keamanan dalam bertransportasi. Melalui sosialisasi, masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam melakukan edukasi kepada masyarakat itu sendiri terkait ketertiban dan keselamatan transportasi.
Program keselamatan juga dilakukan secara bertahap pada masing-masing sub sektor transportasi dengan langkah- langkah sebagai berikut :
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan strategi dan program aksi antara lain:
− Pemerintah menetapkan Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan dan pencanangan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 sebagai jawaban atas ajakan majelis Umum PBB melalui resolusi nomor A/ RES/64/255 tanggal 2 Maret 2010 untuk memerangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang sudah dianggap epidemi global
− Pengadaan Peralatan UPK, Pembangunan Sistem Informasi Keselamatan, Penyuluhan Informasi Keselamatan, Pengadaan Peralatan Sosialisasi, Implementasi Lajur Khusus Sepeda Motor, Peningkatan Kualitas Mental dan Pengemudi Angkutan Umum; − Peningkatan Kapasitas Analisis Data Kecelakaan
Anggota Unit Pengkajian Keselamatan (UPK); − Peningkatan Kapasitas Audit Keselamatan Jalan; − Peningkatan Kapasitas Audit Keselamatan Alur
Pelayaran ASDP;
− Inspeksi Keselamatan Prasarana dan Sarana Angkutan Penyeberangan;
− Pelatihan Pengemudi AKAP/AKDP, Taksi Bandar Udara, Angdes/Angkot dan B3;
− Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT); − Pengadaan Helm Anak;
− Sosialisasi Keselamatan melalui Radio, Media Cetak dan Elektronik;
− Pembuatan Film Animasi Edukasi keselamatan transportasi darat.
− Di bidang sumber daya LLAJ dilaksanakan kegiatan- kegiatan :
a. Pendidikan untuk Penguji Kendaraan Bermotor b. Pendidikan dan penyegaran bagi Penyidik Pegawai
Negeri Sipil (PPNS) bidang LLAJ
− Di bidang peningkatan perlengkapan jalan guna mendukung peningkatan keselamatan LLAJ dilakukan kegiatan-kegiatan:
a. Pengadaan dan Pemasangan Rambu, RPPJ, Marka Jalan, dan Lampu Penerangan Jalan berbasis tenaga surya,
b. Pemasangan dan alat Pengujian Kendaraan Bermotor,
c. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas pada lokasi-lokasi tertentu.
− Dalam rangka mendukung penanganan muatan lebih dilakukan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi Jembatan Timbang.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan strategi dan program aksi antara lain:
1. Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian melalui beberapa kegiatan seperti pemantauan batas kecepatan di 9 DAOP dan 3 Divre, Pengadaan alat bantu pengawasan pelanggaran taspat,
Pengadaan alat bantu pemeriksaan keselamatan dan penelitian kecelakaan serta pengadaan pintu perlintasan kereta api; 2. Peningkatan kemam puan dan kualifikasi keahlian SDM Per kereta apian melalui pelatihan teknis ins pektur perkeretaapian, monitoring dan sertiikasi SDM perkeretaapian (regu- lator & operator), penyiapan pemberian akreditasi lembaga diklat SDM perkeretaapian dan pelatihan teknis penguji dan auditor perkeretaapian, sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan sertiikasi terhadap 62 tenaga penguji prasarana, 32 penguji sarana, 31 inspektur prasarana dan 17 inspektur sarana; 3. Pelaksanaan sertiikasi 9.850 SDM Perkeretaapian
sampai dengan tahun 2011, yang meliputi masinis sebanyak 2.745 orang, asisten masinis sebanyak 1.031 orang, PPKA sebanyak 2.594 orang, PJL sejumlah 2.625 orang dan JPJ sebanyak 855 orang;
4. Peningkatan kelaikan sarana perkeretaapian melalui pengu jian sertifikasi sarana per- keretaapian (245 sertifikasi Uji Pertama diwilayah Jawa-Sumatera dan 47 sertiikasi Uji Berkala diwilayah Jawa-Su matera sampai dengan November 2011), pengawasan kelaikan sarana perkeretaapian dan monitoring pe laksanaan Peraturan Menteri dibidang sarana;
5. P e n i n g k a t a n k e l a i k a n p r a s a r a n a perkeretaapian melalui pendataan prasarana, pemeriksaan kondisi prasarana dan penerbitan sertiikat prasarana perkeretaapian,
6. Peningkatan kelaikan prasarana perkeretaapian melalui sejumlah pengujian pertama dan berkala terhadap prasarana kereta api, diantaranya pengujian pertama jalur dan bangunan stasiun kereta api di Nanggroe Aceh Darussalam pada lintas Kr. Geukeuh-Kr.Mane sepanjang 11,35 km, pengujian pertama jalur KA shortcut Surabaya Gubeng-Pasar Turi sepanjang 925 m dan pengujian berkala jalur dan bangunan Kereta Api antara stasiun Purwosari hingga stasiun Wonogiri sepanjang 37 km; 7. Peningkatan pengamanan pada pintu perlintasan
melalui penggantian pintu perlintasan otomatis maupun melalui pembangunan under/upper pass sebagai bentuk nyata pengurangan perlintasan sebidang yang rawan; 8. Pelaksanaan sosialisasi penertiban penumpang kereta
api yang naik di kabin masinis, atap kereta, gerbong, lokomotif dan sambungan kereta serta tempat yang bukan pada peruntukannya.
9. Pelaksanaan sosialisasi keselamatan melalui penayangan iklan layanan masyarakat pada media cetak maupun media elektronik.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan strategi dan program aksi antara lain:
− Pemenuhan kecukupan dan keandalan sarana dan prasarana sesuai standar internasional;
− Pengerukan alur pelayaran/kolam; − Melakukan audit terhadap kapal; − Audit Lembaga Diklat Kepelautan; − Uji Petik Bidang Kelaiklautan Kapal;
− Peningkatan keterampilan personil KPLP dalam penerapan ISPS Code;
− Peningkatan Keterampilan PSCO;
− Pelatihan Penanggulangan Pencemaran akibat tumpahan minyak di laut (MARPOLEX);
− Bekerjasama dengan PKSPL-IPB dan InWent Bremen serta Bremen Port mengadakan pembekalan dan bimbingan teknis dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk Otoritas Pelabuhan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan strategi dan program aksi antara lain:
− Proaktif terhadap pencegahan kecelakaan penerbangan melalui progam evaluasi kinerja bandar udara maupun operator penerbangan;
− Peningkatan kehandalan peralatan navigasi penerbangan melalui peremajaan sistem pengaturan lalu lintas udara terutama yang melayani ruang udara di wilayah barat Indonesia (Jakarta Automation Air Trafic System) atau JAATS;
− Peningkatan pemanfaatan sistem pengaturan lalu lintas udara di wilayah timur Indonesia Makassar Air Trafic (MATSC);
− Wilayah udara yang tidak terjangkau oleh radar diberikan layanan penginderaan dengan Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) untuk upper level. Peremajaan fasilitas navigasi penerbangan yang beroperasi lebih dari 15 tahun;
− Pemasangan fasilitas bantu navigasi penerbangan di Luwuk, Poso, Oksibil dan Kotabaru;
− Melakukan penilaian kinerja operator penerbangan terhadap kepatuhan pemenuhan peraturan keselamatan penerbangan sipil berdasarkan CASR 121 (AOC 121) maupun yang beroperasi berdasarkan CASR 135 (AOC 135), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan Penilaian Kategori AOC 121/135 periode ke 12;
− Melakukan audit investigasi terhadap pesawat yang beroperasi dengan pemberian sanksi kepada operator yang tidak melaksanakan ketentuan :
(a) Cockpit enroute inspection (b) Cabin enroute inspection (c) Station facilities inspection (d) Training program inspection
(Catatan : dilakukan setiap saat secara random) − melakukan kerjasama melalui realisasi program sebagai
berikut :
1. ITSAP CASA Australia
• Pelatihan bagi 72 Inspektur Kelaikkan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara;
• Accident & Investigation Training, Training of SMS for Airlines, AMO dan Training Organization; • Safety Promotion, Program Pemeliharaan
Pesawat Tua, Human Factor in Fasting Workshop 2. ICAO Enhancement of Safety Oversight Capability
of DGCA (4 ICAO Experts)
• Flight Operation and Cabin Safety Inspector Training for new Hired Inspectors;
• Maintenance En-Route Inspection Training and OJT; • Maintenance Surveillance Supervision;
• Dangerous Good Training;
• Beyond Risk Management Training;
• Certification of Approved Maintenance Organization, etc.
3. EU/EASA
• Design Organization Approval (DOA) Training, Workshop dan OJT;
• EASA Second International Cooperation Forum; • Airworthiness Management Training oleh
Pemerintah Swedia. 4. FAA
• Runway Safety Training
• DGCA Organization Structured Study 5. JICA
• Safety Audit Procedure and Risk Assesment Training;
• Inspector Training for Airworthiness and Flight Operation.
6. DGLM-Netherland
• SMS Training on JAA Training Organization; • International Regulation for Air Transport
Training • SMS Workshop 7. Australia
• Indonesia-Australia Avsec Project (IAAP) • Australia Leadership Awards Fellowship (ALAF) • Avsec Forum Annual Meeting
• Penempatan Australian Avsec Adviser di Bandara Ngurah Rai-Bali
• Penempatan Australian Avsec Adviser di Direktorat Keamanan Penerbangan
8. Jepang
• Bantuan fasilitas keamanan penerbangan di beberapa bandara Indonesia;