METODOLOGI PENELITIAN
F. Prosedur Penelitian
Penulisan ini menggunakan metode penelitian historis. Tahap-tahap prosedur penulisannya melalui langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Prosedur penulisan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
commit to user
Gambar 2. Prosedur Penelitian Sejarah
Keterangan:
1. Heuristik
Kegiatan pengumpulan data yang relevan dilakukan melalui studi kepustakaan, yaitu usaha mendapatkan data tertulis dari buku-buku literatur, majalah, surat kabar, dan sumber tertulis lainnya. Heuristik merupakan keterampilan dalam menemukan, menangani, dan memerinci, bibilografi, atau mengklasifikasikan dan merawat catatan-catatan (Abdurahman, 2007). Tak lupa tindakan membaca buku-buku tersebut satu per satu dan pencatatan apabila ditemukan bagian yang terkait dengan tema penulisan. Melalui usaha tersebut data-data yang relevan dapat terkumpul guna kepentingan penulisan.
2. Kritik
Sumber-sumber yang telah berhasil dikumpulkan tidak begitu saja diterima. Langkah berikutnya yaitu menyaringnya secara kritis. Langkah-langkah inilah yang disebut kritik sumber. Yang dimaksud dengan kritik adalah kerja intelektual dan rasional yang mengikuti metodologi sejarah guna mendapatkan objektivitas suatu kejadian (Gottschalk&Garraghan dalam Suhartono, 2010: 35). Tindakan kritik diperlukan guna memperoleh keabsahan sumber.
Heuristik Kritik
Fakta Sejarah Peristiwa
Sejarah
commit to user
Data-data sejarah yang terpercaya yang dapat digunakan dalam pendirian sejarah sebagai bukti-bukti sejarah. Bukti-bukti sejarah adalah kumpulan fakta-fakta atau informasi-informasi sejarah yang sudah diuji kebenarannya melalui proses validasi, yang dalam ilmu sejarah disebut kritik. Melalui kritik sumber diinginkan supaya setiap data sejarah yang diberikan informan diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya, sehingga semua data itu sesuai dengan fakta-fakta sejarah yang sesungguhnya. Kritik meliputi kritik ekstern dan kritik intern.
a. Kritik Ekstern
Kritik ekstern adalah usaha mendapatkan otentisitas sumber dengan melakukan penelitian fisik terhadap suatu sumber. Kritik ekstern ini mengarah pada pengujian terhadap aspek luar dari sumber. Otentisitas mengarah pada materi sumber yang sejaman. Jenis-jenis fisik dari materi sumber seperti kertas dengan ukuran, jenis, kualitas dan bahan yang bagaimana, dokumen ditulis atau diketik, atau diketik komputer, jenis tinta yang bagus atau isi ulang (Suhartono,2010: 36).
Menurut Helius Sjamsuddin (1996: 104) kritik ekstern adalah cara melakukan verifikasi atau pengujian terhadap aspek-aspek luar dari sumber sejarah. Kritik ekstern mencoba menguji otentisitas serta integritas sebuah sumber sejarah. Jadi, setiap sumber harus dinyatakan dahulu otentik dan integralnya.
Aktivitas lain yang dilakukan dalam kegiatan kritik ekstern ialah mengkaji satu per satu sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan. Pengkajian meliputi siapa pengarangnya, apakah pengarangnya seorang sejarawan atau tidak? Umumnya kalau pengarangnya seorang sejarawan maka sumber tersebut dapat dipercaya. Kalau bukan dapat diragukan kebenaran sumber itu. Selanjutnya usaha pengkajian bahasa dan tulisannya apakah masih menggunakan ejaan lama atau ejaan yang telah disempurnakan. Kajian terakhir ialah melihat kapan dan di mana sumber itu dibuat. Kegiatan kritik ekstern tersebut juga berlaku pada sumber-sumber yang lain.
commit to user
Kritik intern adalah kritik yang mengacu pada kredibilitas sumber, maksudnya apakah isi dokumen itu terpercaya, tidak dimanipulasi, mengandung bias, dikecohkan, dan sebagainya. Kritik intern ditujukan untuk memahami isi teks. Pemahaman isi teks diperlukan latar belakang pikiran dan budaya penulisnya. Isi teks sering bermakna ganda dan dimaksudkan sesuai dengan sudut pandang penulis. Dalam teks banyak hal yang tersembunyi dan tidak disampaikan dalam bahasa yang lugas, tetapi dalam bahasa yang tertutup dan berlebihan (Suhartono, 2010: 37). Kritik intern mencoba melihat dan menguji dari dalam reliabilitas dan kredibilitas isi dari sumber-sumber sejarah (Helius Sjamsuddin, 1996: 118).
Aktivitas dalam melakukan kegiatan kritik intern ialah membaca satu per satu sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan. Usaha memahami isi dari masing-masing sumber tersebut diperlukan untuk menafsirkan semua yang ditulis dalam sumber itu benar adanya dan dapat dipercaya. Untuk membuktikan kebenaran tersebut perlu dibandingkan antara satu sumber dengan lainnya. Perbandingan tersebut merupakan upaya mendapatkan fakta sejarah yang dapat mendukung karya ilmiah ini.
3. Interpretasi
Interpretasi dapat dilakukan dengan analisis dan sintesis. Menganalisis sama dengan menguraikan. Dari data yang berfariasi dapat dianalisis setelah ditarik sacara induktif sehingga dapat disimpulkan. Sedangkan sintesis melakukan penyatuan. Data yang dikelompokkan menjadi satu kemudian disimpulkan. Proses berpikir kedua cara ini memang bisa dibedakan namun hasil yang diharapkan tidak berbeda (Suhartono, 2010: 56).
Bentuk upaya interpretasi pada penelitian ini dilakukan dengan meninggalkan unsur subyektivitas. Karena keanekaragaman data yang diperoleh dari berbagai buku diperlukan usaha membandingkan dengan diperlukan sikap obyektif. Interpretasi dalam penulisan penelitian ini, dilakukan dengan menetapkan makna serta hubungan fakta-fakta yang ada.
commit to user 4. Historiografi
Historiografi merupakan cara penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Historiografi harus dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian dari awal (fase perencanaan) sampai dengan akhir (penarikan kesimpulan). Jadi dapat dilihat mutu dari penelitian itu sendiri (Dudung Abdurahman, 2007: 76).
Syarat umum yang harus diperhatikan peneliti dalam pemaparan sejarah adalah peneliti harus memiliki kemampuan mengungkapkan dengan bahasa yang baik; terpenuhinya kesatuan sejarah; menjelaskan apa yang ditemukan peneliti dengan menyajikan bukti-buktinya dan membuat garis-garis umum yang akan diikuti secara jelas oleh pemikiran pembaca; pemaparan haruslah argumentatif, maksudnya saat mengerahkan ide-idenya dalam merekostruksi masa lampau itu didasarkan atas bukti-bukti yang terseleksi, bukti yang cukup lengkap, dan detail fakta yang akurat. Alur pemaparan data harus selalu diurutkan kronologisnya, walaupun yang ditunjukkan dalam pokok setiap pembahasan adalah tema tertentu (Dudung Abdurahman, 2007: 76-77). Dari langkah-langkah tersebut dapat tersusun sebuah hasil penelitian berupa skripsi dengan judul “Sjafruddin Prawiranegara Dalam Percaturan Politik Di Indonesia Tahun 1945-1961”.
commit to user HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Kehidupan Sosial Politik Sjafruddin Prawiranegara