• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN KETERBATASAN

1. Pra Penelitian

Pada tahap ini peneliti melakukan observasi kelas sebelum melakukan penelitian. Observasi dilakukan dalam dua kelas dan sebanyak empat kali observasi. Peneliti observasi masing-masing kelas sebanyak dua kali. Berikut merupakan tabel jadwal observasi penelitia pada hari pertama.

sTabel 4.1 Jadwal observasi hari pertama Hari, tanggal Observasi Kelas Pukul Rabu, 2 Maret

2016

I VIII A 07.00 WIB -08.20 WIB (jam ke-1 dan 2) II VIII B 08.20 WIB – 09.55 WIB

(jam ke-3 dan 4)

Jadwal observasi kedua disajikan dalam tabel berikut . Tabel 4.2 Jadwal observasi hari kedua Hari, tanggal Observasi Kelas Pukul Kamis, 3 Maret

2016

I VIII B 08.20 WIB - 09.55 WIB (jam ke-3 dan 4) II VIII A 09.55 WIB - 11.30 WIB

(jam ke-5 dan 6)

a. Observasi dan Wawancara dengan Guru

Hasil observasi pertama atau pada tanggal l2 Maret 2016 di kelas VIII A dan kelas VIII B, hasil observasi dikedua kelas tersebut menghasilkan data yang sama. Dapat dilihat dari cara guru mengajar di dalam kelas. Awal pembelajaran dilaksanakan dengan memeriksa keadaan siswa dan keadaan kelas. Selanjutnya guru menanyakan kepada siswa tentang tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Siswa diminta untuk mengumpulkan pekerjaan rumahnya kedepan untuk diperiksa oleh guru. Sembari mengoreksi, guru memberikan latihan soal pada materi yang sama, yaitu materi lingkaran. Setelah guru selesai mengkoreksi pekerjaan siswa, guru keliling kelas untuk memberikan pengarahan kepada siswa yang kurang paham dan mengkondisikan kelas agar tetap kondusif. Pada pertemuan

pertama, guru masih memberikan latihan soal untuk pemahaman materi sampai jam pelajaran selesai.

Observasi kedua dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2016 materi masih tentang lingkaran melanjutkan materi pada pertemuan sebelumnya. Awal pembelajaran guru selalu melihat keadaan siswa dan keadaan kelas. Segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, seperti penggaris dan jangka. Namun, kelengkapan tersebut tidak memadahi, hanya terdapat penggaris didalam kelas tersebut padahal sewaktu proses pembelajarn membutuhkan jangka. Pada awal pembukaan, guru menyampaikan tujuan pembelajaran sebagai informasi atas pembelajaran yang ingin di capai. Proses pembelajaran dimulai dengan mengucap salam.

Peneliti melihat bahwa guru telah menerapkan pendekatan PPR dalam proses pembelajaran. Terlihat di awal pembelajaran saat guru menggenalkan materi yang keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari (konstektual). Penyampaian materi disampaikan dengan menggunakan metode tanya jawab sehingga siswa menjadi tidak bosan dan mendengarkan dengan baik yang disampaikan oleh guru. Hal ini terlihat pada reaksi siswa yang memperhatikan guru dan konsentrasi pada waktu guru menerangkan.

Guru menyampaikan materi dengan baik ,setelah penyampaian materi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Selanjutnya, guru memerikan latihan soal sesuai materi yang diberikan. Pada tahap ini, guru nampak memberikan kepada siswa pengalaman melalui memberikan latihan soal. Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa untuk merefleksikan apa yang telah siswa dapat selama proses pembelajaran berlangsung.

Berikut dipaparkan hasil observasi guru di kelas secara umum.

Tabel 4.3 Hasil Observasi Guru di Kelas Secara Umum

NO BUTIR-BUTIR

SASARAN YA TIDAK Catatan

1 Guru membuka pelajaran

Guru membuka dengan salam sebelum pembelajaran dimulai

2 Guru mengabsen/ menyebut nama

Guru mengabsen siswa dengan menyebut satu persatu siswa dan menanyakan siswa yang tidak hadir.

3 Suara guru jelas

Suara guru terdengar jelas sampai dibelakang saat menerangkan. 4 Guru memakai media Guru menggunakan penggaris. 5 Guru memakai alat peraga

Tidak menggunakan alat peraga.

6

Guru sering bertanya kepada siswa

Guru mengajak siswa agar selalu berkonsentrasi.

7

Pertanyaan guru diajukan ke perorangan

Guru bertanya kepada siswa untuk melihat kepemahaman siswa.

8

Pertanyaan guru diajukan kepada kelas

Guru bertanya kepada siswa didepan kelas.

9

Guru

memanfaatkan penguatan

Guru memberikan penghargaan agar siswa termotivasi

10 Guru memberi tugas rumah

Guru memberikan latihan soal dirumah agar siswa lebih paham tentang materi yang dipelajari.

11 Sikap guru serius

Guru tidak serius dalam pembelajaran, agar siswa tidak tegang.

12 Sikap guru santai Guru santai agar siswa tidak canggung untuk bertanya. 13 Guru menulis di

papan tulis

Guru menggunakan papan tulis untuk menjelaskan materi.

14 Guru umumnya duduk di kursi

Guru duduk di kursi guru.

15 Guru sering berjalan ke belakang, ke samping, dan ke tengah

Guru berjalan kebelakang untuk melihat ataupun mengkontrol siswa.

16

Guru membuat rangkuman pelajaran

Guru mengajak siswa membuat rangkuman diakhir pelajaran. 17 Evaluasi diberikan kepada hal-hal berikut : a. Setiap indikator/ tujuan pembelajaran

Guru memberikan tujuan pelajaran dengan baik

b. Sekelompok indikator/ tujuan pembelajarn Guru menyampaikan indikator/ tujuan

pembelajaran dengan baik.

Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa 88% guru sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan runtut dan sudah memfasilitasi siswa dengan baik.

Selain melakukan observasi, peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru untuk lebih mengetahui metode

pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dan mengetahui lebih lanjut karakterisitik siswa. Peneliti juga menanyakan tentang keterlaksanaan PPR di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dimana sekolah tersebut telah menggunakan PPR dalam proses pembelajaran.

b. Observasi dengan siswa

Sebelum proses pembelajaran berlangsung, siswa terlebih dahulu menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran. Setelah mempersiapkan diri, siswa lalu menyimak penjelasan guru tentang materi yang diajarkan. Pada saat guru menjelaskan materi, ada beberapa siswa yang fokus mendengarkan, namun ada pula siswa yang sibuk dengan dirinya sendiri, misalnya terdapat siswa yang asyik berbicara dengan temannya, tidur-tiduran di meja, jailin temannya, dan sebagainya. Pada pelajaran ini siswa cenderung pasif dan mereka akan aktif ketika mereka ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaannya.

Pada pertengahan pembelajaran, guru memberikan soal latihan . Siswa yang aktif, ia langsung mengerjakan latihan soal dengan baik dan aktif bertanya kepada guru apabila ia kurang paham dengan soal tersebut. Namun masih terdapat siswa yang tidak mau mengerjakan.

Rangkaian kegiatan siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.4 Hasil Observasi Siswa pada Pra Penelitian

NO BUTIR-BUTIR

SASARAN YA TIDAK CATATAN

1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran

Ada beberapa siswa tidak siap mengikuti pelajaran. 2 Siswa

memperhatikan penjelasan guru/ praktikan

Ada beberapa siswa yang tidak mendengarkan penjelasan guru. 3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran Siswa menanggapi penjelasan guru namun, ada beberapa yang asyik ngobrol sendiri.

4 Siswa mencatat hal-hal penting

Siswa mencatat materi yang diberikan.

5 Siswa mengerjakan tugas dengan baik

Ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan baik.

Dari tabel diatas, dapat terlihat bahwa siswa siap dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Namun saat mengerjakan tugas, ada siswa yang tidak mengerjakan tugas.

c. Observasi kelas

Observasi kelas merupakan pengamatan yang dilakukan peneliti untuk mengamati kondisi ruang kelas VIII A SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta pada proses pembelajaran berlangsung. Secara umum kondisi fisik kelas VIII A kurang kondusif untuk proses belajar mengajar. Fasilias yang terdapat didalam kelas yaitu white board atau papan tulis, papan pengumuman dan absensi, meja dan kursi siswa, meja guru, viewer, dan LCD.

Ruang kelas kondisi terlalu gelap dan panas walaupun sudah menggunakan kipas angin namun tetap saja masih panas. Hal ini mengakibatkan siswa kepanasan saat didalam kelas dan pembelajaran menjadi tidak kondusif.

d. Implementasi

Pada tahap ini, peneliti menerapkan perangkat yang telah dibuat oleh peneliti sebulumya. Perangkat pembelajaran mencangkup: Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) dengan pendekatan paradigma pedagogi reflektif (PPR), materi pembelajaran, Lembar Kerja Siswa(LKS), dan media pembelajaran.

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peneliti menerapkan RPP yang berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, matri ajar, metode dan media pembelajaran. RPP ini yang digunakan peneliti untuk melaksanakan langkah-langkah pelajaran RPP tersebut dapat dilihat dalam lampiran.

2) Materi Pelajaran

Materi pembelajaran yang dipelajari pada saat pelaksanaan adalah bangun ruang sisi datar dengan sub materi limas. Materi limas berisi tentang sifat-sifat serta

bagian-bagian limas, jaring-jaring limas, melukis limas, luas permukaan limas dan volum limas. Materi ajar dapat dilihat pada lampiran.

3) Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa ini digunakan untuk melihat perkembangan dan pemahaman sisa dalam belajar. LKS diberikan setiap pertemuan pembelajaran.

4) Media pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan pada setiap pertemuan adalah bangun ruang sisi datar limas, kerangka limas, power point, papan nama kelompok, dan name text siswa.

a) Bangun Ruang

Bangun ruang limas dan bangun ruang kubus dipakai sebagai media pada tahap pengalaman teori Van Hiele fase informasi. Bangun ruang limas untuk menjelaskan dan memperkenalkan kepada siswa bentuk limas. Bangun runag kubus digunakan sebagai pembuktian volum limas.

b) Kerangka Limas

Kerangka limas dipakai sebagai media pada tahap pengalaman teori Van Hiele fase informasi,

untuk mengidentifkasi sifat-sifat serta bagian-bagian limas.

c) Power point

Power point merupakan media membantu siswa memperkenalkan bentuk-bentuk limas dalam kehidupan sehari-hari serta merupakan media untuk membantu peneliti dan siswa dalam pembagian kelompok dan pertanyaan refleksi untuk siswa. d) Papan nama kelompok

Papan nama kelompok diletakkan diatas meja kelompok yang digunakan sebagai identitas dati tiap- tiap kelompok. Nama kelompok ini, dilambangkan dengan nama nama yang terdapat dalam bagian- bagian bangrun ruang, seperti : puncak, titik sudut, diagonal ruang, sisi, dan lain-lain.

e) Name teks

Name teks diberikan kepapad siswa dan utnuk dipakai oleh siswa, hal ini digunakan untuk peneliti agar mudah menilai sikap siswa.

Selain perangkat pembelajaran peneliti juga melaksanakan instrumen pengumpulan data, yang terdiri dari :

Lembar observasi kegiatan peneliti ini digunakan untuk mencatat seluruh kegiatan yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung(lampiran)

2) Lembar penilaian sikap siswa

Lembar penilaian sikap siswa ini digunakan untuk menilai sikap siswa selama proses pembelajaran.

3) Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa (LKS) ini digunakan untuk lembar diskusi siswa.

4) Lembar refleksi

Lembar refleksi memberikan ruang bebas siswa untuk menulis mengenai hasil refleksi selama proses pembelajaran.

Dokumen terkait