• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA PEMANFAATAN RUANG

Dalam dokumen MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN (Halaman 56-61)

PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS PERIKANAN

5.3. POLA PEMANFAATAN RUANG

Rencana pola pemanfaatan ruang Kabupaten Temanggung seperti tertuang dalam draft RTRW tahun 2011-2031 dibedakan atas ruang-ruang yang berfungsi sebagai kawasan lindung dan kawasan budidaya.

5.3.1. Kawasan Lindung

Pengelolaan kawasan lindung dilakukan untuk melestarikan kawasan-kawasan yang berfungsi lindung, dengan sasaran untuk :

1) Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan dan satwa, serta nilai sejarah dan budaya.

2) Mempertahankan keanekaragaman hayati meliputi tumbuhan, satwa, tipe ekosistem, dan keunikan alam.

Kawasan Lindung meliputi (1) Kawasan Hutan Lindung (2) kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya, (3) kawasan perlindungan setempat, (4) Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya (5) kawasan rawan bencana alam dan (6) kawasan lindung geologi.

Sasaran utama pengaturan dan penataan kawasan lindung untuk menjaga, memelihara, dan meningkatkan fungsi lindung atas tanah, air, iklim, tumbuhan dan satwa serta nilai sejarah dan budaya bangsa, mempertahankan keanekaragaman tumbuhan, satwa, tipe ekosistem dan keunikan alam, serta menjaga, melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya alam dan buatan untuk memajukan kebudayaan nasional.

Analisis Pengembangan Kawasan V- 14 a. Potensi dan Manfaat

Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki sifat khas mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Kawasan hutan lindung sepenuhnya diperuntukkan bagi konservasi hidrologis. Kawasan lain di luar kawasan hutan dimungkinkan sebagai kawasan lindung asalkan memenuhi kriteria yang dimaksud. Luasan kawasan hutan lindung sebesar 3.282 (tiga ribu dua ratus delapan puluh dua) hektar. Persebaran kawasan lindung pada 10 kecamatan yang sebagian besar berada pada lereng Gunung Sumbing dan Sindoro yaitu:

a. Kecamatan Tretep;

b. Kecamatan Wonoboyo;

c. Kecamatan Candiroto;

d. Kecamatan Ngadirejo;

e. Kecamatan Bansari;

f. Kecamatan Kledung;

g. Kecamatan Bulu;

h. Kecamatan Tlogomulyo;

i. Kecamatan Tembarak; dan j. Kecamatan Selopampang.

b. Arahan Pengelolaan

Pengelolaan kawasan hutan lindung tidak diarahkan untuk pemanfaatan budidaya. Arahan tersebut meliputi :

1) Kegiatan yang ada di kawasan hutan lindung yang tidak menjamin fungsi lindung, secara bertahap dikembalikan pada fungsi utama kawasan.

2) Kegiatan perindustrian, kegiatan penambangan golongan C, dan atau kegiatan lain yang bersifat membuka lahan/hutan tidak diperkenankan.

Analisis Pengembangan Kawasan V- 15 Kawasan resapan air diperuntukkan bagi kegiatan pemanfaatan tanah yang dapat menjaga kelestarian ketersediaan air bagi daerah bawahannya. Berdasarkan kriteria yang ada, seluruh wilayah Kabupaten Temanggung termasuk kawasan resapan air, namun demikian terdapat tiga kawasan yang perlu dijaga kelestariannya yaitu kawasan Sindoro dan Sumbing yang kondisinya relatif kritis serta cekungan Kledung. Kawasan resapan air di Kabupaten Temanggung memililki luas kurang lebih 22.215 (dua puluh dua ribu dua ratus lima belas) hektar

b. Arahan

Arahan pengelolaan Kawasan Resapan Air meliputi:

1. Kegiatan atau hal-hal yang bersifat menghalangi masuknya air hujan ke dalam tanah diminimalkan, bahkan ditiadakan;

2. Kegiatan budidaya yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak mengurangi fungsi lindung kawasan;

3. Kegiatan yang diperbolehkan dilaksanakan di kawasan resapan air adalah pertanian tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang disertai tindakan konservasi; dan Kawasan resapan air dapat dimanfaatkan untuk kegiatan agrowisata, termasuk didalamnya adalah minawisata.

5.3.1.2.Kawasan Perlindungan Setempat 1. Sempadan Sungai Dan Saluran Irigasi a. Potensi dan Manfaat

Kawasan sempadan sungai merupakan kawasan sepanjang kiri kanan sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Tujuan perlindungan kawasan sempadan sungai adalah melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir sungai dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai.

Analisis Pengembangan Kawasan V- 16 beserta anak sungainya;

b. Arahan Pengelolaan

Guna memberikan perlindungan sungai dengan optimal maka arahan pemanfaatan kawasan sempadan sungai ditetapkan sebagai berikut :

1) Dilarang mendirikan bangunan pada kawasan sempadan sungai;

2) Dilarang melakukan kegiatan yang secara sengaja dan jelas menghambat arah dan intensitas aliran air sama sekali tidak diperbolehkan;

3) Diperbolehkan bagi kegiatan pertanian dengan jenis tanaman yang diijinkankan pada kawasan sempadan sungai;

4) Diperbolehkan bagi kegiatan yang tidak memanfaatkan lahan secara luas;

5) Diperbolehkan melakukan kegiatan yang dapat memperkuat fungsi perlindungan kawasan sempadan sungai dan tidak mengubah fungsi kegiatannya di masa mendatang.

Pengendalian sungai perlu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh banjir, pencemaran, kekeringan, erosi, dan sedimentasi. Pengendalian kegiatan yang ada disekitar sungai dengan memanfaatkan lahan di daerah manfaat sungai dapat diperuntukan bagi kegiatan tertentu sebagai berikut :

1) Kegiatan budidaya pertanian dengan jenis tanaman yang diizinkan; namun lebih diutamakan dilakukan penanaman tumbuhan/ pepohonan berakar dalam guna mencegah terjadinya longsor;

2) Untuk pemasangan papan reklame, papan penyuluhan dan peringatan, ramburambu pekerjaan/pengamanan, serta sarana bantu navigasi pelayaran;

3) Untuk pemasangan rentang kabel listrik, kabel telepon, dan pipa air minum;

4) Untuk pemancangan tiang atau pondasi prasarana jalan/jembatan umum;

Analisis Pengembangan Kawasan V- 17 6) Untuk menyelenggarakan kegiatan bagi masyarakat yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan fungsi sungai (dapat digunakan untuk olah raga, rekreasi, parkir dan lain-lain);

7) Untuk pemanfaatan lain yang diatur melalui peraturan daerah sesuai dengan kondisi sungai dan kondisi daerah, serta tetap mempertimbangkan kelestarian dan fungsi sungai.

Sedangkan pemanfaatan badan air sungai dapat diperuntukan bagi kegiatan tertentu sebagai berikut:

1) prasarana angkutan air;

2) sarana kegiatan pariwisata;

3) olah raga air;

4) perikanan;

5) pembangkit listrik tenaga air (jika memungkinkan);

6) penambangan bahan galian (dengan batasan tertentu, dalam arti kegiatan yang dilakukan tidak mengganggu ekosistem sungai, kelestarian sungai dan kualitas air sungai);

7) Kegiatan budaya dan keagamaan.

Penentuan Garis Sempadan jaringan irigasi untuk pagar diukur dari sisi atau tepi saluran yang tidak bertanggul atau kaki tanggul sebelah luar saluran / bangunan irigasi atau pembuangan dengan jarak. Sempadan saluran irigasi meliputi 579 (lima ratus tujuh puluh sembilan) Daerah Irigasi yang terdapat di Kabupaten Temanggung.

5.3.1.3.Kawasan Sekitar Mata Air

Kawasan lindung sekitar mata air merupakan kawasan di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. Tujuan perlindungan kawasan adalah mempertahankan dan melestarikan sumber mata air dari berkurangnya kualitas dan kuantitas debit air.

Analisis Pengembangan Kawasan V- 18 mata air yang tersebar di 20 kecamatan.

Dalam dokumen MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN (Halaman 56-61)

Dokumen terkait