• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinjaman yang Direstrukturisasi

Dalam dokumen PT JAPFA COMFEED INDONESIA (Halaman 50-54)

Akun ini merupakan pinjaman Perusahaan, MBAI dan STP yang telah direstrukturisasi pada tahun 2002. Restrukturisasi dilakukan dengan cara pembelian kembali pinjaman, konversi pinjaman menjadi modal dan modifikasi persyaratan pinjaman. Pinjaman ini dikoordinasi oleh BNP Paribas, Singapura.

Pinjaman yang direstrukturisasi ini terbagi menjadi Tranche A dan B, yang dikenakan bunga dengan ketentuan sebagai berikut:

• LIBOR + 1% per tahun selama 36 bulan pertama terhitung sejak 1 Juli 2002.

• Setelah 36 bulan pertama, Perusahaan, MBAI dan STP mempunyai opsi untuk memilih tingkat bunga:

- Bunga mengambang, yaitu LIBOR dengan margin 1% per tahun untuk 6 bulan berikutnya, 1,5% per tahun untuk 36 bulan berikutnya dan 2% per tahun untuk 36 bulan berikutnya.

- Suku bunga tetap 5,5% per tahun dengan kenaikan sebesar 0,5% setiap 12 bulan, maksimum 8,5% per tahun.

Pada 1 Juli 2005, Perusahaan, MBAI dan STP memutuskan menggunakan tingkat bunga mengambang. Tingkat bunga pinjaman pada tahun 2010 berkisar antara 2,31% - 3,50%.

Hasil atas pinjaman restrukturisasi yang ditangguhkan merupakan selisih antara nilai tercatat pinjaman setelah restrukturisasi (dengan cara modifikasi persyaratan pinjaman) dengan pembayaran kas masa depan.

Perusahaan

Utang lain-lain, utang bunga, wesel bayar, pinjaman bank dan pinjaman jangka panjang sebesar US$ 146.835.392 direstrukturisasi menjadi pinjaman baru sebesar US$ 115.000.000, yang terbagi atas:

a. Tranche A, sebesar US$ 60.000.000, yang akan dilunasi dalam 37 kali angsuran setiap 3 bulan, sejak tanggal 31 Desember 2002 sampai dengan 31 Desember 2011.

b. Tranche B, sebesar US$ 55.000.000, yang akan dilunasi dengan pembayaran penuh pada tanggal 31 Desember 2011.

Pinjaman tersebut dijamin dengan properti investasi dan Hak Tanggungan atas tanah-tanah penting yang material berikut pabrik dan peralatan (Catatan 10 dan 11) milik Perusahaan. Jaminan atas kekayaan material Perusahaan termasuk atas saham-saham anak perusahaan.

Pada tahun 2010, Perusahaan membayar angsuran pokok untuk Tranche A sebesar US$ 7.687.500. Pembayaran bunga pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 16 milyar.

Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas, Singapura pada tanggal 30 November 2010, sebesar US$ 68.312.500 (ekuivalen Rp 616 milyar).

MBAI

Pinjaman sindikasi bank dan wesel bayar sebesar US$ 60.000.000 direstrukturisasi menjadi US$ 48.000.000. Pinjaman tersebut terbagi atas:

a. Tranche A sebesar US$ 24.000.000 dengan jangka waktu 9,5 tahun, dimana pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan dalam 37 kali angsuran setiap 3 bulan dimulai sejak 31 Desember 2002.

b. Pinjaman berjangka Tranche B sebesar US$ 24.000.000 akan dilunasi dengan pembayaran penuh pada tanggal 31 Desember 2011.

Pada tahun 2003, MBAI melakukan pembelian sebagian pinjaman (buyback) atas pinjaman Tranche B sebesar US$ 3.789.562, sehingga sisa pinjaman Tranche B menjadi sebesar US$ 20.210.438.

Jaminan atas pinjaman ini adalah tanah dan bangunan milik MBAI dan anak perusahaan (Catatan 11), gadai saham atas saham MBAI pada anak perusahaan, garansi perusahaan dari Perusahaan dan fiducia atas klaim asuransi dari MBAI dan anak perusahaan.

Pada tahun 2010, MBAI telah membayar angsuran untuk Tranche A sebesar US$ 2,5 juta. Pembayaran bunga pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 4,9 milyar.

MBAI telah melunasi seluruh pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas, Singapura pada tanggal 24 Agustus 2010 sebesar US$ 28.210.438 (ekuivalen Rp 253 milyar).

STP

Pinjaman kepada PT Gani Asset Manajemen dan wesel bayar sebesar US$ 20.000.000 direstrukturisasi menjadi sebesar US$ 18.000.000 yang terbagi atas:

a. Pinjaman berjangka Tranche A sebesar US$ 9.000.000 dengan jangka waktu 9 tahun dimana, pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan dalam 36 angsuran setiap 3 bulan sebesar US$ 1.000.000 dimulai sejak 31 Maret 2003 sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.

b. Pinjaman berjangka Tranche B sebesar US$ 9.000.000 akan dilunasi dengan pembayaran penuh pada tanggal 31 Desember 2011.

Jaminan atas pinjaman ini adalah tanah dan bangunan (Catatan 11) milik STP dan anak perusahaan (KW, ALM dan BL), gadai saham atas saham STP pada anak perusahaan, garansi perusahaan dari Perusahaan dan fiducia atas klaim asuransi dari STP dan anak perusahaan.

Jumlah pembayaran kas masa depan, mencakup jumlah bunga dan jumlah pokok pinjaman periode masa depan, tanpa memperhitungkan nilai tunainya, lebih besar daripada nilai tercatatnya, sehingga tidak ada keuntungan restrukturisasi yang diakui. Perbedaan antara nilai tercatat pokok pinjaman dan

bunganya dengan jumlah pembayaran kas masa depan tersebut sebesar Rp 31,3 milyar dicatat dalam akun “Hasil Atas Pinjaman Restrukturisasi Yang Ditangguhkan”. Akun ini akan diamortisasi saat pengakuan beban bunga dilakukan, dengan tingkat bunga efektif konstan adalah 0,245% per tahun. Pada tahun 2010, STP telah membayar angsuran pokok untuk Tranche A sebesar US$ 750.000. Pada tahun 2010, beban bunga pinjaman yang direstrukturisasi adalah sebesar Rp 2,4 milyar.

STP telah melunasi seluruh pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas Singapura pada tanggal 30 November 2010 sebesar US$ 10.250.000 (ekuivalen Rp 92 milyar).

21. Goodwill

Akun ini merupakan selisih antara biaya akuisisi anak perusahaan dengan aset bersih yang diperoleh dengan rincian sebagai berikut:

30 September 2011 31 Desember 2010 Rp Rp Goodwill 71,358,114,589 6,051,254,443 Akumulasi amortisasi (4,706,531,233) Goodwill - net 71,358,114,589 1,344,723,210 Goodwill negatif - (84,565,833,029) Akumulasi amortisasi - 12,685,299,954

Goodwill (negatif ) - bersih - (71,880,533,075)

Pada tahun 2011, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan akuisisi PT Primatama Karya Persada (PKP), PT Adiguna Bintang Lestari (ABL) dan PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS) (Catatan 1d). Pada tanggal akuisisi tersebut terdapat perbedaan antara nilai wajar yang diakuisisi dan biaya perolehan akuisisi sebesar Rp 70.015 juta yang dicatat sebagai goodwill pada tanggal 30 Juni 2011.

Pada tahun 2008, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan akuisisi PT Santosa Agrindo (SA), PT Austasia Stockfeed (ASF) dan PT Vaksindo Satwa Nusantara (VSN) (Catatan 1d). Pada tanggal akuisisi, terdapat perbedaan antara aset bersih yang diakusisi dan biaya perolehan akusisi sebesar Rp 84.566 juta yang dicatat sebagai goodwill negatif pada tanggal 31 Desember 2010.

Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2c, jumlah tercatat goodwill negatif yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011 dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba. Sedangkan Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan amortisasi atas goodwill sejak 1 Januari 2011 dan melakukan uji penurunan nilai atas goodwill tersebut.

Pada tanggal 30 September 2011, tidak terdapat penurunan nilai atas goodwill. 22. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.

Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan da n anak perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010:

Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar

Rp Rp Rp Rp

Aset Keuangan Lancar

Kas dan setara kas 614,366,123,492 614,366,123,492 762,186,498,399 762,186,498,399

Investasi jangka pendek - - 52,366,303,569 52,366,303,569

Piutang usaha dari pihak berelasi 23,585,108,148 23,585,108,148 -

-Piutang usaha dari pihak ketiga-bersih 695,172,487,399 695,172,487,399 803,358,339,763 803,358,339,763

Piutang lain-lain dari pihak berelasi 9,963,655,049 9,963,655,049 -

-Piutang lain-lain dari pihak ketiga 62,807,489,701 62,807,489,701 37,362,608,343 37,362,608,343

Total Aset Keuangan Lancar 1,405,894,863,789 1,405,894,863,789 1,655,273,750,074 1,655,273,750,074

Aset Keuangan Tidak Lancar

Rekening bank yang dibatasi

penggunaannya 4,853,472,544 4,853,472,544 2,287,230,609 2,287,230,609

Total Aset Keuangan 1,410,748,336,333 1,410,748,336,333 1,657,560,980,683 1,657,560,980,683

Liabilitas Keuangan Lancar

Pinjaman bank jangka pendek 1,684,727,122,262 1,684,727,122,262 700,402,838,572 700,402,838,572 Utang usaha kepada pihak ketiga 412,527,009,451 412,527,009,451 412,126,666,922 412,126,666,922 Utang lain-lain kepada pihak ketiga 59,905,363,462 59,905,363,462 41,882,071,223 41,882,071,223 Biaya masih harus dibayar 92,787,907,424 92,787,907,424 150,732,534,372 150,732,534,372

Total Liabilitas Keuangan Lancar 2,249,947,402,599 2,249,947,402,599 1,305,144,111,089 1,305,144,111,089

Liabilitas Keuangan Tidak Lancar

Pinjaman jangka panjang

(termasuk lancar dan tidak lancar) 1,228,926,369,831 1,235,240,359,298 1,057,287,195,777 1,064,623,208,161 Pembelian aset tetap

(termasuk lancar dan tidak lancar) 1,039,368,258 1,039,368,258 1,980,444,286 1,980,444,286 Sewa pembiayaan

(termasuk lancar dan tidak lancar) 3,271,702,993 3,271,702,993 300,231,283 300,231,283

Utang obligasi 498,888,518,921 513,055,185,588 497,756,409,578 511,923,076,245

Total Liabilitas Keuangan Tidak Lancar 1,732,125,960,003 1,752,606,616,137 1,557,324,280,924 1,578,826,959,975

Total Liabilitas Keuangan 3,982,073,362,602 4,002,554,018,736 2,862,468,392,013 2,883,971,071,064

30 September 2011 31 Desember 2010

Metode dan asumsi berikut ini digunakan oleh Perusahaan dan anak perusahaan untuk melakukan estimasi atas nilai wajar setiap kelompok instrumen keuangan:

Aset dan liabilitas keuangan lancar

Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan lancar telah mendekati estimasi nilai wajarnya.

Aset dan liabilitas keuangan tidak lancar

(1) Instrumen keuangan dengan kuotasi harga di pasar aktif

Terdiri dari utang obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan. Nilai wajarnya ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada tanggal 31 Desember 2010.

(2) Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel

Terdiri dari pinjaman jangka panjang, utang pembelian aset tetap jangka panjang, dan liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.

Dalam dokumen PT JAPFA COMFEED INDONESIA (Halaman 50-54)

Dokumen terkait