• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kebijakan

Dalam dokumen Randi Andika H (Halaman 75-79)

V GAMBARAN UMUM

5.2. Gambaran Umum Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor 1. Dasar Pembentukan

5.2.3. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kebijakan

perangkat daerah sebagai unsur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang peternakan dan perikanan.

5.2.2. Tugas Pokok dan Fungsi

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mempunyai tugas pokok Membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi di bidang peternakan dan perikanan serta tugas pembantuan. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) merumuskan kebijakan teknis bidang peternakan dan perikanan, (2) menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang peternakan dan perikanan, (3) membina dan melaksanaan tugas di bidang peternakan dan perikanan, serta (4) melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.

5.2.3. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kebijakan

Visi menggambarkan suatu pandangan yang jauh ke masa depan sesuai dengan tujuan dan keinginan untuk mengetahui bagaimana keadaan organisasi atau pihak-pihak yang berada di sekitarnya. Visi dapat membantu organisasi untuk mendefinisikan kemana organisasi akan dibawa dan membantu mendefinisikan bagaimana pelayanan harus dilakukan. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.

Merunut kepada tugas pokok Disnakkan sebagai perangkat pemerintahan daerah yang diartikan sebagai lembaga pemerintahan yang membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bidang peternakan dan perikanan, maka visi Disnakkan Kabupaten Bogor dijiwai dan dilandasi oleh visi Kabupaten Bogor itu sendiri. Adapun visi Kabupaten Bogor adalah terwujudnya masyarakat Kabupaten Bogor yang bertaqwa, berdaya dan berbudaya menuju sejahtera. Sedangkan visi Disnakkan Kabupaten Bogor adalah terwujudnya pembangunan peternakan dan perikanan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

60 Visi ini mengandung makna melaksanakan berbagai kegiatan atau upaya dalam rangka mengamankan dan meningkatkan jumlah serta kualitas hasil peternakan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor. Kata berdaya saing dan berwawasan lingkungan yang tercantum dalam visi tersebut mengandung makna kemampuan melakukan upaya untuk mengembangkan diri dalam suatu lingkungan usaha dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sumber daya peternakan dan perikanan yang harus dilandasi oleh keseimbangan penggunaan lahan, pengelolaan limbah peternakan dan perikanan serta organisme pengganggu bagi kesehatan hewan dan manusia.

Misi merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi untuk mewujudkan visi yang telah direncanakan. Dengan kata lain, misi merupakan penjabaran dari visi organisasi. Pernyataan misi harus menjabarkan keterlibatan para stakeholders dengan organisasi (Disnakkan). Misi tersebut harus jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misi juga terkait dengan adanya kewenangan yang diemban. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

Misi Disnakkan Kabupaten Bogor tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan misi Kabupaten Bogor. Misi Kabupaten Bogor menjiwai misi dari Disnakkan Kabupaten Bogor. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2009-2013 terdapat tujuh misi Kabupaten Bogor. Namun, misi yang secara langsung menjiwai misi Disnakkan Kabupaten Bogor adalah misi Kabupaten Bogor yang kedua, yaitu meningkatkan perekonomian daerah yang berdaya saing dengan titik berat pada revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis perdesaan.

Berdasarkan visi dan misi Kabupaten Bogor tahun 2009-2013 tersebut serta berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder), maka misi Disnakkan Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut :

61 1. Meningkatkan ketersediaan bahan pangan asal ternak dan ikan secara berkesinambungan. Misi ini mengandung makna meningkatkan usaha bidang peternakan dan perikanan serta pemenuhan kebutuhan konsumsi protein hewani.

2. Menjaga lingkungan yang kondusif bagi masyarakat peternakan dan perikanan serta masyarakat veteriner. Misi ini mengandung makna menciptakan rasa aman bagi masyarakat peternakan dan perikanan serta masyarakat veteriner dari bahaya penularan penyakit hewan menular dan zoonosis serta dari pangan asal hewan dan ikan serta hasil pangan asal hewan dan ikan yang mengandung bahan tambahan makanan berbahaya. Hal yang dapat menjadi parameter bagi tercapainya visi dan misi dijabarkan melalui pernyataan tujuan. Dengan kata lain, tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis lingkungan strategis. Tujuan mengarahkan perumusan strategi, kebijakan, program, dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi dan visi. Berdasarkan tujuan yang ditetapkan, Disnakkan Kabupaten Bogor akan mengetahui hal-hal yang harus dicapai dalam kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Adapun tujuan strategis Disnakkan untuk tahun 2009-2013 antara lain : (1) meningkatkan usaha bidang peternakan dan perikanan serta pemenuhan kebutuhan konsumsi protein hewani, dan (2) terciptanya rasa aman bagi masyarakat peternakan dan perikanan serta masyarakat veteriner.

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh lembaga dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan. Sasaran menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat dicapai, dan diupayakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur.

62

Tabel 13. Sasaran-Sasaran dan Indikator Disnakkan Kabupaten Bogor Tahun

2009-2013

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan

Tercapainya peningkatan produksi daging, telur, susu dan ikan serta tercapainya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak dan konsumsi ikan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Produksi Daging Produksi Telur Produksi Susu

Produksi Ikan Konsumsi Produksi Ikan Hias Produksi Benih Ikan Konsumsi Protein Hewani asal ternak

Konsumsi Ikan Fasilitasi Kemitraan Sentra Agribisnis Andalan

Kg Kg Liter Ton RE RE Gr/kap/hr Kg/kap/thn Orang Lokasi Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular dan zoonosis dan pengawasan Pangan Asal Hewan / Hasil Pangan Asal Hewan dari Bahan Tambahan Makanan Berbahaya 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penyakit Rabies Penyakit Anthrax Penyakit Brucellosis Penyakit SE Penyakit AI Pengawasan PAH/HPAH di pasar dan sentra produksi

Dosis Dosis Dosis Dosis Dosis Lokasi

Sumber : Disnakkan Kabupaten Bogor, 2009

Sasaran-sasaran Disnakkan Kabupaten Bogor adalah sesuatu dasar di dalam penilaian dan pemantauan kinerja sehingga merupakan alat pemicu bagi organisasi akan sesuatu yang harus dicapai. Tabel 13 menjelaskan sasaran-sasaran beserta indikator keberhasilannya. Dari Tabel 13 terlihat bahwa sasaran-sasaran Disnakkan dalam komoditas ikan hias air tawar adalah dengan meningkatkan produksi ikan hias dengan satuan RE (ribu ekor) dan pencegahan dan penanggulangan penyakit ikan hias air tawar.

Ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan, dan petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program atau kegiatan disebut dengan kebijakan. Tujuan akhir dibuatnya kebijakan adalah untuk tercapainya visi, misi, tujuan, dan sasaran secara terpadu dan lancar. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh pemerintah pusat atau daerah untuk mencapai tujuan.

63 Berikut adalah beberapa kebijakan Disnakkan Kabupaten Bogor tahun 2009 hingga 2013 dalam rangka mengarahkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan :

1. Meningkatkan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melalui pembinaan aparatur.

2. Meningkatkan sarana dan prasarana peternakan dan perikanan.

3. Meningkatkan akses peternak dan pembudidaya ikan terhadap sumber permodalan.

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan usaha peternakan dan perikanan.

5. Meningkatkan mutu dan nilai tambah produk peternakan dan perikanan. 6. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian penyakit

hewan.

Dalam dokumen Randi Andika H (Halaman 75-79)

Dokumen terkait