BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Pola Komunikasi Interpersonal Pembina
Punnia Pinrang
Berdasarkan hasil penelitian tentang pola komunikasi interpersonal pembina dan santri terhadap pembinaan akhlak santri putri berprestasi di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang. Berikut ini merupakan beberapa hasil temuan peniliti selama berada di lokasi penelitian yang di ambil melalui pengumpulan data-data, melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi melalui uraian sebagai berikut.
Pola komunikasi adalah suatu gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Pola Komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan
73Syahrir Bedo selaku Wakil Direktur Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang wawancara pada 10 Februari 2022
dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Komunikasi interpersonal yang terjadi di lokasi penelitian adalah komunikasi antar pembina dengan santri putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang yang dilakukan dengan bertatap muka atau secara langsung. Komunikasi inilah yang dianggap paling efektif dalam upaya mengubah pendapat, perilaku dan sikap seorang santri atau anak binaan, karena sifatnya dialogis berupa percakapan. Jadi, feed backnya bersifat langsung, sehingga pembina dapat mengetahui secara langsung tanggapan atau respon santri pada saat terjadi proses komunikasi.
Ada beberapa macam pola komunikasi interpersonal antar pembina dan santri yang digunakan dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang diantaranya:
1. Dialog
Komunikasi interpersonal akan lebih efektif apabila dilakukan dengan cara dialogis, karena dialog itu sendiri merupakan salah satu upaya percakapan yang dilakukan pembina terhadap santri putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang yang mempunyai maksud untuk saling mengerti, memahami, memberikan arahan, motivasi dan mampu menciptakan perilaku yang baik dalam aktivitas sehari-hari dan saling memahami maksud dan peran masing-masing selaku pembina dan santri.
“Pola komunikasi yang kami gunakan cukup flexibel, tergantung dari kondisi dan permasalahan yang dihadapi, serta dilihat dari tipe santri yang dihadapi, kadang menggunakan pola wawancara, jika kondisi santrinya tergolong santri
yang introvert. Dan kadang kami gunakan pola dialog dan sharing, jika santri yang dihadapi tergolong santri yg senang bercerita..”74
Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan melalui pola komunikasi dialog santri sering mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan pada saat kajian oleh ustadz selaku penceramah terkait materi kajian yang diberikan.
2. Sharing (Bertukar pikiran)
Dalam bentuk Komunikasi interpersonal yang satu ini lebih pada bertukar pendapat, dan juga berbagi pengalaman, merupakan pembicaraan yang rutin dilakukan oleh pembina terhadap santri putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang di mana diantara pembina dan santri melakukan komunikasi untuk saling menyampaikan apa yang telah mereka alami dalam berbagai hal sehingga menjadi bahan pembicaraan antara pembina dan santri.
“Santri biasanya kita ajak berkomunikasi secara face to face jika terjadi hal-hal yang mengganjal, dari tingkahnya mereka, terkhusus kalau ada guru yang mengeluh terkait akhlak santri saat di sekolah yang dianggap kurang baik pasti kita pembina asrama panggil santri putri yang bersangkutan secara langsung dan dihadapi di rumah pembina untuk kita tindak lanjuti.”75
Dalam hasil pengamatan langsung pola komunikasi ini sering digunakan untuk menggali informasi dari santri agar pada saat pemberihan arahan pembina dapat menyampaikan kepada santri, khususnya masalah yang berkaitan dengan bagaimana interaksi dan kepatuhan mereka dalam menjalankan aturan yang ada di Pondok Pesantren.
74Mardatillah selaku pembina asrama putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang wawancara pada 14 Februari 2022
75Dewi Purwanti selaku pembina asrama tahfidz putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang wawancara pada 14 Februari 2022
3. Wawancara
Pola komunikasi interpersonal melalui wawancara merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk tercapainnya sesuatu.
”Komunikasi kita para pembina kepada santri, Alhamdulillah sangat berjalan lancar karena kami tinggal di lingkungan yang sama. Sehingga saat ada kejanggalan baik dari tingkah atau kebiasaan di asrama akan langsung kami eksekusi dengan mewawancarai terlebih dahulu.”76
Proses komunikasi yang terjadi dalam bentuk wawancara ini saling berperan aktif dalam pertukaran informasi antar pembina dan santri, sehingga pembina selain mengamati tingkah laku mereka secara langsung dari pola komunikasi ini juga sumber informasi besar bagi pembina untuk menentukan langkah-langkah pembinaan yang harus dilakukan.
4. Konseling
Proses komunikasi yang satu ini umumnya digunakan di dunia pendidikan atau praktisi konselor kepada masyarakat. Tetapi hal ini tidak membatasi pembina dalam menerapkan komunikasi ini kepada para santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang dimana Pola komunikasi konseling ini biasanya digunakan untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.
“Peran kami sebagai seorang pembina bukan hanya sebagai guru tetapi juga sebagai orang tua sehingga tidak jarang kami berperan aktif untuk turut memberikan masukan dan motivasi berupa nasehat-nasehat untuk berbagai persoalan santri.”77
76Maenah selaku pembina asrama tahfidz putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang wawancara pada 14 Februari 2022
77Murni R selaku pembina asrama putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang wawancara pada 14 Februari 2022
Dari berbagai pola komunikasi interpersonal yang diterapkan pembina kepada santri, peneliti menyimpulkan bahwa santri putri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang memiliki komunikasi yang terjalin sangat baik dengan pembina, hal ini disebabkan oleh pola komunikasi yang digunakan pembina merupakan pola komunikasi yang dibentuk untuk terjadi secara terus menerus dan adanya upaya para pembina untuk tetap saling mengingatkan kepada santri tentang pentingnya menaati peraturan yang ada di Pondok sehingga lahirlah santri dengan akhlak yang baik sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh ustadz dan ustadzah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang.
D. Strategi Komunikasi Interpersonal Pembina Dalam Pembinaan Akhlak