• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Subjek Penelitian

4.1.1 Profil PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Subjek Penelitian

4.1.1 Profil PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Jakarta sebagai ibukota Negara, pusat pemerintahan dan barometer perekonomian nasional memerlukan dukungan energy listrik yang besar, bermutu dan andal. PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang merupakan salah satu ujung tombak PLN dalam melayani pelanggan di wilayah DKI Jakarta, Kotamadya Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta sebagian Kabupaten Bogor, Kabupaten Depok dan Kabupaten Bekasi. Total luas wilayah operasi adalah 2.067 km2.

Tugas pokok PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang meliputi distribusi, penjualan tenaga listrik dan pelayan pelanggan. Operasionalisasi tugas pokok tersebut dikendalikan melalui unsure pelaksana yang terdiri dari 35 unit Pelayanan yang tersebar di penjuru Jakarta dan Tangerang, didukung oleh 4 unit pengelola jaringan dan 1 unit pengatur distribusi.

Pengembangan bisnis dilakukan dengan berpedoman pada konsep retail dan wire, dimana retail menekankan pada aktivitas bisnis berorientasi pelanggan dan wire memfokuskan pada pengembangan jaringan fisik untuk mendukung layanan bagi pelanggan.

 

Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh unit pelayanan dengan tujuan peningkatan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang akan dibangun adalah one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh unit pengelola jaringan dengan tujuan menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik.

Dengan didukung oleh aplikasi system informasi yang berbasis teknologi mutakhir, menjadikan system pelayanan elanggan PLN Disjaya & Tangerang menjadi lebih mudah, sehingga pelanggan dapat menikmati kemudahan-kemudahan proses pelayanannya.

Sesuai dengan visinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelas dunia yang dapat berkembang dan terpercaya. PT PLN (Persero) Disjaya dan Tangerang terus berusaha meningkatkan kualitas manajemen mutu dalam memberikan pelalayanan terbaik kepada seluruh pelanggannya. Berkat keseriusan menjalankan proses bisnisnya, PT PLN (Persero) Disjaya dan Tangerang berhasil dalam meningkatkan prestasi kerja dan mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya saat ini seluruh unit PLN Disjaya telah mendapatkan sertifikat ISO 9001: 2000 dari Badan Sertifikasi SAI Global Indonesia (SAI Global) dan PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi. Pemberian sertifikat ISO 9001:2000 diberikan sehubungan dengan prestasi yang telah dicapai oleh unit Area Pelayanan di bidang pelayanan pelanggan, pembacaan meter, pembuat rekening, pembukuan pelanggan, penagihan dan pengawasan kredit.

 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Quadrant Positioning and Branding, Call Center 123 PLN Distribusi Jakarta dan Tengerang juga pernah memperoleh penghargaan sebagai call center terbaik pada kategori perusahaan public service oleh Majalah Marketing dan Center of Customer Satisfaction & Loyalty.

4.1.1.1 Sejarah PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang

Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942 – 1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas dibawah Departemen

 

Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157.5 MW.

Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU – PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan Negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik Negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sector swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

Sejarah kelistrikan di Jakarta bermula saat perusahaan listrik milik Belanda (NV NIGM) mendirikan pusat pembangkit listriknya di daerah Gambir pada tahun 1897. Perusahaan tersebut kemudian

 

diambil alih pemerintah Jepang di masa pendudukan dan kemudian dialihkan ke perusahaan Djawa Denki Jogyosha Shisha. Peristiwa ini menjadi titik awal perjalanan sejarah PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Saat kekuasaan Jepang berakhir dibentuklah Djawatan Listrik dan Gas tjabang Djakarta dan selanjutnya pada tahun 1947 pengelolaan listrik diserahkan kembali kepada NV NIGM yang kemudian berubah nama menjadi NV OGEM.

Pengelolaan perusahaan listrik ini diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 1 Januari 1954, setelah pemerintah melakukan nasionalisasi sesuai Keputusan Menteri PU dan Tenaga No. U 16/9/1 tanggal 30 Desember 1953.

Seiring waktu, perubahan terus bergulir sejak periode 1960 sampai 2002. Perubahan dan perkembangan terakhir bermula dari buku utih Mentamben Agustus 1998 yang mengarahkan serangkaian kebijakan dan kemudian bermuara pada penetapan arah perkembangan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.

4.1.1.2 Visi dan Misi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang

Visi

Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insane.

  M • • • • Misi • Menjalan terkait, b perusaha • Menjadik meningk • Mengupa kegiatan • Menjalan lingkung nkan bisnis berorientasi aan dan pem kan tenag katkan kualit ayakan aga ekonomi. nkan keg gan. s kelistrika i pada kep megang saha ga listrik tas kehidup ar tenaga giatan us an dan bid puasan pela am. sebagai pan masyara listrik men aha yang dang lain anggan, an media u akat. njadi pendo g berwaw yang ggota untuk orong wasan 4.1.1.3 S J Struktur Jakarta Ra Perusahaa aya dan Tan

an PT PL ngerang

LN (Perseero) Distrribusi

Gambar 4.1 Strukttur Perusahhaan

 

4.1.2 Gambaran Umum Mengenai CSR PT PLN (Persero) Distribusi

Dokumen terkait