• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Populasi dan Sampel .1 Populasi .1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan (Universium) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian (Bungin, 2013: 101).

Berdasarkan definisi diatas, dalam penelitian ini populasi yang dipilih sebagai objek penelitian adalah Mahasiswa Komunikasi FISIP USU yang sedang aktif dalam menyelesaikan skripsi dan yang telah menyelesaikan tugas akhir skripsi. Objek penelitian diambil berdasarkan data periode pengajuan judul yang di mulai pada Januari 2012 sampai dengan Juni 2013. Dengan alasan, mahasiswa pada periode tersebut sudah melalui tahap seminar dan melakukan bimbingan lebih dari lima kali. Periode tersebut dianggap relevan untuk dijadikan objek penelitian karena sudah memiliki gambaran dan pengalaman dalam bimbingan, serta objek penelitan masih bisa ditemukan untuk diteliti.

Tabel 3.1

Jumlah Populasi Mahasiswa Komunikasi FISIP USU yang sedang aktif dan yang telah menyelesaikan dalam bimbingan skripsi periode Januari 2012 sampai

dengan Juni 2013

No. Dosen Pembimbing

Populasi Mahasiswa

1 Drs. Danan Djaja, M.A 4

2 Dra.Rusni, M.A 6

3 Drs. Mukti Sitompul, M.Si 7

4 Drs.Humaizi, M.A 7

5 Prof.DR.Suwardi Lubis, M.A 5

6 Dra. Nurbani, M.Si 9

7 Dra.Fatma Wardy Lubis, M.A 4

8 Drs.Amir Purba, M.A 7

9 Drs. Safrin, M.Si 12

10 Dra.Dayana, M.Si 10

11 Dra.Mazdalifah, M.Si 9

12 Dra.Dewi Kurniawati, M.Si 10

13 Dra.Lusiana A. Lubis, M.A 7

14 DR.Iskandar Zulkarnain, M.Si 10

15 DR.Inon Beydha, M.Si 5

16 Drs. Hendra Harahap, M.Si 8

Sumber Data: Departemen Komunikasi FISIP USU

3.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi (Nawawi, 1995:144). Untuk penelitian ini besar sampel ditentukan berdasarkan rumus Taro Yamane. Berdasarkan data yang diperoleh maka peneliti menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%, yakni sebagai berikut:

Keterangan :

Berdasarkan jumlah populasi yang ada maka jumlah sampel yang ditentukan adalah sebagai berikut:

Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 mahasiswa.

3.2.2.1 Teknik Penarikan Sampel

18 Haris Wijaya, S.sos, M.Comm 6

19 Emilia Ramadhani, S.Sos, M.Si 12

20 Yovita S.Sitepu, S.Sos, M.Si 9

a. Sampling Proposional Nonprobability (Proposional Nonprobability Sampling).

Teknik penarikan sampel ini adalah penggunaan perwalian berimbang, karena itulah sebelum menggunakan teknik ini, peneliti harus mengenal lebih dahulu ciri-ciri dari populasi yang ada dan mengetahui besar kecil sampel dari setiap populasi (Bungin, 2013: 117). Dalam hal ini, ciri-ciri sampel yang ditetapkan adalah Mahasiswa Komunikasi FISIP USU yang sedang dalam pengerjaan skripsi dan yang telah menyelesaikan tugas akhir skripsi periode 2012 Januari sampai dengan 2013 Juni.

Untuk menentukan jumlah sampel dari tiap dosen pembimbing peneliti menggunakan rumus:

Keterangan :

na = ukuran sampel tiap golongan n = ukuran sampel

N1 = jumlah per-golongan N = jumlah sampel

Berdasarkan rumus di atas maka dapat diperoleh jumlah sampel per-Dosen pembimbing adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Sampel Per-Dosen

NO. Dosen Pembimbing Rumus Jumlah Sampel

Per-Dosen Pembimbing

1 Drs. Danan Djaja, M.A 2

3 Drs. Mukti Sitompul, M.Si 3

4 Drs.Humaizi, M.A 3

5 Prof.DR.Suwardi Lubis, M.A 2

6 Dra. Nurbani, M.Si 3

7 Dra.Fatma Wardy Lubis, M.A 2

8 Drs.Amir Purba, M.A 3

9 Drs. Safrin, M.Si 4

10 Dra.Dayana, M.Si 4

11 Dra.Mazdalifah, M.Si 4

12 Dra.Dewi Kurniawati, M.Si 4

13 Dra.Lusiana A. Lubis, M.A 3

14 DR.Iskandar Zulkarnain, M.Si 4

15 DR.Inon Beydha, M.Si 2

17 Drs. Syafruddin Pohan, M.Si 4

18 Haris Wijaya, S.sos, M.Comm 2

19 Emilia Ramadhani, S.Sos, M.Si 4

20 Yovita S.Sitepu, S.Sos, M.Si 3

TOTAL 61

b. Sampel Acak Sederhana

Pada penelitian ini peneliti menggunakan sampel acak sederhana, Artinya penarikan sampel didasarkan atas pemikiran bahwa keseluruhan unit populasi memliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Dengan demikian, dalam rancangan ini tidak terdapat diskriminasi unit populasi yang satu dengan unit yang lainnya. Karena semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel, maka untuk menjadi sampel unit-unit populasi harus di

Random (Bungin, 2013:108).

Tata-tata cara pengundian unit-unit populasi menurut Burhan Bungin (2013:109) adalah sebagai berikut:

1. Membuat daftar unit populasi pada lembaran khusus lengkap dengan kode-kode khusus sebagai lambang setiap unit populasi.

2. Menulis kode-kode khusus tersebut dalam lembaran-lembaran kecil dan dilipat atau digulung satu persatu.

3. Memasukan lembaran-lembaran kecil itu dalam suatu tempat kemudian diacak.

4. Terakhir, mengambil lembaran-lembaran yang keluar tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan.

5. Pengambalian sampel pada penelitian ini dilakukan per-Dosen pembimbing.

3.3 Teknik Pengumpulan Data dan pengolahan data 3.3.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah bagian instrumen pengumpulan data yang menentukan berhasil atau tidak suatu penelitian. Kesalahan penggunaan teknik pengumpulan data berakibat fatal terhadap hasil-hasil penelitian (Morrisan, 2012 : 129-130).

Pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan teknik penelitian Kuesioner dan teknik penelitian Kepustakaan, dikarena teknik ini dianggap dapat memperoleh jawaban dari rumusan masalah.

1. Metode Kuesioner

Metode Kuesioner berbentuk rangkaian atau kumpulan pertanyaan yang disusun secara sistematis dalam sebuah daftar pertanyaan, kemudian diberikan ke responden sebagai sampel penelitian untuk diisi. Setelah diisi Kuesioner akan dikembalikan ke peneliti (Bungin, 2013 : 130).

Bentuk umum dari sebuah Kuesioner terdiri dari, pendahuluan berisikan pentunjukan pengisian Kuesioner, bagian identitas berisikan identitas ressponden, kemudian memasuki bagian isi yang berisiskan pertanyaan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis kuesiner semi terbuka.

2. Metode penelitian kepustakaan.

Pada penelitian kepustakaan, penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur. Data yang diperoleh melalui tinjauan pustaka dengan mempelajari buku-buku, jurnal dan sebagainya di anggap punya relevansi dengan rumusan masalah yang mendukung penelitian.

Langkah-langkah yang ditempuh didalam pengumpulan data, antara lain: a. Menyebarkan kuesioner ke responden untuk diisi.

b. Mengumpulkan kembali kuesioner yang sebelumnya diberikan ke responden untuk di olah.

c. Instrumen pengumpulan data kemudian dioleh dan dianalisis.

3.4.2. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan program spss dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Editing.

Editing adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah penelitian selesai menghimpun data di lapangan (Bungin, 2013 : 182). Kegiatan ini dilakukan dengan pengecekan data yang teleh terkumpul, jika terdapat kesalahan atau kekurangan maka akan di perbaiki dengan memeriksa dan melakukan pendataan kembali. b. Koding.

Setelah tahapan editing selesai, kegiatan berikutnya adalah mengklasifikasikan data-data tersebut melalui tahapan koding (Bungin, 2013 : 184). Di dalam penelitian ini, peneliti mengklasifikasikan jawaban responden kedalam bentuk kode yang telah di tetapkan untuk mempermudah pengolahan data.

c. Tabulating.

Kemudian data yang telah di koding dimasukan kedalam tabel distribusi frekuensi.

Dokumen terkait