Polygon United Bike
3.2 Point of Interest Sepeda United Bike
Sepeda United Bike tergolong lebih tua usianya bila dibandingkan dengan Polygon, dimana pada awalnya berdiri sebuah bengkel sepeda yang kemudian memproduksi sepeda sendiri pada perkembangannya. Sehingga, secara kualitas produk, sepeda merek United Bike sudah terbukti di mata konsumen.
Sama halnya dengan produk sepeda pada umumnya, secara umum, konsumen tertarik untuk membeli sepeda United Bike didasari oleh beberapa motivasi, diantaranya adalah mulai tumbuhnya kesadaran untuk melakukan kegiatan olahraga yang simpel, menyehatkan, dan menyegarkan tubuh. Kemudian, sepeda United Bike lebih laris di pasaran dengan harga sepeda dibawah 3.5 juta Rupiah karena harganya sangat sesuai dengan kantong kebanyakan masyarakat Indonesia. Walaupun begitu, harga yang lebih murah yang ditawawrkan oleh United Bike, secara kualitas produk tetap terjaga sesuai standar.
Konsumen pengguna sepeda United Bike mengatakan bahwa sepeda merek United Bike unggul dalam beberapa hal. Pertama, harga yang ditawarkan cukup affordable bila dibandingkan dengan produk kompetitor lain. Kedua, lini produk sepeda wanita dengan mengguakan keranjang sudah menjadi tren di mata konsumen yang dikenal lewat merek United Bike. Ketiga, secara perakitan, bongkar pasang dan servis, United Bike lebih disukai banyak orang karena kemudahannya dalam bentuk rangka sepeda yang ditawarkan sehingga konsumen dapat mengkustomisasi sepeda mereka seperti apa yang mereka inginkan.
Dilihat dari sisi service outputs, United BIke dapat dikatakan telah ideal dilihat dari berbagai sisi :
Spatial convenience : ketersediaan sepeda United Bike lebih difokuskan pada pusat-pusat perbelanjaan seperti Carrefour, Giant, dan Hypermart. Sedangkan, pada retail outlet tradisional tergolong masih sedikit dikarenakan kurangnya koordinasi yang dilakukan oleh pihak United Bike terhadap reatil outlet tradisional.
Waiting time, variety, dan assortment : variasi produk yang ditawarkan pun cukup beragam di kisaram lebih dari delapan jenis sepeda. Kemudian, mengenai waktu pemesanan sepeda terkadang ditemui kesulitan atau kendala pasokan dari distribusi di atasnya, sehingga
[Manajemen Distribusi] | Analisis Saluran Pemasaran Sepeda Polygon vs United Bike 38 terkadang membutuhkan waktu cukup lama untuk pemesanan sepeda dalam bentuk jadi, tetapi, untuk suku cadang tergolong lebih mudah untuk didapatkan.
Information dan customer service : informasi yang diberikan oleh para SPG maupun SPB mengenai produk United Bike saat konsumen akan melakukan pembelian sepeda dinilai cukup informatif dan membantu konsumen dalam memilih sepeda yang diinginkan. Namun, terkadang ditemui informasi tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik kepada konsumen. Terakhir, garansi selama lima tahun yang diberikan oleh pihak United Bike juga dinilai menjadi salah satu point of interest saat membeli produk United Bike.
[Manajemen Distribusi] | Analisis Saluran Pemasaran Sepeda Polygon vs United Bike 40
4.1 Market Channel Review
’ *alur distribusi sepeda Polygon dan United Bike
Channel Design merupakan hal utama untuk diperhatikan. Melalui desain channel yang tepat, diharapkan agar produk dapat memiliki distribusi yang optimum sehingga mampu menguasai cakupan wilayah dan konsumen yang luas. Selain itu, dapat menaikkan market share dan meningkatkan penjualan.
Distribution Channel adalah jalur yang digunakan oleh pihak produsen untuk mendistribusikan produknya agar dapat sampai ke tangan konsumen (end-user). Dalam praktiknya, Distribution Channel terbagi menjadi 2 tipe, yaitu melalui modern trade dan traditional trade. Modern trade adalah channel (store) yang menggunakan bar-code scanner dalam proses transaksinya. Sedangkan dalam traditional trade tidak menggunakan bar-code scanner, melainkan proses transaksi langsung antara penjual dan pembeli secara cash. Adapun dalam praktik lainnya juga ditemukan channel distribusi tanpa melalui perantara/retailer, yakni bersifat direct marketing atau langsung dari produsen ke konsumen melalui teknologi internet. Channel baru ini disebut online store.
[Manajemen Distribusi] | Analisis Saluran Pemasaran Sepeda Polygon vs United Bike 41
4.2 Market Channel Structure pada Sepeda Polygon
Saluran distribusi sepeda Polygon tergolong tidak terlalu panjang karena hanya melalui dua medium channel sebelum produk tersebut sampai ke tangan konsumen, yaitu melalui distributor dan retailer.
Polygon (PT Insera Sena) memulai dengan mengambil target pasar dari segmen atas lebih dulu. Dengan strategi itu, diharapkan pasar yang ada di bawahnya akan ikut terbawa. Awalnya, taktik ini tidak berjalan dengan baik. Pasalnya, sulit menemukan dealer dan pedagang yang mau menjualnya. Maklum, harga Polygon tergolong premium. Padahal, daya beli masyarakat pada saat itu sedang berada di titik nadir. Bahkan, sistem konsinyasi pun tidak menjadi tawaran yang menarik bagi dealer ataupun toko. Karena situasi itulah, IS terdorong untuk menempuh cara membangun jalur distribusi sendiri dengan mendirikan Rodalink – toko modern yang khusus menjual sepeda berikut pernak-perniknya.
Rodalink merupakan strategi jangka panjang IS. Distribusi merupakan pertahanan terakhir suatu bisnis bagi Polygon. Saat keadaan pasar hiperkompetisi, kepemilikan saluran distribusi sendiri merupakan aset. Pengembangan jalur distribusi ini juga diimbangi dengan upaya pengembangan merek. Dengan slogan citra (tag line): Nilai lebih bersepeda, IS mulai mengedukasi pasar. Polygon diposisikan sebagai sepeda dengan kualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Upaya ini berbuah manis. Seiring meningkatnya penjualan Polygon, satu per satu dealer bersedia untuk menjual Polygon. Meski begitu, IS tetap menjaga citra eksklusifnya, yaitu dengan membatasi jumlah dealer. Peter menerangkan, hanya dealer yang memenuhi syarat baru bisa diangkat menjadi dealer, tentunya dengan memerhatikan zona areanya. Hal ini agar tercipta citra dan kontrol harga yang baik. Jika suatu merek sudah baik dan terpercaya di mata konsumen, lanjutnya, dengan sendirinya konsumen akan mencari barang itu. Tidak perlu banyak saluran distribusi karena hal ini sekaligus sebagai upaya menjaga loyalitas dealer. Dengan sedikit dealer, pihak IS bisa memberi perhatian yang lebih.
Selain membangun jaringan distribusi sendiri, IS juga mengembangkan pasar lewat jalur pasar modern. Hypermarket, Carrefour, dan Giant menjadi beberapa pilihan. Disebutkan bahwa, konsumen cenderung lebih senang berbelanja di Hypermarket, Carrefour, dan Giant sebab lebih nyaman, lengkap dan harga murah, terutama kebutuhan sehari-hari. IS pun berhasrat untuk menunggangi gelombang ini.
[Manajemen Distribusi] | Analisis Saluran Pemasaran Sepeda Polygon vs United Bike 42 Selain itu, IS pun melakukan konsinyasi dengan banyak retail outlet sepeda tradisional untuk dapat menaikkan penjualan mereka. Konsinyasi tersebut berupa pemberian sepeda untuk display penjualan, hadiah-hadiah bila dapat mencapai target penjualan, dll.
Upaya yang dilakukan IS tak berhenti sampai di situ. Polygon pun masuk ke berbagai komunitas, seperti Bike to Work dengan mensponsori acara yang dilakukan oleh komunitas independen itu. Polygon sendiri juga punya kalender acara yang sudah diatur sedemikian rupa sepanjang satu tahun.
Selain event yang bersifat nasional, Polygon memiliki pula hajatan yang sifatnya jangka pendek, berorientasi penjualan dan spesifik per daerah, seperti Program Bagimu Guru, Safety Cycling, Pameran Daerah, dan Funbike per Kota. Program-program ini diatur agar fokus pada bulan Mei-Agustus, sebab pada saat itu pasar sepeda biasanya sedang booming.
Salah satu yang menjadi kelebihan Polygon terletak pada integrasi strategi pemasaran yang ujungnya untuk meningkatkan penjualan. Setiap komponen produk, promosi, dan event selalu berorientasi pada penjualan dan preferensi konsumen. Langkah ini dilakukan oleh area representatif melalui kunjungan ke daerah dan menyebar kuisioner ke publik lewat website, pelanggan langsung, dan database pelanggan. Data diserahkan ke bagian produksi. Mereka akan mencari tren di luar negeri yang kemudian disatukan dengan tren di Indonesia. Kemudian, setiap produk yang dihasilkan harus memenuhi empat pilar utama yang menjadi falsafah Polygon, yaitu: teknologi, kualitas, craftmanship dan dukungan.
IS menerangkan, selain mengikuti kemauan pasar, Polygon juga berusaha untuk menjadi trend-setter dalam meluncurkan lini produk baru seperti sepeda hibrid atau sepeda tandem. Porsinya mencapai 40%. kami mencoba untuk tetap idealis karena dengan menjadi yang pertama, kemungkinan besar kami bisa leading
Berbagai upaya yang dilakukan Polygon berdampak cukup baik. Tingkat keberhasilan program-program IS itu sekitar 80% dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan penjualan rata-rata meningkat 20%. Tahun ini, penjualannya diprediksi meningkat kurang-lebih sama. Sekarang, mulai menjamur gerakan bersepeda di berbagai daerah, seperti gerakan sepeda kampus, Bike to Work ataupun Fine Bike. Pangsa pasar Polygon untuk segmen sepeda bermerek buatan dalam negeri pun terus meningkat. Sekarang, Polygon menguasai 70%-80% pasar segmen itu. Tak hanya itu, dari sisi nonfinansial juga terjadi peningkatan yang tajam. Merek Polygon kini jauh lebih dikenal, baik di kalangan penggemar maupun pecinta olah raga bersepeda. Oleh karena itu, dengan strategi promosi dan distribusi yang dilakukan, diharapkan dapat tercipta impulse buying.
[Manajemen Distribusi] | Analisis Saluran Pemasaran Sepeda Polygon vs United Bike 43 IS sangat memperhatikan tingkat kepuasan pelanggan. Sejauh ini, dari kartu garansi yang dikirim oleh konsumen mengatakan cukup puas dengan Polygon. Konsumen merasa perceive value yang diterima sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan hal ini perlu dijaga.