• Tidak ada hasil yang ditemukan

Progam Belajar Luar Neger

untuk Pegawai

Employee Overseas

Development Program

85 PT ANTAM (Persero) Tbk Laporan Keberlanjutan 2013

Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance Assurance Statement Bersama Membangun Kesejahteraan Masyarakat Building Community Welfare Together

Evaluasi dan Strategi Keberlanjutan Sustainability Evaluation and Strategy

Lembar Umpan Balik Feedback Form

Lampiran & Daftar Istilah Appendix & Glossary

Indeks GRI 4 Gri 4 index

Lingkungan, Sosial & Tata Kelola Keberlanjutan Environment, Social & Sustainability Governance Profil ANTAM ANTAM Profile Visi, Misi, Nilai

Perusahaan & Struktur Organisasi Vision, Mission, Company Values & Organization Structure Sambutan Direksi

Message from the Board of Directors Sambutan Dewan

Komisaris Message from the Board of Commissioners Komitmen ANTAM pada Pelestarian Lingkungan ANTAM’s Commitment to Environmental Preservation Tentang Laporan Ini

About this report

PT ANTAM (Persero) Tbk Sustainability report 2013

86

Perseroan terus berusaha meningkatkan penerapan dan pelaksanaan K3, mengingat sifat maupun risiko pekerjaan yang dihadapi para pegawai, terutama mereka yang bertugas di bidang pelaksana penambangan. Upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan peralatan perlindungan diri dan keselamatan, serta pelatihan tentang K3 yang terus-menerus dilaksanakan. [G4-LA7]

Manajemen dan perwakilan pegawai juga membentuk

Safety Committee atau Komite Keselamatan, yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan K3 pada unit/ unit bisnis termasuk tenaga kerja pada kontraktor/mitra kerja. Dalam melaksanakan tugasnya, Safety Committee

dibantu Safety Sub-Committee di tingkat Division masing- masing.

Komite Keselamatan yang dibentuk di unit bisnis penambangan dipimpin Kepala Teknik Tambang, dibantu pengawas teknik serta pengawas operasional. Komite melakukan pertemuan minimal satu kali dalam setiap bulan, untuk memberikan masukan-masukan terkait program-program K3 dan melakukan pembahasan hasil inspeksi/observasi di lapangan yang tidak bisa diselesaikan pada level subkomite.

Jumlah tenaga inti yang merupakan perwakilan pegawai dalam Komite Keselamatan ada 407 orang atau 19,4% dari total pegawai tetap di keempat unit bisnis. Jumlah tersebut meliputi tenaga inti dan relawan (volunteer) dari beberapa Division di lingkungan Perseroan, dan 83 orang relawan dari kontraktor/mitra kerja. [G4-LA5]

Jumlah Anggota Komite Keselamatan Kerja Tahun 2013 [G4-LA5]

Number of Occupational Safety Committee

Unit Bisnis Business Unit Satuan Kerja Working Unit Relawan Volunteer Kontraktor Contractor Jumlah Terdaftar Total UBP Emas 17 195 34 246 UBPN Sultra 11 34 26 71 UBPN Malut 13 28 23 69 UBPP LM 4 105 0 109 Jumlah Total 45 362 83 495

PT ANTAM (Persero) Tbk Sustainability report 2013

86

The Company continues to improve the OSH application and implementation, given the nature of the work and the risks faced by employees, especially those who are assigned as mining operators. The efforts are carried out by providing personal protective and safety equipment, as well as continuous implementation of training on OSH. [G4-LA7]

Management and employee representatives also has formed a Safety Committee, which is responsible for OSH management of units/business units including workers of contractors/partners. in performing its duties, the Safety Committee is assisted by Safety Sub-Committee at their respective Divisions.

Safety Committee which was formed in the mining business unit is led by Head of Mine Engineering, assisted by engineering superintendent and operations superintendent. The Committee meets at least once a month, to provide input on OSH programs and discuss the results of field inspection/observation that can not be solved at the sub-committee level.

The number of core personnel who are employee representatives in the Safety Committee was 407 people or 19.4% of total permanent employees at four business units. The number consisted of core personnel and volunteers from several Divisions within the Company, and 83 volunteers from contractors/business partners. [G4-LA5]

Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance Assurance Statement Bersama Membangun Kesejahteraan Masyarakat Building Community Welfare Together

Evaluasi dan Strategi Keberlanjutan Sustainability Evaluation and Strategy

Lembar Umpan Balik Feedback Form

Lampiran & Daftar Istilah Appendix & Glossary

Indeks GRI 4 Gri 4 index

87 PT ANTAM (Persero) Tbk Laporan Keberlanjutan 2013

Jumlah Keterwakilan Pegawai dalam Komite Bersama K3 Tahun 2013[G4-LA5]

Number of Workforce represented in OHS Commitee

Unit Bisnis

Business Unit

Jumlah Anggota Komite K3 Number Of OHS Committee Jumlah Pekerja Workforce representation Persentase Percentage UBP Emas 212 553 38,3 UBPN Sultra 45 1.083 4,2 UBPN Malut 41 353 11,6 UBPP LM 109 109 100 Jumlah Total 407 2.098 19,4

Kesungguhan ANTAM menerapkan praktik-praktik penambangan yang baik termasuk keutamaan dalam pelaksanaan K3, juga diwujudkan melalui penyertaan pasal- pasal pengelolaan K3 sebagai bagian di dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Dengan demikian kepatuhan pada pelaksanaan K3 menjadi tanggung jawab bersama manajemen dan setiap pegawai. [G4-LA8]

Kepatuhan pada pelaksanaan K3 selama tahun 2013, telah menekan terjadinya angka kecelakaan kerja menjadi lima kali. Kejadian ini terdiri dari dua kecelakaan kerja kategori ringan dan tiga kecelakaan kerja kategori berat, dengan kehilangan hari kerja sebanyak 124 hari. Jumlah tersebut menurun 38% dibandingkan tahun 2012 sebanyak delapan kasus kecelakaan kerja.

Tingkat Kekerapan (FR) dan Tingkat Keparahan (SR)[G4-LA6]

Frequency rate and Severity rate

Uraian

Description

Periode Pelaporan reporting Period

2011 2012 2013

Frequency Rate 0,41 0,24 0,14

Severity Rate 245,94 1,57 3,35

* Perhitungan Statistik Kecelakaan Berdasarkan Kepmen No.555.K/26/M.PE/1995 Pasal 47 Tentang Statistik Kecelakaan Tambang. * Calculation of Accident Statistics According to Ministerial Decree Article 47 of No.555.K/26/M.PE/1995 On Mine Accident Statistics.

Total Jam Kerja Hilang karena Kecelakaan Kerja [G4-LA6} Total Work Hour and Day Loss Due to Work Accident

Uraian

Description

Periode Pelaporan reporting Period

2011 2012 2013

Total jam kerja

Total Work Hour

24.595.793 33.762.484 36.972.668

Hari kerja hilang

Day Loss Due

6.049 53 124

ANTAM is committed to applying good mining practices, including priority in OSH implementation, which is also realized through the inclusion of articles on OSH management as part of the collective labor agreement (CLA). Thus, the compliance with OSH implementation is a shared responsibility of management and every employee. [G4-LA8]

Compliance with OSH implementation of during 2013, has lowered the number of work accidents to five occurrences. The accidents consisted of two minor work accidents and three major work accidents, with 124 lost working days. The number decreased by 38% compared to eight cases of work accident in 2012.

Lingkungan, Sosial & Tata Kelola Keberlanjutan Environment, Social & Sustainability Governance Profil ANTAM ANTAM Profile Visi, Misi, Nilai

Perusahaan & Struktur Organisasi Vision, Mission, Company Values & Organization Structure Sambutan Direksi

Message from the Board of Directors Sambutan Dewan

Komisaris Message from the Board of Commissioners Komitmen ANTAM pada Pelestarian Lingkungan ANTAM’s Commitment to Environmental Preservation Tentang Laporan Ini

About this report

PT ANTAM (Persero) Tbk Sustainability report 2013

88

Jumlah Kecelakaan Kerja[G4-LA6]

Total Work Accident

Unit Bisnis

Business Unit

Jumlah dan Kategori Kecelakaan Kerja Total Working Accident based on Category

2011 2012 2013 Ringan Minor Berat Major Fatal Fatal Ringan Minor Berat Major Fatal Fatal Ringan Minor Berat Major Fatal Fatal UBP Emas 3 0 1 3 0 0 0 0 0 UBPN Sultra 1 1 0 4 0 0 1 2 0 UBPN Malut 1 0 0 0 0 0 1 1 0 UBPP LM 1 1 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah Total 6 2 1 7 0 0 2 3 0

* Kategori Kecelakaan Berdasarkan Kepmen No.555.K/26/M.PE/1995 Pasal 40 Tentang Penggolongan Cidera Akibat Kecelakaan Tambang. * Accident Category Under Article 40 of Ministerial Decree No.555.K/26/M.PE/1995 on Classification of Mine Accident injury.

Pemenuhan aspek kesehatan kerja kepada para pegawai, antara lain diwujudkan dengan perhatian kepada pegawai dengan risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan karena pekerjaannya. Di UBP Emas, misalnya, ANTAM mewajibkan semua pegawai di pabrik menjalani

biomonitoring untuk mengetahui kadar timbal dan sianida dalam darah. [GA-LA7]

Selain itu, untuk semua pegawai secara berkala dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check up). Tujuannya untuk mengetahui tingkat kesehatan serta potensi gangguan kesehatan yang dihadapi. Langkah ini berguna untuk mengantisipasi ancaman gangguan kesehatan sejak dini. informasi lebih lanjut mengenai upaya pengurangan risiko kerja lainnya terdapat pada Lampiran 17.

Fulfillment occupational health aspect to employees, among others, is realized through attention to employees with high risk health problems due to their job. At UBP Emas, for example, ANTAM requires all employees at the plant undergo biomonitoring to determine levels of lead and cyanide in their blood. [GA-LA7]

Moreover, all employees have medical check-up periodically. The goal is to determine the level of health and potential health problems faced. This is useful to anticipate the threat of health problems early on. Detailed information on Company efforts to reduce other occupational risks is displayed in Appendix 17.

Simulasi penyelamatan kecelakaan kerja di UBP Emas.

rescue simulation at UBP Emas.

Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance Assurance Statement Bersama Membangun Kesejahteraan Masyarakat Building Community Welfare Together

Evaluasi dan Strategi Keberlanjutan Sustainability Evaluation and Strategy

Lembar Umpan Balik Feedback Form

Lampiran & Daftar Istilah Appendix & Glossary

Indeks GRI 4 Gri 4 index

89 PT ANTAM (Persero) Tbk Laporan Keberlanjutan 2013

ANTAM telah mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 sejalan dengan kepatuhan pada prinsip-prinsip penambangan yang baik. Beberapa unit bisnis ANTAM telah memperoleh sertifikat OHSAS18001.

Dengan karakteristik proses bisnis yang berbeda- beda dari unit dan unit bisnis, maka ANTAM merasa perlu membuat Sistem Manajemen K3 yang mampu digunakan oleh seluruh unit dan unit bisnis yang ada. Sistem Manajemen K3 Korporasi dibuat dengan referensi utama Standar Sistem Manajemen OHSAS18001:2007 dan merupakan penyempurnaan dari Sistem Manajemen K3 ANTAM (ANTAM Safety Standard) yang telah ada dan diimplementasikan sebelumnya.

Tantangan utama penerapan sistem manajemen korporasi K3 ini lahir setelah unit maupun unit bisnis ANTAM telah lebih dulu membuat dan menerapkan sistem manajemen K3 masing-masing. Akan tetapi dengan dukungan dan komitmen bersama, seluruh unit dan unit bisnis ANTAM dapat melakukan penyesuaian demi terciptanya keefektifan dalam implementasi sistem, menunjang kemajuan kinerja K3, pendewasaan sistem, efektivitas dalam pengambilan keputusan-keputusan dan menunjang percepatan pencapaian target-target Perseroan yang diharapkan.

ANTAM has implemented OSH Management System according to compliance with good mining principles. Several ANTAM’s business units have received OSHAS 18001 certificates.

With the diverse business process characteristics from one unit to another, ANTAM needs to establish OSH Management System that can be used by all units and business units. The Corporation OSH Management that has been established with key reference to Standard of OSHAS Management System 18001:2007 and an improvement from ANTAM OSH Management System (ANTAM Safety Standard) that has been established and implemented earlier.

The main challenge of OSH corporation management system implementation raises after ANTAM’s units and business units have established and implemented their respective OSH management system. However, with support and commitment, all units and business units of ANTAM were able to make adjustments for effective system implementation, support the OSH performance progress, system enhancement, effectiveness in decision making and support the acceleration of the Company’s expected target achievement.

Sistem Keselamatan