• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prestasi Siswa Berdasarkan Variabel Level Siswa dan Sekolah

Dalam dokumen Kata Pengantar. Jakarta, 5 Desember 2012 (Halaman 43-49)

BAB IV Hasil Penelitian

4.3. Prestasi Siswa Berdasarkan Variabel Level Siswa dan Sekolah

Pada bagain ini akan dideskripsikan prestasi matematika siswa secara umum bila dilihat berdasarkan beberapa variabel level siswa dan level sekolah. Beberapa variabel yang akan dideskripsikan berkaitan dengan prestasi siswa secara umum adalah jenis kelamin, jumlah buku yang ada di rumah, pandangan siswa tentang frekuensi guru memberikan PR, waktu yang diluangkan untuk mengerjakan PR, kepedulian orang tua, dan tindak kekerasan yang dialami siswa (bully).

4.3.1. Prestasi Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin

Prestasi matematika siswa Indonesia bila dilihat berdasarkan jenis kelamin dapat digambarkan sebagai berikut.

Tabel 4.8. Prestasi Matematika Berdasarkan Jenis Kelamin

N Mean Std.

Devi Std.

Error

95% Confidence Interval

Mini Maxi Lower

Bound

Upper Bound

female 2968 406.18 82.168 1.508 403.22 409.13 106.97 689.64 male 2820 395.71 83.351 1.569 392.63 398.78 99.31 684.77

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 38 Pada tabel di atas kategori 1 merupakan kelompok siswa perempuan dan kategori 2 adalah kelompok siswa laki-laki. Dari tabel terlihat bahwa sampel siswa perempuan sebanyak 2968 dengan mean prestasi yang diperoleh sebesar 406,1819 dan standar deviasi sebesar 82,17. Sedangkan sampel siswa laki-laki sebanyak 2820 dengan mean prestasi yang diperoleh sebesar 395,7115 dan standar deviasi sebesar 83,35. Dari perolehan mean kedua kelompok menunjukkan bahwa prestasi siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan prestasi siswa laki-laki.

Perbedaan skor mean yang diperoleh antara siswa perempuan dan siswa laki-laki adalah sebesar 10,47 point. Perbedaan mean siswa perempuan dengan siswa laki-laki dapat digambarkan dalam mean-plot sebagai berikut:

Gambar 4.26. Perbedaan Mean Prestasi Berdasarkan Jenis Kelamin

4.3.2. Prestasi Matematika Berdasarkan Jumlah Buku yang ada di Rumah

Bagian ini berkaitan dengan pertanyaan kepada siswa tentang jumlah buku yang ada di rumah siswa (tidak termasuk majalah, surat kabar/koran atau buku-buku sekolah). Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah pilihan 1 (buku yang dimiliki antara 0-10 buku), 2 (11-25 buku), 3 (26-100 buku), 4 (101-200 buku), dan 5 (lebih dari 200 buku).

Berikut ini adalah tabel prestasi matematika berdasarkan jumlah buku yang ada di rumah siswa.

Tabel 4.9. Prestasi Matematika Berdasarkan Jumlah Buku yang ada di Rumah

N Mean Std.

Devi Std.

Error

95% Confidence Interval

Mini Maxi Lower

Bound Upper Bound

1.00 1420 393.41 81.850 2.172 389.15 397.67 99.31 684.77 2.00 3020 397.07 81.622 1.485 394.15 399.98 106.97 689.64 3.00 1056 422.24 81.908 2.520 417.29 427.18 119.14 658.13

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 39

4.00 155 422.58 88.363 7.097 408.56 436.60 139.42 624.07 5.00 76 410.84 89.971 10.32 390.28 431.40 163.02 574.96

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mean prestasi matematika tertinggi diperoleh oleh kelompok siswa kategori 3 dan 4 yaitu kelompok siswa yang memiliki buku di rumah antara 26-100 buku dan 101-200 buku. Skor prestasi keduanya adalah sebesar 422,58 dengan standar deviasi 88,36 dan 422, 24 dengan standar deviasi 81,91. Sedangkan skor terrendah diperoleh kelompok siswa yang memiliki buku antara 0-10 buah buku dengan skor mean prestasi sebesar 393,42 standar deviasi 81,86. Dari tabel dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki buku lebih banyak menunjukkan prestasinya di atas mean prestasi secara umum (400,977), sedangkan siswa yang memiliki buku lebih sedikit atau tidak memiliki buku skor prestasinya di bawah prestasi secara umum. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa memiliki banyak buku di rumah memberi kesempatan kepada siswa untuk memperkaya pengetahuannya dengan membaca buku yang banyak tersedia di rumah dibandingkan dengan kesempatan menambah pengetahuan pada siswa yang sedikit memiliki buku di rumah atau bahkan tidak memiliki sama sekali.

Perbedaan skor mean prestasi siswa jika dilihat pada banyaknya buku yang dimiliki di rumah dapat dilihat pada gambar plot berikut.

Gambar 4.27. Perbedaan Mean Prestasi Berdasarkan Buku yang Ada di Rumah

4.3.3. Frekuensi Pekerjaan Rumah (PR)

Bagian ini berkaitan dengan pertanyaan kepada siswa tentang seberapa sering guru memberikan pekerjaan rumah (PR) matematika. Pilihan jawaban yang diberiakn adalah 1 (setiap hari), 2 (3 atau 4 kali seminggu), 3 (1 atau 2 kali seminggu), 4 (kurang dari sekali seminggu), dan 5 (tidak pernah).

Hasil perbedaan mean prestasi matematika berdasarkan pandangan siswa tentang frekuensi

guru memberikan PR matematika dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 40 Tabel 4.10. Prestasi Matematika Berdasarkan Frekuensi Guru Memberikan PR

N Mean Std.

Devi Std.

Error

95% Confidence Interval

Mini Maxi Lower

Bound

Upper Bound

1.00 890 390.17 87.47 2.93 384.41 395.92 106.97 689.64 2.00 2068 404.68 83.05 1.82 401.10 408.27 99.31 658.13 3.00 2211 409.29 79.65 1.69 405.97 412.61 137.50 684.77 4.00 190 401.75 85.07 6.17 389.58 413.93 152.40 603.63 5.00 18 403.27 81.28 19.15 362.85 443.70 284.20 576.13

Berdasarkan tabel, skor mean prestasi tertinggi diperoleh kelompok siswa yang frekuensi PR yang diberikan guru antara 1 atau 2 kali seminggu yaitu sebesar 409,29 dengan standar deviasi 79,65.

Sedangkan skor terrendah diperoleh kelompok siswa yang frekuensi PR-nya setiap hari diberikan oleh guru dengan skor mean prestasi sebesar 390,17 standar deviasinya sebesar 87,48. Hasil ini menunjukkan bahwa frekuensi PR matematika yang diberikan oleh guru yang dapat diterima siswa adalah sebanyak dua kali dalam seminggu. Hal ini dapat dipahami bahwa PR yang diterima oleh siswa bukan hanya pada satu bidang mata pelajaran saja seperti matematika, tetapi juga mereka mendapatkan PR dari guru lain untuk mata pelajaran lainnya seperti fisika, biologi, bahasa dan sebagainya. Dari tabel terlihat pula bahwa PR matematika yang diberikan tiap hari, skor mean prestasi siswa menjadi lebih rendah.

Perbedaan skor mean prestasi siswa jika dilihat pada pandangan siswa mengenai frekuensi PR

matematika yang diberikan oleh guru dapat dilihat pada gambar plot berikut.

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 41 Gambar 4.28. Perbedaan Mean Berdasarkan Frekuensi Guru Memberikan PR

4.3.4. Waktu yang Diluangkan Siswa untuk Mengerjakan PR

Bagian ini berkaitan denga pertanyaan tentang waktu yang diluangkan siswa untuk mengerjakan PR. Pilihan jawaban yang disediakan adalah 1 (guru tidak pernah memberikan PR), 2 (1-15 menit), 3 (16-30 menit), 4 (31-60 menit), 5 (61-90 menit), dan 6 (lebih dari 90 menit).

Hasil perbedaan mean prestasi matematika berdasarkan waktu yang diluangkan siswa untuk mengerjakan PR dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Berdasarkan tabel, skor mean prestasi tertinggi diperoleh kelompok siswa yang meluangkan waktu untuk mengerjakan PR selama 31-60 menit dan 61-90 menit. Skor prestasi keduanya adalah sebesar 423,16 dengan standar deviasi 76,87 dan 420,43 dengan standar deviasi 80,91. Sedangkan skor terrendah diperoleh kelompok siswa yang tidak pernah diberikan PR oleh gurunya yang berarti tidak ada waktu yang diluangkan untuk mengerjakan PR dengan skor mean prestasi sebesar 338,30 standar deviasi 81,73. Sedangkan siswa yang meluangkan waktu lebih dari 90 menit untuk mengerjana PR skor mean-nya sebesar 401,48 atau lebih rendah dar siswa yang meluangkan waktu antara 31-60 menit dan 61-90 menit.

Dari informasi di atas dapat disimpulkan bahwa PR yang diberikan guru dapat mengikat siswa untuk meluangkan waktu mengerjakan PR. Prestasi siswa yang meluangkan waktu untuk mengerjakan PR lebih tinggi dibandingkan dengan tidak ada PR dan siswa tidak meluangkan waktu untuk PR tersebut. Namun, guru dapat mempertimbangkan waktu dalam mengerjakan PR oleh siswa.

Perbedaan skor mean prestasi siswa jika dilihat pada banyaknya buku yang dimiliki di rumah

dapat dilihat pada gambar plot berikut.

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 42 Gambar 4.29. Prestasi Matematika Berdasarkan Waktu untuk Mengerjakan PR

4.3.5. Kepedulian orang tua

Bagian ini berkaitan dengan pertanyaan seberapa sering orang tua menanyakan apa yang siswa pelajari di sekolah. Pilihan jawaban yang tersedia adalah 1 (setiap hari atau hampir setiap hari), 2 (sekali atau dua kali seminggu), 3 (sekali atau dua kali sebulan), dan 4 (tidak pernah atau hampir tidak pernah). Hasil analisis deskriptif mean prestasi berdasarkan kepedulian orang tua disajikan pada gambar berikut:

Gambar 4.30. Prestasi Berdasarkan Kepedulian Orang Tua

Final Report Determinants Of Learning Outcomes - TIMSS 2011 43 Pada gambar terlihat bahwa orang tua yang tidak pernah menanyakan apa yang dipelajari disekolah pada anaknya memiliki prestasi memiliki mean prestasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan orang tua yang sekali atau dua kali seminggu bertanya. Namun, terlihat juga bahwa orang tua yang setiap hari bertanya tentang pelajaran di sekolah justry paling rendah di antara pilihan yang lain. Hal ini mungkin siswa merasa bahwa keseringan orang tua bahkan stiap hari bertanya kepada anaknya membuat siswa menjadi tertekan sehingga prestasinya menjadi rendah akibat tekanan tersebut. Hasil analisis ini signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,004 (p<0,05).

4.3.6. Prestasi matematika Berdasarkan Tindak Kekerasan yang Dialami Siswa (Bullying) Bagian ini berkaitan dengan pertanyaan seberapa sering siswa diganggu dan diolok-olok.

Pilihan jawaban yang tersedia adalah 1 (setidaknya sekali seminggu), 2 (sekali atau dua kali sebulan), 3 (beberapa kali setahun), dan 4 (tidak pernah). Hasil analisis deskriptif mean prestasi berdasarkan kekerasan yang dialami siswa dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.31. Prestasi Siswa Berdasarkan Tindakan Bullying oleh Siswa Lain

Pada gambar terlihat bahwa skor mean yang diperoleh kelompok siswa yang lebih sering

mengalami bully lebih tinggi dari pada skor mean kelompok siswa yang tidak pernah mengalami

bully dalam hal ini tindakan bully berupa gangguan dan olok-olok. Ada kemungkinan bahwa

kelompok siswa yang lebih sering mengalami bully pada dasarnya sudah memiliki kecerdasan yang

memadai dan memiliki mental yang lebih kuat untuk menghadapi gangguan dan olok-olok yang

dilakukan oleh rekannya sehingga prestasinya lebih baik dari pada kelompok siswa yang tidak pernah

mengalami bully. Oleh karena itu, siswa perlu dilatih agar memiliki ketahanan mental yang kuat

sehingga siap menghadapi tekanan apapun. Dengan demikian, siswa dapat bertahan meskipun ada

tekanan atau stres, karena ujian misalnya, atau bahkan bisa menunjukkan pestasi terbaiknya. Hasil

analisis ini signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,000 (p<0,05).

Dalam dokumen Kata Pengantar. Jakarta, 5 Desember 2012 (Halaman 43-49)