a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi (lanjutan)
a. Key sources of estimation uncertainty
(continued)
a.2.Penyisihan kerugian penurunan nilai aset yang bukan aset keuangan
a.2.Allowances for impairment losses of non-
financial assets
Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset yang bukan aset keuangan dijelaskan di Catatan 2p.
Non-financial assets are evaluated for
impairment on a basis described in Note 2p.
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas ("UPK") melebihi nilai terpulihnya, yaitu yang lebih besar antara nilai wajar dikurani biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset.
An impairment exists when the carrying value of an asset or Cash Generating Unit ("CGU") exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data frm binding sales transactions in an arm's length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing the asset.
a.3. Penentuan nilai wajar a.3. Determining fair values
Dalam menentukan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak terdapat harga pasar yang dapat diobservasi, Bank dan Entitas Anak menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada Catatan 2.e.6. Untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan tidak memiliki harga yang transparan, nilai wajarnya menjadi kurang obyektif dan karenanya, membutuhkan tingkat pertimbangan yang beragam, tergantung pada likuiditas, konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi penentuan harga, dan risiko lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu.
In determining the fair value of financial assets and financial liabilities for which there is no observable market price, the Bank and Subsidiaries use the valuation techniques as
described in Note 2.e.6. For financial
instruments that are traded infrequently and have little price transparency, fair value is less objective, and requires varying degrees of judgement depending on liquidity, concentration,
uncertainty of market factors, pricing
assumptions, and other risks affecting the specific instrument.
a.4. Aset pajak tangguhan a.4. Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat perbedaan temporer yang boleh dikurangkan. Justifikasi manajemen diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan waktu yang tepat dan tingkat laba fiskal di masa mendatang sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke depan.
Deferred tax assets are recognized for the future recoverable taxable income arising from temporary difference. Management judgement is required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing on level of future taxable profits, together with future tax planning strategies.
a.5. Pensiun a.5. Pension
Program-program pensiun ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial. Perhitungan
Pension programs are determined based on actuarial valuation. The actuarial valuation
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued)
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak
b. Critical accounting judgements in applying the Bank and Subsidiaries’ accounting policies
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak meliputi:
Critical accounting judgements made in applying the Bank and Subsidiaries’ accounting policies include:
b.1. Usaha yang berkelanjutan b.1. Going concern
Manajemen Bank dan Entitas Anak telah melakukan penilaian atas kemampuan Bank dan Entitas Anak untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan berkeyakinan bahwa Bank dan Entitas Anak memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa mendatang. Selain itu, manajemen tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Bank dan Entitas Anak untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, laporan keuangan konsolidasian telah disusun atas dasar usaha yang berkelanjutan.
The Bank’s and Subsidiaries’ managements have made an assessment of the Bank’s and Subsidiaries’ ability to continue as a going concern and is satisfied that the Bank and Subsidiaries have the resources to continue in
business for the foreseeable future.
Furthermore, the management is not aware of any material uncertainties that may cast significant doubt upon the Bank’s and Subsidiaries’ ability to continue as a going concern. Therefore, the consolidated financial statements continue to be prepared on the going concern basis.
b.2. Penilaian instrumen keuangan b.2. Valuation of financial instruments
Kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak untuk pengukuran nilai wajar dibahas di Catatan 2.e.6.
The Bank and Subsidiaries’ accounting policy on fair value measurements is discussed in Note 2.e.6.
Bank dan Entitas Anak mengukur nilai wajar dengan menggunakan hirarki dari metode berikut:
The Bank and Subsidiaries measure fair values using the following hierarchy of methods:
• Harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen keuangan yang identik.
• Quoted market price in an active market for
an identical instrument.
• Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen keuangan yang dinilai dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen yang sejenis; harga kuotasi untuk instrumen keuangan yang sejenis di pasar yang kurang aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana seluruh input signifikan yang digunakan dapat diobservasi secara langsung ataupun tidak langsung dari data yang tersedia di pasar.
• Valuation techniques based on observable
inputs. This category includes instruments valued using quoted market prices in active markets for similar instruments; quoted prices for similar instruments in markets that are considered less than active; or other valuation techniques where all significant inputs are directly or indirectly observable from market data.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued)
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak (lanjutan)
b. Critical accounting judgements in applying the Bank and Subsidiaries accounting policies (continued)
b.2. Penilaian instrumen keuangan (lanjutan) b.2. Valuation of financial instruments (continued)
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasi harga pasar atau kuotasi dari harga dealer. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Bank dan Entitas Anak menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian termasuk model nilai tunai dan arus kas yang didiskontokan, dan perbandingan dengan instrumen yang sejenis dimana terdapat harga pasar yang dapat diobservasi. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian termasuk suku bunga bebas risiko (risk-free) dan suku bunga acuan, credit spread dan variabel lainnya yang digunakan dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs mata uang asing, serta tingkat kerentanan dan korelasi harga yang diharapkan.
Fair values of financial assets and financial liabilities that are traded in active markets are based on quoted market prices or dealer price quotations. For all other financial instruments, the Bank and Subsidiaries determine fair values
using valuation techniques. Valuation
techniques include net present value and discounted cash flow models, and comparison to similar instruments for which market observable prices exist. Assumptions and inputs used in valuation techniques include risk-free and benchmark interest rates, credit spreads and other variable used in estimating discount rates, bond prices, foreign currency exchange rates, and expected price volatilities and correlations.
Tujuan dari teknik penilaian adalah penentuan nilai wajar yang mencerminkan harga dari instrumen keuangan pada tanggal pelaporan yang akan ditentukan oleh para partisipan di pasar dalam suatu transaksi yang wajar.
The objective of valuation techniques is to arrive at a fair value determination that reflects the price of the financial instrument at the reporting date that would have been determined by market participants acting at arm’s length.
b.3. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan b.3. Financial asset and liability classification
Kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak memberikan kriteria untuk menetapkan aset dan liabilitas keuangan ke dalam berbagai kategori pada saat pengakuan awal sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku berdasarkan kondisi tertentu:
The Bank and Subsidiaries’ accounting policies provide criteria for assets and liabilities to be
designated on inception into different
accounting categories in certain circumstances:
•
Dalam mengklasifikasikan aset keuangan ke dalam kelompok “diperdagangkan”, Bank dan Entitas Anak telah menetapkan bahwa aset tersebut sesuai dengan definisi aset dalam kelompok diperdagangkan yang dijabarkan di Catatan 2.e.1.•
In classifying financial assets as“trading”, the Bank and Subsidiaries have determined that those assets meet the definition of trading assets set out in Note 2.e.1.
•
Dalam mengklasifikasikan aset keuanganke dalam kelompok “tersedia untuk dijual”,
•
In classifying financial assets as
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued)
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank dan Entitas Anak (lanjutan)
b. Critical accounting judgements in applying the Bank and Subsidiaries accounting policies (continued)
b.3. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b.3. Financial asset and liability classification (continued)
•
Dalam mengklasifikasikan aset keuangan sebagai “dimiliki hingga jatuh tempo”, Bank dan Entitas Anak telah menetapkan bahwa Bank dan Entitas Anak memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga tanggal jatuh tempo seperti yang dipersyaratkan (Catatan 2.e.1).•
In classifying financial assets as “held-to-maturity”, the Bank and Subsidiaries have determined that the Bank and Subsidiaries have both the positive intention and ability to hold the assets until their maturity date as required (Note 2.e.1).
4. KAS 4. CASH
Informasi mengenai jatuh tempo diungkapkan pada Catatan 49d.
Information in respect of maturities is disclosed in Note 49d.
2013 2012
Rupiah 2.823.419 2.315.536 Rupiah
Mata uang asing 120.490 141.031 Foreign currencies
2.943.909 2.456.567
Saldo dalam mata uang Rupiah termasuk uang pada mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sejumlah Rp322.310 pada tanggal 31 Desember 2013 (2012: Rp300.906).
The Rupiah balance includes cash in ATMs (Automated Teller Machines) amounting to Rp322,310 as at 31 December 2013 (2012: Rp300,906).
Kas dalam mata uang asing terdiri dari Dolar Amerika Serikat, Dolar Singapura, dan Dolar Australia (Catatan 54).
Cash in foreign currencies are denominated in United States Dollar, Singapore Dollar, and Australian Dollar (Note 54).
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kas diungkapkan pada Catatan 50.
Information with regard to the classification and fair value of cash is disclosed in Note 50.