• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Beberapa Perusahaan Susu di Indonesia

IV. GAMBARAN INDUSTRI SUSU DI INDONESIA

4.9 Profil Beberapa Perusahaan Susu di Indonesia

Berikut ini merupakan profil beberapa perusahaan susu di Indonesia menurut CIC Consulting (2005).

1. PT Australia Indonesia Milk Industry (PT Indomilk)

PT Australia Indonesia Milk Industry merupakan perusahaan susu yang berdiri sejak tahun 1967 atas kerjasama (joint venture) antara Australia dengan Indonesia. Perusahaan ini berdiri atas campur tangan Salim Group yang kemudian akhirnya diserahkan kepada BPPN sebagai tindak lanjut penyelesaian (PKPS). Di bawah naungan Holdika Group, perusahaan ini kemudian dijual kepada PT Bakti Maju Bersama Abadi (perusahaan yang 99,5 persen sahamnya oleh PT Perseroan Dagang dan Industri Marison NV pemegang saham pendiri Indomilk).

PT Indomilk merupakan perusahaan susu pioneer dari produk susu Susu Kental Manis (SKM) di Indonesia. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Raya Jakarta Bogor, Cijantung (Jakarta Timur). Perusahaan Indomilk mulai beroperasi pada tahun 1968 dengan jumlah karyawan 200 orang, yang 30 tahun kemudian mempunyai 1000 orang karyawan. Ragam produknya yaitu SKM, susu pasteurisasi, susu cair, susu bubuk, susu steril, yogurt dan mentega. Sarana produksi dari perusahaan ini memiliki kapasitas produksi SKM 75 ribu ton, susu bubuk 8,6 ribu ton dan susu cair 3,87 ribu ton.

Pada tahun 1985, produk SKM yang pertama kali muncul di Indonesia yaitu produk dari Indomilk dengan merek ENAAK. Pada tahun tersebut, produk susu jenis SKM ENAAK mampu menguasai pangsa pasar terbesar di

pasar dalam negeri. Selanjutnya PT Indomilk mengeluarkan produk Krimer Kental Manis (KKM) merek KREMER, TIGA SAPI dan CRIMA. Produksi susu bubuk dan Ultra High Temperature (UHT) dengan merek INDOMILK. Sejak tahun 1988, SKM Indomilk telah diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Bangladesh, Vietnam, Myanmar, Taiwan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah dan Amerika Latin.

2. PT Nestle Indonesia

Pada awalnya PT Nestle didirikan dengan nama PT Food Specialities Indonesia pada tahun 1971. Perusahaan ini berdiri dari usaha patungan antara Nestle Alimentana SA dari Swiss dengan pengusaha pribumi bernama Reinhard Muara Sihombing. Setelah beberapa kali mengalami perubahan modal dan pemilik maka pada Juli 1993 perusahaan berganti menjadi PT Nestle Indonesia. PT nestle Indonesia berkantor pusat di Jalan TB Simatupang, Arkadia Park Office, Wisma Nestle, Jakarta Selatan. Untuk mendukung operasinya dalam industri susu, perusahaan ini mengoperasikan dua fasilitas produksi yang keduanya berlokasi di Jawa Timur, yaitu di Waru (Sidoarjo) dan Kejayan (Pasuruan).

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang mewajibkan industri susu untuk melakukan kerjasama dengan peternak lokal maka PT Nestle merealisasikan peraturan ini dengan bekerjasama dengan Koperasi Sinar Andandani Ekonomi (SAE) dari Pujon, Malang pada tahub 1975. Sekarang ini seluruh kebutuhan susu segar PT Nestle Indonesia ini dipasok oleh peternak lokal Jawa Timur yang tergabung dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia

(GKSI). Selain memasarkan produk susu, PT Nestle Indonesia menawarkan beraneka ragam produk seperti kopi Nescafe, permen Polo dan Fox’s, bumbu kaldu Maggi, bubur bayi Nestle, Instant Breakfast Cereal Nestle Koko Krunch dan Nestle Corn Flakes, coklat Confectionary Kit Kat dan Nestle e’clair. 3. PT Ultrajaya Milk Industry

PT Ultrajaya Milk Industry dengan produk susu ultranya adalah pelopor dalam bisnis produk susu siap minum (steril) dalam kemasan karton (tetrapack). Susu steril merupakan produk perdana dari perusahaan ini yang memulai produksinya pada tahun 1975.

Perusahaan yang berstatus PMDN ini berkedudukan di Bandung dan bergerak dalam industri makanan dan minuman. PT Ultrajaya Milk Industry berpusat dan berfasilitas produksi di jalan Raya Cimarene, Padalarang. Sejak tahun 1990 perusahaan ini sudah mulai melakukan penawaran perdana di pasar Bursa Efek Indonesia sehingga menjadi perusahaan yang go publik.

Produk komersial perusahaan ini dimulai pada tahun 1975 dengan produk susu steril (UHT) sebagai produk perdananya. Pada perkembangannya, perusahaan ini melakukan diversivikasi produk dengan memperkenalkan beberapa produk baru seperti sari buah yang diproduksi pada tahun 1978 dan teh UHT yang mulai diproduksi pada tahun 1981.

PT Ultrajaya Milk Industry juga dikatakan sebagai produsen tunggal keju dalam negeri. Dengan lisensi dari Kraft General Food Internasional Inc. USA maka perusahaan ini mempunyai izin dalam memproduksi keju.

Berbagai macam produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini, diantaranya terdiri dari berbagai jenis minuman susu cair, sari buah, susu kacang, minuman isotonik, keju mentega dan berbagai produk lainnya. Sejak pertengahan 1997 perusahaan ini sudah mampu memproduksi SKM dan susu bubuk. Beberapa merek dagang yang dipakai perusahaan ini adalah ULTRA MILK, BUAVITA, GOGO, SARI ASAM, SKM CAP MANIS, SKM CAP SAPI, KEJU KRAFT dan mentega CORMAN.

4. PT Sari Husada

PT sari Husada adalah perusahaan yang tercatat sebagai salah satu dari dua perusahaan industri pengolahan susu dan juga listing di pasar Bursa Efek Indonesia. Sejarah awal pendirian perusahaan ini dimulai dari tahun 1954 dengan nama NV Saridele yang merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Unicef (PBB) sebagai realisasi program bantuan sosial dunia buat negara sedang berkembang. Kemudian pada tahun 1972 terjadi perubahan oleh pemerintah melalui Kimia Farma yang ketika itu merupakan pengelola terakhir NV Saridele menjalin kerjasama dengan PT Tigaraksa dengan sahamnya 55,14 persen dan 44,86 persen untuk mendirikan PT Sari Husada.

Produk unggulan PT Sari Husada adalah susu bayi dan susu formulasi lanjutan SGM, di samping bubur bayi SNM, susu untuk ibu hamil atan ibu menyusui LACTAMIL, serta susu bayi dan susu formulasi lanjutan VITALAC dan susu bubuk atau susu rendah lemak produsen. Selain memproduksi merek sendiri, untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas

produksi yang dimiliki perusahaan, PT Sari Husada juga memproduksi susu dengan sistem sewa produksi (Makloon) milik beberapa perusahaan lain, diantaranya merek MORINAGA dan CHIL-MIL milik PT Shangyang Perkasa atas lisensi dari Morinaga Milk Industry Co.

5. PT Friesche Flag Indonesia

PT Friesche Flag Indonesia adalah perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha ’mantrust’ yang didirikan pada tahun 1968 oleh PT Mantrust Indonesia dengan Cooperative Condensnfabrick Friesland dari Belanda. Saat ini, PT Friesche Flag Indonesia memiliki pabrik di kawasan Cijantung Jakarta Timur dengan kapasitas produksi untuk SKM mencapai 30,5 ribu ton, susu cair sebesar 12 ribu ton dan susu bubuk sebesar 34 ribu ton.

Seluruh hasil produksi memakai merek BENDERA, baik itu produk SKM, susu bubuk dan susu cair. Produk andalan dari perusahaan ini adalah produk Susu Kental Manis (SKM) dan susu bubuk dengan merek BENDERA. Melalui produk andalan ini, maka PT Friesche Flag Indonesia berkibar dalam kancah bisnis persusuan. Perusahaan ini menguasai pasaran SKM di Indonesia. Untuk membidik pasar anak maka PT Friesche Flag Indonesia mengeluarkan produk susu bubuk dengan merek dagang BENDERA 123 dan susu cair FRISTI.

6. PT Nutricia Indonesia Sejahtera

PT Nutricia Indonesia Sejahtera merupakan perusahaan yang bersatus PMA dan salah satu perusahaan paling muda dalam jajaran industri pengolahan susu di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada 12 Mei 1987

dengan modal dasar US$ 3,4 juta yang seluruhnya ditempatkan dan disetor penuh. Pendiri dan pemegang sahamnya adalah NV Verenisde Bedrijen Nutricia dari Belanda sebagai mitra asing dan PT Mukti Nugraha Sejahtera sebagai mitra lokalnya.

Perusahaan ini awalnya memakloonkan sebagian produknya ke perusahaan lain. PT Nutricia Indonesia Sejahtera membangun pabrik dengan kapasitas 22 500 ton per tahun di Jalan Raya Jakarta Bogor Km 26,6 Jakarta Timur dengan menempati lahan seluas 3 Ha.

NUTRILON dan NUTRIMA merupakan merek-merek yang digunakan untuk produk susu formula bayi dan susu formulasi lanjutan perusahaan ini. Selain susu bayi atau formulasi lanjutan, perusahaan ini memasarkan susu untuk ibu hamil dan ibu menyusui NUTRICIA BUNDA dan susu rendah lemak PROTIFAR, produk bubur bayi dengan merek CREME NUTRICIA.

Perusahaan susu ini mendistribusikan berbagai macam produknya dengan membidik pasar dalam negeri (lokal) dan pasar luar negeri (ekspor). Untuk pasar lokal, PT Nutricia Indonesia Sejahtera mendistribusikan produknya ke seluruh Indonesia, sedangkan untk pasar luar negeri, perusahaan ini telah mengekspor produk-produknya sejak 10 tahun yang lalu ke beberapa negara yaitu, Malaysia, Philipina, Afrika, Amerika dan beberapa negara Asia lainnya.