• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi faktor internal

D. Aspek Kajian

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Profil Usaha Kelompok Tani Ikan Mekar Jaya

Pembudidayaan yang dilakukan oleh kelompok Mekar Jaya adalah budidaya ikan nila. Pemeliharaan ikan nila pada umumnya tidak tergantung pada musim, sehingga dapat diupayakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan dapat menggunakan lahan marjinal (lahan miskin atau lahan tidak subur) yang tidak dimanfaatkan untuk keperluan usaha pertanian lainnya. Sistem untuk memelihara ikan nila yang dilakukan oleh kelompok Mekar Jaya adalah dengan sistem keramba jaring apung di danau/situ Lido. Pemeliharaan ikan di keramba merupakan salah satu jenis usaha dengan memanfaatkan perairan umum sebagai sumber airnya. Keramba yang dimiliki kelompok Mekar Jaya dibuat dari bambu, dengan bentuk berupa bujur sangkar dan empat persegi panjang. Keramba jenis ini diletakkan sedemikian rupa, sehingga berada 20 cm di bawah permukaan air, karena itu diperlukan pemberat dan jangkar untuk mempertahankan posisi keramba. Secara alami, ikan

nila di dalam keramba mendapatkan makanan dari aliran danau/situ tempat keramba di pasang, tetapi makanan tersebut belum mencukupi, sehingga harus tetap diberi pakan tambahan. Pakan tambahan yang digunakan berupa pelet dengan kadar protein 25% – 35%. Takaran pakan yang diberikan 2% - 3% dari berat total ikan per hari.

Dana Skim Modal Kerja Rp. 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah) yang diberikan oleh DKP pada tahun 2004 digunakan untuk modal kerja kelompok. Setiap anggota diberikan modal usaha sesuai dengan kemampuannya berusaha dan wajib membayar pinjaman dari modal kerja tersebut, demi kelancaran perguliran dana pinjaman dana SMK pada tahap berikutnya.

Dalam perkembangannya, KTIMJ menjalankan usaha kelompok dengan membudidayakan ikan, penyediaan pakan kelompok atau penjualan pakan ikan dan reporasi ikan. Reporasi ikan adalah menampung ikan yang berasal dari luar danau Lido, ditampung di suatu keramba di Lido selama 2 – 3 hari dengan tujuan untuk membuat ikan tersebut hidup di keramba Lido dan membuang bau lumpur ikan agar tidak berbau karena ikan yang hidup di danau Lido terkenal baik dan tidak berbau. Dalam pelaksanaan operasionalnya usaha kelompok tersebut tidak hanya melayani penjualan pakan ikan untuk anggota kelompok saja, kelompok usaha ini juga melayani penjualan pakan untuk masyarakat diluar keanggotaan Kelompok Tani Ikan Mekar Jaya. Pada awalnya kelompok membudidayakan ikan mas, karena panennya yang singkat selama 40 hari namun karena satu dan lain hal, budidaya yang ditekuni beralih pada budidaya ikan nila.

Peranan kelompok di Mekar Jaya sifatnya hanya membina, dimana perorangan yang bekerja dengan modal sendiri. Kelompok berupaya mencari penguatan modal, membantu mencari pakan bagi anggota yang mengalami kesulitan dan keterlambatan panen. Peranan kelompok adalah sebagai koperasi bagi anggotanya, dengan penghasilan diperoleh dari retribusi para anggota, contohnya dengan memperoleh

penghasilan dari pembelian pakan yaitu sebesar Rp. 50 untuk 1 kg pakan ikan.

Panen anggota selama 40 hari sekali dengan rataan panen 1 ton/orang. Usaha lain adalah reporasi ikan mas dari pengumpul ikan yang berlokasi di Cirata dan Saguling, dengan penghasilan sebesar Rp 100/Kg ikan yang direporasi. Setiap bulannya kelompok dapat mereporasi ikan sebanyak 3 – 4 ton/bulan. Penghasilan kelompok sebelum SMK dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Penghasilan kelompok usaha tani ikan Mekar Jaya

No Kegiatan Rincian Jumlah

1 Penjualan Pakan Pemakaian pakan ikan setiap anggota/2 bulan dengan rataan 1.020 kg

Rp.50/Kg x 1.020 Kg= Rp. 51.000/2 bulan

2 Reporasi Ikan Rp. 100/Kg ikan x 3 – 4 ton/bulan= Rp. 100 x 3500 kg = Rp. 350.000/bulan = 700.000/2 bulan 3. Retribusi Penjualan ikan Jumlah penjualan ikan setiap anggota/2 bulan dengan rataan penjualan 823,5 Kg Rp. 50 x 823,5 Kg = Rp. 41.175/2 bulan Jumlah/2 bulan Rp . 792.175 Jumlah/tahun Rp. 792.175 x 6 = Rp. 4.753.050

Kondisi awal Luas danau Lido 22 Hektar, saat ini menyusut menjadi + 18 Hektar. Untuk memperkuat usahanya, Kelompok Tani Ikan Mekar Jaya menyewa sebuah gudang yang dapat menampung pakan sebesar 5 ton. Pembayaran sewa gudang sesuai dengan kesepakatan pemilik gudang, yaitu dibayarkan satu tahun setelah penggunaan gudang tersebut.

Pembudidayaan ikan yang dilakukan KTIMJ adalah dengan menggunakan keramba jaring apung (Gambar 2) dimana tambak dibangun dengan kedalaman danau 12 m. Kedalaman keramba jaring

apung dari permukaan air 3 m ke bawah dan 1,5 m. ke atas. Pada setiap kolam ada pemberat/bandulan di empat sisi keramba dan ada sistem jangkar supaya tidak goyah. Ukuran keramba untuk setiap orang berbeda-beda. Lahan di Lido yang diijinkan untuk digarap di bidang perikanan oleh Pemda seluas 3 Ha dan yang digunakan untuk keramba/budidaya perikanan seluas 7.000 m2 (sisa dari 3 hektar untuk lalu lintas rakit).

Gambar 2. Tambak pembudidayaan ikan KTIMJ

Jumlah keramba jaring apung yang ada di Lido berjumlah 143 buah. Beberapa permasalahan yang muncul padabudidaya keramba, yaitu : 1. Musim apiring/pergantian cuaca, terutama musim hujan dimana air

yang berada di bawah/mengendap naik ke atas yang mengakibatkan amoniak naik, maka terjadi kematian ikan.

2. Pembongkaran tanah RS Badan Narkotika Nasional (BNN), dimana limbah bangunan masuk ke danau yang mengakibatkan air tidak bening dan 80% ikan mati.

Upaya yang sudah dilakukan oleh Kelompok Usaha Tani Ikan Mekar Jaya adalah :

a. Melakukan upaya penyelamatan dengan menggunakan mesin air, caranya dengan menyemprotkan ke setiap kolam untuk membantu memberikan oksigen di keramba

b. Melakukan penguatan modal untuk mengganti ikan yang 80% mati. Penghasilan lain yang dapat diperoleh oleh KTIMJ adalah dengan berjualan pakan ikan. Pakan yang dijual oleh kelompok ini adalah pakan ternak dengan merk dagang Laju (LJ) dan diproduksi oleh PT. Sinta Prima Feedmill dengan analisis proksimat kadar air maksimal 12%, Protein Kasar 23% sampai dengan 26%, lemak kasar maksimal 7% dan abu maksimal 12%.

Usaha lain yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha Tani Ikan Mekar Jaya adalah pemungutan retribusi hasil panen anggota sebesar Rp 50/kg.