi

BAB IV

SASARAN, PROGRAM STRATEGIS, DAN INDIKATOR KINERJA

Untuk mewujudkan visi Institut Teknologi Padang memerlukan kerjasama seluruh unit, lembaga, dan bagian di lingkungan institusi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) adalah unsur pelaksana di bawah Rektor yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi ITP di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

4.1 Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan bidang unggulan sampai tahun 2019, adalah:

1. Tercapainya penguatan kelembagaan untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas penelitian

2. Meningkatkan jumlah penelitian unggulan dengan tingkat kompetisi tinggi 3. Meningkatkan jumlah publikai hasil penelitian pada jurnal nasional terakreditasi 4. Meningkatkan jumlah publikasi hasil penelitian di jurnal internasional

5. Meningkatkan jumlah penelitian kolaborasi dengan institusi lain 6. Meningkatkan perolehan HKI dan paten dari hasil penelitian 7. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian.

4.2 Program Strategis

Dalam usaha mencapai sasaran di atas, strategi utama yang digunakan adalah:

1. Pembinaan kualitas penelitian, yaitu pengembangan kualitas peneliti yang diarahkan pada peningkatan kemampuan dosen dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan penelitian dalam hal manajemen penelitian, metodologi penelitian dan pengelolaan pengabdian masyarakat.

2. Program penelitian berbasis unggulan sehingga peneliti menghasilkan produk penelitian yang lebih bermanfaat dan dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

3. Peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian serta publikasi ilmiah hasil penelitian di tingkat nasional dan internasional.

4. Pemberian penghargaan (reward) kepada peneliti yang memiliki kontribusi besar dalam kegiatan penelitian di ITP.

Gambaran topik penelitian unggulan dalam Rencana Induk Penelitian Institut Teknologi periode 2014-2019 dijelaskan pada gambar berikut.

Gambar 4.1 Hirarki bidang kajian penelitian berdasarkan prioritas unggulan periode 2014 – 2019

Penetapan penelitian unggulan yang tertuang dalam Rencana Induk Penelitian Institut Teknologi Padang periode 2014 – 2019 dijabarkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Topik Penelitian Unggulan Institut Teknologi Padang

No Bidang Unggulan Topik Unggulan

1 Energi Baru dan Terbarukan 1. Energi Terbarukan

2. Inovasi penggunaan energi

3. Inovasi peralatan pengguna energi 4. Peningkatan kualitas penyaluran energi 5. Implementasi Perencanaan Energi 6. Manajemen dan Audit Energi

7. Pengembangan dan Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Mikrohidro

(PLTMH), Hibrid Angin

8. Pengembangan Sistem Informasi Energi 9. Pengembangan dan Inovasi Pembangkit

Listrik Tenaga Surya (PLTS), Mikrohidro (PLTMH), Hibrid Angin

10. Pengembangan Sistem Informasi Energi 2 Pengelolaan Bencana 1. Kebijakan dan Perencanaan Infrastruktur

untuk mengurangi dampak bencana

2. Sistem Peringatan Dini (early warning system)

3. Geo-informasi

4. Manajemen Pencegahan Bencana

5. Evaluasi kapasitas seismik bangunan existing.

6. Retrofiting bangunan dan infrastruktur existing.

7. Rancangan bangunan dan infrastruktur aman gempa dan tsunami

8. Disain Rumah aman gempa

9. Bangunan bertingkat aman gempa dan tsunami

10. Perbaikan dan Perkuatan Struktur 11. Pengembangan Material Ringan 12. Arsitektur Bangunan Aman Gempa

13. Pengontrolan dan peredam aktif/pasif getaran bangunan.

14. Pemodelan Gempa dan Tsunami

15. Duktilitas dan kapasitas deformasi akibat beban gempa.

16. Evaluasi kapasitas seismik dinding pengisi 17. Energi dissipasi pada struktur

18. Evaluasi tipe keruntuhan struktur akibat gempa dan metode retrofiting.

19. Manajemen pengairan

20. Manajemen banjir, longsor dan kekeringan

21. Penelitian potensi banjir di daerah aliran sungai

3 Teknologi Informasi dan Komunikasi

1. Pengembangan Software (perangkat lunak) aplikasi spesifik untuk keperluan pendidikan, kesehatan, hiburan, life-style, dll.

2. Pengembangan sistem jaringan komputer 3. Pengembangan sistem komunikasi nirkabel 4. Teknologi informasi dan komunikasi

penunjang industri.

5. Pengembangan metode-metode smart computing untuk teknologi informasi dan komunikasi

6. Inovasi Sistem Kendali Jarak Jauh

4 Infrastruktur dan

Transportasi

1. Sustainable Transportation

2. Performansi Jalan (Road Performance) 3. Manajemen dan Sistem sebagai solusi

Kemacetan

4. Transportasi Umum (Public Transportation)

5. Routing

6. Biaya Transportasi

7. Aspek Kenyamanan dan Kesehatan dalam transportasi

8. Teknologi Infrastruktur 9. Moda Transportasi

10. Sistem dan Manajemen Transportasi dan Logistik

11. Inovasi Sistem Kelistrikan Transportasi 12. Inovasi Sistem Kendali Transportasi 13. Evaluasi perilaku pengguna jalan sebagai

penyebab kemacetan

14. Evaluasi peraturan pengguna jalan.

Sustainable Transportation

15. Performansi Jalan (Road Performance) 16. Manajemen dan Sistem sebagai solusi

Kemacetan

17. Transportasi Umum (Public Transportation)

18. Routing

19. Biaya Transportasi

20. Aspek Kenyamanan dan Kesehatan dalam transportasi

21. Teknologi Infrastruktur 22. Moda Transportasi

23. Sistem dan Manajemen Transportasi dan Logistik

24. Inovasi Sistem Kelistrikan Transportasi 25. Inovasi Sistem Kendali Transportasi 26. Evaluasi perilaku pengguna jalan sebagai

penyebab kemacetan

27. Evaluasi peraturan pengguna jalan.

5 Material Maju 1. Pengembangan material berbasis bahan alami

2. Pengembangan bahan isolasi listrik

3. Pengembangan bahan super konduktor dan super kapasitor

4. Pengembangan bahan semi konduktor.

4.3 Pengukuran Kinerja: KPI (Key Performance Indicators)

Untuk mengukur efektifitas implementasi RIP ITP, diperlukan indikator kinerja baik yang bersifat kuantitaf maupun kualitatif, yang mencakup aspek input, proses, output dan outcome. Capaian- capaian yang menjadi indicator kinerja adalah sebagai berikut:

1. Capaian terhadap mutu hasil penelitian berupa peningkatan jumlah publikasi baik nasional maupun internasional

2. Capaian terhadap relevansi hasil penelitian, yaitu peningkatan jumlah HKI, Paten, dan jumlah penelitian kerjasama dengan industri.

3. Capaian terhadap budaya penelitian, yaitu terbangunnya research atmosphere di lingkungan ITP

4. Capaian terhadap academic atmosphere, yaitu peningkatan jumlah riset kolaborasi antara mahasiswa dan staf, sehingga mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu

Tabel 4.2 Indikator Kinerja Utama Penelitian (IKUP)

Indikator Capaian (per tahun) No Jenis Luaran

1 Publikasi Ilmiah

Lokal 65 70 75 80 90

Internasional 1 3 5 7

Nasional 8 12 20 28 35

2 Sebagai Pemakalah dalam Pertemuan

Ilmiah Lokal 5 15 26 36 45

Internasional 1 2

Nasional 1 2

3 Sebagai pembicara utama (Keynote Speaker) dalam pertemuan ilmiah

7 Model/Prototype/Desain/Karya Seni/

Rekayasa Sosial

6 11 15 25 30

8 Buku Ajar (ISBN) 5 7 9 15

9 Laporan Penelitian Yang Tidak dipublikasikan

10 Jumlah Dana Kerjasama Penelitian (dalam juta rupiah)

11 Angka partisipasi dosen dalam penelitian *

35% 40% 45% 50% 70%

* Jumlah dosen yang terlibat dalam penelitian dibagi total dosen tetap perguruan tinggi

BAB V

PELAKSANAAN RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

5.1 Pelaksanaan RIP

Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan bagian dari Rencana Strategis Institut Teknologi Padang yang dibuat dalam periode 5 tahun berdasarkan road map (peta jalan), payung penelitian, ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana penelitian. Pelaksanaan Penelitian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada setiap tahun anggaran berjalan. Jadwal pelakasanaan kegiatan penelitian setiap tahun anggaran ditunjukkan oleh Tabel berikut.

Tabel 5.1 Jadwal Proses Pelaksanaan Kegiatan Penelitian*

Bulan (Tahun Anggaran) Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Pengajuan Proposal Penelitian

Seleksi Proposal Penelitian

Pelaksanaan Kontrak Penelitian

Pelaksanaan Penelitian Pemantauan Evaluasi Pengelolaan Hasil Penelitian

Tindak Lanjut hasil Penelitian

* Hibah Penelitian Kompetitif dan Desentralisasi (DP2M DIKTI) dan Hibah Institusi

5.2 Estimasi Kebutuhan Dana dan Rencana Sumber Dana

Untuk melaksanakan kegiatan penelitian di Institut Teknologi Padang ada 4 (empat) sumber pendanaan, yaitu:

1. DIPA DIKTI (DP2M) berupa skim penelitian kompetitif nasional pengelolaan terpusat.

2. Block Grant DIKTI (DP2M) melalui DIPA KOPERTIS Wilayah X dalam Program Desentralisasi Pengelolaan Penelitian.

3. Dana Internal Institut Teknologi Padang melalui pengelolaan dana RAPP ITP.

4. Perusahaan/Industri.

Hibah kompetitif nasional ditujukan untuk menciptakan keunggulan penelitian di tingkat nasional melalui pendanaan yang dikelola DIPA DIKTI. Skim penelitian kompetitif nasional (terpusat) terdiri dari skim penelitian:

1. Strategis Nasional

2. Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Skim penelitian desentralisasi ditujukan untuk keunggulan penelitian di Institusi melalui DIPA Kopertis. Skim Penelitian Desentralisasi:

1. Penelitian Dosen Pemula 2. Penelitian Fundamental 3. Penelitian Hibah Bersaing 4. Penelitian Desertasi Doktor

Alokasi anggaran penelitian diestimasi dari kegiatan penelitian pada tahun-tahun sebelumnya yang disesuaikan dengan skim penelitian. Estimasi kebutuhan dana 5 tahun ke depan (2014-2019) serta rinciannya ditunjukkan oleh Tabel 5.2.

Tabel 5.2 Estimasi Kebutuhan Dana Penelitian Institut Teknologi Padang Periode 2014-2018

Jumlah Penelitian/ Jumlah Dana (x Rp 1000)

600.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000

23 3 5 5 5 5

Hibah Institusi

230.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000

121 9 16 29 32 35

TOTAL 5.255.000 285.000 610.000 1.270.000 1.460.000 1.630.000

5.3 Penjaminan Mutu

Proses penjaminan mutu dilakukan dalam satu siklus penelitian. Siklus penelitian ini meliputi penetapan standar penelitian, pelaksanaan penelitian, monitoring dan evaluasi. Ruang lingkup penerapan penjaminan mutu penelitian Institut Teknologi Padang sebagai berikut:

1. Pengajuan Usulan (proposal) Penelitian: Pembuatan Usulan Kompetitif Nasional dan Desentralisasi mengacu pada Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edisi IX tahun 2013, sedangkan usulan hibah penelitian institusi mengacu pada panduan penelitian yang diterbitkan oleh LP2M ITP.

2. Seleksi Internal Usulan Penelitian (desk evaluation, reviewer internal dan eksternal): untuk Penelitian Kompetitif Nasional dan Desentralisasi dilaksanakan secara on line melalui http://simlitabmas.dikti.go.id. Sedangkan

untuk hibah penelitian institusi berupa desk evaluation dan seminar proposal yang direview oleh minimal 2 reviewer.

3. Monitoring dan Evaluasi Penelitian: tahap melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian agar pelaksanaan penelitian sesuai dengan rencana dan standar untuk menilai kinerja yang dicapai selama kegiatan penelitian.

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim reviewer yang dipilih melalui http://simlitabmas.dikti.go.id.

4. Pelaporan hasil penelitian: Untuk penelitian kompetitif nasional dan desentralisasi, maka peneliti wajib mengunggah (upload) laporan kemajuan dan akhir, keuangan, logbook, dan luaran penelitian ke http://simlitabmas.go.id.

Sedangkan untuk hibah penelitian institusi, peneliti wajib menyerahkan laporan kemajuan dan akhir, keuangan dan logbook (hardcopy) serta luaran penelitian ke LP2M ITP.

5. Tindak lanjut hasil penelitian: fasilitasi untuk mendapatkan diseminasi penelitian (publikasi dan seminar), dan Hak atas Kekayaan Intelektual.

BAB V

PELAKSANAAN RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

5.1 Pelaksanaan RIP

Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan bagian dari Rencana Strategis Institut Teknologi Padang yang dibuat dalam periode 5 tahun berdasarkan road map (peta jalan), payung penelitian, ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana penelitian. Pelaksanaan Penelitian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada setiap tahun anggaran berjalan. Jadwal pelakasanaan kegiatan penelitian setiap tahun anggaran ditunjukkan oleh Tabel berikut.

Tabel 5.1 Jadwal Proses Pelaksanaan Kegiatan Penelitian*

Bulan (Tahun Anggaran) Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Pengajuan Proposal Penelitian

Seleksi Proposal Penelitian

Pelaksanaan Kontrak Penelitian

Pelaksanaan Penelitian Pemantauan Evaluasi Pengelolaan Hasil Penelitian

Tindak Lanjut hasil Penelitian

* Hibah Penelitian Kompetitif dan Desentralisasi (DP2M DIKTI) dan Hibah Institusi

5.2 Estimasi Kebutuhan Dana dan Rencana Sumber Dana

Untuk melaksanakan kegiatan penelitian di Institut Teknologi Padang ada 4 (empat) sumber pendanaan, yaitu:

5. DIPA DIKTI (DP2M) berupa skim penelitian kompetitif nasional pengelolaan terpusat.

6. Block Grant DIKTI (DP2M) melalui DIPA KOPERTIS Wilayah X dalam Program Desentralisasi Pengelolaan Penelitian.

7. Dana Internal Institut Teknologi Padang melalui pengelolaan dana RAPP ITP.

8. Perusahaan/Industri.

Hibah kompetitif nasional ditujukan untuk menciptakan keunggulan penelitian di tingkat nasional melalui pendanaan yang dikelola DIPA DIKTI. Skim penelitian kompetitif nasional (terpusat) terdiri dari skim penelitian:

1. Strategis Nasional

2. Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Skim penelitian desentralisasi ditujukan untuk keunggulan penelitian di Institusi melalui DIPA Kopertis. Skim Penelitian Desentralisasi:

5. Penelitian Dosen Pemula 6. Penelitian Fundamental 7. Penelitian Hibah Bersaing 8. Penelitian Desertasi Doktor

Alokasi anggaran penelitian diestimasi dari kegiatan penelitian pada tahun-tahun sebelumnya yang disesuaikan dengan skim penelitian. Estimasi kebutuhan dana 5 tahun ke depan (2014-2019) serta rinciannya ditunjukkan oleh Tabel 5.2.

Tabel 5.2 Estimasi Kebutuhan Dana Penelitian Institut Teknologi Padang Periode 2014-2018

Jumlah Penelitian/ Jumlah Dana (x Rp 1000)

600.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000

23 3 5 5 5 5

Hibah Institusi

230.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000

121 9 16 29 32 35

TOTAL 5.255.000 285.000 610.000 1.270.000 1.460.000 1.630.000

5.3 Penjaminan Mutu

Proses penjaminan mutu dilakukan dalam satu siklus penelitian. Siklus penelitian ini meliputi penetapan standar penelitian, pelaksanaan penelitian, monitoring dan evaluasi. Ruang lingkup penerapan penjaminan mutu penelitian Institut Teknologi Padang sebagai berikut:

6. Pengajuan Usulan (proposal) Penelitian: Pembuatan Usulan Kompetitif Nasional dan Desentralisasi mengacu pada Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edisi IX tahun 2013, sedangkan usulan hibah penelitian institusi mengacu pada panduan penelitian yang diterbitkan oleh LP2M ITP.

7. Seleksi Internal Usulan Penelitian (desk evaluation, reviewer internal dan eksternal): untuk Penelitian Kompetitif Nasional dan Desentralisasi dilaksanakan secara on line melalui http://simlitabmas.dikti.go.id. Sedangkan

untuk hibah penelitian institusi berupa desk evaluation dan seminar proposal yang direview oleh minimal 2 reviewer.

8. Monitoring dan Evaluasi Penelitian: tahap melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian agar pelaksanaan penelitian sesuai dengan rencana dan standar untuk menilai kinerja yang dicapai selama kegiatan penelitian.

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim reviewer yang dipilih melalui http://simlitabmas.dikti.go.id.

9. Pelaporan hasil penelitian: Untuk penelitian kompetitif nasional dan desentralisasi, maka peneliti wajib mengunggah (upload) laporan kemajuan dan akhir, keuangan, logbook, dan luaran penelitian ke http://simlitabmas.go.id.

Sedangkan untuk hibah penelitian institusi, peneliti wajib menyerahkan laporan kemajuan dan akhir, keuangan dan logbook (hardcopy) serta luaran penelitian ke LP2M ITP.

10. Tindak lanjut hasil penelitian: fasilitasi untuk mendapatkan diseminasi penelitian (publikasi dan seminar), dan Hak atas Kekayaan Intelektual.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun, 2013, Statuta Institut Teknologi Padang , ITP, Padang

Tim Penyusun, 2014, Renstra Institut Teknologi Padang, ITP, Padang

Tim Penyusun, 2013, Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat DIKTI ,Edisi IX, DP2M DIKTI, Jakarta

Tim Penyusun, 2010, Panduan Pelaksanaan Penelitian Institusi tahun 2010, LP2M ITP, Padang

Tim Penyusun, 2011, Panduan Penyusunan Rencana Induk Penelitian DIKTI Desember 2011, DP2M DIKTI, Jakarta

TIM PENYUSUN

: Ir. Hendri Nofrianto., MT (Rektor) Penanggung Jawab

: 1. Ir. Drs. H. Anrinal, SE., MT (Wakil Rektor I) Pengarah

2. Ade Indra, S.T., M.T (Wakil Rektor II) 3. Agus, M.Sc (Wakil Rektor III)

4. Minarni, S.Si., M.T (Ka. LP2M) Ketua : Nofriady Handra, M.Sc. Eng Sekretaris : Atik Charisma, ST

Anggota : 1. Dr. M. Yahya 2. Dr. Maidiawati

3. Dr. Eng. Yuhendra, MT 4. Zuriman Anthony, MT

PERUMUSAN TOPIK RISET DARI RISET UNGGULAN INSTITUSI

TEMA 1. Energi Baru dan Terbarukan

Kompetensi/

Keahlian/

Keilmuan

Isu-isu strategis Konsep Pemikiran Pemecahan Masalah Topik Riset yang diperlukan

Krisis Energi Keterbatasan Energi tetapi kebutuhan energi meningkat

Diperlukan sumber energi alternatif dan solusi untuk penghematan penggunaan energi

1. Energi Terbarukan

2. Inovasi penggunaan energi 3. Inovasi peralatan pengguna energi 4. Peningkatan kualitas penyaluran energi 5. Implementasi Perencanaan Energi 6. Manajemen dan Audit Energi Teknik Elektro,

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia belum optimal

Melakukan kegiatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan

1. Program Listrik Pedesaan 2. Program Interkoneksi

Pembangkit Energi Terbarukan

3. Program PLTS, PLTMH, PLTB dan Hibrid

1. Pengembangan dan Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Mikrohidro (PLTMH), Hibrid Angin

2. Pengembangan Sistem Informasi Energi

Teknik Mesin, Teknik Elektro

Potensi biomassa yang digunakan sebagai pupuk, namun belum termanfaatkan sebagai biobriket dan arang

Biomassa (rumput, daun kering, ranting dan sampah organik) mengandung atom C dan H yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar altenatif briket dan arang

Mengubah sampah organik menjadi biobriket dan arang sebagai bahan bakar alternatif, lengkap dengan tungku dan desain energi efektif menghasilkan nilai kalor yang tinggi.

1. Kondisi reaksi pembuatan biobriket dan arang (suhu, tekanan, reaktor) dan produk samping

2. Desain bentuk biobriket dan arang terhadap nilai kalor

3. Desain alat pencetak biobriket

4. Desain tungku yang menghasilkan energi efektif

5. Aplikasi penggunaan biobriket dan arang

TEMA 2. Pengelolaan Bencana

Kompetensi/

Keahlian/

Keilmuan

Isu-isu strategis Konsep Pemikiran Pemecahan Masalah Topik Riset yang diperlukan

Kebencanaan Indonesia rawan bencana, sehingga infrastruktur untuk mendukung pengelolaan bencana menjadi sangat penting

Diperlukan infrastruktur dalam pengelolaan bencana

Kebijakan dan Perencanaan Infrastruktur untuk mengurangi dampak bencana

Kesiapsiagaan dan Mitigasi Menghadapi Gempa dan Tsunami

Indonesia rawan bencana Perlu dilakukan mitigasi, yaitu penyelamatan manusia, pengamanan infrastruktur dan peningkatan kesiapsiagaan

1. Sistem Peringatan Dini (early warning system)

2. Geo-informasi

3. Manajemen Pencegahan Bencana 4. Evaluasi kapasitas seismik bangunan

existing.

5. Retrofiting bangunan dan infrastruktur existing.

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa dan Tsunami

Indonesia rawan bencana Rancangan Bangunan dan Infrastruktur aman gempa dan tsunami

1. Rancangan bangunan dan infrastruktur aman gempa dan tsunami

2. Disain Rumah aman gempa

3. Bangunan bertingkat aman gempa dan tsunami

4. Perbaikan dan Perkuatan Struktur 5. Pengembangan Material Ringan 6. Arsitektur Bangunan Aman Gempa 7. Pengontrolan dan peredam aktif/pasif

getaran bangunan.

8. Pemodelan Gempa dan Tsunami

9. Duktilitas dan kapasitas deformasi akibat beban gempa.

10. Evaluasi kapasitas seismik dinding pengisi

11. Energi dissipasi pada struktur

12. Evaluasi tipe keruntuhan struktur akibat

gempa dan metode retrofiting.

Manajemen Banjir dan longsor dan kekeringan

Indonesia rawan bencana Optimasi konservasi penggunaan lahan

1. Manajemen pengairan

2. Manajemen banjir, longsor dan kekeringan

3. Penelitian potensi banjir di daerah aliran sungai

TEMA 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kompetensi/

Keahlian/

Keilmuan

Isu-isu strategis Konsep Pemikiran Pemecahan Masalah Topik Riset yang diperlukan

Teknik Elektro,

Kebutuhan teknologi

informasi dan

komunikasi di segala bidang

Mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

1. Menyiapkan SDM untuk penguasaan teknologi informasi dan komunikasi 2. Optimalisasi disain dan

arsitektur Teknologi Informasi dan Komunikasi 3. Pemanfaatan Teknologi

Informasi dan Komunikasi

1. Pengembangan Software (perangkat lunak) aplikasi spesifik untuk keperluan pendidikan, kesehatan, hiburan, life-style, dll.

2. Pengembangan sistem jaringan komputer

3. Pengembangan sistem komunikasi nirkabel

4. Teknologi informasi dan komunikasi penunjang industri.

5. Pengembangan metode-metode smart computing untuk teknologi informasi dan komunikasi

6. Inovasi Sistem Kendali Jarak Jauh

TEMA 4. Infrastruktur, Transportasi dan Teknologi Pertahanan

Kompetensi/

Keahlian/

Keilmuan

Isu-isu strategis Konsep Pemikiran Pemecahan Masalah Topik Riset yang diperlukan

Teknik Elektro,

Kinerja sistem transportasi kurang efektif dan efisien serta keselamatan

transportasi

Mass-transportation, manajemen dan rekayasa lalu lintas, teknologi

infrastruktur dan moda transportasi 28. Sustainable Transportation

29. Performansi Jalan (Road Performance)

30. Manajemen dan Sistem sebagai solusi Kemacetan

31. Transportasi Umum (Public Transportation)

32. Routing

33. Biaya Transportasi

34. Aspek Kenyamanan dan Kesehatan dalam transportasi

35. Teknologi Infrastruktur 36. Moda Transportasi

37. Sistem dan Manajemen Transportasi dan Logistik

38. Inovasi Sistem Kelistrikan Transportasi

39. Inovasi Sistem Kendali Transportasi 40. Evaluasi perilaku pengguna jalan

sebagai penyebab kemacetan 41. Evaluasi peraturan pengguna jalan.

TEMA 5. Material Maju (Advanced Material)

Kompetensi/

Keahlian/

Keilmuan

Isu-isu strategis Konsep Pemikiran Pemecahan Masalah Topik Riset yang diperlukan

Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik

Informatika, Teknik Sipil, Teknik Geodesi

Kontribusi industri dengan penggunaan teknologi medium/

medium technology (karet, plastik, semen, logam dasar dan simple fabricated metals) cenderung mengalami penurunan

Sumber bahan alami yang tersedia Perlu mengembangkan inovasi – inovasi teknologi dalam riset terapan yang mendukung peningkatan daya saing industri berbasis nilai tambah

1. Pengembangan material berbasis bahan alami

2. Pengembangan bahan isolasi listrik 3. Pengembangan bahan super

konduktor dan super kapasitor

4. Pengembangan bahan semi konduktor.

Dalam dokumen Rencana Induk Penelitian-ITP (Halaman 18-0)

Dokumen terkait