• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Prosedur Penilaian Pembinaan Narapidana

1. SOP Pengumpulan Data dan Penilaian Pembinaan Narapidana 2. SOP Penginputan dan Penormaan Penilaian Pembinaan

Narapidana

3. SOP Pelaporan Penilaian Pembinaan Narapidana C. Prosedur Pernyataan Komitmen Narapidana

1. SOP Pendataan Narapidana yang akan Melakukan Pernyataan Komitmen NKRI

2. SOP Koordinasi dengan Lembaga Terkait 3. SOP Penandatanganan Pernyataan Komitmen 4. SOP Publikasi Pernyataan Komitmen

Setiap tahapan penilaian yang telah diuraikan dalam sistem, mekanisme dan prosedur penilaian pembinaan narapidana memiliki jangka waktu penyelesaian kegiatan seperti dalam tabel berikut ini:

No Kegiatan Waktu Keterangan

1. Pengumpulan Data ● Harian ● Mingguan ● Bulanan 1 hari; 1 minggu; 1 bulan

● Waktu pengumpulan data disesuaikan dengan frekuensi penilaian setiap indikator;

● Metode pengumpulan data disesuaikan dengan klasifikasi Lapas.

2. Pengisian 45 menit Pengisian dilakukan ke dalam

instrumen excel secara manual maupun secara langsung ke Sistem Database Pemasyarakatan.

3. Penghitungan Skor 15 menit ● Penghitungan skor

dilakukan secara otomatis dengan instrumen excel penormaan atau secara IT melalui Sistem Database Pemasyarakatan.

4. Pelaporan 2x sebulan Pelaporan dilakukan secara

berjenjang.

G. Kebutuhan Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan Penilaian Pembinaan Narapidana adalah sebagai berikut:

No Klasifikasi

Lapas

Sarana dan Prasarana

Jumlah Keterangan

1 Lapas Super Lembar pencatatan

perilaku 1

Jika Tablet tidak tersedia

Maximum Security

Alat tulis kantor 1 Fingerprint/ Daftar

hadir 1

Dalam setiap lokasi kegiatan

Komputer 3

Tablet 3 Untuk 10 wali

CCTV 1 Menyesuaikan jumlah kamar, ruangan dan kebutuhan pengamanan lainnya Ruang penilaian (konseling/ wawancara) 1 Beserta kelengkapannya 2 Lapas Maximum Security Lembar pencatatan perilaku 1

Jika Tablet tidak tersedia

Alat tulis kantor 1 Fingerprint/ Daftar

hadir 1

Dalam setiap lokasi kegiatan

Komputer 3

Tablet 5 Untuk 15 wali

CCTV 1 Menyesuaikan jumlah kamar, ruangan dan kebutuhan pengamanan lainnya Ruang penilaian (konseling/ wawancara) 1 Beserta kelengkapannya 3 Lapas Medium Security Lembar pencatatan perilaku 1

Jika Tablet tidak tersedia

hadir lokasi kegiatan

Komputer 3

Tablet 10 Untuk 30 wali

Ruang penilaian (konseling/ wawancara) 1 Beserta kelengkapannya 4 Lapas Minimum Security Lembar pencatatan perilaku 1

Jika Tablet tidak tersedia

Alat tulis kantor 1 Fingerprint/ Daftar hadir 1 Dalam setiap lokasi kegiatan Komputer 3 Untuk pembinaan

Tablet 5 Untuk 15 wali

Ruang penilaian (konseling/ wawancara) 1 Beserta kelengkapannya

H. Jumlah dan Kompetensi Pelaksana

Dalam melakukan penilaian kegiatan pembinaan narapidana baik kepribadian ataupun kemandirian, diperlukan petugas pelaksana penilaian dengan jumlah dan kompetensi sebagai berikut:

No Program

Pembinaan

Pelaksana Kompetensi Pelaksana

1 Penilaian Pembinaan Kepribadian Wali/Asesor Pemasyarakatan Pendidikan Wali/Asesor: - Minimal SMA/sederajat Kualifikasi: - Mampu mengoperasikan komputer

instrumen SPPN

- Menguasai teknik pengumpulan data penilaian seperti observasi, wawancara, tes evaluasi, dll

- Merupakan petugas wali atau asesor di Lembaga Pemasyarakatan sesuai syarat pada regulasi yang berlaku. Apabila tidak memenuhi syarat, maka petugas yang cakap dan mampu dapat diangkat sebagai Asisten Wali.

2 Penilaian Pembinaan Kemandirian - Pelatihan Keterampilan: Instruktur - Produksi

barang & jasa:

Penilai Hasil Barang & jasa

Pendidikan Instruktur:

- Sekolah teknik dengan pengalaman di bidang bersangkutan minimal 5 tahun; atau

- Sekolah teknologi menengah dengan pengalaman di

bidang bersangkutan minimal 3 tahun; atau - S1 teknik/pemegang

sertifikat instruktur dengan pengalaman di bidang

bersangkutan minimal 1 tahun; atau

- S1 non teknik dengan pengalaman di bidang bersangkutan minimal 2 tahun.

Pendidikan Penilai Hasil Barang & Jasa:

- Minimal SMA/sederajat

Kualifikasi:

- Mampu mengoperasikan komputer

- Menguasai teknik

pengumpulan data penilaian seperti observasi, wawancara, tes evaluasi, dll 3 Penilaian Sikap & Kondisi Mental - Psikolog; - Wali Pemasyarakatan ; atau - Asesor Pemasyarakatan . Pendidikan psikolog: - Minimal S1 Psikolog Pendidikan Wali/Asesor: - Minimal SMA/Sederajat Kualifikasi: - Mampu mengoperasikan komputer

- Mengetahui cara penggunaan instrumen SPPN

- Menguasai teknik

pengumpulan data penilaian seperti observasi, wawancara, dan tes evaluasi.

I. Kebutuhan Biaya Pelaksanaan

Kebutuhan Jumlah Biaya per Unit Total

1 Lapas Super Maximum Security

a Cetak lembar pencatatan perilaku

... lembar

Rp. 1.000,-/

lembar Rp. ... b Alat tulis kantor ...

paket

Rp.

50.000,-/paket Rp. ... c Fingerprint/ Daftar hadir ...

unit Rp. 600.000,- /unit Rp. ... d Komputer ... unit Rp. 5.000.000,-/unit Rp. ... e Tab ... unit Rp. 4.300.000,-/unit Rp. ...

f Ruang penilaian (konseling/ wawancara)

1

ruangan Rp. ... Rp. ...

2 Lapas Maximum Security

a Cetak lembar pencatatan perilaku

... lembar

Rp. 1.000,-/

lembar Rp. ... b Alat tulis kantor ...

paket

Rp.

50.000,-/paket Rp. ... c Fingerprint/ Daftar hadir ...

unit Rp. 600.000,- /unit Rp. ... Komputer ... unit Rp. 5.000.000,-/unit Rp. ... d Tablet ... unit Rp. 4.000.000,-/unit Rp. ... f Ruang penilaian (konseling/

wawancara)

1

ruangan Rp. ... Rp. ...

3 Lapas Medium Security

a Cetak lembar pencatatan perilaku

... lembar

Rp. 1.000,-/

lembar Rp. ... b Alat tulis kantor ...

paket

Rp.

50.000,-/paket Rp. ... c Fingerprint/ Daftar hadir ...

unit Rp. 600.000,- /unit Rp. ... Komputer ... unit Rp. 5.000.000,-/unit Rp. ... d Tab ... unit Rp. 4.000.000,-/unit Rp. ... e Ruang penilaian (konseling/

wawancara)

1

a Cetak lembar pencatatan perilaku ... lembar Rp. 1.000,-/ lembar Rp. ... b Alat tulis kantor ...

paket

Rp.

50.000,-/paket Rp. ... c Fingerprint/ Daftar hadir ...

unit Rp. 600.000,- /unit Rp. ... Komputer ... unit Rp. 5.000.000,-/unit Rp. ... d Tab ... unit Rp. 4.000.000,-/unit Rp. ... e Ruang penilaian (konseling/

wawancara)

1

ruangan Rp. ... Rp. ...

J. Instrumen Penilaian Kinerja 1. Pengertian dan Tujuan

Monitoring adalah proses pengumpulan dan analisis informasi (berdasarkan indikator yang ditetapkan) secara sistematis dan berkesinambungan tentang kegiatan program sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk menyempurnakan program/kegiatan itu selanjutnya. Tujuan Monitoring, pertama; mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana, kedua; mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi, ketiga; melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan kegiatan, keempat; mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, kelima; menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan.

Adapun evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan dan pengungkapan masalah kinerja program/kegiatan untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja program/kegiatan. Tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan informasi yang menarik pelajaran dari pengalaman mengenai pengelolaan kegiatan, keluaran, manfaat, dan dampak dari kegiatan pembangunan yang baru selesai dilaksanakan, maupun

yang sudah berfungsi, sebagai umpan balik bagi pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian kegiatan selanjutnya.

2. Prosedur

a. Penyebaran instrumen penilaian mandiri ke UPT Pemasyarakatan b. UPT mengisi instrumen penilaian mandiri, untuk menilai

pemenuhan dari setiap fungsi pemasyarakatan

c. Divisi Pemasyarakatan kemudian memeriksa dan memverifikasi hasil pengisian dari UPT untuk melihat kesesuaian dan kebenaran dari data dan fakta di lapangan dengan data yang diisikan oleh UPT di dalam instrumen penilaian mandiri.

d. Dari hasil verifikasi ini, Divisi Pemasyarakatan kemudian melaporkan jumlah UPT yang sudah sesuai standar untuk wilayahnya berdasarkan hasil pengisian instrumen penilaian mandiri yang sudah diverifikasi oleh Divisi Pemasyarakatan secara berkala.

e. Direktorat teknis di Dirjen Pemasyarakatan kemudian merekapitulasi laporan dari Divisi Pemasyarakatan untuk mendapatkan data jumlah UPT Pemasyarakatan yang sudah melakukan pelayanan sesuai standar. Bila diperlukan, Direktorat Teknis melakukan uji petik ke beberapa UPT Pemasyarakatan dan Divisi Pemasyarakatan Pemasyarakatan untuk memverifikasi laporan dari Divisi Pemasyarakatan.

f. Direktorat Teknis di Dirjen Pemasyarakatan kemudian melakukan analisa dan evaluasi terhadap hasil laporan pengisian kuesioner oleh UPT Pemasyarakatan.

Hasil dari pengisian kuesioner oleh UPT Pemasyarakatan yang sudah diverifikasi oleh Divisi Pemasyarakatan Pemasyarakatan kemudian dianalisis dan dievaluasi oleh unit teknis di Ditjen Pemasyarakatan untuk menilai implementasi dari standar pemasyarakatan oleh UPT Pemasyarakatan. Hasil evaluasi kemudian dilaporkan oleh Kepala Seksi Evalap di masing-masing Direktorat untuk kemudian direkapitulasi dan dikumpulkan ke Kasubag Evalap Sesditjen PAS.

Nama UPT

Klasifikasi Lapas Jumlah Narapidana

1. Pelaksanaan Standar Penilaian Pembinaan Narapidana

No. Pernyataan Persentase Narapidana 0% – 20% (1) 21 – 40% (2) 41 – 60% (3) 61 – 80% (4) 81 – 100% (5) 1. Banyaknya narapidana

yang sudah dilakukan penilaian terkait

pembinaan kepribadian

2. Banyaknya narapidana yang sudah dilakukan penilaian terkait

pembinaan kemandirian

3. Banyaknya narapidana yang sudah dilakukan penilaian perilaku terkait sikap

4 Banyaknya narapidana yang sudah dilakukan penilaian perilaku terkait kondisi mental

Petunjuk Pengisian:

Keterangan:

Nilai ≥ 16 = Baik Nilai 6 – 15 = Cukup Nilai ≤ 5 = Kurang

2. Standar Operasional Prosedur (SOP)

No. Nama SOP

Ketersediaan Ada Tidak ada (Nilai: 0) Dilakukan (Nilai: 2) Tidak dilakukan (Nilai: 1) Prosedur Pengangkatan Wali Pemasyarakatan

1. SOP Pengangkatan Wali

Prosedur Penilaian Pembinaan Narapidana 2. SOP Pengumpulan Data dan

Penilaian Pembinaan Narapidana

5. SOP Penginputan dan Penormaan Penilaian Pembinaan Narapidana 6. SOP Pelaporan Penilaian

Pembinaan Narapidana Prosedur Pernyataan Komitmen 7. SOP Pendataan Narapidana

yang akan Melakukan

Pernyataan Komitmen NKRI 8. SOP Koordinasi dengan

Lembaga Terkait

9. SOP Penandatanganan Pernyataan Komitmen 10. SOP Publikasi Pernyataan

No. Nama SOP Ada Tidak ada (Nilai: 0) Dilakukan (Nilai: 2) Tidak dilakukan (Nilai: 1) 11. SOP Observasi dan

Pembinaan Lanjutan TOTAL NILAI Keterangan: Nilai ≥ 17 = Baik Nilai 6 – 16 = Cukup Nilai ≤ 5 = Kurang

3. Sarana dan Prasarana

No. Jenis Sarana dan Prasarana

Ketersediaan Ya

(1) Tidak (0) 1. Lembar pencatatan perilaku

2. Alat tulis kantor

3. Fingerprint/ daftar hadir 4. Komputer

5. Tablet 6. CCTV

7. Ruang penilaian (konseling/ wawancara)

Keterangan:

Nilai ≥ 6 = Baik Nilai 4 – 5 = Cukup Nilai ≤ 3 = Kurang

4. Sumber Daya Manusia

No. Pernyataan

Ketersediaan 0

(0) 1-3 (1) (2) ≥ 4 1. Jumlah petugas yang

menangani penilaian pembinaan narapidana 3. Jumlah petugas yang telah

dilatih mengoperasikan komputer

4. Jumlah petugas yang telah dilatih penggunaan

instrumen penilaian pembinaan narapidana 5. Jumlah petugas yang telah

dilatih teknik pengumpulan data

6. Jumlah petugas yang memiliki latar belakang SMA/sederajat

7. Jumlah tenaga instruktur untuk melakukan penilaian pelatihan keterampilan TOTAL NILAI Keterangan: Nilai ≥ 14 = Baik Nilai 11 – 13 = Cukup Nilai ≤ 10 = Kurang

Penilaian pembinaan narapidana dilaksanakan dengan mencatat data yang berkaitan dengan perilaku narapidana ke dalam Instrumen SPPN yang dapat diases pada link:

bit.ly/InstrumenSPPN2021

Setiap kategori Lapas memiliki Instrumen yang berbeda sesuai karakteristiknya, hal tersebut terlihat dari adanya perbedaan dalam daftar indikator dan juga sistem penormaannya. Instrumen tersebut merupakan hal yang tidak terlepas dari standar ini.

Lampiran II. Format Post-test Pengetahuan (Pelatihan Keterampilan)

POST-TEST PELATIHAN KETERAMPILAN

Nama Narapidana :

Lapas :

Pelatihan keterampilan

yang diikuti :

A. PENGETAHUAN

Lembar Post-Test Pengetahuan

Pertanyaan Skor

1. Jelaskan tujuan dan keluaran kegiatan pelatihan!

Jawaban:

2. Sebutkan prosedur/tahapan kerja dari kegiatan pelatihan!

Jawaban:

3. Jelaskan penerapan Kesehatan & Keselamatan Kerja dalam kegiatan pelatihan!

pelatihan beserta kegunaannya!

Jawaban:

Total Skor

Interpretasi Skor Post-test Pengetahuan: 0-4 : Kurang

4-12 : Cukup 3-16 : Baik

Panduan Penilaian Post-test Pengetahuan

Pertanyaan Indikator Penilaian

1. Jelaskan tujuan dan keluaran kegiatan pelatihan

Pemberian skor didasarkan pada tujuan dan keluaran pelatihan yang telah ditetapkan oleh instruktur/ petugas.

Skor 1: menjelaskan mengenai judul pelatihan; Skor 2: menjelaskan mengenai judul pelatihan dan keluaran yang ingin dicapai;

Skor 3: menjelaskan mengenai judul pelatihan, keluaran yang ingin dicapai beserta kualitas keluaran

Skor 4: menjelaskan mengenai judul pelatihan, keluaran yang ingin dicapai; kualitas keluaran dan manfaat dari kegiatan pelatihan

2. Sebutkan

prosedur/tahapan kerja dari

kegiatan pelatihan

Pemberian skor didasarkan pada prosedur/tahapan kerja yang telah ditetapkan oleh instruktur/

petugas.

Skor 1: menyebutkan <50% tahapan kerja secara tepat

Skor 2: menyebutkan 51% - 75% tahapan kerja secara tepat

Pertanyaan Indikator Penilaian

Skor 3: menyebutkan 76% - 100% tahapan kerja secara tepat

Skor 4: menyebutkan 100% tahapan kerja secara tepat dan berurutan

3. Jelaskan penerapan Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3) dalam kegiatan pelatihan!

Pemberian skor didasarkan pada aturan K3 yang telah ditetapkan oleh instruktur/ petugas.

Skor 1: menjelaskan <50% aturan K3 secara tepat Skor 2: menjelaskan 51-75% aturan K3 secara tepat Skor 3: menjelaskan 76-100% aturan K3 secara tepat

Skor 4: menjelaskan 76-100% aturan K3 secara tepat dan dapat memberikan solusi jika terdapat hambatan dalam penerapan aturan K3

4. Sebutkan alat/bahan yang digunakan dalam kegiatan pelatihan beserta kegunaannya

Pemberian skor didasarkan pada ketentuan

alat/bahan yang telah ditetapkan oleh instruktur/ petugas.

Skor 1: menyebutkan <50% alat/bahan yang digunakan

Skor 2: menyebutkan <50% alat/bahan dan kegunaannya secara tepat

Skor 3: menyebutkan 51% - 75% alat/bahan dan kegunaannya secara tepat

Skor 4: menyebutkan 76% - 100% alat/bahan dan kegunaannya secara tepat

No. Tahapan

(a)

Tahapan Pelatihan Keterampilan

(b) Skor (c)

1 (Isilah kolom dengan tahap pertama pelatihan keterampilan) … 2 (Isilah kolom dengan tahap kedua pelatihan keterampilan) … 3 (Isilah kolom dengan tahap ketiga pelatihan keterampilan) dst (Isilah kolom dengan tahap selanjutnya)

Jumlah skor

Jumlah Tahapan

SKOR AKHIR (Jumlah Skor  Jumlah Tahapan)

Interpretasi Skor Akhir: 0-20: Tidak baik 21-40: Kurang baik 41-60: Cukup baik 61-80: Baik 81-100: Sangat Baik Penjelasan Formulir:

(a) Isi kolom ini dengan nomor urut sesuai jumlah tahapan/proses kegiatan pelatihan keterampilan

(b) Isi kolom ini dengan judul tapahan/proses kegiatan pelatihan keterampilan secara berurutan

(c) Isi kolom ini dengan Skor dengan rentang 1-100 yang diberikan terhadap keahlian narapidana dalam melaksanakan tahapan terkait sesuai

dengan indikator pemberian skor

Indikator Pemberian Skor

● Skor 0: Jika narapidana tidak bersedia melaksanakan tahapan terkait sesuai instruksi

● Skor 1: Jika narapidana melaksanakan tahapan terkait secara tepat dengan bantuan/pendampingan petugas

● Skor 2: Jika narapidana melaksanakan tahapan terkait secara tepat tanpa bantuan/pendampingan petugas

● Skor 3: Jika narapidana melaksanakan tahapan terkait secara tepat tanpa bantuan/pendampingan petugas dan mampu mencari solusi mandiri jika terdapat hambatan

● Skor 4: Jika narapidana melaksanakan tahapan terkait secara tepat tanpa bantuan/pendampingan petugas, mampu mencari solusi mandiri jika terdapat hambatan dan mampu menghasilkan keluaran/hasil pelatihan sesuai standar

1. Lembar self-assessment merupakan instrumen penilaian yang bertujuan untuk melihat konsistensi narapidana dengan frekuensi pengisian 1 kali dalam 3 bulan;

2. Lembar penilaian diri ini berisikan beberapa pernyataan yang perlu direspon oleh narapidana untuk menggali pola pemikiran mulai dari aspek kognitif, sikap, dan afeksi;

3. Pengisian lembar self-assessment dilakukan secara mandiri oleh Narapidana dengan mencentang kolom kesesuaian pernyataan dengan pola pikir dan pemahamannya. Rentang kolom jawaban terdiri dari Sangat tidak setuju (STS), Tidak setuju (TS), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS);

4. Narapidana dikatakan konsisten ketika jawaban dari pengisian lembar self-assessment beragam.

5. Narapidana dikatakan tidak konsisten ketika jawaban dari pengisian lembar self-assessment terlalu beragam atau terlalu seragam.

6. Hasil dari penilailaian diri ini dapat digunakan untuk:

a. Mengamati dan membandingkan konsitensi jawaban narapidana; b. Data dukung dalam penilaian perubahan perilaku;;

c. Data dukung dalam penyusunan program pembinaan;

d. Data dukung dalam pemberian dan pemenuhan hak-hak narapidana; e. Data dukung dalam pelaporan pembinaan narapidana.

7. Hasil instrumen self-assessment saja belum dapat membedakan WBP yang sudah berperilaku baik maupun belum, harus ada data dukung lain yang dapat menguatkan perubahan perilaku;

8. Saat ini, terdapat dua jenis lembar self-assessment berdasarkan kategori tindak pidana, yaitu:

A. Lembar self-assessment Narapidana Teroris;

A. LEMBAR SELF-ASSESSMENT NARAPIDANA TERORIS PETUNJUK DAN CONTOH PENGISIAN

Bacalah setiap pertanyaan yang ada, kemudian berilah tanda “✔” pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan diri anda.

Contoh Pengisian:

NO PERNYATAAN STS TS S SS

1 Saya adalah orang yang jujur

Keterangan:

STS : Sangat Tidak Sesuai TS : Tidak Sesuai S : Sesuai SS : Sangat Sesuai A. IDENTITAS Nama : Nama Panggilan : Tanggal Lahir : Pasal Pidana : Rutan/Lapas :

B. PERNYATAAN

NO PERNYATAAN STS TS S SS

1. Saya akan menjadi orang yang lebih baik setelah keluar dari Lapas 2. Saya berada di lapas/rutan ini karena saya bersalah 3. Saya merasa kecewa terhadap diri saya akibat tindak pidana yang saya lakukan 4. Saya merasa diri saya merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia 5. Saya bersedia ikut bela Negara Kesatuan Republik

Indonesia

6. Saya bersedia mengamalkan Pancasila dan UUD 1945

7. Saya mengakui Bhinneka Tunggal Ika sebagai penyatu perbedaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia

8. Saya merasa demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sistem politik yang benar 9. Saya merasa ajaran agama yang saya anut sesuai dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik

Indonesia

10. Keluarga dan kerabat terdekat saya mendukung tindak terorisme yang saya lakukan 11. Saya pernah mengancam orang secara fisik

12. Saya tidak segan untuk menyakiti secara fisik orang yang telah mengancam, melecehkan, atau menghina saya (contoh: menghina diri, keluarga, guru/amir/ustadz, agama/keyakinan)

13. Ketika saya marah saya akan membanting, memecahkan barang untuk menyalurkan amarah saya

14. Saya cukup sering terlibat dalam perkelahian

15. Saya tidak akan ragu untuk memukul/membalas secara fisik orang yang telah menyakiti anggota keluarga atau teman saya

NO PERNYATAAN STS TS S SS 16. Sebelum berada di lapas/rutan, ketika saya merasa

kesal, saya akan berteriak, memukul, melempar barang atau sejenisnya ke orang-orang sekitar saya 17. Saya merasa teman-teman saya menertawakan saya di belakang 18. Teman-teman saya menilai saya orang yang pemarah 19. Saya merasa curiga terhadap orang-orang yang bersikap baik terhadap diri saya 20. Saya merasa hidup orang lain lebih mudah dari saya 21. Saya merasa tidak perlu berinteraksi dengan orang

lain

22. Saya adalah korban dari ketidakadilan di negara Indonesia

23. Saya sering merasa diperlakukan secara berbeda dan saya termasuk orang yang dicurangi 24. Saya sering merasa iri dengan keberhasilan orang

lain

25. Saya mudah merasa terganggu dengan perilaku orang lain di sekitar saya 26. Menurut saya Negara Indonesia adalah negara kafir 27. Menurut saya Institusi Polri adalah kafir

28. Apa yang saya lakukan bertujuan untuk mewakili perjuangan agama saya 29. Saya memiliki keyakinan yang paling benar di dunia

ini

30. Saya percaya bahwa keyakinan lain yang ada di dunia ini selain keyakinan saya adalah salah

31. Saya percaya bahwa keyakinan yang saya anut akan

menyelamatkan saya dunia akhirat

32. Saya meyakini kelompok tertentu (seperti ISIS/AL Qaeda/organisasi sejenisnya) adalah kekhalifahan yang sah

NO PERNYATAAN STS TS S SS

33.

Saya meyakini ISIS/Al Qaeda/organisasi sejenis lainnya (dan kelompok yang berbaiat, berafiliasi, atau bergabung dengan ISIS/Al Qaeda dan organisasi sejenisnya) adalah kelompok yang mewakili perjuangan umat yang sah

34.

Saya merasa seharusnya umat Muslim di Indonesia mendukung ISIS/Al Qaeda/organisasi sejenis lainnya dan kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan ISIS/Al Qaeda/organisasi sejenis lainnya di Indonesia

35. Saya yakin akan masuk surga ketika saya melakukan jihad untuk agama saya 36. Saya merasa keluarga dan kerabat saya harus mengikuti keyakinan saya 37. Saya akan membela keyakinan yang saya anut

sampai mati

38. Saya merasa marah ditempatkan di Lapas ini

39. Saya kesulitan mengendalikan gejolak emosi dalam diri

40. Saya sering merasa marah tanpa alasan yang jelas 41. Saya mudah terpancing emosinya

42. Saya merasa bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara pemecahan masalah 43. Saya merasa berhak melakukan kekerasan terhadap orang- orang yang memiliki pemahaman berbeda

dengan saya

44. Apabila saya harus menggunakan kekerasan fisik untuk membela hak beragama (termasuk hak beribadah dan menegakkan syariat) maka akan saya lakukan

45. Menurut saya orang tertentu harus diberi pelajaran dengan menggunakan kekerasan fisik (seperti melalui teror, intimidasi, dll)

B. LEMBAR SELF-ASSESSMENT NARAPIDANA BANDAR NARKOTIKA PETUNJUK DAN CONTOH PENGISIAN

Bacalah setiap pertanyaan yang ada, kemudian berilah tanda “✔” pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan diri anda.

Contoh Pengisian:

NO PERNYATAAN STS TS S SS

1 Saya adalah orang yang jujur

Keterangan:

STS : Sangat Tidak Sesuai TS : Tidak Sesuai S : Sesuai SS : Sangat Sesuai A. IDENTITAS Nama : Nama Panggilan : Tanggal Lahir : Tindak Pidana : Rutan/Lapas :

B. PERNYATAAN

KETERANGAN:

Pekerjaan yang dimaksud merujuk pada putusan pidana dengan narkoba sebagai komoditas yang diperjualbelikan

NO PERNYATAAN STS TS S SS

1 Pekerjaan ini sama dengan pekerjaan yang lain 2 Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang paling menjanjikan dari segi ekonomi 3 Orang-orang jadi menghargai saya saat saya menjalani pekerjaan ini 4 Saya takut kehilangan kekuasaan jika saya berhenti dari pekerjaan ini 5 Dengan pekerjaan ini, hidup saya jadi lebih baik 6 Penghasilan saya jauh lebih baik setelah menjalani pekerjaan ini 7 Penggunaan narkoba sesuai kebutuhan merupakan hal yang sah saja. 8 Pekerjaan ini akan tetap ada karena permintaan narkoba semakin tinggi 9 Saya bertanggung jawab apabila pembeli adalah anak-anak di bawah umur 10 Pekerjaan bandar itu menguntungkan negara karena membawa pemasukan pajak 11 Bisnis narkoba merupakan pilihan utama meskipun saya dapat mengembangkan bisnis lain 12 Saya takut jika keluarga saya terlibat karena pekerjaan saya ini 13 Bisnis narkoba merupakan pilihan yang terbaik di antara bisnis lainnya 14 Saya mampu membiayai kebutuhan hidup hanya dengan menjalani pekerjaan ini 15 Teman-teman bandar/kurir/pengedar narkoba saya merupakan

NO PERNYATAAN STS TS S SS 16 Dengan menjalani pekerjaan ini, pengetahuan saya bertambah

17 Pekerjaan ini membuat saya dapat disegani dan dihormati 18 Menjadi bandar/pengedar/kurir bukan hal yang salah selama keluarga saya tidak terlibat 19 Saya marah jika keluarga saya direndahkan orang lain karena pekerjaan saya ini 20

Saya khawatir saya dan keluarga menerima

ancaman jika saya keluar dari

kelompok/jaringan/sindikat narkoba

21 Pengguna narkoba jauh lebih bersalah daripada pengedar dan bandar 22 Mengedarkan narkoba dalam jumlah sedikit tidak masalah 23 Saya berjasa menolong orang-orang yang

membutuhkan narkoba

24 Saya bangga apabila saya dapat merekrut banyak agen/kurir dalam mengembangkan bisnis ini

25 Pengedar dan bandar hanya perantara, yang bersalah adalah orang yang menggunakan narkoba 26 Barang-barang mewah mudah didapat ketika saya menjalani pekerjaan ini 27 Keluarga saya tidak peduli dengan kehidupan saya 28 Saya sedih jika teman-teman meninggalkan saya

jika berhenti dari pekerjaan ini

29 Saya malu jika saya berhenti, saya dan keluarga direndahkan karena status ekonomi saya 30 Selama memiliki uang dan kekuasaan, peredaran narkoba akan tetap aman 31 Penggunaan narkoba untuk tujuan kesehatan tidak

masalah dan membawa dampak baik

Dokumen terkait