• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MUKJIZAT GERAKAN SHALAT MENURUT SAGIRAN

TENTANG GERAKAN SHALAT

G. Pijat getar saraf

Teknik pijat getar saraf yang akan diuraikan sebagai berikut ini secara garis besar adalah sebagai berikut:

1) Membuka wajah dengan ibu jari menekan daerah kening, gosok, geser ke arah belakang telinga. Cari urat yang mengerutdi pangkal telinga, tekan dan geser ke belakang tengkuk lalu ganti dengan ujung jari tengah bawa ke pangkal leher. Dengan menggunakan pinggir ujung jari telunjuk atau jari tengah kedua tangan secara bersamaan, memijat saraf mata mulai dari cekungan mata pada alis mata dari pinggir batang hidung melingkar ke pinggir rahang di bawah telinga hingga ke ujung dagu. Ganti jari telunjuk dengan ibu jari tangan kiri untuk wajah sisi kanan dan ibu jari tangan kanan untuk wajah kiri. Tekan dengan lembut dan geser sedikit

46

menggunakan ujung ibu jari di daerah cekugan saraf mata tepat di bawah alis mata. Tehnik ini membantu dalam memperlancar sirkulasi darah ke bola mata, otot-otot wajah, hidung, kepala (termasuk ke otak), serta kulit wajah (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 61)

2) Kening juga dipijat dengan menggunakan ujung jari telunjuk dan tengah yang disatukan, setelah itu dengan ibu jari ditekan, dipijat dan digeser dengan arah membuka keluar dari pinggir hidung sampai dagu, kemudian geser ke ujung dagu. Di daerah kening ini terdapat pembuluh darah arteri

(terasa denyutan), sedangkan di daerah dagu terdapat pembuluh darah yang mensuplai darah di wajah. Kedua pembuluh darah inilah yang memberikan suplai darah di wajah, jika berfungsi optimal otot-otot di wajah serta saraf yang ada di sana bisa berfungsi optimal pula (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 61).

3) Memijat daun telinga seperti gerakan memilin, hingga tampak kemerahan. Dengan jari daerah di belekang telinga (terasa bantalan tulang keras), ke arah atas

4) Pangkal bibir dipijat dengan menggunakan jari telunjuk atau tengah, dimulai dari cekungan bibir melebar ke arah tengah pipi, tekan agak keras ke arah saraf bicara di antara rahang atas dan bawah, ditusuk dengan menggunakan ujung kuku ibu jari. Fungsinya untuk menghilangkan pengapuran. Bagian dagu bawah bibir dapat dipijat dengan ujung jari telunjuk atau ibu jari atau jari tengah, dimulai dari bagian tengah ujung dagu ke arah ujung dagu bawah bibir. Di daerah ini

47

terdapat pembuluh darah dan saraf yang melayani daerah bibir dan rahang.

5) Pangkal leher dapat dipijat dengan ibu jari. Pangkal leher bagain belakang dipijat dengan ujung bawah jari telunjuk dan jari tengah, lalu tekan dan geser dengan ujung ibu jari dari arah cekungan pangkal otak belakang ke pangkal leher. Sekeliling tengkuk di pangkal leher dipijat dan ditekan dengan menggunakan ujung jari telunjuk. Urat saraf pundak yang menuju arah pangkal lengan leher dipijat dan digeser dengan ibu jari dan jari telunjuk. Leher depan dipijat dengan menggunakan ujung jari telunjuk dari pangkal leher bawah dagu, urut ke bawah, teruskan ke cekungan tulang selangka.

Sesampainya di cekungan tulang selangka, ujung jari ditekan dan diputar-putar. Kemudian dengan menggunakan bagian bawah ibu jari, tekan dan geser ke arah pangkal lengan atas. Teknik ini akan meragsang sensor tekan di pembuluh darah besar (aorta) dan leher (ateri

karotis) yang mensuplai darah ke otak “sinyal dikirim ke pusat (saraf tulang belakang) mulai saraf vagus” mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Disamping itu, arteri karotis ini memiliki kemampuan dalam mengenali kondisi dimana kadar oksigen turun.

6) Pangkal lengan sampai ke pangkal siku dipijat dengan menggunakan ujung jari tengah atau jari telunjuk. Cari urat saraf yang linu atau mati rasa. Tekan dan geser ujung saraf pembuangan kelebihan listrik di

48

cekungan pangkal siku. Lakukan sampai ujung jari terasa tersetrum (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 63).

7) Pangkal siku dipijat dengan menggunakan jepitan ibu jari dan telunjuk. Cari urat saraf yang linu dan kaku, terutama pada titik sedekap. Pijat saraf pada cekungan ibu jari dan telunjuk jari. Buang pegapuran pada ujung saraf di pangkal jari dan ini tidak boleh mati rasa. Pijat telapak tangan atas dengan menggunakan titik api pada jari ibu jari. Tekan dan pijat ujung saraf pada pangkal telapak tangan pada bonggol mata tangan. Pijat dengan menggunakan ujung telunjuk pada pangkal telapak tangan dalam sambil dipilas ke depan sehingga mengeluarkan bunyi dan bergetar di ujung-ujugn jari (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 63). 8) Bagian ketiak ditusuk, ditekan, digeser hingga menghasilkan getaran

listrik yang terasa sampai ke ujung-ujung jari tangan. Tehnik ini digunakan untuk membongkar pengapuran yang terjadi pada pangkal ketiak dalam yang dapat menyumbat nadi ketiak, sehingga pembuluh darah ditelapak tangan tidak dapat sempurna pengembangnya. Sumbatan pada nadi ketiak ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, lengan tangan lemah, kaku dan telapak tangan akan kedinginan. Jika pangkal lengan dingin, kepala akan menjadi panas (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 64).

9) Pijat ujung-ujung saraf yang terdapat di punggung terutama sejajar garis tepi tulang belikat, dipijat, ditekan, digeser dengan menggunakan ujung jari telunjuk ke arah luar. Kemudian tekan dan geser dengan ibu jari atau

49

jari telunjuk secara lembut, sisi kanan dan kiri tulang belakang. Di sepanjang jalur ini terdapat sensor-sensor saraf yang terkait dengan fungsi organ dalam: paru, jantung, liver, pankreas, limpa, ginjal dan saluran kencing, serta reproduksi. Sehingga bisa mengoptimalkan kerja organ-organ tersebut. Arah pijatan lurus mengikuti tulang belakang, melanjut sampai ke pantat, paha belakang, betis belakang, telapak kaki, jari-jari kaki. Saat sampai di daerah pergelangan kaki, pijat dan tekan urat di bawah tendo pergelangan kaki (Madyo Wratsongko & Sagiran, 2006: 65).

H. Aplikasi ilmu shalat dalam pengaturan siklus harian