Flavoprot ein . Cyt b. Cyt P450 • Stearil-KoA desaturase Hiciroksilasi Peroksidasi lipid Heme oksigenase Gambar 12-5. Rantai ditandai.
transpor elektron di mikrosom. Sian
ida (CN ) menghambat tahap yang
NADPH mendonasikan pcreduksi
untuk ekWGambarl2-5),yangP.
mereduksi berbagai sitokrom int . jam suatu rangkaian
gilirannya dioksidasi oleh sub^rat sebagai siklus
reaksi enzimatik yang secara ko <: U.^roSom hati, sitokrom hidroksilase
(Gambar 12-6). I 1jtronldan memiliki P450 ditemukan bersama dengan
site . en^ aminopirin, peran penting dalam dctoksili^asi. «- ^ ,arnj hidroksilasi
anilin, morfin, dan benzamletanun lebih mudah.
sehingga kelarutan dan ekskresmy3 -jj^j kemampuan
Banyak obat seperti fenobarbital n-n,l ^
untuk menginduksi pembentu <an
sitokrom P450. ,,-iitokondriaditemukan
Sistem sitokrom P450 mikrosom m tcstis,
di jaringan steroidogenik, W* dengan biosintesis
ovarium, dan plasenta serta bei1 D
Substrat A-H
ada di tempat pe■ M Selain itu. sistem di ginjal yang mengatalisis a- 18). bela 25 -hidrol«ikolekalsiferol dalam
dan 24-h.droks.to pada «n 7a.hidroUsilase
daTl’teroTzy-hidtoksilase yang berperan dalam biosintesis asam empedu di hati (Bab 26)-adalah enzim 1 450.
SUPEROKS1DA D1SMUTASE
MEUNDUNG1 ORGANISME
AEROB DARI TOKSISITAS
OKSIGEN
Pemindahan elektron tunggal ke 02menghasilkan radikal bebas anion superoksida (O/ ) yang berpotensi ntetusak. Efek destruktif ini diperkuat oleh terbentuknya reaksi berantai
-I> P450-A-H I Fe‘ NAOPH NADP' FADH., 2Fe,S, J' 2Fe,S.2’ ,di ^ (J) A o CO P450-A-H Fe — O P450-A-H I Fe-‘ — 0.5 '“ASrv
Xw1
r'°siStero.d
• '%np , >etf A -OH + HP A-OH m°lck* 5
isis Str:at S 't ok y^ ro. vimksilase dalam mikrosom. Sistem yang diperlihatkan sangat khas ciklus sitokrom p45°'''(lrenal. Sitokrom P450 hidroksilase mikrosom hati tidak memerluka. Gambar 12-0. - jlase pada ko,K' ok‘sif|a (CO) menghambat tahap yang ditandai. untuk steroid h " Karboll monc
-protein besi-sulfurFe^
A:I ' ‘coin dan - Jetahl »i-Baik NApl 106 / BAGIAN II: BIOENERGETIKA & METABOLISME KARBOHIDR
radikal-bebas (Bab 15). Pembentukan superoksida terbe
dari oksigen di jaringan dan keberadaan sup^ a-,ok„fao| (v„
dismutase, yaitu enzim vans bertnn<m„n„ . Wavn... . 11,1
aan ukmSci. u» jauugdu uan weneradaan suDernU;,) ,,Maa»nya a-tokofi.r«l.
dismutase, yaitu enzim yang bertanggung jawab „ f <«W*»G T R) „d:. . '1 I >• bel
membersihkan zat im dl semua organisme aerob (mcsW^ ^ ^ mcn&M
tidak pada anaerob obligat) menunjukkan bahwa tok ^ potensial oksigen disebabkan oleh perubahnnn lsi!as
superoksida. ‘ "nya mc'Madi R,NG|<ASAN
Superoksida terbentuk jika flavin tercduk ■ * 1)1 terdapat, contohnya dalam xantin oksidase— '~~yanB
reoksidasi secara univalen oleh oksigen moleku[ mCn^ami
Enz - Flavin - H, + O, -> Enz - Flavin-H +
r»-2* H* Superoksida dapat mereduksi sitokrom c TE R T, \ •.
lLr0Ksidasi 0»T + Sitc(W1->01 + atc(W))
atau dihilangkan oleh superoksida dismutase
itamin K), lxkci|.i 1 r.mu 7 + O-~ + 2H' ' SUPEROKSIDA’ P1SMUTA SF
Dalam reaksi ini, superoksida berfungsi seb
reduktan. Oleh sebab itu, superoksida disC ^ 1 organisme aerob dari efek superoksidT^ melNun " merugikan. Enzim ini terdapat di Sem ^ berpotg
-utama di mitokondria dan sitosol ^r‘nRan ^ oleh 100% oksio-pnrlol-,— 'pUri rft„_ . atlQb
oksidasi(hib*1 h,0 '° 8 ' s * Psc crn P ltla
SUaiUaksen,n^n',a^c^ron) sel.ilu discru'(’c
0ksidor eduktalCktr ° n • *i d; mctab
olUmc , C mc,lliliki lHrbag.u %.rp‘lu,
PCniing dal, ,dasc dan dclmlro^n.isc U
tubuKdari Cf(;Spirasi> Hidropcioksul.i^
• r^niarair ?? an olch radikal lubas; d'1" °' *
,arinEan tcr, 7oksil«si oh.u dan steroid-scb
abka„ oil!!, ® +***&
*****
***, ’
ismmasc--°Qn U, ^ ln Cell r„ . ‘ xVBcn activation and i'1L «t,lv Cyt°chr0msp,ru,0n- Nature IWi.W.:.’01'
. BlarL N*W- arn'acol Toxicol
*
...---—- van sitosol. MPCL; ,'~,“gan ap„ . M,r . ,l,ySt.A„. c
hewan oleh 100% oksigendalam atm0sfPUn terPajaJ ? DA: 'U Rcv^
peningkatan adaptif superoksida dism.,^ menyek-k, Va v,. ,laV.H T ' ^C S » , “,X1C01 “l,u
paru-paru, namun pajanan berkePanja, ^ CerUtam fU lls& r “ (’l“nce: A,‘ M“itu,U kerusakan paru-paru dan kematian 1 ^ * V R.Sson £ »5.
bagai anrLi an _ an,, j - Tl “"aagR, ir ° Sn 'U‘°E,,ER&ET‘CS' i-lsevier. 20‘>3- . ?o() . ai ^ vl
ncr M^'
r/0w Health itnd l)r
Rantai Respiratorik & Fosforilasi Oksiaatir 13
A
PERAN BIOMEDIS
okap jauH lebih banyak Organisme aerob mam P“ "^"“torik daripada organisme energi bebas dalam subst P berlangsung di dalam anaerob. Sebagian besar proses „ HOUSE" (“pabr.k mitokondria yang disebut sebag r pembentukan zat energi”) sel. Respiras! digabung . ^ fosforilasi oks.datif.
antaraberenergi-lingg"1 -y allu u:tal) dan racun (misa nya
Sejumlah OBAT(misalnya amobax ,umbat fosforilasi sianida. karbon BEBERAPAkelainan
oksidatif dan biasanya beraki a batkan
komponen-herediter pada mitokondria JJ»n 8 f ; 0ksidatif pernah komponen rantai respiratorik dan FO£* ^ cnscfalopatl dilaporkan. Pasien datang denga:,
serta sering mengalami asidosis
ENZIM SPESIFIK
BE^!^pARTEMEN-SEBAGA1 PENAN
DAK°
HKAN
kompartemen
YANGD PISA
MEMBRAN M1TOKOND
1 ARYANG PERMEA Mitokondria memiliki membran « menlbran dalam
terhadap sebagian besar ab ° bungkus roatr*s > yang permeabel selektil, dan mem diranda, 0,eb dalam nya (Gambar 13-1). M'^.KOA sintetase dan adanya berbagai enzim, tcrniasu e dan ^ r atl "
gliserolfosfat asiltransferase. ^membran. Fosfohpid kinase ditemukan di rU3 ^ membran dalam bersama kardiolipin terkqnsentrasi di ATp sintase dan berbag dengan enzim rantai respirator transporter membran.
RANTAI RESPIRAT©^ ^^
RTINPA^
EKUIVALEN1 PEREDUKS"
POMPA PROTON
Sebagian besar energi yang ^ dlb mino terda P at j‘ karbohidrat, asam lemak, dan. pereduksi dalam mitokondria sebagai c .^ani^ar 13-2)- cr a EQUIVALENTS) (-H
atau elektron
- r s:t™»
22 dan 17) .erdapat_ d tom m ^ ^ dengan rantai respiratorik (RESPRY ^ scna mengumpulkan dan “1?"^ menuju reaksi akhir
mengarahkan enzim ^ dan komponen
tZS&SSZZ i-rr*. -*
yTng dihasilkan sebagai fosfat berenergi-tinggi.
D„nln: Pesoiratorik Terkandung
S”; v t
dipindahkan dari NADH ke koenzin Jg ^ ^
ubikuinon); Q-^krom e o^doreduk ^
III), yang memindahkan eWf°" menuntaskan
sitokrom c oltsidase (Kompto IV^"g ^ Q ^
rantai ini dengan memindahkan elek ..
menyebabkan elektron tersebut tereduks I
(Gambar 13-3). Beberapa (misalnya
yang lebih positif daripada N A D ^
suksinat) menyalurkan elektron U ^ bukan
kecmpat, suksinat Q reduktase (KompUks ^ ^
kompleks I Keempat kompleks im te ^
DALAMMITOKONDRIA, TETAPI Q DANSITOI
Q CEPATBERDIFUSIDIDALAMMEMBRAN, SEMENTARASITO
merupakan suatu protein terlarut. Aliran elektron melalui Kompleks 1, 111, dan IV menyebabkan proton terp P dari matriks melewati membran dalam mitokondria men J
RUANGANTARMEMBRAN (GAMBAR 13-7).
Flavoprotein dao Protein
B
®^®}®J2
nR
al,tai (Fe-S) Sebagai
Komponeini IComplleftcs
Respiratorik
Flavoprotein (Bab 12) adalahkomponen penting dalam Kompleks 1 dan II. Nukleotida flavin teroksidas. (
108/ BAGIAN II: BIOENERGETIKA & METABOLISME
Enzim di mombr.tn dal‘inl
Pembawa (carnets) ATP smlaso Transporter momt>rfn
Enzim di inatnks
mitoKondi'A Enzim siklus asam Enzim oksidnsi-l' Piruval dohidrogonoso
Gambar 13-1. Struktur membran Perhatikan bahwa membran dalam banyak lipatan, atau krista.
mi *okon( ||
mongandi
MEMBRANLUAR
Enzim di mombran li*a>,T1L
Asil KoA sintetaso
G'isorol(osInt asil
FAD) dapat mengalami reduksi pada r- pelepasan dua elektron (untuk memb FADHJ, tetapi senyawa ini jUga ^ elektron untuk membentuk semiku Protein besi-belerang (protein b ' • ditemukan pada Kompleks I, \\ ^ ini dapat mengandung satu, dua, atau terikat pada atom sulfur anorganik da sistein-SH pada protein (Gambar \l dalam reaksi pemindahan satu elekt mengalami reaksi redoks antara Fe2*^'
r°n Melalui KorfP
,Sc
atau Komplck- °s csar berbentuk I. y*** ari Nadu ke Q, ber*lf '^elcwati membran: i + Q + 5H’ , MAKANAN Lemak-Karbohidrat' Protein Gambar 13-2. Peran utama menghasilkan >
nembentukan ATP. respiratorik
,3: RANTAI RESPIRATORIK DAN FOSFORILASI OKSIDATIF / 109
Suksinat Fumarat
NADH + H* Cyt c
lnksidoredL,wa
---n,onk Q. koenzim Q a,au ubikuinon; cyt, sitokrom.
. m .liran elektron melalui rantai respiratorik. Q.
Gambar 13-3. Diagr ... j-.nindahkan m
■ xj ADH ke 1'N'lN,
Pada awalnya, elektron .t'dan akhirnya ke Q
kemudian menuju rangka.an i ^.Q rcdukjase), (Gambar 13-5). Di ^
FADH2dibentuk sewakt itrat (Gatnbar menjadi fumarat dalam s.klus asan
dan elektron selan,utnya^ (dihasllkan saat Fe-S ke Q (Gambar 13-5). Gambar penguraian tr.as.lgl.scrol at ‘ P ,ektron Ue Q melalu,
8.2) dan asil KoA (Gambar 13-5). jalur berbeda yang melibatkan nav F
Pr / Pr Cys / Cys Pr Fe / Cys Cys/ cys Pr Pr A Pr \ Cys X
/
/
cys Pr\
Fe/
<© • © Fe/
X > X \/
Pr Cys 'Pr Cys \ Pr P r B / CysA) Fe.S yang paling sederhana dengan satu Fe terikat oleh empat sistein. ( )
110
& UPID
BAB 13: RANTAI RESPIRATORIK DAN FOSFORILASI OKSIDATIF / 111
CH30
CH3O
OH QHr
: Bentuk tereduksi (kuinol) (QH2) Q: Bentuk
Cyt c
teroksidasi sempurna (kuinon) * CT: Bentuk semikuinon (radikal bebas)
Ruang antarmembran Membran dalam mitokondria Matriks mitokondria 2H+ tlro-s ~\ QH bH +— bL Cyt c Fe-S —► Cyt c, 2H+
Fe-S dan cyt c,, dan 2H* ke dalam ruang ■nu menhdi Q. satu elektron dilepaskan ke cyt c melalui Rieske \
GA M B A R 1 3 - 6 . Siklus proses ^ S ^ membentuk s e n l i^(]nk t X ^ d i k ' p a s k a n kePsemikuinon sehingga mereduksi antarmembran. ^ P*P^ besiW Q. koenzim Q atau ubikuinon; cyt, sitokrom.
semikuinon menjadi QH, dan 2l I (iarn