BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
E. Disolusi Tablet
3. Profil Disolusi
Profil disolusi adalah gambaran pelepasan senyawa zat aktif dari suatu sediaan obat secara in vitro. Dalam penelitian ini membandingkan pelepasan teofilin dari tiga formula. Formula pertama adalah kontrol negatif yaitu sediaan konvensional dalam artian tidak menggunakan matriks sehingga formula tidak terdapat bahan sebagai matriks yang mengatur pelepasan zat aktif, sedangkan formula II untuk kontrol positif terdapat matriks HPMC sebagai pembanding, HPMC sendiri adalah matriks yang bersifat hidrofilik.
Sedangkan formula yang ketiga mengandung Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium dengan sifat hidrofilik juga yaitu ketika bertemu dengan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 0 10 20 30 40 50 60 70 80 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 360 % Ko n se n tra si Waktu (Menit)
Profil Disolusi
FI FII FIII air matriks tersebut mengembang sehingga mengikat teofilin dan memperlama pelepasan obat. Profil disolusi ketiga formula digambarkan dalam suatu kurva antara % konsentrasi vs waktu yang dapat dilihat pada Gambar 12, untuk lebih lanjutnya dapat dilihat pada Lampiran 7.Gambar 12. Profil Disolusi Tablet Teofilin Keterangan:
FI : Formula tanpa matriks
FII : Formula dengan matriks HPMC
FIII : Formula dengan matriks Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium
Dari ketiga profil disolusi pada grafik diatas dapat dilihat pelepasan zat aktif dari teofilin. Formula I merupakan sediaan konvensional sehingga pelepasan zat aktifnya lepas secara cepat, dan untuk Formula II yang mengandung matriks HPMC mempunyai pelepasan yang bertahap dengan pelepasan zat aktif yang lambat, sedangkan untuk Formula III yang mengandung matriks Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium mempunyai pelepasan sedikit demi sedikit yang profilnya berada diantara kedua formula antara sediaan konvensional dengan sediaan sustained release.
commit to user
Hal ini dikarenakan komposisi dari matriks Na-montmorillonit terpilar kitosan berat molekul medium yang kurang optimum. Na-montmorillonit mempunyai basal spacing 1,52 nm (Yulianto, 2011) sehingga perlu pemilaran dengan kitosan agar basal spacing-nya lebih besar yang dapat menyebabkan teofilin dapat masuk ke dalam rongga Na-montmorillonit. Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium yang digunakan menggunakan perbandingan kitosan:Na-monmorillonit adalah 2:1. Pada perbandingan 2:1 mempunyai basal spacing 1,55 nm. Padahal pemilaran yang optimum adalah dengan perbandingan 1:1 dengan basal spacing 1,59 nm. Oleh karena pada perbandingan 2:1 mempunyai basal spacing kecil, maka kitosan tidak hanya berada di dalam basal spacing tetapi juga berada di luar Na-montmorillonit sehingga teofilin yang berikatan tidak semuanya terlindungi oleh Na- montmorillonit yang justru menyebabkan karakteristik tablet yang kurang baik sehingga pelepasan obat tidak begitu stabil.
Hasil uji statistik Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai signifikansinya p > 0,05, kemudian dilanjutkan ke uji Anova satu jalan didapatkan hasil yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara ketiga formula terhadap kecepatan disolusi tablet teofilin, dengan nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Sehingga uji-t dengan taraf kepercayaan 95% dilanjutkan dan diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05, kecuali pasangan formula I dengan III.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Matriks Na-montmorillonit terpilar Kitosan BM medium berpengaruh terhadap sifat fisis tablet yaitu terhadap keseragaman bobot dan waktu hancur tablet.
2. Profil pelepasan tablet teofilin dengan matriks Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium mendekati pofil pelepasan tablet teofilin dengan matriks HPMC.
A. Saran
Dari kesimpulan di atas penulis menyarankan perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai matriks Na-montmorillonit terpilar kitosan BM medium sebagai matriks sediaan lepas lambat mengenai komposisi antara Na-montmorillonit dan kitosan BM medium yang optimum.
commit to user
DAFTAR PUSTAKA
Anief, M., 2006, Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek, cetakan 13, 221, Gadjah Mada University Press, Jakarta.
Anonim, 1929, Parmacopee, Edisi V, 357, Nederland.
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, 6-8, 338, 354, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, 283, 488, 771, 107, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000, 95-96, Departemen Kesehatan Republik Indonesi, Jakarta.
Anonim, 2010, MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 10, 85, Departemen Kesehatan Republik Indonesi, Jakarta.
Ansel, Howard C, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, 291,229, 259-272, 287, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Bayomi, M.A., Al-Suwayeh, S.A., and El-Helw, A.M., 2001, Excipient-Excipient Interaction in the Design of Sustained-Release Theophylline Tablets: In Vitro and In Vivo Evaluation, Drug Dev. and Ind. Pharm., Marcel Dekker Inc., New York, 27(6), pp 499 – 506 cit Siswanto, A., dan Subagyo S. S., 2006, Optimasi formula sediaan tablet lepas lambat teofilin dengan bahan matrik HPMC, Na CMC, dan xanthan gum: Majalah Farmasi Indonesia, vol 3, No. 2.
Collett, J., and Moreton, C., 2002, Modified-release Peroral Dosage Form, in Aulton, M.E., Pharmaceutics: The Science Of Dosage Form Design, Ed. II,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
289 – 305, Churchill Livingstone, Edinburg-London-New York- Philadelphia-St Louis Sydney-Toronto.
Darder, M., Colilla, M., Ruiz-Hitzky, E., 2005, Chitosan–clay nanocomposites: application as electrochemical sensors, App Clay Sci, 28, pp 199– 208. Hasnati, R.S., & Sulaiman. T.N.S., 2002, Pelepasan Teofilin dari Tablet Lepas
Lambat dengan Penambahan Methocel K15M sebagai Matriks Intragranular, Pharmacon, Vol. 3, No. 2, 58-61
Lachman L., Lieberman H.A., Kanig J.L., 1994, Teori dan Praktek Farmasi Industri diterjemahkan oleh Suyatni S., Edisi II, 660, 934-935, UI Press, Jakarta.
Martin, A., Swarbrick, J., & Cammarata, A., 2008, Farmasi Fisik, Edisi Ketigs, 848, Universitas Indonesia, Jakarta.
Simpen, I.,2001, Preparasi dan Karakterisasi Lempung Montmorillonit Teraktivasi Asam Terpilar TiO2, Tesis S2, Kimia, MIPA, UGM,
Yogyakarta.
Siregar, C. J. P., dan Wikarsa,S. 2010, Taknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar- Dasar Praktis, Cetakan 1, 54, 436-439, 487-494, EGC, Jakarta.
Siswanto, A, ., dan Sri Sulihtyowati S., 2006, Optimasi formula sediaan tablet lepas lambat teofilin dengan bahan matrik HPMC, Na CMC, dan xanthan gum: Majalah Farmasi Indonesia, vol 3, No. 2, hal 143 – 148.
Sukandar, E.Y., Andrajati, R., & Sigit, J.I., 2008, Iso Farmakoterapi, 472, PT.ISFI, Jakarta.
commit to user
Sulaiman, T. N. S., 2007, Teknologi & Formulasi Sediaan Tablet, Pustaka Laboratorium Teknologi Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Suwaldi, 1995, Pembuatan Sediaan Lepas LambatParasetamol dengan Matriks
Turunan Selulosa, Laporan Penelitian, Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta cit Ristina Fri Hasnati dan Saifullah Sulaiman, 2002, Pelepasan Teofilin dari Tablet Lepas Lambat dengan Penambahan Methocel K15M sebagai Matriks Intragranular, Pharmachon, Vol 3, No 2.
Van Olphen, H., 1977, An Introduction to Clay Coloid Chemistry for Clay Technologist, Geologist and Soil Scientist, 2nd edition, A Willey Interscience Publication, Canada cit Ainurofiq, A, 2010, Nano Komposit Montmorillonit Kitosan sebagai material Sediaan Tablet Teofilin Lepas Lambat, Penelitian Hibah Pekerti, UNS, Surakarta.
Wijaya, K., 2002, Bahan Berlapis dan Berpori sebagai Bahan Multifungsi, Indonesian Journal of Chemistry 2 (3), UGM, Yogyakarta.
Wijaya, K., Sugiharti, E., Mudasir, Tahir., I., Liawati, I., 2004, Sintesis Komposit Oksida Besi Montmorillonit dan Uji Stabilitas Strukturnya terhadap Asam Sulfat, Indonesian Journal of Chemistry 4 (1): 33-42.
Voigt, R., 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Penerjemah Dr. Soendani Noerono, Edisi Kelima, 202, 209, 221-226, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
West, A.R., Solid State Chemistry and Its Application, John Wiley and Sons, New York cit Ainurofiq, A, 2010, Nano Komposit Montmorillonit Kitosan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
sebagai material Sediaan Tablet Teofilin Lepas Lambat, Penelitian Hibah Pekerti, UNS, Surakarta.
Yang, R.T., Chem, J.P., Kikkinides, E.S. dan Cheng, L.S., 1992, Pillared Clays as Superior Catalysts for Selective Reduction of NO with NH3, J. Amer. Chem., 31, 1440-1445 cit Ainurofiq, A, 2010, Nano Komposit Montmorillonit Kitosan sebagai material Sediaan Tablet Teofilin Lepas Lambat, Penelitian Hibah Pekerti, UNS, Surakarta.
Yulianto, R., 2011, Sintesis Komposit Montmorillonit Alam Terpilar Kitosan dengan Berat Molekul Medium, Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user