PERKEBUNAN NUSANTARA III
B. Pelaksanaan CSR melalui Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara berdasarkan Peraturan Menteri
2. Program Kemitraan
2.8. Prosedur Bantuan Pembinaan a. Tahap Evaluasi dan Seleksi
Bagi proposal permohonan dari calon mitra binaan akan dilakukan evaluasi pendahuluan berdasarkan data-data yang ada guna menentukan dapat tidaknya proposal tersebut untuk ditindaklanjuti. Bila memenuhi persyaratan, maka akan diadakan peninjauan langsung ke tempat usaha dan dilakukan
wawancara guna mengetahui layak tidaknya usaha yang dijalankan oleh calon mitra binaan. Tahap evaluasi pendahuluan ini terlebih dahulu dianalisa oleh Distrik Manajer dan Kabid Umum di Kantor Distrik, selanjutnya akan diajukan ke Bagian PKBL Kantor Direksi. Bila memenuhi persyaratan, maka akan dilaksanakan peninjauan secara bersama-sama tim PKBL Kantor Distrik dengan Tim PKBL Kantor Direksi’.
Tata cara pemberian pinjaman dana Program Kemitraan.
✓ Calon Mitra Binaan menyampaikan rencana da/atau proposal kegiatan usaha kepada BUMN Pembina melalui Kebun/Unit, dengan memuat sekurang-kurangnya data sebagai berikut :
1) Nama dan alamat unit usaha;
2) Nama dan alamat pemilik/pengurus unit usaha;
3) Bukti identitas diri pemilik/pengurus 4) Bidang usaha;
5) Izin usaha atau surat keterangan usaha dari pihak yang berwenang;
6) Perkembangan kinerja usaha (arus kas, perhitungan pendapatan dan beban, neraca atau data yang menunjukkan keadaan keuangan serta hasil usaha);
7) Rencana usaha dan kebutuhan dana;
8) Surat pernyataan tidak sedang menjadi Mitra Binaan BUMN Pembina lain
Permohonan yang diajukan koperasi, Kebun/Unit berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Pemerintah Daerah setempat’. Calon mitra binaan yang layak bina
menyelesaikan proses administrasi pinjaman dengan Kebun/Unit. Selain pemenuhan syarat administrasi dilakukan juga seleksi calon mitra binaan dengan kriteria :
1) Memiliki jiwa wirausaha serta motivasi yang kuat dalam menekuni usaha, 2) Diutamakan yang mempunyai latar belakang pendidikan formal minimal
tingkat SD,
3) Memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha sendiri ataupengalaman bekerja pada perusahaan lain,
4) Memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dengan menetapkan metode dan teknik berusaha sesuai dengan perkembangan usaha,
5) Bersedia menjadi mitra binaan serta memenuhi perjanjian kerjasama dengan PTPN-III (Persero)
Adapun bidang usaha yang dapat menjadi mitra binaan perusahaan, adalah : 1) Jenis usaha legal, tidak memproduksi barang atau jasa yang dapat
membahayakan keamanan, ketertiban, keselamatan dan lingkungan.
2) Proses produksi tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan alam (berupa limbah berbahaya, polusi udara dan lain-lain), serta terhadap ketentraman masyarakat sekitar.
3) Bahan baku diperoleh secara legal.
Perusahaan sebagai BUMN Pembina tidak diperkenankan untuk memberikan pinjaman kepada calon mitra binaan yang menjadi mitra binaan BUMN lain’.
b. Tahap identifikasi
Pada tahap ini penelitian dilakukan lebih lanjut kepada calon mitra binaan
yang berdasarkan hasil peninjauan layak untuk dibina guna dapat diidentifikasi jenis bantuan yang paling dibutuhkan, apakah berupa bantuan modal kerja, investasi maupun bantuan pemasaran atau pelatihan.
Bentuk bantuan modal kerja dan investasi merupakan dana pinjaman yang diberikan untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan agar dapat meningkatkan produksi.
c. Tahap implementasi
Setelah calon mitra binaan dinyatakan layak untuk dibina dilakukan perjanjian kerja sama dalam bentuk bantuan pinjaman lunak dengan tingkat bunga 6 % per tahun, tenggang waktu pengembalian (grace period) selama 36 (tiga puluh enam) bulan dan pembayaran bantuan pinjaman dilakukan melalui transfer ke rekening bank mitra binaan yang bersangkutan.
Pemberian pinjaman kepada calon mitra binaan dituangkan dalam surat perjanjian/kontrak yang sekurang-kurangnya memuat ‘’’:
1) Nama dan alamat BUMN Pembina dan Mitra Binaan;
2) Hak dan kewajiban BUMN Pembina dan Mitra Binaan;
3) Jumlah pinjaman dan peruntukkannya;
4) Syarat-syarat pinjaman (jangka waktu pinjaman, jadwal angsuran pokok dan jasa administrasi pinjaman).
Dalam hal mengenai jaminan akan dilampirkan terpisah dari perjanjian mitra binaan mempunyai kewajiban sebagai berikut’:
1) Melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan rencana yang telah disetujui oleh BUMN Pembina;
2) Menyelenggarakan pencatatan / pembukuan dengan tertib;
3) Membayar kembali pinjaman secara tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati;
4) Menyampaikan laporan perkembangan usaha setiap triwulan kepada perusahaan sebagai pembina.
d. Tahap monitoring
Pada tahap monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai oleh mitra binaan melalui monitoring berkala yaitu terhadap perkembangan tenaga kerja, volume produksi, omset penjualan, asset usaha dan lain-lain.
Untuk selanjutnya perusahaan memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi mitra binaan.
e. Tahap pelepasan
Penilaian akan dilakukan setelah melewati masa pembinaan selama 3 (tiga) tahun akan diadakan penilaian, apakah usaha yang dijalankan sudah menjadi usaha yang mandiri, sehingga sudah dapat dilepas. Apabila dinilai belum mandiri, maka pembinaan dapat diperpanjang paling lama 2 (dua) tahun atau hanya diberikan berupa bantuan yang bersifat konsultasi manajemen saja.
Penyaluran Program Kemitraan PT Perkebunan Nusantara-III (Persero)
Realisasi Penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2015 setelah di Audit sebesar Rp. 13.540.000.000,- kepada 350 UKM sehingga total penyaluran dana sampai dengan tahun 2015 sebesar Rp. 218.053.552.113,- kepada 6.818 UKM.
Tabel 3
Rencana Kerja dan Realisasi Program Kemitraan Per Pemko/ Pemkab
No. Wilayah RKA Tahun 2015 Real Tahun 2015 % tase
Sumber : Kantor wilayah PTPN III Medan
Tabel 4
Rencana Kerja dan Realisasi Program Kemitraan Per Sektor Usaha
No. Per Sektor
4 Industri 143 5.000.000.000 22 880.000.000 15,40 17,60 5 Perikanan 21 750.000.000 1 75.000.000 4,67 10,00 6 Peternakan 29 1.000.000.000 2 100.000.000 7,00 10,00 7 Perkebunan 29 1.000.000.000 3 140.000.000 10,50 14,00 Jumlah 600 21.000.000.000 350 13.540.000.000 58,33 64,48 Sumber : Kantor wilayah PTPN III Medan
Tabel 5
Rencana Kerja dan Realisasi Pembinaan kepada Mitra Binaan
No. URAIAN RKA Tahun 2015 Real. Tahun 2015 %tase REAL.
TW.I/2012
Unit Rp Unit Rp Unit Rp Rp.
1 2 3 4 5 6 7=5/4 8=6/4
Dana Hibah 4.200.000.000 860.906.200 20 3.221.000.000 Jumlah 4.200.000.000 860.906.200 20 3.221.000.000 Sumber : Kantor wilayah PTPN III Medan
Penyaluran Dana Hibah sebesar Rp.860.906.200,- dilaksanakan untuk kegiatan antara lain yaitu :
- Pelatihan Kewirausahaan bagi 350 Mitra Binaan Baru PTPN III sebesar Rp.
250.880.000,-
- Pemasaran/Promosi (Membawa UKM Mitra Binaan PTPN III mengikuti Pameran-pameran) sebesar Rp. 610.026.200,-
Tingkat Kinerja Program Kemitraan :
Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Menteri BUMN No. : KEP-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 maka pencapaian kinerja bagi Program Kemitraan dihitung berdasarkan :
A. Tingkat Efektivitas Penyaluran Dana.
B. Tingkat Efektivitas Pengembalian Dana Program Kemitraan.
Pada Tahun 2015 PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dalam melaksanakan Program Kemitraan memperoleh nilai sebagai berikut :
A. Tingkat Efektivitas penyaluran Dana : 1. Jumlah Dana yang tersedia
2015 2014
Sumber : Kantor wilayah PTPN III Medan
2. Jumlah Dana yang disalurkan
- Bantuan Pinjaman Rp 13.540.000.000 Rp 19.933.318.000
Skor untuk efektivitas penyaluran dana adalah = 0 Poin Penyerapan (%) > 90 85 s.d
90
80 s.d
85 < 80
Skor 3 2 1 0
B. Tingkat Efektivitas pengembalian pinjaman
Posisi tunggakan kepada Usaha Kecil dan Menengah pada Tahun 2015
Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman UKM adalah :
Piutang/ tagihan lancar Rp 45.586.025.954 x 100% = Rp 45.586.025.954 Piutang/ tagihan kurang lancar Rp 7.766.790.811 x 75% = Rp 5.825.093.108 Piutang/ tagihan ragu-ragu Rp 3.017.765.273 x 25% = Rp 754.441.318 Piutang/ tagihan macet Rp 5.193.962.342 x 0% = Rp -
Jumlah Rp 61.564.544.380 Rp 52.165.560.381
Sumber : Kantor wilayah PTPN III Medan
Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman adalah :
Rumus = Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman X 100%
Jumlah Pinjaman yang disalurkan
= 52.165.560.381 X 100% = 84,73 %
61.564.544.380
Skor untuk efektivitas pengembalian pinjaman adalah = 3 Poin Tingkat Pengembalian
Dengan demikian kinerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan pada Tahun 2015 mendapat skor 3 poin yaitu : - Tingkat efektivitas penyaluran dana skor = - Poin - Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman skor = 3 Poin
Jumlah =
3 Poin
3. Program Bina Lingkungan
Program Bina Lingkungan, yang selanjutnya disebut Program BL, adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN
3.1. Mekanisme penyaluran Program BL