16.068.471 11.020.112 Suku bunga efektif rata-rata tertimbang per tahun untuk
27. PINJAMAN SUBORDINASI (lanjutan) SUBORDINATED LOANS (continued)
Alasan dari reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut: The reasons for the reclassification are as follows:
a. Sehubungan dengan pinjaman subordinasi ini, Bank telah menerima, antara lain, surat dari Menteri Keuangan Republik Indonesia (“MenKeu”) tanggal 17 Januari 2007. Dalam surat tersebut, MenKeu telah meminta Bank untuk membayar kepada Negara/Pemerintah Republik Indonesia sejumlah uang yang jumlahnya sama dengan jumlah pinjaman subordinasi ini sebagai kelebihan rekapitalisasi oleh Pemerintah. Surat tersebut juga menyebutkan bahwa pinjaman subordinasi ini merupakan bagian dari modal pelengkap yang seharusnya ikut tergerus dalam rangka rekapitalisasi Bank Duta. Bank telah menerima beberapa surat lainnya dari MenKeu sehubungan dengan pinjaman subordinasi ini, termasuk surat tertanggal 23 Oktober 2007, dimana MenKeu mengulangi permintaannya agar Bank membayar sejumlah uang yang jumlahnya sama dengan jumlah pinjaman subordinasi kepada Negara/Pemerintah.
a. In connection with these subordinated loans, the
Bank has received, inter alia, a letter from the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia (“MoF”) dated 17 January 2007. In that letter, the MoF has requested the Bank to pay to the State/Government of the Republic of Indonesia an amount equivalent to the amount of these subordinated loans as excess of recapitalization by the Government. The letter also stated that these subordinated loans constituted part of supplemental capital that should have been “tergerus” (eliminated- set off) in the framework of recapitalization of Bank Duta. The Bank has received other letters from the MoF in relation to these subordinated loans, including a letter dated 23 October 2007, in which the MoF repeated its request that the Bank pay an amount equal to the amount of these subordinated loans to the State/Government.
b. Dengan mempertimbangkan permintaan yang berulang dari MenKeu, pada tanggal 13Desember 2007 Bank telah membayar sejumlah uang yang jumlahnya sama dengan jumlah pinjaman subordinasi ini kepada Negara/Pemerintah, dengan pengertian bahwa pembayaran tersebut merupakan pembayaran atas pinjaman subordinasi ini.
b. In view of the repeated requests from the MoF, on
13December 2007 the Bank paid an amount equal
to the amount of these subordinated loans to the State/Government, on the understanding that such payment constitutes payment of these subordinated loans.
c. Sehubungan dengan pembayaran tersebut di atas, maka pinjaman subordinasi ini telah dipindahkan ke akun liabilitas lain-lain dan pembayaran kepada Negara/Pemerintah sebagaimana disebutkan pada item b di atas telah dicatat sebagai aset lain-lain (Catatan 19), sampai terdapat keputusan final dari pengadilan yang kompeten sehubungan dengan pinjaman subordinasi ini.
c. In view of the above payment, these subordinated
loans have been reclassified as other liabilities and the payment to the State/Government as mentioned in point b above had been recorded as other assets (Note 19), until there is a final binding decision of competent court in respect of these subordinated loans.
27. PINJAMAN SUBORDINASI (lanjutan) 27. SUBORDINATED LOANS (continued)
d. Pada tanggal 5 Maret 2009, Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Bank di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan alasan pinjaman subordinasi adalah hak Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais dan oleh karenanya wajib dikembalikan kepada Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais.
d. On 5 March 2009, Yayasan Supersemar, Dakab,
and Dharmais have submitted a legal claim to the Bank through the South Jakarta District Court for Unlawful Act with the reason that these subordinated loans are the right of Yayasan Supersemar, Dakab, and Dharmais and therefore have to be repaid to Yayasan Supersemar, Dakab, and Dharmais.
Sementara itu, MenKeu pada tanggal 23 Juli 2009 telah mengajukan Gugatan Intervensi untuk dapat diikutsertakan sebagai pihak dalam perkara ini dengan dasar bahwa obyek perkara (Rp124 miliar) yang telah dialihkan ke rekening Bendahara Umum Negara di Bank Indonesia adalah sah milik Pemerintah Republik Indonesia karena merupakan kelebihan dana rekapitalisasi oleh Pemerintah.
Meanwhile, on 23 July 2009, MoF has filed an Intervention Suit to request to be included as a party in this case with the basis that the object of the case (Rp124 billion) which had been transferred to Bendahara Umum Negara account at Bank Indonesia is legally owned by the Government of the Republic of Indonesia as these subordinated loans were considered as excess of recapitalization.
Pada tanggal 25 Januari 2010, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah membacakan putusannya yang diberitahukan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada Bank pada tanggal 5 Agustus 2010. Adapun isi keputusan tersebut adalah menyatakan gugatan Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais terhadap Bank tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat formal. Dikarenakan pokok perkara tidak memenuhi syarat formal, maka dengan demikian gugatan intervensi yang diajukan oleh MenKeu dinyatakan tidak dapat diterima. Atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut, pihak Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais serta pihak Menkeu telah mengajukan banding.
On 25 January 2010, the Panel of Judges of the South Jakarta District Court has issued a decision which was read and communicated to the Bank through the South Jakarta District Court on 5 August 2010. The decision was to refuse the suit of Yayasan Supersemar, Dakab, and Dharmais against the Bank as suit did not meet formal requirements. Since the case did not meet the formal requirements, the intervention suit of MoF was not accepted. As a result of the South Jakarta District Court’s decision, MoF and Yayasan Supersemar, Dakab, and Dharmais have filed their respective appeals.
Pada tanggal 1 November 2011, Pengadilan Tinggi Jakarta telah memutuskan perkara ini, yang isinya mempertahankan dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 25 Januari 2010. Atas putusan Pengadilan Tinggi tertanggal 1 November 2011, pihak Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasi oleh manajemen untuk diterbitkan, perkara masih diproses di Mahkamah Agung.
On 1 November 2011, the Jakarta High Court decided to uphold the decision of the South Jakarta District Court dated 25 January 2010. As a result of the High Court’s decision dated 1 November 2011, Yayasan Supersemar, Dakab, and Dharmais have filed their appeal to the Supreme Court. Up to the date of the authorization from the management to issue the consolidated financial statements, the case is still pending in the Supreme Court.