• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBJEK PENELITIAN

C. Potret Hubungan Beragama di Pelang Lamongan

Agama sejatinya merupakan pegangan hidup bagi masyarakat, dalam kacamata sosiologis agama mendukung terciptanya norma-norma dalam diri individu

79

maupun kelompok masyarakat. Warga desa Pelang merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang teguh ajaran agama, terdapat dua agama berbeda yang dianut oleh masyarakat Pelang Lamongan yakni Islam dan Kristen. Menurut kepercayaan masyarakat bahwa kedua agama tersebut sudah ada sejak lama, diyakini secara turun temurun, dan telah berinteraksi secara turun temurun.

`Menurut pendapat tokoh Agama Kristen Pelang bahwa GKJW Pelang didirkan pada tahun 1968, merujuk pada fakta tersebut bahwa masyarakat Pelang yang beragama Kristen sudah ada sebelum tahun tersebut95. Secara internal bahwa pemeluk agama Kristen menjalani kehidupan beragama yang damai dalam kasih Tuhan Yesus, tidak pernah ada konflik internal antar pemeluk agama Kristen, hubungan invdividu sesama pemeluk agama Kristen bejalan dengan baik. Begitu juga hubungan antara pemeluk agama Kristen dengan pemerintah desa yang berlangsung sejak lama, pasang surut hubungan antara pemeluk agama Kristen sering kali terjadi, pada era tahun 2000-an, akan tetapi menurutp penjelasan pemuka Agama Kristen bahwa hal tersebut lebih dikarenakan persoalan di luar agama, lebih pada persoalan-persoalan sosial politik yang ada di masyarakat desa Pelang96.

Pada era saat ini, jalinan hubungan antara pemerintah desa dengan pemeluk agama Kristen desa Pelang berlangsung dengan harmonis, bahkan kedua belah pihak menjalankan fungsinya dengan baik, pemeluk agama Kristen sebagai masyarakat

95 Hasil wawancara dengan bapak Karim pada tanggal 19 September 2021

96 Sutikno (Jemaat Kristen), Wawancara, Ds. Pelang Lamongan, Tanggal 12 September 2021

80

mendukung setiap program yang direncanakan oleh pemerintah desa, begitu juga peemrintah desa yang memberikan program-program dengan adil untuk semua masyarakat tanpa memandang latarbelakang keagamannya. Desa juga bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama, Polsek Kembangbahu, dan Danramil Kembangbahu mengadakan program penguatan hubungan antar agama yang rutin dilaksanakan di pendopo balai desa Pelang, hal ini sebagai upaya saling menjaga hubungan antar umat beragama yang harmonis, sehingga tidak terjadi konflik di masyarakat. Hubungan yang baik antara pemerintah desa dengan masyarakat Kristen Pelang juga ditunjukan dengan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah desa terhadap tokoh Kristen untuk menjadi ketua Rukun Warga (RW) dusun Kedunganyar, padahal jika menilik fakta masyarakat dusun Kedunganyar mayoritas merupakan warga muslim. Saat ini hubungan antara penganut Kristen dengan pemerintah desa berjalan dengan harmonis, adil dan bertanggungjawab, hal ini tercermin dari dukungan desa terhadap aktifitas kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Kristen.

Selanjutnya hubungan antara umat Kristen GKJW dengan umat Islam di desa Pelang, hubungan antar kedua pemeluk agama ini berlangsung kondusif, tidak ada konflik horizontal pada skala makro yang pernah terjadi, sekalipun kecurigaan minor antar pemeluk agama juga pernah terjadi, seperti isu itu umat Kristen merencanakan untuk memindahkan Gereja ke pinggiran desa, agar dapat dibangun lagi lebih luas untuk mencukupi kebutuhan kegiatan umat Kristen, akan tetapi rencana tersebut

81

gagal dikarenakan adanya isu di masyarakat bahwa umat Kristen desa Pelang akan membangun Gereja tersbesar di Asia, tentu ini merupakan isu yang dapat memecah belah kehidupan beragama di desa Pelang, padahal sejatinya menurut penuturan tokoh GKJW Pelang bahwa tidak pernah ada rencana pembangunan Gereja terbesar se Asia, mereka hanya ingin membangun gereja yang sedikit lebih besar dari yang sudah ada agar dapat menampung kegiatan umat kristiani yang jumlahnya mencapai 50 an kepala keluarga. Sebagaimana diketahui bahwa GKJW Pelang berada di seberang jalan Lamongan-Mojokerto, berdempetan langsung dengan rumah masyarakat desa Pelang, sehingga tidak dapat dilebarkan, sekalipun pernah direnovasi dengan membeli tanah pekarangan warga sepanjang 1 meter kali 14 meter, akan tetapi ukuran gereja masih belum secara maksimal dapat menampung kegiatan umat Kristiani. Isu pembangunan Gereja tersebut cepat direspon baik oleh tokoh masyarakat dan agama yang ada di desa Pelang, sehingga tidak sampai pada terjadinya konflik horizontal antar umat bergaama di desa Pelang.

Mayoritas masyarakat desa Pelang Lamongan merupakan warga beragama Islam, dengan penganut ajaran NU, pemahaman inklusif dalam beragama yang diajarkan oleh tokoh masyarakat muslim, turut membantu membentuk karakter dan cara pandang masyarakat muslim desa Pelang dalam melihat realitas hubungan antar agama yang toleran. Mereka sadar bahwa selain Islam di desa Pelang juga terdapat penganut agama lain yakni Kristen, upaya menjaga hubungan baik antar umat beragama perlu terus dijaga agar tercapai kehidupan bermasyarakat yang rukun. Umat

82

Islam menyadari bahwa sebagai makhluk sosial mereka saling melengkapi, termasuk bagaimana praktik kegiatan saling menjaga dan berkunjung antara satu dengan yang lain ketika merayakan ibadah hari raya masing-masing agama.

Penuturan bapak As‟ad97 menyebutkan bahwa ketika umat Kristian melaksaanakan peribadatan natal di gereja, maka umat Islam yang terdiri dari berbagai elemen seperti PSHT, banser dan ansor turut ikut menjaga keamanan pelaksanaan kegiatan Natal di Gereja, begitu juga sebaliknya, jika umat Islam sedang merayakan hari raya Idul Fitir maka umat Kristian turut membantu mengamankan dan menata parkir sepeda motor umat Islam yang sedang ibadah.

Hal tersebut merupakan bentuk-bentuk implementasi kerukunan beragama yang terwujud di desa Pelang anatara umat Islam dan Kristen. Hal lain yang turut mendorong terbangunnya kerukunan beragama di desa Pelang adalah fakta bahwa sebenarnya masyarakat desa Pelang baik Kristen ataupun Muslin secara nasab banyak yang masih bersaudara, hal tersebut dituturkan oleh bapak Karim, dimana beberpaa umat Kristen memliki saudara yang muslim, maka ikatan kekeluargaan tersebut yang semakin memperkuat hubungan antar umat beragama di desa Pelang.