TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori
2. Potensi Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah sumber daya yang berada di alam, yaitu tanah, laut, air, dan udara, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia maupun organisme lain secara langsung maupun tidak langsung.
Dijelaskan oleh Sub Balai Konservasi SDA Sumbah dalam (Jamel, 2013), bahwa SDA adalah sumber daya yang terbentuk secara alami, contohnya tanah, air, udara, mineral dan lain sebagainya. Untuk kepentingan pembangunan ekonomi SDA dapat digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya menjadi 3 (tiga):
1) SDA yang menghasilkan energi, contohnya air, matahari, minyak bumi, gas bumi, batu bara dan angin.
2) SDA yang menghasilkan bahan baku, contohnya mineral dan tanah 3) SDA lingkungan hidup, seperti udara, dan ruang bentang alam.
a. Tanah
Potensi utama bagi masyarakat desa adalah tanah, karena di dalam tanah terdapat sumber tambang, mineral, tanah yang subur dapat menghasilkan tanaman yang dapat dijadikan sebagai pendapatan atau pekerjaan untuk tumpuan penghidupan bagi masyarakat desa pada misalnya tanah yang subur dapat dijadikan lahan pertanian yang menghasilkan bahan makanan, hasilnya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya (Bakaruddin, 2012).
Tanah termasuk jenis-jenis kandungan kekayaan yang berada di dalamnya contohnya tanah yang subur, pertambangan, dan mineral (Soleh, 2017). Kesuburan tanah akan berpengaruh terhadap hasil pertanian masyarakat, apabila tanahnya subur maka panennya akan berlimpah kemudian apabila tanahnya tidak subur maka hasil panen yang diperoleh akan sedikit, begitu pula dengan barang tambang dan
mineral. Sehingga tanah ini besar pengaruhnya terhadap tingkat perkembangan suatu wilayah.
b. Air
Sumber daya alam yang paling penting di dunia adalah air karna kehidupan tidak akan berjalan apabila air tidak ada (Masthura, 2017).
Selain itu air dikatakan sebagai substansis sangat banyak di muka bumi, adalah nomor satu yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup, dan yang paling utama adalah memiliki kekuatan konstan dalam pembentukan muka bumi. Dapat dikatakan penentuan untuk mengatur iklime di muka bumi ( Indarto, 2012 ).
Potensi air bagi masyarakat adalah meliputi cara memperoleh aira, kondisi airi, penyusunannya unt manfaat pengairan sawahgvb9o0d vm.y petani, rumah tangga, kepentingan pariwisata, perikanan dan lain-lain (Bakaruddin,2012). Pada umumnya potensi air di pedesaan bersih dan melimpah, karena pedesaan berada di dekat perbukitan sehingga banyak terdapat sumber mata air. Air dapat dikatakan sebagai kebutuhan utama bagi makhluk hidup terutama dalam memprtahankan hidup dan juga untuk kegiatan harian.
c. Iklim
Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca yang berada di suatu lokasi dalam kurun waktu yang lama, dan paling kurang 10 tahun (Wardiyatmoko, 2013). Temperatur dan curah hujan dapat mempengaruhi keadaan iklim suatu wilayah. Iklim berpengaruh
terhadap perkembangan tanaman dan pemanfaatan wilayah yang dapat menjadikan desa menjadi maju terutama pada daerah ketinggian.
Biasanya dapat dimanfaatkan untuk perkebunan sayuran, buah-buahan, tempat rekreasi sehingga iklim sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat desa.
Berdasarkan Permen dalam Negri No. 12 tahun 2007, nilai suatu nagari ditentukan oleh potensi yang tersimpan dalam nagari itu sendiri.
Oleh karena banyaknya potensi sumber daya alam dari suatu wilayah maka indikator yang diguanakan hanyalah yang berkaitan erat dengan potensi nagari. Potensi sumber daya alam dapat dilihat berdasarkan penggunaan lahan di suatu wilayah.
Lahan adalah salah satu wilayah daratan permukaan bumi yang memiliki ciri-ciri sebagai tanda pengenal, misalnya tanahnya masih bagus dan yang mau di daur ulang, adanya makhluk hidup, atmosfer, tanah, lingkungan, air, jumlah hewan dan tumbuhan serta hasil aktifitas manusia pada masa lalu dan masa sekarang, Pemanfaatan lahan dapat dipengaruhi oleh tanda-tanda pengenal tersebut baik pada masa kini maupun pada masa yang akan datang (FAO, 1976 dalam Eko, 2012).
Menurut Jamel, (2013) serta berdasarkan Debdagri No. 12, Tahun 2007) Penelitian ini menggunakan analisis data yaitu dengan melakukan penskoran terhadap masing-masing indikator potensi sumber daya alam (SDA).
a) Sumber daya alam pertanian 1) Tanaman Pangan
Tabel 1.2 Indikator Penilaian dan Skor Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan
Indikator Penilaian Skor
Mempunyai lahan petanian kurang dari 50 Ha tanaman pangan
Kalau jumlah keluarga <10% dari total keluarga
Bila jumlah keluarga mencapai
<10% dari total keluarga
2
Bila jumlah keluarga mencapai
<10% dari total keluarga
8
10-40% 6
40-80% 4
>80% 2
Sumber: Debdagri No. 12 Tahun 2007
2) Perkebunan
Tabel 2.2 Indikator dan Skor Pemilikan Lahan Perkebunan
Indikator Penilaian Skor
1 2 3
Keluarga
mempunyai lahan perkebunan <5 Ha
Jumlah keluarga mencapai <10%
dari jumlah keluarga
2
Bila jumlah keluarga mencapai
<10% dari jumlah keluarga
10
Bila jumlah keluarga mencapai
<10% dari jumlah keluarga
2
Bila jumlah keluarga mencapai
<10 % dari total jumlah keluarga
2 total luas lahan usaha
3
10 - 20% 4
20 - 40% 5
40 - 60% 6
>60% 7
Sumber: Debdagri No. 12 Tahun 2007
3) Peternakan
Tabel 3.2 Indikator Penilaian dan Skor Kepemilikan dan Populasi Peternakan Sapi, Kerbau, dan Ayam Kampung
Indikator Penilaian Skor
1 2 3
Kepemilikan ternak sapi
Tidak ada yang memiliki 0
<10% dari total jumlah penduduk 1
10- 20% 2
20-40% 3
40-60% 4
>60% 5
Populasi ternak sapi Tidak ada yang memiliki 0
Kurang dari 100 ekor 1
Tidak ada yang memiliki 0
<10% dari total jumlah penduduk 1
10-20% 2
Tidak ada yang memiliki 0
Kurang dari 100 1
Tidak ada yang memiliki 0
<10% dari total jumlah penduduk 1
10-20% 2
Tidak ada yang memiliki 0
Kurang dari 100 1
1000-5000 2
5000-10000 3
10000-50000 4
Lebih dari 50000 5
Sumber: Debdagri No. 12 Tahun 2007
Berdasarkan Debdagri No. 12 Tahun 2007 dari rekapitulasi di atas didapat penilaian potensi pengembangan sumber daya alam desa /Nagari seperti tabel di bawah ini:
Tabel 4.2 Potensi Pengembanagn Sumber Daya Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
No Potensi (SDA) Jumlah Nilai Skor
Potensi
1 Pertanian 30-61 Kurang potensial
62-93 Cukup potensial 94-125 Potensial 126-157 Sangat potensial
2 Perkebunan 20-35 Kurang potensial
36-51 Cukup potensial 52-67 Potensial
68-83 Sangat potensial
3 Peternakan 6-33 Kurang potensial
34-61 Cukup potensial 62-89 Potensial
90-117 Sangat potensial Sumber: Debdagri No. 12 Tahun 2007