• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinjaman Jangka Panjang

Dalam dokumen PT JAPFA COMFEED INDONESIA (Halaman 46-49)

30 September 2011 31 Desember 2010

Rp Rp

Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk 605,066,819,127 697,393,001,635

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 301,290,287,770

-PT Bank CIMB Niaga Tbk 192,721,444,468 238,708,770,175

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 64,164,185,609 73,317,461,017

PT Bank Permata 30,133,614,783 14,630,432,826

PT Bank Pan Indonesia Tbk 28,702,311,528

-PT Bank Ganesha 8,168,127,153

-PT Bank Victoria 4,993,568,850

-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 6,500,000,000

PT BNI Multi Finance - 6,644,579,838

Mata uang asing Rupee, India

The ICICI Bank, Ltd., India - 8,629,394,966 The Axis Bank Ltd., India - 18,799,544,146

Jumlah 1,235,240,359,288 1,064,623,184,603

Dikurangi bagian yang jatuh tempo

dalam waktu satu tahun 217,189,678,820 195,411,275,191

Jumlah 1,018,050,680,468 869,211,909,412

Biaya provisi dan biaya transaksi yang belum diamortisasi (6,313,989,457) (7,335,988,826)

Pinjaman Jangka Panjang - Bersih 1,011,736,691,011 861,875,920,586

Tingkat bunga per tahun

Rupiah 8% - 17,25% 5% - 14%

Rupee - 11% - 12%

PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Pada tanggal 8 Oktober 2010, Perusahaan menerima fasilitas pinjaman kredit investasi dari BCA dengan jumlah maksimum Rp 750 milyar yang digunakan untuk pelunasan pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas, Singapura (Catatan 20). Pelunasan pinjaman yang direstrukturisasi adalah sebesar Rp 709 milyar sehingga sisa fasilitas ini sebesar Rp 41 milyar digunakan untuk menambah jumlah maksimum fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) (Catatan 13). Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 8 Oktober 2015 dan dikenakan bunga sebesar JIBOR + 3,6% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, mesin-mesin, tanah dan bangunan (Catatan 6 dan 11).

Pada tanggal 14 April 2010, PT So Good Food (SGF) (d/h PT Supra Sumber Cipta), anak perusahaan yang dijual pada tahun 2011 (Catatan 1d), menerima fasilitas pinjaman installment loan dari BCA dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar untuk modal kerja. Pinjaman ini berjangka waktu 3 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 14 April 2013 dan dikenakan bunga sebesar 11,25% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan, mesin-mesin dan tanah atas nama Perusahaan (Catatan 7, 8 dan 12). Pada April 2011, SGF telah dijual kepada Malvolia Pte. Ltd, sehingga pinjaman ini tidak memiliki saldo pada tanggal 30 September 2011 (Catatan 1d).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

Pada tanggal 7 April 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman KMK Non Revolving Loan

(NRL) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300 milyar dari Bank Mandiri, yang digunakan sebagai

modal kerja dan untuk pelunasan pinjaman PT Multiphala Agrinusa (MAG) dan PT Bintang Terang Gemilang (BTG), anak-anak perusahaan yang bergabung ke dalam Perusahaan, dari Bank Mandiri. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juni 2014. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan (Catatan 6,7 dan 11).

Pada tanggal 23 September 2009, PT Bintang Terang Gemilang (BTG), anak perusahaan, menerima fasilitas pinjaman investasi dari Bank Mandiri dengan jumlah maksimum Rp 9 milyar untuk pembelian mesin. Pinjaman ini akan jatuh tempo dalam jangka waktu 5 tahun. Pinjaman dijamin dengan mesin yang telah dibeli (Catatan 11) dan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan April 2011.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)

Pada tanggal 8 Juli 2010, PT Multibreeder Adirama Tbk (MBAI), anak perusahaan, memperoleh pinjaman dari CIMB Niaga dengan jumlah maksimum sebesar Rp 500 milyar yang terdiri dari Pinjaman Transaksi Khusus (PTK), Pinjaman Rekening Koran (PRK) dan Pinjaman Tetap (PT). PTK dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300 milyar yang digunakan untuk pelunasan pinjaman yang direstrukturisasi, kepada BNP Paribas, Singapura (Catatan 20). PTK ini dikenakan bunga mengambang sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada bulan September 2014.

Pada tanggal 12 Oktober 2010, PT Primatama Karya Persada (PKP), anak perusahaan yg diakuisisi pada tahun 2011, memperoleh pinjaman dari CIMB Niaga yang terdiri dari PTK on Liquidation 1 (PTK 1) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 9 milyar, PTK on Liquidation II (PTK 2) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 7,5 milyar dan PRK dengan jumlah maksimum sebesar Rp 5 milyar. Pada bulan Desember 2010, jumlah maksimum pinjaman untuk PTK 1 menjadi sebesar Rp 1,5 milyar sedangkan PTK 2 meningkat menjadi Rp 15 milyar. PTK 1 akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2013, PTK 2 akan jatuh tempo pada tanggal 18 November 2016 dan PRK akan jatuh tempo pada tanggal 8 Agustus 2012. Pinjaman ini dijaminkan dengan kendaraan milik PKP (Catatan 11).

Sejak 1 September 2011 dengan telah efektifnya penggabungan usaha dari PT Prima Karya Persada ke PT Ciomas Adisatwa maka fasilitas pinjaman ini telah beralih kepada PT Ciomas Adisatwa, anak perusahaan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Pada tanggal 11 Maret 2010, PT Santosa Agrindo (SA), anak perusahaan, memperoleh fasilitas Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dari BRI dengan jumlah maksimum Rp 66,32 milyar untuk pembelian induk sapi. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 11 Maret 2015 dan dikenakan tingkat bunga sebesar 5% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap tertentu milik SA (Catatan 7, 8 dan 12).

Pada bulan Februari 2009, PT Indojaya Agrinusa (IAG), anak perusahaan, memperoleh pinjaman kredit investasi dari BRI dengan jumlah maksimum Rp 23 milyar. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan (Catatan 11) milik IAG. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan Juli 2011. Pada bulan Agustus 2005, IAG, anak perusahaan, memperoleh pinjaman kredit investasi dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar yang digunakan untuk pengembangan usaha dengan mendirikan pabrik pakan ikan dan udang. Pada tanggal 31 Desember 2008, jumlah maksimum pinjaman adalah sebesar Rp 11 milyar. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan, tanah, bangunan dan mesin-mesin (Catatan 6,7 dan 11). Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan Juli 2011.

PT Bank Permata Tbk (Bank Permata)

Pada tanggal 13 Agustus 2010, PT Indojaya Agrinusa (IAG), anak perusahaan, memperoleh pinjaman berupa fasilitas Term Loan (TL) dari Bank Permata dengan jumlah maksimum Rp 45 milyar sublimit L/C US$ 1 juta. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada Agustus 2017. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap (Catatan 6,7 dan 11).

PT Bank Ganesha (Ganesha)

PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS), anak perusahaan yang diakuisisi di tahun 2011 (Catatan 1d), memperoleh pinjaman dari Bank Ganesha berupa Kredit Investasi 1 (KI-1) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 1,2 milyar pada tanggal 27 Mei 2007 dan Kredit Investasi 2 (KI-2) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar pada tanggal 23 Januari 2008. Fasilitas di atas digunakan untuk pembelian kendaraan. KI-1 akan jatuh tempo pada bulan Mei 2012 sedangkan KI-2 yang terdiri dari beberapa perjanjian kredit akan jatuh tempo berkisar antara bulan Januari sampai dengan Oktober 2013. Pinjaman ini dijaminkan dengan kendaraan milik BMS (Catatan 11).

PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria)

Pada tanggal 8 September 2006, PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS), anak perusahaan yang diakuisisi pada tahun 2011, memperoleh pinjaman dari Bank Victoria berupa kredit investasi dengan jumlah maksimum sebesar Rp 10 milyar, yang digunakan untuk pembelian kendaraan. Pada tahun 2010, jumlah maksimum pinjaman meningkat sebesar Rp 20 milyar. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Februari 2015. Pinjaman ini dijaminkan dengan kendaraan milik BMS (Catatan 11).

Pada tanggal 2 Juli 2007, PT Suri Tani Pemuka (STP), anak perusahaan, menerima fasilitas pinjaman investasi dari Bank Victoria dengan jumlah maksimum Rp 2 milyar untuk pembelian mesin. Pinjaman ini akan jatuh tempo dalam jangka waktu 5 tahun dengan jaminan mesin yang telah dibeli (Catatan 11) dan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada tanggal 2 November 2010.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)

Pada tanggal 3 Mei 2011, PT Suri Tani Pemuka (STP), anak perusahaan, memperoleh fasilitas Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sebagai bagian dari beberapa fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank Panin (Catatan 13), maksimum Rp 50 milyar. Pinjaman ini dijaminkan dengan jaminan yang sama dengan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 12).

The Axis Bank Ltd., India (Axis)

Japfa Comfeed India Private Ltd, anak perusahaan yang dijual pada tahun 2011 (Catatan 1d), memperoleh pinjaman dari Axis yang dijamin dengan persediaan dan aset tetap (Catatan 7 dan 11), dengan jumlah maksimum sebesar Rs 183 juta (ekuivalen Rp 36,7 milyar) yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2015.

Pada tanggal 3 Januari 2011, JCIL telah dijual kepada pihak berelasi sehingga utang ini tidak memiliki saldo pada tanggal 30 September 2011.

The ICICI Bank, Ltd., India (ICICI)

Japfa Comfeed India Private Ltd, anak perusahaan yang dijual pada tahun 2011 (Catatan 1d), memperoleh pinjaman dari ICICI yang dijamin dengan aset tetap (Catatan 11), dengan jumlah maksimum Rs 212 juta (ekuivalen Rp 42,5 milyar), yang akan jatuh tempo pada bulan Januari 2012. Pada tanggal 3 Januari 2011, JCIL telah dijual kepada pihak berelasi sehingga utang ini tidak memiliki saldo pada tanggal 30 September 2011.

Beban bunga atas pinjaman-pinjaman di atas sebesar Rp 60,4 milyar pada tanggal 30 September 2011, Rp 8,65 milyar pada tanggal 30 September 2010 (Catatan 29).

Sehubungan dengan pinjaman-pinjaman tersebut di atas dan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 12), Perusahaan dan anak perusahaan diwajibkan antara lain mempertahankan rasio

keuangan dan memenuhi batasan-batasan tertentu yang berhubungan dengan terjadinya pinjaman, penjualan aset tetap, investasi, reorganisasi dan hal-hal lainnya yang tercantum dalam perjanjian. 18. Liabilitas Sewa Pembiayaan

30 Septem ber 2011 31 Desem ber 2010

Rp Rp

a. Berdasarkan jatuh tempo:

Pem bayaran yang jatuh tem po pada tahun

2010 - 159,065,768

2011 592,125,288 92,145,768

2012 2,082,150,000 92,145,768

2013 1,223,096,400 7,406,565

2014 403,796,761

-Jum lah pem bayaran m inim um s ewa pem biayaan 4,301,168,449 350,763,869

Bunga (1,029,465,456) (50,532,586)

Nilai tunai pem bayaran m inim um sewa pem biayaan 3,271,702,993 300,231,283

Dikurangi bagian yang jatuh tem po dalam waktu s atu tahun 449,353,107 140,396,770

Hutang sewa pem biayaan jangka panjang - bers ih 2,822,349,886 159,834,513

b. Berdasarkan lessor:

PT BCA Finance 3,271,702,993

-United Overs eas Bank, Singapura - 236,650,576

PT Sinar Mitra Sepadan - 63,580,707

Jum lah 3,271,702,993 300,231,283

Liabilitas sewa pembiayaan merupakan transaksi pembelian kendaraan oleh Perusahaan, Japfa Comfeed International Pte, Ltd. dan MBAI, anak perusahaan pada tahun 2010. Sedangkan pada tanggal 30 September 2011, liabilitas sewa pembiayaan termasuk transaksi pembelian kendaraan oleh PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS), anak perusahaan yang diakuisisi di tahun 2011 (Catatan 1d), kepada PT BCA Finance. Liabilitas ini berjangka waktu 3 sampai 7 tahun dengan tingkat bunga efektif sebesar 7,5% - 8,5% pada September 2010 dan 2,2% sampai dengan 16% pada tahun 2010 dan dijamin dengan aset sewaan tersebut (Catatan 11).

Beban bunga liabilitas sewa pembiayaan ini adalah sebesar Rp 242 juta pada tanggal 30 September 2011 dan Rp 20 juta tahun 2010 (Catatan 29).

Dalam dokumen PT JAPFA COMFEED INDONESIA (Halaman 46-49)

Dokumen terkait