• Tidak ada hasil yang ditemukan

PLEASING COMBINATIONS

Dalam dokumen Inheritance For The Future (Halaman 91-101)

PLEASING COMBINATIONS

Sistem struktur suatu bangunan berhubungan erat dengan ruang fungsional dirancang setelah melalui berbagai pertimbangan. Bangunan harus mampu menahan dan menanggapi gaya vertikal gravitasi dan gaya horizontal angin di atas tanah serta gaya gempa dibawah tanah, perbedaan suhu, tekanan udara, kelembaban antara lingkungan luar dengan dalam bangunan. Hal ini sangat penting terutama pada bangunan tinggi yang memerlukan sistem penunjang struktur yang rumit dimana gaya fisik dan lingkungan yang merupakan penentu rancangan yang utama.

Pada bangunan apartemen dan hotel butik, penulis menggunakan sistem rigid frame dengan struktur beton bertulang. Balok induk yang digunakan adalah 40x60 cm dan balok anak 20x30 cm. Pada basement dan podium menggunakan kolom 100x100 cm, sementara pada tower bangunan menggunakan kolom 80x80 cm. Atap bangunan apartemen dan hotel butik menggunakan baja ringan (lihat gambar 7.1 dan 7.2).

Gambar 7.1: Skema 3D sistem struktur bangunan Gambar 7.2: Skema 3D sistem struktur apartemen bangunan hotel butik

Sistem penyaluran air pada bangunan apartemen dan hotel butik adalah sama. Sumber pasokan air berasal dari PDAM yang kemudian di pompa menuju ground watertank, roof watertank dan keseluruhan unit bangunan. Juga terdapat tangki penyimpanan air hujan yang kemudian akan di proses agar dapat digunakan untuk

mengurangi pemakaian air bersih dari PDAM. Pipa air bersih dan pembuangan yang berasal dari masing-masing unit kamar baik apartemen ataupun hotel butik akan disalurkan melalui shaft pipa yang terdapat pada setiap 2 unit kamar. Ini untuk mengefisiensikan penggunaan dan pemeliharaan pipa saat diperlukan, kemudian pada bagian podium, pipa-pipa tersebut akan disalurkan ke shaft pipa utama yang berada pada core bangunan agar tidak mengganggu ruang fungsional lain (lihat gambar 7.3). Pemasangan boiler pada bangunan apartemen dan butik hotel sedikit berbeda. Pada bangunan apartemen, boiler penghasil air panas hanya akan disediakan untuk melayani podium. Sementara pada bangunan hotel butik, boiler akan digunakan untuk melayani keseluruhan bangunan.

Gambar 7.3: Skema 3D sistem utilitas bangunan apartemen dan hotel butik

Sistem elektrikal pada bangunan apartemen dan hotel butik juga tidak berbeda. Sumber listrik berasal dari PLN kemudian disalurkan ke panel utama yang berhubungan dengan generator sebagai sumber listrik cadangan jika dibutuhkan. Dari panel utama kemudian di distribusikan ke setiap panel pada tiap lantai bangunan yang kemudian dari panel tiap lantai disalurkan ke masing-masing ruang fungsional dan unit kamar bangunan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan jika terjadi pada suatu bangunan (lihat gambar 7.4).

Gambar 7.4: Skema 3D sistem elektrikal bangunan apartemen dan hotel butik

Bangunan apartemen dan hotel butik memiliki core bangunan yang selain berfungsi sebagai struktur utama pengikat struktur lain, juga berfungsi sebagai sirkulasi vertikal bangunan. Pada masing-masing tower apartemen terdapat 1 core sehingga bangunan apartemen memiliki 2 core. Sementara pada bangunan hotel butik hanya memiliki 1 core sesuai dengan jumlah tower yang dimiliki. Konsep aspek kebakaran pada kedua bangunan memiliki sprinkler dan hydrant pada setiap lantai bangunan, juga terdapat tangga kebakaran yang terdapat dalam core bangunan (lihat gambar 7.5).

Gambar 7.5: Skema 3D sistem kebakaran bangunan apartemen dan hotel butik

Pada gambar 7.6 dapat dilihat bahwa satu core tower apartemen melayani

tiap lantai hunian.

Gambar 7.6: Konsep sistem kebakaran bangunan Gambar 7.7: Konsep sistem kebakaran apartemen bangunan hotel butik

Pada gambar 7.7 dapat dilihat bahwa tangga kebakaran yang terdapat di sisi kanan dan kiri core bangunan hotel butik untuk melayani masing-masing sisi dari unit kamar hotel.

Berikut potongan bangunan apartemen dan hotel untuk menunjukkan struktur dan konstruksi bangunan (lihat gambar 7.8).

Potongan prinsip suatu bangunan sangatlah penting, ini untuk menunjukkan sambungan struktur seperti pada sambungan kantilever sebagai balkon dan sebagainya (lihat gambar 7.9).

Gambar 7.9: Potongan prinsip bangunan apartemen dan butik hotel

Detail prinsip suatu potongan untuk memperjelas detail konstruksi (lihat gambar 7.10).

Penyajian gambar presentasi akhir mata kuliah Perancangan Arsitektur 6 merupakan hal yang tidak bisa dianggap mudah. Teknik presentasi visual yang baik dan terarah akan mempermudah pengamat untuk mengerti isi gambar yang dilampirkan tanpa perlu dijelaskan terlebih dahulu (lihat lampiran 3).

Berikut penyajian gambar presentasi akhir yang penulis lampirkan pada sidang akhir mata kuliah Perancangan Arsitektur 6.

1. Lembar pertama berisi gambar perspektif yang mewakili rancangan secara keseluruhan dan keterangan yang menjadi pembuka presentasi, serta melampirkan konsep tapak dan bangunan yang menjadi awal pemikiran hingga terciptanya hasil rancangan tersebut (lihat gambar 7.11).

Gambar 7.11: Poster1 Gambar 7.12: Poster 2

2. Lembar kedua berisi gambar siteplan untuk menunjukkan kondisi tapak dengan lingkungan sekitarnya. Kemudian dilanjutkan dengan lampiran gambar potongan tapak dari tiga arah (lihat gambar 7.12).

3. Pada lembar ketiga penulis melampirkan skema 3D sistem struktur, utilitas, mekanikal bangunan, penzoningan, pemrograman dan sistem kebakaran pada kedua bangunan.

Gambar 7.13: Poster 3 Gambar 7.14: Poster 4

4. Lembar keempat berupa ground plan dengan pembagian warna sebagai pemisah zona (keterangan dapat dilihat pada legenda), serta berbagai tampak dari bangunan apartemen dan hotel butik.

5. Lembar kelima poster berisi gambar denah basement 1 dan 2, lantai podium dan tipikal lantai hunian bangunan apartemen beserta legenda sebagai keterangan pembagian warna pada denah.

6. Lembar keenam poster berisi gambar detail tipe unit kamar bangunan apartemen.

7. Lembar ketujuh poster berisi gambar denah basement 1, lantai podium dan tipikal lantai kamar bangunan hotel butik beserta legenda sebagai keterangan pembagian warna pada denah.

Gambar 7.17: Poster 7 Gambar 7.18: Poster 8

8. Lembar kedelapan poster berupa gambar detail tipe unit kamar bangunan hotel butik.

9. Pada lembar kesembilan penulis melampirkan gambar potongan dan hotel butik, dan juga detail potongan bangunan apartemen.

Gambar 7.19: Poster 9 Gambar 7.20: Poster 10

10. Lembar kesepuluh poster berupa gambar potongan prinsip bangunan apartemen dan hotel butik, serta gambar eksterior tapak.

11. Lembar terakhir berupa gambar interior bangunan seperti lobby, kamar, bar&lounge, dan ballroom.

Gambar 7.21: Poster 11

Hasil presentasi final

Pada presentasi final mata kuliah PA6 yang lalu, penulis mendapat komentar dan saran dari dosen penguji yang merupakan masukan untuk memperbaiki hasil rancangan bangunan apartemen dan hotel butik. Masih diperlukan kerja keras untuk menyempurnakan rancangan penulis. Permasalahan utama pada hasil rancangan penulis terletak pada sistem struktur bangunan. Dosen penguji mengomentari ukuran shaft pipa yang terletak pada unit kamar hotel (lihat gambar 7.22).

Shaft pipa yang hanya berisi pipa- pipa air penulis rancang terlalu besar dengan ukuran 45 x 110 cm.

Gambar 7.22 Detail kamar suite (Hotel)

Masukan lain yang penulis dapatkan adalah denah bangunan Istana Maimun yang juga seharusnya dilampirkan untuk menunjukkan konsep hubungan yang penulis terapkan melalui koridor pada arcade Istana Maimun dengan bangunan apartemen dan hotel butik yang sedang dirancang (lihat gambar 7.23).

Gambar 7.23: Ground plan

Penulis juga mendapatkan pujian oleh dosen penguji pada hasil rancangan bentuk bangunan, dimana bentuk bangunan pada tampak depan yang penulis rancang terlihat skala dan proporsi antara dua bangunan baru dan istana maimun tetap terjaga (lihat gambar 7.24).

Gambar 7.24: Skala dan proporsi antar bangunan

Gambar tidak menunjukkan koridor arcade yang merupakan salah satu konsep penghubung kedua bangunan baru dengan bangunan Istana Maimun yang dimana koridor tersebut merupakan fasilitas yang ditawarkan untuk pejalan kaki agar dapat menikmati bangunan Istana Maimun.

Dalam dokumen Inheritance For The Future (Halaman 91-101)

Dokumen terkait