V GAMBARAN UMUM
5.2. Gambaran Umum Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor 1. Dasar Pembentukan
5.2.7. Program dan Anggaran
Program adalah salah satu produk dari lembaga pemerintahan. Program juga merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintahan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang memiliki alokasi anggaran tertentu. Ide program tersebut dapat berasal dari pemerintah daerah sendiri atau Disnakkan dan juga dapat berasal dari aspirasi masyarakat. Program-program yang berasal dari aspirasi masyarakat tersebut terlebih dahulu harus dikoordinasikan oleh lembaga pemerintahan terkait agar dapat disahkan menjadi program-program yang terorganisir dan memiliki tujuan
68 serta sasaran yang jelas. Alokasi anggaran sebagian besar berasal dari Anggaran, Penerimaan, dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor. Namun, apabila pemerintah pusat melalui kementeriaan tertentu mengajukan program yang berkaitan dalam konteks desentralisasi dan dekonsentrasi maka program-program tersebut dapat berasal dari Anggaran, Penerimaan, dan Belanja Negara (APBN).
Dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor tahun 2009-2013, program dan kegiatan dikategorikan ke dalam program atau kegiatan lokalitas SKPD, program atau kegiatan lintas SKPD, dan program atau kegiatan kewilayahan. Program atau kegiatan lokalitas SKPD adalah sekumpulan rencana kerja yang ada di suatu SKPD yang dalam penelitian ini adalah Disnakkan Kabupaten Bogor. Program atau kegiatan lintas SKPD adalah rencana kerja yang dilakukan bersama atau mencakup ruang lingkup kewenangan dari SKPD yang lain. Sedangkan program atau kegiatan kewilayahan adalah sekumpulan rencana kerja terpadu antar kementerian atau lembaga dan SKPD mengenai suatu atau beberapa wilayah, daerah atau kawasan tertentu.
Berikut adalah program-program dan kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program atau kegiatan lokalitas Disnakkan Kabupaten Bogor :
1. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
Program ini dimaksudkan dalam rangka untuk meningkatkan produksi hasil peternakan berupa daging, telur, susu, serta peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak. Jumlah anggaran pada program ini di tahun 2009 sebesar Rp 3.706.131.000 . Adapun kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini meliputi :
a. Pembibitan dan perawatan ternak.
b. Pendistribusian bibit ternak dan sarana produksi peternakan kepada masyarakat.
c. Pelatihan petani ternak penerima bantuan. d. Pengawasan mutu pakan ternak.
e. Pengawasan mutu bibit ternak.
f. Pengembangan agribisnis peternakan. g. Monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
69 2. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan.
Program ini dalam rangka meningkatkan pengelolaan usaha dan pemasaran hasil peternakan. Jumlah anggaran pada tahun 2009 untuk program ini sebesar Rp 235.083.000. Adapun kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini meliputi :
a. Fasilitas kerjasama regional, nasional, internasional dalam penyediaan hasil produksi peternakan komplementer.
b. Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah. c. Pengolahan hasil peternakan.
3. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan.
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan dan penerapan teknologi peternakan. Jumlah anggaran pada tahun 2009 untuk program ini sebesar Rp 193.202.000. Adapun kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini meliputi :
a. Kaji terap teknologi peternakan tepat guna.
b. Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi peternakan tepat guna.
c. Pengembangan kelembagaan usaha peternakan. 4. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi ikan konsumsi, ikan hias, dan benih ikan. Jumlah anggaran pada tahun 2009 untuk program ini sebesar Rp 1.198.507.000. Adapun kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini antara lain :
a. Pengembangan bibit ikan unggul. b. Pemberdayaan sumber daya lokal.
c. Pembinaan dan pengembangan perikanan.
d. Pengadaan sarana dan prasarana pengembangan perikanan e. Restocking ikan di perairan setu.
f. Optimalisasi perikanan di perairan umum. 5. Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan.
70 Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan dan penerapan teknologi perikanan. Anggaran untuk program ini pada tahun 2009 sebesar Rp 113.854.000. Kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini, antara lain :
a. Kaji terap teknologi perikanan tepat guna.
b. Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi perikanan tepat guna.
c. Pengembangan kelembagaan usaha perikanan.
6. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan. Program ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan pengelolaan usaha dan pemasaran hasil perikanan. Anggaran untuk program ini pada tahun 2009 sebesar Rp 622.261.000. Kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk dalam program ini antara lain :
a. Fasilitas kerjasama regional, nasional, dan internasional penyediaan hasil produksi perikanan komplementer
b. Promosi atas hasil produksi perikanan unggulan daerah. c. Pengolahan hasil perikanan.
7. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak dan Ikan Program ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat dari berjangkitnya penyakit hewan menular atau zoonosis dan pangan asal hewan dan ikan serta hasil pangan asal hewan dan ikan yang mengandung bahan tambahan makanan berbahaya. Anggaran untuk program ini pada tahun 2009 sebesar Rp 1.657.301.000. Kegiatan-kegiatan pokok yang termasuk ke dalam program ini antara lain :
a. Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak. b. Pengawasan dan pemeriksaan pangan asal hewan dan hasil pangan
asal hewan.
c. Sosialisasi keamanan pangan. d. Fasilitas tempat pemotongan hewan. e. Pelayanan kesehatan hewan
71 Selain program-program yang menyangkut komoditas peternakan dan perikanan, terdapat program Disnakkan Kabupaten Bogor yang menyangkut kegiatan operasional, fasilitas, dan kepegawaian. Program-program tersebut antara lain : (1) program pelayanan administrasi perkantoran dengan anggaran sebesar Rp 1.781.158.000, (2) program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan anggaran sebesar Rp 1.646.844.000, (3) program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dengan anggaran sebesar Rp 5.000.000, serta (4) program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan anggaran sebesar Rp 361.350.000.
Di lain pihak, program dan kegiatan lintas SKPD, lintas pelaku, dan lintas wilayah didasari oleh suatu pemahaman bahwa pembangunan peternakan dan perikanan memerlukan dukungan dari sektor lain dalam bentuk program koordinatif. Program koordinatif tersebut saling mendukung antar SKPD dan antar wilayah sehingga tercipta suatu keterpaduan dan sinergitas dalam pengaplikasiannya. Adapun kegiatan-kegiatan yang memerlukan kerjasama antar lintas tersebut, antara lain :
1. Pengaturan tata ruang, pemilikan, dan peruntukan lahan.
2. Penataan, rehabilitasi, dan pengembangan prasarana penunjang. 3. Pengadaan sarana produksi.
4. Penguatan permodalan. 5. Promosi dan pemasaran. 6. Pengendalian lingkungan.
7. Pengkajian dan penerapan teknologi.
72