• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil responden berdasarkan lama kerja

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Karakteristik Presponden

4. Profil responden berdasarkan lama kerja

Profil responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 8

Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama bekerja Jumlah responden persentase

1-10 6 20%

11-20 9 30%

21-30 15 50%

jumlah 30 100%

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui profil petugas/pegawai kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar berdasarkan lama bekerja. Data yang diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh responden menunjukkan bahwa responden yang lama bekerja berkisar antara 1-10 tahun 6 orang atau 20%, untuk responden yang lama bekerja berkisar antara 11-20 tahun 9 orang atau 30%, untuk responden yang lama bekerja berkisar antara 21-30 tahun 15 orang atau 50%. Jadi responden paling banyak berdasarkan lama bekerja adalah berkisar antara 21-30 tahun.

E. AnalisisPengaruh Pengendalian Intern Atas Pengelolaan Kas Pada PT.

Pos Indonesia (cabang) Makassar

Pengawasan dan pemeriksaan merupakan salah satu cara untuk membantu terwujudnya tata kelola yang baik. Serta merupakan salah satu faktor terwujudnya kekuatan pendorong dalam upaya peningkatan efisiensi, efektivitas serta kehematan penyelenggaraan tata kelola keuangan yang baik.

Pada bagian ini akan dijelaskan hasil penelitian dengan memberikan penilaian atas jawaban responden yang telah diisi oleh 30 responden yang bekerja dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, dimana untuk menerapkan peringkat atau hasil dalam tiap variabel pengendalian

intern dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

1. Lingkungan pengendalian

Lingkungan pengendalian erat hubungannya dengan pelaksanaan oprasional, yaitu para pegawai yang melaksanakan kegiatan perusahaan.

Sehingga secara langsung akan menentukan corak organisasi. Kebijakan ini perlu dilakukan secara terencana agar tercipta pengendalian yang baik. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator lingkungan pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 9

Persentase Skor Lingkungan Pengendalian Tangapan

responden/bobot

Instrumen

Total

1 2 3

Sangat setuju/5 20 13 16 245

Setuju/4 9 16 14 156

Ragu-ragu/3 1 1 0 6

Tidak setuju/2 0 0 0 0

Sangat tidak setuju/1 0 O 0 0

Skor aktual 139 132 136 407

Skor ideal 150 150 150 450

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana tanggapan responden terhadap indikator lingkungan pengendalian dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =407

450× 100%

% Persentase = 90,44 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap lingkungan pengendalian adalah sebesar

90,44%. Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendalian dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden, bahwa lingkungan pengendalian ini telah sangat memadai, dan mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan.

2. Penaksiran resiko

Dalam pelaksanaan pelayanan dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar perlu didukung dengan adanya standar akuntansi keuangan Standar akuntansi keuangan perlu dilakukan secara terencana agar terciptanya penaksiran resiko yang baik agar bertujuan untukmenganalisis, mengidentifikasiresiko yang akan timbul. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator penaksiran resiko dapat dilakukan dengan

menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 10

Persentase Skor penaksiran resiko Tangapan

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana tanggapan responden terhadap indikator penaksiran resiko dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =516

600× 100%

% Persentase = 86 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap penaksiran resiko adalah sebesar 90,44%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penaksiran resiko dilingkup kantor PT

Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden, sehingga tidak menghalagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

3. Aktivitas pengendalian

Aktivitas pengendalian (Control Activitas) terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirasakan bahwa diperlukan tindakan untuk meredam resiko dalam upaya pencapaian keseluruhan tujuan secara umum. Serta perlu didukung dengan adanya kebijakan dan prosedur yang dibangun oleh manajemen dalam menciptakan laporan keuangan yang

objektif.Kebijakan dan prosedur ini perlu dilakukan secara terencana agar tercitanya aktivitas pengendalian yang baik. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator aktivitas pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 11

Persentase Skor aktivitas pengendalian Tangapan

responden/bobot

Instrumen

Total

8 9 10

Sangat setuju/5 24 23 21 340

Setuju/4 6 7 9 88

Ragu-ragu/3 0 0 0 0

Tidak setuju/2 0 0 0 0

Sangat tidak setuju/1 0 0 0 0 Skor aktual 144 143 141 428

Skor ideal 150 150 150 450

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana tanggapan responden terhadap indikator aktivitas pengendalian dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =428

450× 100%

% Persentase = 95,11 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap aktivitas pengendalian adalah sebesar 95,11%. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pengendalian dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden, hal ini terjadi karena pada lingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, kebijakan dan prosedur yang dibangun oleh manajemen mencapai tujuan laporan keuangan yang

objektif.

4. Informasi dan komunikasi

Untuk mencapa pengendalin intern yang efektif, maka informasi dan komonikasi harus berjalan dengan baik. Diantaranya dengan

pencatatan informasi yang baik, panduan kebijakan yang tercantum pada

peraturan PT Pos Indonsa dan laporan keuangan yang disusun secara priodik. Informasi dan komonikasi perlu dilakukan secara terencana agar tercipta lingkungan pengendalian yang baik. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator informasi dan komonikasi dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 12

Persentase Skor informasi dan komonikasi Tangapan

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana

tanggapan responden terhadap indikator informasi dan komonikasi dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =438

450× 100%

% Persentase = 97,33 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap informasi dan komonikasi adalah sebesar 97,33%. Hal tersebut menunjukkan bahwa informasi dan komonikasi dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden, hal ini terjadi karena informasi dan komonikasi dilakukan secara terus menerus sehingga dapat berjalan lancar dan

memberikan keyakinan yang memadai bahwa yang dilaksanakan telah dicatat tepat waktu, sah, dan valid, sehingga informasi dan komonikasi berjalan dengan teratur.

5. Pemantauan/Penindak Lanjut

Dalam pelaksanaan pelayanan dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar perlu didukung dengan adanya

pemantauan/penindak lanjut, agar laporan keuangan dapat berjalan lancar dalm memberikan pelayanan dan penyusunan laporan keuangan secara efektif.

Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator

pemantauan/penindak lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 13

Persentase Skor pemantauan/penindak lanjut

Tangapan

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana tanggapan responden terhadap indikator pemantauan/penindak lanjut dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =443

450× 100%

% Persentase = 98,44 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pemantauan/penindak lanjut adalah sebesar 98,44%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemantauan/penindak lanjut dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden, karena unit pelaksana (UPK) telah memproses

evaluasi kualiatas pengendalian yang telah dilakukan terhadap segala kegiatan dengan baik dan efektif.

F. Tanggapan Responden Terhadap Pengendalian Intern Atas Pengelolaan Kas Pada PT. Pos Indonesia (cabang) Makassar

Setelah membahas tentang bagaimana tanggapan terhadap indikator-indikator yang ada pada pengendalian intern , maka selanjutnya adalah

melakukan pengujian tentang bagaiman pengendalian intern dimata responden dilingkup PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar. Responden menilai pengendalian intern dengan menilai beberapa kriteria yang ada pada indikator yaitu: lingkungan pengendalian, penaksiran resiko,aktivitas pengendalian, informasi dan komonikasi, serta pemantauan/penindak lanjut. Untuk

mengetahui tanggapan responden terhadap pengendalian intern, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 14

Jawaban responden mengenai pengendalian intern atas pengelolaan kas dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar.

No.

5 17 13 0 0 0 137 150

6 24 6 0 0 0 144 150

7 21 9 0 0 0 141 150

8 24 6 0 0 0 144 150

9 23 7 0 0 0 143 150

10 21 9 0 0 0 141 150

11 26 4 0 0 0 146 150

12 26 4 0 0 0 146 150

13 26 4 0 0 0 146 150

14 27 3 0 0 0 147 150

15 27 3 0 0 0 147 150

16 29 1 0 0 0 149 150

Total 341 120 10 8 1 2232 2400

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana sebenarnya tanggapan responden terhadap pengendalian intern atas pengelolaan kas dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, maka dapat hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase =skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =2232

2400× 100%

% Persentase = 93 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa

tanggapan responden terhadap pengendalian intrn adalah sebesar 93 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian intern atas pengelolaan kas dimata para responden dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik. Serta berdasarkan penjelasan diatas mengenai lima komponen menyatakan bahwa pengendalian intern dimata responden sudah sangat baik.

G. Analisis EfektivitasPengelolaan Kas pada PT. Pos Indonesia (cabang) Makassar

Pada bagian ini akan dijelaskan hasil penelitian yang diperoleh dengan memberikan penilaian atas jawaban responden yang diisi oleh 30 orang karyawan/pegawai yang berada dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar.

Dimana untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel

pengelolaan kaspada PT Pos Indonesia (cabang) Makassar dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal dengan menggunakan rumus sebagau beriku:

% Persentase =skor aktual

skor ideal × 100%

Keterangan:

a. Skor aktual adalah jawaban seluruh responden atas kuesioner yang telah diajukan

b. Skor ideal adalah skor atau bobot tertinggi atau semua responden diasumsikan memilih jawaban dengan skor tertinggi.

1. Penerimaan kas

Dalam pelaksanaan pelayanan dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar perlu didukung dengan adanya pengelola keuangan yang baik utamanya dalam penerimaan kas, agar laporan keuangan dapat berjalan lancar dalm memberikan pelayanan dan

penyusunan laporan keuangan secara efektif. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator penerimaan kas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 15

Persentase skor penerimaan kas Tangapan

responden/bobot

Instrumen

Total

1 2 3 4 5

Sangat setuju/5 18 2 14 26 25 425

Setuju/4 9 2 13 4 5 132

Ragu-ragu/3 2 12 3 0 0 51

Tidak setuju/2 1 5 0 0 0 12

Sangat tidak setuju/1 0 9 0 0 0 9 Skor aktual 134 73 131 146 145 629

Skor ideal 150 150 150 150 150 750

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana

tanggapan responden terhadap indikator penerimaan kas dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =629

750× 100%

% Persentase = 83,87 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap penerimaan kas adalah sebesar 83,87%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerimaan kas dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah baik dimata responden, hal tersebut menunjukkan bahwa prosedur memberikan pelayanan telah dijalankan dengan baik dan efektif.

2. Pengelolaan kas kecil

Dalam prosedur pengelolaan kas kecil melibatkan bagian keuangan, bagian akuntansi dan kasir. Serta melakukan dan menaati prosedur untuk mengoptimalkan tata kelola kas atau imput yang digunakan untuk kegiatan oprasional kantor PT Pos Indonesia (cabang) Makassar . Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator pengeololaan kas kecil dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 16

Persentase skor pengelolaan kas kecil Tangapan

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana tanggapan responden terhadap indikator pengelolaan kas kecil dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =574

600× 100%

% Persentase = 96,67 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pengelolaan kas kecil adalah sebesar 96,67%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kas kecil dilingkup

kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden.

3. Pengeluaran kas

Dalam pelaksanaan pelayanan dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar perlu didukung dengan adanya pengelola keuangan yang baik utamanya dalam pengeluaran kas, agar pelaporan keuangan pada akhir tahun secara efektif dan efisien. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap indikator pengeluaran kas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara skor aktual dan skor ideal. Dari semua jawaban responden, maka dapat dilihat pada tebel berikut ini:

Tabel 17

Persentase skor pengelolaan kas kecil Tangapan

responden/bobot

Instrumen

Total

10 11 12 13 14 15

Sangat setuju/5 27 26 27 14 26 26 730

Setuju/4 3 2 3 9 4 4 100

Ragu-ragu/3 0 2 0 7 0 0 27

Tidak setuju/2 0 0 0 0 0 0 0

Sangat tidak setuju/1 0 0 0 0 0 0 0

Skor aktual 147 144 147 127 146 146 857 Skor ideal 150 150 150 150 150 150 900

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana

tanggapan responden terhadap indikator pengeluaran kas dapat digunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase = skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =857

900× 100%

% Persentase = 95,22 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pengeluaran kas adalah sebesar 95,22%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran kas dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah sangat baik dimata responden. Bahwa pengeluaran kas terhadap, gaji pegawai/honorarium, kegiatan oprasional, dan tranfer ke rekening kantor cabang maupun pusat dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar telah dilaksanakan sangat transparan dan mampu menghasilkan pertanggung jawaban keuangan yang dapat diandalkan.

H. Tanggapan Responden Terhadap Efektifitas Pengelolaan Kas Pada PT.

Pos Indonesia (cabang) Makassar

Setelah membahas beberapa poin mengenai tata pengelolaan kas di lingkup PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar serta bagaimana tanggapan responden terhadap indikator-indikator yang ada pada efektivitas pengelolaan kas, maka selanjutnya adalah melakukan pengujian tentang bagaiman efektivitaspengelolaan kas dimata responden dilingkup PT Pos

Indonesia (persero) cabang makassar, maka dapat dijelaskan pada tabel berikut ini:

Tabel 18

Jawaban responden mengenai efektivitas pengelolaan kas pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar.

15 26 4 0 0 0 146 150

Total 326 82 27 6 9 2060 2250

Sumber: Penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka untuk mencari bagaimana sebenarnya tanggapan responden terhadap efektivitas pengelolaan kas pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, maka dapat hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

% Persentase =skor aktual

skor ideal × 100%

% Persentase =2060

2250× 100%

% Persentase = 91,56 %

Berdasarkan perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa

tanggapan responden terhadap pengelolaan kas adalah sebesar 91,56 %. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan kas dimata para responden dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah baik.

Berdasarkan hal tersebut efektivitas pengelolaan kas telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang telah diatur.

I. Analisis Serta Pengujian

Dalam pengujian adanya hubungan antara Pengendalian Intern Pengelolaan Kas (variabel X). dan Efektifitas pengelolaan kas (variabel Y), dihitung berdasarkan uji regresi liner sederhana, uji korelasi, serta uji

koefisien determinasi. Serta tabel perbandingan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) adalah sebagai berikut:

Tabel 19

Pengendalian Intern Terhadap Pengelolaan Kas (X) Dan Efektivitas Pengelolaan Kas (Y) PT Pos Indonesia (persero) Cabang Makassar

No.

Responden X Y XY X2 Y2

1 74 69 5106 5476 5776

2 80 70 5600 6400 4900

3 76 74 5624 5776 5476

4 74 68 5032 5476 4624

5 75 66 4950 5625 4356

6 69 56 3864 4761 3136

7 76 69 5244 5776 5776

8 76 70 5320 5776 4900

9 72 72 5184 5184 5184

10 77 70 5390 5929 4900

11 78 61 4758 6084 3721

12 77 72 5544 5929 5184

13 73 70 5110 5329 4900

14 76 73 5548 5776 5329

15 76 71 5396 5776 5041

16 76 74 5624 5776 5476

17 70 69 4830 4900 5776

18 76 71 5396 5776 5041

19 73 68 4964 5329 4624

20 74 73 5402 5476 5329

21 78 65 5070 6084 4225

22 71 64 4544 5041 4096

23 76 69 5244 5776 5776

24 74 72 5328 5476 5184

25 74 69 5106 5476 5776

26 74 68 5032 5476 4624

27 74 69 5106 5476 5776

28 70 70 4900 4900 4900

29 74 65 4810 5476 4225

30 77 67 5159 5929 4489

Total 2241 2072 154185 167420 148520

Sumber: Penulis

∑X= 2.241 ∑XY= 154.185 ∑Y2= 148.520

∑Y= 2.072 ∑X2= 167.420 n = 30

1. Analisis Regresi Linier Sederhana

Untuk mengetahui sejauh mana suatu variabel berpengaruh pada variabel lainnya yaitu persentase pengendalian intern terhada pengelolaan kas dan efektivitasnya pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, maka akan digunaka regresi linier sederhana yang hanya melibatkan dua variabel. Hasil regresi linier sederhana secara manual sebagai berikut:

a =

y(x2)− x. xy n x2−( x )2

a =

2.072 167.420 − 2.241 x 154.185

Berdasrkan perhitungan diatas, maka persamaan regresi liniernya adalah Y= 2631,319 + - 34,300X

2. Analisis Korelasi

Dari data yang ada pada tabel 19, kemudian dihitung untuk menentukan apakah hubungan variabel (x) terhadap variabel (y) benar-benar signifikan atau tidak maka, perlu dilakukan pengujian terhadap nilai koefisien korelasi. Perhitungan hasil koefisien korelasi secara manual sebagai berikut:

r =

n XY − ( X)( Y) n X2− ( X)2 n Y2− ( Y)2

r =

30x154.185− 2.241 (2.072)

30x167.420−(2.241)2 30x148.520−(2.072)2

r =

4.625.550−4.542.507

5.022.600−5.022.081 4.455.600−4.293.184

r =

83043

519 162416

r =

83040

9181,1712

r = 0,11 r2=0,012

Nilai korelasi untuk hubungan pengendalian intern atas

pengelolaan kas dan efektifitas pengelolaan kas pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar adalah 0,11. Ini berarti tidak terdapat hubungan signifikan atau dengan kata lain sangat rendah hubungannya antara

variabel (x) dengan variabel (y).

3. Analisis Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui persentase pengendalian intern mempunyai pengaruh atau tidak terhadap pengelolaan kas dan efektifitas pengelolaan kas pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, maka digunakan koefisien determinasi manual sebagai berikut:

KD = r2 x 100%

KD = 0,012 x 100%

KD = 1,2 % (koefisien determinasi)

Dengan demikian berdasarkan perhitungan manual yang dilakukan oleh peneliti diperoleh koefisien determinasi, yaitu (0,11)2 = 1,2%. Maka pengaruh pengendalian intern terhadap pengelolaan kas dan efektivitasnya pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis, mengenai pengaruh pengendalian intern terhadap pengelolaan kas dan efektifitasnya pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern atas pengelolaan kas dilingkup PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar dikatakan sudah efektif, hal ini didukung oleh adanya lingkungan pengendalian, penaksiran resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komonikasi, dan pemantauan/penindak lanjut jumlah skor menunjukkan kriteria sangat baik. Serta pengaruh pengendalian intern terhadap efektifitas pengelolaan kas pada PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar kategori rendah atau belum efektif , meskipun didukung dari beberapa komponen yaitu penerimaan kas, pengelolaan kas kecil, dan

pengeluaran kas. Hal ini diketahui dari data koefisien determinasi yang hanya mencapai 1,2%. Berdasarkan hasil dari penelitian menggambarkan tingkat pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen sangat rendah.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan, maka pengendalian intern terhadap pengelolaan kas dan efektifitasnya padadilingkup PT Pos Indonesia

81

(persero) cabang makassar tidak berpengaruh, maka peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan masukan para unit pelaksana kerja dilingkup kantor PT Pos Indonesia (persero) cabang makassar, dalam hal ini agar lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pengendalian intrn terhada efektivitas pengelolaan kas dengan cara memperketat sistem pengawasan didalam penerimaan kas, pengelolaan kas kecil, serta pengeluaran kasnya agar dapat mencapai tujuan yang maksimal dan efisin

DAFTAR PUSTAKA

Arens A. And Loebnecke, 2007. Accounting Information System, Sixth Ed.Chinhcinati, New York City

Arikanto, Suharmisi. 2002. Prosedur penelitian. Suatu pendekatan praktek.

Jakarta: Rineka Cipta

Beasley S, 2003. Management Control System, Edisi Terjemahan, SalembaEmpat, Jakarta.

Boyton And Kell, 1996.Controllership, Penerbit PT, Prehalindo. Jakarta.

Hartadi Bambang, 1999. Sistim Pengendalian Manajemen, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Horgren, 2004. Management Control System, Edisi Terjemahan, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia, 1995. Standar Akuntansi Keuangan.

Komaruddin, 2004. Manajemen Kas Untuk Usahawan, Edisi Khusus, Rajawali Press, Bandung.

La Midjan, 2009. Sistem Pengawasan Dan Pengendalian Perusahaan, Surabaya Press, Surabaya.

Mulyadi, 2001. Sistim Informasi Akuntansi, Edisi Tiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Mulyadi, 2002. Auditing 1. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya, Edisi Lima, UPP AMP YKPN, Yogykarta.

Smith And Skousen, 2002. Intermediate Acconting, Sixth Ed. Chinchinati, New York City.

Standar Akuntansi Keuangan, 2002. PSAK 31:3

Sugiyono, M.T. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (MIXED METHODS). Bandung: Alfabeta.

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2108155-pengertian-pengelolaan/#ixzz2uVep97mD

83

RIWAYAT HIDUP

Zakaria, Dilahirkan di Sinjai pada tanggal 23

September 1988 dari pasangan Sahabuddin dan Junaedah. Penulis memulai jenjang pendidikan dasar (SD) pada tahun 1996 di SDN 111 Lembanggogoso, Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai dan tamat pada tahun 2002. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan kejenjang Sekolah Menegah Pertama (SMP) di SMPN 5 Sinjai Selatan, Desa Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai dan tamat pada tahun 2005. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan kejenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 1 Sinjai Timur, Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai dan tamat pada tahun 2008.

Kemudian penulis melanjutkan pendidikan Pada tahun (2010) di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) Program Strata Satu (S1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.