• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Principle

Untuk mencapai tujuan dari penerapan GCG, PT PII berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar tata kelola yang baik, mencakup asas transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan keadilan/kesetaraan secara konsekuen di setiap kegiatan operasionalnya.

1. Transparansi atau keterbukaan (transparency), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai Perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam implementasi penerapan GCG prinsip Transparansi tersebut antara lain meliputi:

a. Berinisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal-hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh Pemegang Saham dan para Pemangku Kepentingan lainnya;

b. Mengungkapkan informasi yang materiil dan relevan mengenai Perusahaan secara jelas, memadai, akurat, tepat waktu, dan dapat dibandingkan, serta memberikan kemudahan akses informasi kepada para Pemangku Kepentingan sesuai dengan haknya, seperti Laporan Keuangan, Laporan Kegiatan, kejadian penting Perusahaan, dan informasi relevan lainnya; dan

c. Keterbukaan informasi tidak mengurangi kewajiban Perusahaan untuk menjaga dan melindungi informasi yang bersifat rahasia mengenai Perusahaan, Manajemen Perusahaan, dan pihak-pihak terkait lainnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

2. Kemandirian (independency), yaitu Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dan sejalan dengan peraturan perundang-undangan, nilai-nilai etika, standar, prinsip, dan praktik-praktik penyelenggaraan usaha yang sehat.

To achieve objectives of GCG practice, IIGF strives to implement good governance basic principles incuding transparency, accountability, responsibility, independency and fairness/equality principles consistently in every operational activity.

1. Transparency or exposure, a transparency in decision-making process and transparency in disclosing material and relevant information about the Company in accordance with the Law and regulation.

In the GCG implementation, the Transparency principle includes:

a. Initiative to disclose not only the issue required by the Law but also other important issues in the course of decision-making by the Shareholders and other Stakeholders;

b. Disclosing material and relevant information about the Company clearly, sufficiently, accuractely, on time and comparable as well as provides ease of information access to the Stakeholders according to their rights, such as Financial Statements, Company Activity and Event Highlights Report and other relevant information; and

c. The information disclosure does not eliminate obligation of the Company to preserve and protect confidential information about the Company, Management and other related parties accoding to the Articles of Association and prevailing Law.

2. Independency, a condition where the Company is managed professionally without conflict of interest or influence as well as pressure from any party that violate and not complying with the Law, ethical values, standard, principle and implementation of healthy business practice.

Dalam implementasi penerapan GCG prinsip Kemandirian tersebut antara lain meliputi:

a. Dewan Komisaris, Direksi, karyawan dan/atau pihak- pihak yang diberi mandat dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya mengutamakan independensi dan obyektifitas agar terhindar dari dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, dan bebas dari benturan kepentingan (conflict of interests) sehingga keputusan yang diambil dapat dilakukan secara obyektif; dan b. Organ Perusahaan melaksanakan fungsi dan tugasnya

sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saling menghormati hak, kewajiban, tugas, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing pihak, dan keputusan yang diambil semata-mata hanya untuk kepentingan Perusahaan.

3. Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab, serta pertanggungjawaban atas setiap keputusan yang diambil oleh organ Perusahaan sehingga tercipta keseimbangan kekuasaan dan pengelolaan Perusahaan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien.

Dalam implementasi penerapan GCG prinsip Akuntabilitas tersebut antara lain meliputi:

a. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja atau fungsi di Perusahaan yang dimandatkan oleh Perusahaan sesuai dengan tugas, tanggung jawab, kemampuan, dan kompetensinya, serta perannya dalam pelaksanaan GCG. Akuntabilitas tercermin dalam Struktur Organisasi Perusahaan yang telah ditetapkan; b. Perusahaan dikelola secara baik, benar, terukur,

dan sesuai dengan kepentingan Perusahaan tanpa mengabaikan kepentingan Pemegang Saham dan para Pemangku Kepentingan lainnya;

c. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang memadai, berimbang, dan berkesinambungan agar dapat memenuhi tuntutan perkembangan aktivitas usaha dan dinamika para Pemangku Kepentingan Perusahaan, termasuk juga memastikan pelaksanaan check and balance system dan pengendalian internal di masing-masing fungsi; dan

In the GCG implementation, the Independency principle includes:

a. Board of Commissioners, Board of Directors and employees and/or other mandated parties to perform their functions, duty and responsibility and prioritizes independency and objectiveness to avoid domination from any party and not being influenced under particular interest, and to be free from conflict of interest to ensure objective decision; and

b. Corporate Structures implements their functions and duties according to the Articles of Association and the prevailing Law, mutual respect to each other’s rights, obligations, duties, authorities as well as responsibilities of every party and the decision is taken solely for the Company’s interest.

3. Accountability, refers to accountability of function, rights, obligation, authority and responsibility as well as accountability on every decision taken by the Corpoarte structure that created balance of power as well as transparent, fair, effective and efficient management of the Company.

In the GCG implementation, the Accountability principle includes:

a. Accountability that refers to obligation of person or working structure or function that is mandated by the Company in accordance with the duty, responsibility, capability and competency as well as role in the GCG implementation. Accountability is reflected in the stipulated Organization Structure;

b. The Company is managed appropriately, correctly, achievable and according to the Company’s interests without ignoring interests of the Shareholders and other Stakeholders;

c. Accountability is precondition that is required to achieve sufficient, balance and sustainable performance to fulfill demand of the business activity progress and dynamics of the Stakeholders, including to ensure implementation of check and balance system and internal control in every function and

d. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, setiap Organ Perusahaan dan seluruh insan Perusahaan berpegang teguh pada etika bisnis dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) yang telah ditetapkan.

4. Pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian dan kepatuhan dalam pengelolaan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, nilai-nilai etika, standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha yang sehat.

Dalam implementasi penerapan GCG prinsip Pertanggungjawaban tersebut antara lain meliputi:

a. Menjalankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perusahaan, dan peraturan Perusahaan yang telah ditetapkan;

b. Bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil dalam pelaksanaan kegiatan operasi Perusahaan dengan didukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang memadai; dan

c. Bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar dimana Perusahaan beroperasi sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai Good Corporate Citizen, yaitu menjadi warga industri maupun masyarakat sosial yang beretika dan bertanggung jawab. 5. Kewajaran dan Kesetaraan (fairness), yaitu perlakuan adil

dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak para Pemangku Kepentingan baik internal maupun eksternal Perusahaan yang timbul karena perjanjian, peraturan perundang- undangan, kebijakan dan aturan Perusahaan yang berlaku, nilai-nilai etika, standar, prinsip, serta praktik-praktik penyelenggaraan Perusahaan yang sehat.

Dalam implementasi penerapan GCG prinsip Kewajaran dan Kesetaraan tersebut antara lain meliputi:

a. Memperlakukan Pemegang Saham dan para Pemangku Kepentingan lainnya secara setara dan wajar (equal treatment) di dalam memenuhi haknya sesuai dengan kriteria dan proporsi yang seharusnya serta manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada Perusahaan dengan tetap memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. In implementing duty and responsibility, every Corporate Structure and all Company People are firmly uphold to Business Ethics and Code of Conducts as stipulated.

4. Responsibility, refers to conformity and compliance of the Company’s management with the prevailing Law, ethical values, standard, principle and healthy business practice implementation.

In the GCG implementation, the Responsibility principle includes:

a. Implementation of prudent principle and compliance with the Law, Articles of Association and Company Regulation as stipulated;

b. Responsibility on every action that is taken during the implementation of the Company’s operational activity supported by sufficient planning, implementation and evaluation; and

c. Responsibility to the surrounding society and environment in the Company’s operational area to maintain long-term business sustainability and to be acknowledged as Good Corporate Citizen, or ehtical and responsible industry player or social community.

5. Fairness, refers to fair and equality in fulfilling rights of internal and external Stakeholders that occurs from the Law, regualtion, policy as well as Company Regulation, ethical values, standard, principle as well as healthy Company management practice.

In GCG implementation, Fairness principle includes:

a. Equal and fair treatment to the Shareholders and other Stakeholders in fulfilling their rights based on correct criteria and proportion that are provided to the Company by considering provisions in the Articles of Association and prevailing Law;

b. Memberikan kesempatan kepada Pemegang Saham dan para Pemangku Kepentingan lainnya untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Perusahaan, serta kemudahan untuk mengakses informasi mengenai Perusahaan sesuai dengan prinsip Transparansi; dan

c. Memberikan kesempatan yang wajar dan setara dalam penerimaan karyawan, berkarir, dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, gender, dan kondisi fisik.

Roadmap Penerapan GCG PT PII telah disusun berdasarkan

roadmap GCG Komite Nasional Kebijakan Governance

(KNKG). Mengacu pada roadmap GCG tersebut, sasaran akhir

roadmap GCG PT PII adalah terwujudnya Perusahaan sebagai

good corporate citizen sehingga PT PII tumbuh berkelanjutan.

Roadmap Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Dokumen terkait