BAB IV DESKRIPSI UMUM RUMAH SAKIT, DATA DAN
A. Profil Rumah Sakit Panti Rapih
b. Dokumentasi bukti implementasi elemen Green Hospital Rumah Sakit Panti Rapih
C. Metode Pengumpulan Data 1. Kuisioner
Pengambilan data pelanggan rumah sakit menggunakan kuisioner tertutup terkait kenyataan dan harapan dalam implementasi Green Hospital di Rumah Sakit Panti Rapih. Kuisioner tertutup menggunakan 5 skala Likert (kuisioner terlampir). Menurut Sugiyono (2017), skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
2. Wawancara
Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada pihak manajemen pengambil kebijakan dan staf Rumah Sakit Panti Rapih. Wawancara terpilih dilakukan kepada beberapa pelanggan yang bersedia diwawancara (panduan wawancara terlampir).
3. Checklist implementasi Green Hospital
Checklist terdiri dari sepuluh elemen penilaian implementasi Green Hospital berdasarkan Pedoman Rumah Sakit Ramah Lingkungan (Green Hospital) di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI
tahun 2018. Checklist ini disusun menggunakan modifikasi Skala Guttman dengan dua pilihan jawaban yaitu: “Ada” dan “Tidak Ada”. Penelitian menggunakan Skala Guttman untuk mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan (Sugiyono, 2017). Terdapat 2 bagian utama dalam checklist yaitu:
Jawaban “Ada” menyatakan bahwa pihak rumah sakit memiliki kebijakan dan perencanaan yang dibuktikan dengan dokumen, sedangkan jawaban “Tidak Ada” menyatakan bahwa pihak rumah sakit tidak memiliki kebijakan dan perencanaan terkait variabel yang diukur.
b. Implementasi
Jawaban “Ada” menyatakan bahwa pihak rumah sakit sudah melakukan implementasi sesuai pernyataan, sedangkan jawaban “Tidak Ada” menyatakan bahwa pihak rumah sakit tidak melakukan implementasi.
4. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan memilah dan mencatat data bukti implementasi elemen Green Hospital.
5. Observasi
Pengamatan langsung dilakukan terhadap lingkungan Rumah Sakit Panti Rapih.
D. Kredibilitas Data
Secara kualitatif, kredibilitas data diuji dengan melakukan trianggulasi sumber data dan teknik pengumpulan data. Trianggulasi sumber data dilakukan dengan membandingkan data dari narasumber penelitian ini yaitu pihak manajemen, staf dan pelanggan rumah sakit. Trianggulasi Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda yaitu checklist atau kuisioner,
wawancara, dokumentasi dan observasi. Narasumber pihak rumah sakit dalam penelitian ini menguasai bidang elemen-elemen Green Hospital yang diimplementasikan.
Peneliti juga melakukan pengujian validitas terhadap kuisioner kepuasan secara statistik untuk memastikan instrumen ini mampu mengukur apa yang harus diukur dan validitas konstruk pada checklist yang disusun berdasarkan Pedoman Rumah Sakit Ramah Lingkungan (Green Hospital) di Indonesia.
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil data kuisioner, wawancara dan dokumentasi merupakan data yang saling mendukung.
1. Untuk menjawab rumusan masalah yang pertama mengenai implementasi dan dampak implementasi Green Hospital terhadap pihak manajemen Rumah Sakit Panti Rapih, data yang diperoleh dari checklist dan hasil wawancara dianalisis melalui beberapa tahap berikut, yaitu:
a. Perhitungan persentase masing-masing elemen
1) Melakukan pemisahan checklist berdasarkan bagian tahapan implementasi Green Hospital
2) Menentukan skor jawaban “Ada” = 1, dan “Tidak Ada” = 0
3) Menghitung total skor jawaban “Ada” masing-masing elemen yang diukur dengan menggunakan rumus:
Keterangan : P = Pernyataan
n = nomor pernyataan
4) Menghitung persentase masing-masing elemen dengan menggunakan rumus:
x 100%
5) Menganalisa persentase pernyataan yang berbanding lurus dengan tingkat implementasi Green Hospital
b. Perhitungan persentase total elemen
1) Melakukan pemisahan checklist berdasarkan bagian tahapan implementasi Green Hospital
2) Menentukan skor jawaban “Ada” = 1, dan “Tidak Ada” = 0
3) Menghitung total skor jawaban “Ada” masing-masing elemen yang diukur dengan menggunakan rumus:
⋯
Keterangan : P = Pernyataan
n = nomor pernyataan
4) Menghitung persentase masing-masing elemen dengan menggunakan rumus:
x 100%
5) Menganalisa persentase pernyataan yang berbanding lurus dengan tingkat implementasi Green Hospital.
c. Data hasil wawancara narasumber akan diolah untuk lebih memperdalam hasil data checklist (panduan wawancara terlampir). d. Dampak dari implementasi masing-masing elemen Green Hospital
dianalisis dari data hasil wawancara dengan pihak manajemen rumah sakit.
2. Untuk menjawab rumusan masalah yang ke dua mengenai persepsi dan kepuasan pelanggan terhadap implementasi Green Hospital di Rumah Sakit Panti Rapih, data yang diperoleh dari kuisioner diolah dengan cara sebagai berikut:
a. Membuat tabel skor pengukuran sikap pada kolom kenyataan dan harapan
b. Memberikan skor antara 1 sampai 5 pada masing-masing pernyataan sesuai dengan hasil jawaban responden
Tabel 3.1 Skor Pengukuran Kepuasan Pelanggan
c. Menentukan nilai kenyataan dan harapan
Kenyataan adalah suatu kondisi yang dipercaya pelanggan terhadap suatu atribut. Harapan adalah suatu kondisi yang diharapkan atau
Skala Kategori 5 Sangat Puas
4 Puas
3 Cukup Puas 2 Tidak Puas 1 Sangat Tidak Puas
diinginkan pelanggan terhadap suatu atribut. Nilai ini didapatkan dengan beberapa tahap berikut :
1) Menghitung total skor pernyataan pada masing-masing elemen pada kondisi kenyataan dan harapan dengan rumus :
Total skor = ( responden x 5) + ( responden x 4) + ( responden x 3)
+ ( responden x 2) + ( responden x 1)
2) Menentukan rata-rata skor pernyataan masing-masing elemen dengan rumus :
3) Menentukan total rata-rata dengan menjumlahkan nilai rata-rata skor pernyataan pada masing-masing elemen
4) Menghitung selisih rata-rata skor pernyataan pada masing-masing elemen
5) Melakukan analisis data pada hasil perhitungan selisih rata-rata skor pernyataan dan selisih total rata-rata antar elemen pada kolom kenyataan dan harapan
6) Menghitung rata-rata selisih dengan rumus :
7) Melakukan analisis data pada hasil perhitungan rata-rata selisih per elemen
d. Menentukan skala interval dan kategori kepuasan pelanggan
Menurut Suliyanto (2018), analisis deskriptif jawaban responden digunakan untuk memberikan informasi tentang tingkat penilaian atas
indikator-indikator variabel penelitian yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode nilai indeks.
Rumus:
Jumlah Interval 1) Elemen Lokasi dan Landscape
Terdiri dari 7 pernyataan, yaitu A1-A7 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 35 dan skor terendah 7.
35 7
5 5,6
Tabel 3.2 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Lokasi dan Landscape
Skala Kategori 7,00 – 12,60 Sangat Tidak Puas
12,61 – 18,20 Tidak Puas 18,21 – 23,80 Cukup Puas
23,81– 29,40 Puas 29,41 – 35,00 Sangat Puas
2) Elemen Energi
Terdiri dari 4 pernyataan, yaitu B1-B4 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 20 dan skor terendah 4.
20 4
5 3,2
Tabel 3.3 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Energi
Skala Kategori 4,00 – 7,20 Sangat Tidak Puas
7,21 – 10,40 Tidak Puas 10,41 – 13,60 Cukup Puas 13,61 – 16,80 Puas 16,81 – 20,00 Sangat Puas
3) Elemen Air
Terdiri dari 3 pernyataan, yaitu C1-C3 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 15 dan skor terendah 3.
15 3
5 2,4
Tabel 3.4 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Air
Skala Kategori 3,00 – 5,40 Sangat Tidak Puas
5,41 – 7,80 Tidak Puas 7,81 – 10,20 Cukup Puas 10,21 – 12,60 Puas 12,61 – 15,00 Sangat Puas
4) Elemen Lingkungan
Terdiri dari 4 pernyataan, yaitu D1-D4 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 20 dan skor terendah 4.
20 4
5 3,2
Tabel 3.5 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Lingkungan
Skala Kategori 4,00 – 7,20 Sangat Tidak Puas
7,21 – 10,40 Tidak Puas 10,41 – 13,60 Cukup Puas 13,61 – 16,80 Puas 16,81 – 20,00 Sangat Puas
5) Elemen Kualitas Udara
Terdiri dari 4 pernyataan, yaitu E1-E4 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 20 dan skor terendah 4.
20 4
Tabel 3.6 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Kualitas Udara
Skala Kategori 4,00 – 7,20 Sangat Tidak Puas
7,21 – 10,40 Tidak Puas 10,41 – 13,60 Cukup Puas 13,61 – 16,80 Puas 16,81 – 20,00 Sangat Puas 6) Elemen Limbah
Terdiri dari 4 pernyataan, yaitu F1-F4 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 20 dan skor terendah 4.
20 4
5 3,2
Tabel 3.7 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Limbah
Skala Kategori 4,00 – 7,20 Sangat Tidak Puas
7,21 – 10,40 Tidak Puas 10,41 – 13,60 Cukup Puas 13,61 – 16,80 Puas 16,81 – 20,00 Sangat Puas 7) Elemen Makanan
Terdiri dari 3 pernyataan, yaitu G1-G3 yang setiap pernyataan diberi skor 1-5 dengan skor total tertinggi 15 dan skor terendah 3.
15 3
5 2,4
Tabel 3.8 Skala Interval Kepuasan Pelanggan Terhadap Elemen Makanan
Skala Kategori 3,00 – 5,40 Sangat Tidak Puas
5,41 – 7,80 Tidak Puas 7,81 – 10,20 Cukup Puas 10,21 – 12,60 Puas 12,61 – 15,00 Sangat Puas
e. Menghitung persentase persepsi responden terhadap implementasi
Green Hospital di Rumah Sakit Panti Rapih dengan rumus :
%
BAB IV
DESKRIPSI UMUM RUMAH SAKIT, DATA DAN NARASUMBER
A. Profil Rumah Sakit Panti Rapih
1. Sejarah Singkat Rumah Sakit Panti Rapih
Pada tanggal 14 September 1929 secara resmi rumah sakit dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dengan nama Rumah Sakit "Onder de
Bogen". Seiring berjalan waktu, jumlah penderita yang datang semakin
meningkat. Fasilitas rumah sakit harus ditambah dan dikembangkan untuk mengimbangi kebutuhan pelayanan. Dalam masa penjajahan pemerintah Jepang pada tahun 1942 nama rumah sakit ini harus diganti nama pribumi dan Mgr. Alb. Soegijopranoto, SJ, Bapa Uskup pada Keuskupan Semarang berkenan memberikan nama baru "Rumah Sakit Panti Rapih", yang berarti Rumah Penyembuhan. Rumah Sakit Panti Rapih semakin dikenal dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Semakin banyak pula penderita yang datang dan dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih. Untuk mengimbangi hal ini, para pengurus Yayasan dan para Suster Carolus Borromeus (CB) merencanakan untuk memperluas bangunan dan menambah fasilitas yang ternyata membutuhkan dana dan pembiayaan yang tidak sedikit. Tahap demi tahap, sesuai dengan datangnya dana bantuan Rumah Sakit Panti Rapih melengkapi dirinya dengan fasilitas-fasilitas yang sebaiknya dimiliki sebuah rumah sakit, baik peralatan medis, peralatan unit penunjang, maupun bangunan-bangunan bangsal baru dan poliklinik.
Seiringan dengan perkembangan rumah sakit, muncul kepedulian dalam pengelolaan rumah sakit yang lebih ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya tagline a garden hospital sebagai komitmen rumah sakit dalam menjaga ruang hijau terbuka dalam bentuk taman-taman asri di lingkungan rumah sakit.
2. Letak dan Fasilitas Rumah Sakit Panti Rapih
Rumah Sakit Panti Rapih beralamat di Jalan Cik Di Tiro No. 30, Caturtunggal, Depok, Sleman Yogyakarta. Rumah sakit ini terletak di tengah perkotaan dengan daerah yang padat penduduk, dekat sarana pendidikan dan perkantoran serta lalu lintas yang cukup padat. Rumah Sakit Panti Rapih memiliki luas area total 42.093 m2 dengan ruang terbuka hijau sebesar 16.837m2 atau sekitar 40% dari total luas area rumah sakit. Saat ini, Rumah Sakit Panti Rapih merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe B di Yogyakarta dan telah mencapai akreditasi dengan tingkat Paripurna.
Rumah Sakit Panti Rapih memiliki layanan rawat jalan, rawat inap, Intalasi Gawat Darurat (IGD), pelayanan medik dan penunjang medik. Saat ini, terdapat Gedung Borromeus yang merupakan gedung baru tempat layanan poli rawat jalan terpadu yang berdiri tahun 2019. Ruang rawat inap memiliki kapasitas kurang lebih 337 kamar yang terdiri dari bangsal Carolus, Elisabeth dan Lukas dengan kelas perawatan VVIP, executive A dan B, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, serta 7 kamar khusus yaitu 1 kamar isolasi, 4 kamar ICCU dan 2 kamar IMC. Layanan IGD 24 jam terletak pada sisi jalan Cik Di Tiro yang cepat dan mudah diakses. Pelayanan medik terdiri dari layanan
hemodialisa, medical check up, dan pijat bayi. Layanan penunjang medik terdiri dari radiologi, rehabilitasi medik, laboratorium, instalasi farmasi, instalasi pelayanan gizi dan kamar operasi.
Gambar 4.1. Gedung Rumah Sakit Panti Rapih
Sumber : Google.com
Gambar 4.2. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih
Gambar 4.3. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih
Sumber : Google.com
3. Visi dan Misi a. Visi
Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit rujukan yang memandang pasien sebagai sumber inspirasi dan motivasi kerja dengan memberikan pelayanan kepada siapa saja secara profesional dan penuh kasih dalam suasana syukur kepada Tuhan.
b. Misi
1) RS Panti Rapih menyelenggarakan pelayanan kesehatan menyeluruh secara ramah, adil, profesional, ikhlas, dan hormat dalam naungan iman Katolik yang gigih membela hak hidup insani dan berpihak kepada yang berkekurangan.
2) RS Panti Rapih memandang karyawan sebagai mitra karya dengan memberdayakan mereka untuk mendukung kualitas kerja demi kepuasan pasien dan keluarganya, dan dengan mewajibkan diri menyelenggarakan kesejahteraan karyawan secara terbuka,
proporsional, adil, dan merata sesuai dengan perkembangan dan kemampuan.
3) Pelayanan kesehatan menyeluruh. Dengan memperhatikan aspek fisik, mental, sosial, spiritual dan intelektual.
4) Secara ramah. Ringan menyapa, tulus tersenyum, peka pada harapan/kebutuhan yang dilayani.
5) Secara adil. Memberikan layanan kesehatan dan sikap melayani yang sama tanpa memandang strata sosial, pangkat/jabatan, kaya_miskin, asal_usul, dan perbedaan lain.
6) Secara profesional. Memberikan layanan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan secara optimal setara dengan tersedianya sumber-sumber yang ada.
7) Ikhlas. Kepada siapapun, memperoleh seberapapun, tidak menjadi halangan untuk terus melayani dan membela kehidupan pasien sampai Tuhan sendiri mengambil keputusan.
8) Hormat. Sikap menghargai keunikan sebagai sumber yang mendasari pengabdian kepada setiap orang dan semua makhluk ciptaan Tuhan. Siapapun dia, RS Panti Rapih memberikan layanan dengan menghargai hak hidup setiap orang dan memandang setiap individu sebagai ciptaan Tuhan yang harus dihargai oleh karena Roh Allah sendiri ada dalam diri setiap individu itu.
4. Nilai I-Care
Gambar 4.4. Nilai I-Care RS Panti Rapih Sumber : newsite.pantirapih.or.id a. Integrity
Melaksanakan tugas didasari konsistensi tindakan, nilai-nilai profesi, secara jujur dan tanggung jawab dengan sepenuh hati, demi kepentingan organisasi.
b. Compassion
Memahami dan merasakan secara mendalam penderitaan orang lain, serta berani melibatkan diri demi keselamatan sesama.
c. Assurance
Segala upaya, sikap dan tindakan untuk menjamin sebuah kualitas pelayanan yang dapat membangun kepercayaan dan kenyamanan pelanggan (pasien, keluarga pasien, rekan kerja, dll) dalam bentuk informasi atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.
d. Respect
Menghormati dan menghargai martabat orang lain tanpa melihat perbedaan (status, sosial, ekonomi, agama, ras, ide-ide, gagasan, pendapat, aturan, dan sistem yang telah ditetapkan) dalam rangka
menjalankan tugas serta pelayanan kepada pelanggan (pasien, keluarga pasien, dan rekan kerja).
e. Embrace Innovation
Keinginan dan kemampuan untuk bekerja secara kreatif melampaui standar prestasi, serta membuat ide baru untuk perubahan yang konstruktif.
5. Motto
Gambar 4.5. Motto RS Panti Rapih Sumber : newsite.pantirapih.or.id
6. Tagline
Sejak peresmian Gedung Rawat Inap Carolus tahun 2006, pihak manajemen Rumah Sakit Panti Rapih berkomitmen mulai tahun 2007 untuk melakukan pengelolaan lingkungan rumah sakit yang ramah lingkungan dengan membuat taman-taman yang kemudian dimanfaatkan untuk healing garden yang tidak hanya diperuntukkan bagi pasien namun juga terbuka bagi keluarga pasien, karyawan dan umum. Sejak saat itu Rumah Sakit Panti Rapih memiliki tagline A Garden Hospital. Tagline tersebut terus dipertahankan sampai dengan saat ini dengan mempertahankan ruang terbuka hijau di area rumah sakit. Hal ini menunjukkan pengelolaan Rumah Sakit Panti Rapih sudah memperhatikan lingkungan rumah sakit demi kenyamanan penghuni rumah sakit.
7. Struktur Organisasi
Pengelolaan lingkungan di Rumah Sakit Panti Rapih dilakukan oleh unit-unit kerja yang berada langsung di bawah tanggungjawab Direktur Pelayanan Kesehatan dan Infrastruktur yaitu bidang infrastruktur yang terdiri dari unit kerja Pengelolaan Sarana, Teknik dan Bangunan dan unit kerja Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
Gambar 4.6. Struktur Organisasi Rumah Sakit Panti Rapih
Sumber : newsite.pantirapih.or.id