BAB II ANALISIS PERTIMBANGAN HUKUM DALAM PUTUSAN
A. Posisi Kasus
Pada suatu perkara yang telah di Putus oleh Pengadilan Agama dalam proses pengambilan Putusan ada beberapa pertimbangan. Musyawarah juga dilakukan oleh para Majelis Hakim ketika proses pengambilan Putusan terhadap suatu perkara yang mereka sedang mereka tangani.Berikut ini akan penulis papakarkan data yang terdapat pada putusan yang memuat pertimbangan-pertimbangan majelis hakim sebelum memutuskan perkaranya.
DUDUK PERKARA :
Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah merupakan suami istri yang terikat dalam suatu hubungan perkawinan yang sah sebagaimana dimaksud dalam Kutipan Akta Nikah No. 138/10/III/2012 tanggal 5 Maret 2012 yang dibuat oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Timur, Kota Medan;
Bahwa sebagai suami istri, Penggugat dan Tergugat telah bergaul sebagaimana layaknya suami istri (Ba’da Addukhul) dan telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang bernama yaitu:
1. XXXXXXXXXXXXX, Laki-laki, Lahir di Medan pada tanggal 11 Juli 2014;
2. XXXXXXXXXXXXX, Laki-laki, Lahir di Medan pada tanggal 18 Mei 2018;
Bahwa Tergugat merupakan pegawai honorer di Pemko Medan sebagai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Penggugat juga bekerja di PT. Mulia Utama Mandiri;
Bahwa sejak perkawinan antara Penggugat dan Tergugat tinggal satu rumah bersama orang tua Tergugat di Jalan Umar No. 15/19 Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan selama ± 4 (empat) tahun, dan Abang Tergugat bersama dengan isterinya juga telah lebih dahulu tinggal bersama dengan orang tua Tergugat di rumah tersebut;
Bahwa namun dalam perkembangannya dikemudian hari pada tanggal 14 Agustus 2016 Penggugat dan Tergugat pindah dari rumah orang tua Tergugat dan mengkontrak rumah di Jalan XXXXXXXXXXXXX, Deli Serdang, dan setelah habis masa kontrakan tersebut kemudian pada tanggal 1Juli 2018 pindah kerumah kontrakan yang baru di Jalan XXXXXXXXXXXXX, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan;
Bahwa pada awalnya hubungan antara Penggugat dan Tergugat dalam menjalankan dan membina rumah tangganya semasa perkawinan adalah dalam keadaan baik-baik, namun beberapa bulan masa pernikahan masih di tahun 2012 sudah mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran, keadaan perselisihan dan pertengkaran tersebut terjadi terus menerus sehingga rumah tangga Penggugat dan Tergugat menjadi retak;
15
Bahwa sebab-sebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran pertengkaran yang mengakibatkan keretakan rumah tangga Penggugat dan Tergugat adalah karena:
1. Tergugat tidak ada perhatian terhadap Penggugat dan egois;
2. Tergugat tidak perduli dengan keadaan kebutuhan rumah tangga;
3. Tergugat tidak sopan kepada orang tua Penggugat;
4. Tergugat tidak mau mendengar apalagi menerima pendapat Penggugat;
5. Tergugat tidak bisa dikasi tahu agar perhatian menjaga kesehatan anak misalnya mengenai kalau Tergugat diberitahu Penggugat bahwa menurut dokter anak pertama tidak bisa makan atau minum yang mengandung coklat namun Tergugat tetap memberikannya sehingga anak pertama bolak balik sakit dan berobat ke Dokter Spesialis Anak.
6. Antara Penggugat dan Tergugat tinggal satu rumah bersama dengan orang tua Tergugat dan juga Abang Tergugat berserta istrinya (ada 3 kepala keluarga dalam satu rumah);
Bahwa beberapa bulan perjalanan rumah tangga masih di tahun 2012, terjadi pertengkaran dimana Penggugat tanpa dengan sengaja membuka HP milik Tergugat dan didalamnya ada SMS (pesan) yang saling balas membalas yang isi SMS (pesan) berbunyi kata-kata “sayang, dan ada pengakuan Tergugat kalau Tergugat belum kawin” dan setelah membaca SMS (pesan) tersebut Penggugat bertanya kepada Tergugat apa maksud SMS (pesan) tersebut dan siapa yang mengirim SMS (pesan) tersebut dan apakah Tergugat menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain, atas pertanyaan tersebut Tergugat tidak mengakuinya namun Tergugat menjawab itu hanya main-main saja dan yang mengirim SMS
(pesan) adalah seorang wanita kawan kantor Tergugat, dan pertengkaran tersebut di dengar oleh Ibu Tergugat, dan Ibu Tergugatmengatakan kepada Penggugat itukan bukan suatu masalah dan itukan hanya SMS (pesan), lalu Penggugat menjawab kalau sudah kawin kata-kata sayang yang dituliskan dan dikirim itu bukanlah hal yang biasa dan oleh karena sikap dan jawaban Tergugat dan Ibu Tergugat tersebut Tergugat meminta agar Penggugat dipulangkan ke orang tuanya;
Kemudian Keesokan harinya Penggugat datang ke kantor Tergugat dan berjumpa dengan Tergugat lalu Penggugat meminta agar berjumpa dengan wanita kawan kantor Tergugat yang mengirim SMS (pesan) tersebut namun pada saat itu Tergugat meminta dan mendesak Penggugat agar pulang dan akhirnya Penggugat tidak dapat berjumpa dengan wanita tersebut; Oleh karena usia perkawinan masih sangat muda dan Penggugat mencoba untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan harapan Tergugat tidak melakukan hal yang demikian lagi;
Bahwa pada saat Penggugat hamil anak yang pertama (XXXXXXXXXXXXX) sekira akhir tahun 2013 ada beberapa kali terjadi pertengkaran dimana Penggugat melihat dan merasakan kalau Tergugat tidak ada perhatiannya kepada Penggugat yang sedang hamil dan Tergugat tidak mau tahu dengan kebutuhan Penggugat yang sedang hamil dimana Tergugat lebihmengutamakan pekerjaannya dan Ibunya;
Bahwa dengan kejadian SMS (pesan) tersebut Penggugat tidak mau lagi membuka HP milik Tergugat karena Penggugat menyakinkan diri kalau Tergugat tidak mungkin lagi melakukan hal tersebut dan disamping itu Penggugat sudah lelah memikirkan sikap dan perbuatan Tergugat maupun Ibu Tergugat selama ini,
17
namun di tahun 2016 tanpa terpikir lagi kejadian di tahun 2012 Tergugat membuka HP milik Tergugat dan ternyata di dalamnya ada SMS (pesan) kata-kata sayang namun pada saat itu Penggugat mengatakan kepada Tergugat “jangan mengirim SMS (pesan) dengan kata-kata sayang mana tahu suaminya bisa marah dan kembali meminta agar Tergugat tidak mengulangi perbuatannya” namun atas perkataan Penggugat tersebut Tergugat tidak terima dan marah sehingga terjadi pertengkaran, padahal hati, perasaan Penggugat atas isi SMS (pesan) tersebut sangat terluka dan Penggugat sudah tidak kepercayaan lagi dengan Tergugat;
Bahwa sekira 3 (tiga) bulan sebelum hari raya Idul Adha di tahun 2016 antara Penggugat dan Tergugat bertengkar lagi, pertengkaran tersebut disebabkan karena Penggugat sudah tidak tahan lagi hidup satu rumah dengan orang tua Penggugat dan juga Abang Penggugat bersama istrinya dimana Penggugat meminta kepada Tergugat untuk hidup mandiri dan mengontrak rumah dan atas permintaan Penggugat tersebut Tergugat marah- marah dan mengatakan uang mu aja yang membayar kontrakan aku tidak mau tahu, namun karena Penggugat sudah jenuh dan tidak sanggup lagi hidup bersama dengan orang tua Penggugat akhirnya Penggugat berusaha sendiri mencari uang dan dan rumah kontrakan, setelah dapat rumah kontrakan Penggugat mengatakan kepada Tergugat untuk pindah, dan tanggal 14 Agustus 2016 Penggugat dan Tergugat pindah dari rumah orang tua Tergugat dan mengkontrak rumah di Jalan XXXXXXXXXXXXX, Deli Serdang, akan tetapi dalam perpindahan tersebut Tergugat pada saat itu marah-marah dan seakan-akan tidak mau berpisah rumah dengan orang tuanya;
Bahwa beberapa bulan tinggal dirumah kontrakan antara Penggugat dan Tergugat sering bertengkar, pertengkaran tersebut disebabkan hanya karena
Tergugat masih tidak rela kalau Tergugat harus tinggal dirumah kontrakan dan tidak satu rumah lagi dengan orang tuanya sehingga satu hari sebelum hari raya Idul Adha di tahun 2016 Tergugat meninggalkan rumah kontrakan dan pergi untuk tinggal dirumah orang tuanya bersama dengan orang tuanya lebih satu bulan lamanya, sehingga hanya Penggugat bersama anaknya yang tinggal dirumah kontrakan, dan melihat keadaan tersebut orang tua Penggugat meminta kepada Penggugat untuk disampaikan kepada Tergugat agar Tergugat bersama orang tuanya datang menjumpai orang tua Penggugat namun hanya Tergugat saja yang menjumpai orang tua Penggugat dan pada saat itu orang tua Penggugat menasehati Penggugat dan Tergugat, dan pada saat itu juga Tergugat meminta maaf atas kesalahannya kepada orang tua Penggugat dan Tergugat sendiri berjanji ini yang terakhir kalinya dan tidak mengulangi perbuatannya yang membuat pertengkaran;
Bahwa pertengkaran Penguggat dan Tergugat juga sering kali terjadi disebabkan Penggugat sudah sangat sering mengingatkan kepada Tergugat kalau Dokter sudah mengatakanuntuk sementara waktu dimasa pengobatan anak pertama Penggugat dan Tergugat tidak bisa makan dan minum yang mengandung coklat karena pencernaan anak pertama tidak normal dan apabila setiap diberi makan dan minum yang mengandung coklat maka anak pertama tersebut pasti sakit, dan perkataan Dokter tersebut sudah sangat jelas didengar Tergugat namun Tergugat tidak menghiraukannya dan tetap memberi makanan dan minuman yang mengandung coklat, tindakan Tergugat tidak memperdulikan kesehatan anak tersebut akhirnya menibulkan pertengkaran terus menerus terjadi;
19
Bahwa pada saat Penggugat melahirkan anak kedua melalui operasi Cesar di Rumah Sakit pada tanggal 18 Mei 2018 selama berada di Rumah Sakit Penggugat sangat kecewa dan perasaan yang hancur dimana pada saat itu Penggugat sangat membutuhkan Tergugat untuk berada dekat Penggugat namun Tergugat sangat jarang menjenguk Penggugat selama berada di Rumah Sakit dan Tergugat pernah mengatakan kan ada Ibunya yang menjaganya, kenapa harus aku.
Bahwa memang yang rutin menjaga Penggugat di Rumah Sakit adalah orang tua dan keluarga Penggugat;
Bahwa setelah pulang dari Rumah Sakit dan kembali kerumah kontrakan, Tergugat juga tidak memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan perawatan Penggugat yang baru melahirkan dan terhadap anak kedua yang baru lahir, oleh karenanya Penggugat meminta orang tua Penggugat untuk menjemput Penggugat dan anak-anak agar tinggal dirumah orang tua Penggugat untuk diurus orang tua Penggugat;
Bahwa pertengkaran Penggugat dan Tergugat terjadi lagi pada tanggal 27 Juni 2018 pagi hari dimana Tergugat datang menjumpai Penggugat dan anaknya di rumah orang tua Penggugat, yang pada saat itu Penggugat dan anak-anaknya sedang berada di rumah orang tua Penggugat, dan pada saat itu Tergugat membawa makanan dan minuman yang mengandung coklat dan memberikannya kepada anak pertama dan seketika itu Penggugat melarang dan marah kepada Tergugat kenapa lagi dikasi makanan dan minuman yang mengandung coklat kepada anak pertama dan akhirnya pertengkaran besar terjadi dan pertengkaran besar tersebut didengar oleh Ibu Penggugat dan Ibu Penggugat datang dan melihat pertengkaran tersebut, lalu Ibu Tergugat mengatakan kepada Tergugat kan sudah
dikasi tahu si Mega (Penggugat) berulang kali kalau si Fadel (anak pertama) tidak bisa makan dan minum yang mengandung coklat, dan mendengar ucapan Ibu Penggugat tersebut Tergugat emosi dan tidak terima lalu Tergugat mengatakan kepada Ibu Penggugat jangan turut campur urusan ini, inikan rumah tangga saya, dan mendengar ucapan tersebut Ibu Penggugat pergi meninggalkan Tergugat sendiri, sementara Penggugat bersama anak pertamanya sudah terlebih dahulu meninggalkan Tergugat dan masuk ke dalam kamar, kemudian Tergugat pergi meninggalkan rumah orang tua Penggugat sambil menendang pintu kamar yang didalamnya ada Penggugat dan anak pertamanya;
Bahwa puncak pertengkaran Penggugat dan Tergugat terjadi pada 30 Juni 2018 dimana pada pagi harinya tanggal Tergugat kembali datang ke rumah orang tua Penggugat dan menanya kepada Penggugat kapan pulang ke rumah kontrakan dan pada saat itu juga Tergugat mengajak anak pertama untuk jajan ke Indomaret, dimana atas ajakan tersebut Penggugat melarang Tergugat membawa anak pertama jajan ke Indomaret karena Penggugat takut kalau Tergugat akan membelikan makanan dan minuman yang mengandung coklat, dan karena larangan Penggugat tersebut akhirnya pertengkaran terjadi dan tarik menarik anak pertama juga terjadi, dan pada saat itu Ibu Penggugat mendengar pertengkaran lalu Ibu Penggugat datang dan melihat Penggugat dan Tergugat bertengkar sambil tarik menarik anak pertama lalu Ibu Penggugat berusaha memisahkan Penggugat dan Tergugat yang sedang tarik menarik anak pertama dengan cara menahani Tergugat agar tidak membawa si Fadel (anak pertama), dan melihat tindakan IbuPenggugat yang menahan Tergugat lalu dengan emosinya Tergugat mencakar tangan Ibu Penggugat, dan melihat stuasi yang tidak terkendali Ibu Penggugat
21
menghubungi menantu lakilakinya agar secepatnya datang karena Penggugat dan Tergugat bertengkar lagi dirumah orang tua Penggugat dan menantu lakilaki Ibu Penggugat tersebut datang dan melihat pertengkaran tersebut lalu menantu laki-laki Ibu Penggugat tersebut meminta kepada Tergugat untuk keluar dari rumah tersebut namun Tergugat tidak terima disuruh keluar sehingga akibatnya antara Tergugat dengan menantu laki-laki Ibu Penggugat bertengkar dan akhirnya Tergugat dengan emosinya meninggalkan rumah orang tua Penggugat;
Bahwa setelah Penggugat dirawat selama tinggal dirumah orang tua Penggugat maka pada tanggal 1 Juli 2018 Penggugat dengan ditemani orangtua Penggugat pindah ke rumah kontrakan yang baru di Jalan XXXXXXXXXXXXX, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Bahwa akan tetapi Penggugat sangat sedih karena kumulasi perlakuan Tergugat selama ini dan tidak dapat menerima perlakuan kasar Tergugat atas tarik menarik anak tersebut dan perlakuan terhadap ibu Penggugat, oleh karena itu Penggugat tidak mau lagi untuk hidup bersama dengan Tergugat;
Bahwa pihak keluarga sudah pernah melakukan upaya untuk mendamaikan berupa nasehat dan membujuk agar antara Penggugat dan Tergugat dapat kembali tinggal bersama membina rumah tangga seperti semula namun hal tersebut tidak berhasil;
Bahwa melihat adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus dan segala akibatnya yang tersebut diatas, apalagi Penggugat telah memberikan kesempatan berulang kali kepada Tergugat untuk dapat berubah namun Tergugat tidak bisa berubah maka Penggugat berpendapat antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak dapat lagi hidup bersama secara rukun dan damai seperti semula,
sehingga Penggugat sampai pada suatu ketetapan hati bahwa perceraian adalah jalan yang terbaik bagi Penggugat dan Tergugat untuk dikemudian hari, oleh sebab itulah Penggugat mengajukan gugatan cerai ini;
Bahwa berdasarkan alasan-alasan dan dasar tersebut diatas maka gugatan cerai Penggugat telah cukup dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh peraturan yang berlaku, maka oleh karena itu Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Medan cq. Majelis Hakim Yang Mulia agar berkenan untuk mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Penggugat dengan menyatakan menjatuhkan Talak I (satu) Ba’in Sughro dari Tergugat terhadap diri Penggugat;
Bahwa oleh karena antara Penggugat dan Tergugat bercerai maka selanjutnya Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Medan Cq. Majelis Hakim Yang Mulia agar berkenan menyatakan hak asuh/hadhanah atas 2 (dua) orang anak yang masing-masing bernama XXXXXXXXXXXXX, Lakilaki, Lahir di Medan pada tanggal 11 Juli 2014 dan XXXXXXXXXXXXX, Laki-laki, Lahir di Medan pada tanggal 18 Mei 2018 berada ditangan Penggugat berdasarkan alas an bahwa kedua anak tersebut belum mumayyiz dan sampai saat sekarang ini berada ditangan Penggugat dan Penggugatlah selama ini yang tetap berusaha dan sabar dalam mengasuh dan memelihara kedua anak tersebut, sedangkan Tergugat tidak memperhatikan kesehatan anak dan anak juga secara psicologis tidak dekat dengan Tergugat bahkan takut kepada Tergugat;
Bahwa meskipun Penggugat dan Tergugat bercerai dan hak asuh/hadhanah berada ditangan Penggugat namun menurut hukum Tergugat tetap berkewajiban dan bertanggung jawab atas nafkah kedua anak tersebut, dan Tergugat adalah pegawai honorer di Pemko Medan sebagai Satpol PP yang tentunya mempunyai
23
penghasilan/gaji sehingga Penggugat merasa yakin bahwa Tergugat mampu untuk membiayai baik kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan pendidikan untuk kedua anak tersebut sampai ke perguruan tinggi, oleh karena itu Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Medan Cq. Majelis Hakim Yang Mulia agar berkenan menghukum Tergugat untuk member nafkah kepada kedua anak yang masing-masing bernama XXXXXXXXXXXXX dan XXXXXXXXXXXXX sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) setiap tanggal 01 (satu) setiap bulannya sampai anak tersebut dewasa dan mandiri melalui transfer ke rekening Penggugat yang khusus untuk itu;
Bahwa mengenai pembebanan biaya perkara yang timbul dalam perkara mohon kepada Pengadilan Agama Medan cq. Majelis Hakim Yang Mulia agar membebankannya kepada yang patut menanggungnya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Berdasarkan uraian diatas Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Medan cq. Majelis Hakim Yang Mulia agar berkenan menentukan suatu hari persidangan dan memanggil para pihak-pihak guna untuk melakukan pemeriksaan perkara ini dan selanjutnya agar berkenan mengambil suatu Putusan yang berbunyi Bahwa berdasarkan dalil-dalil dan alasan tersebut diatas, maka dengan ini Penggugat memohon kepada Ketua Pengadilan Agama Medan Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menentukan suatu hari persidangan dengan memanggil para pihak dan selanjutnya memberikan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menjatuhkan Talak I (satu) Ba’in Sughro dari Tergugat
(XXXXXXXXXXXXX)terhadap diri Penggugat (XXXXXXXXXXXXX);
3. Menyatakan hak asuh atas kedua orang anak yang masing-masing bernama XXXXXXXXXXXXX, Lakilaki, Lahir di Medan pada tanggal 11 Juli 2014 dan XXXXXXXXXXXXX, Laki-laki, Lahir di Medan pada tanggal 18 Mei 2018 berada ditangan Penggugat;
4. Menghukum Tergugat agar memberikan nafkah kepada kedua orang anak yang masing-masing bernama XXXXXXXXXXXXX dan XXXXXXXXXXXXX tersebut sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) setiap tanggal 01 setiap bulannya sampai kedua anak tersebut dewasa dan mandiri melalui transfer ke rekening Penggugat yang khusus untuk itu;
5. Membebankan biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sesuai dengan peraturan yang berlaku; Atau: jika Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;