• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

D. Prosedur Pengembangan

Prosedur penelitian dan pengembangan ini memodifikasi model Borg & Gall (dalam Setyosari,2013:223). Peneliti melakukan modifikasi, karena keterbatasan waktu dalam melakukan penelitian. Penelitian ini akan dilakukan di SDN Percobaan pada kelas I. Peneliti menggunakan tujuh tahap penelitian dan pengembangan diantaranya penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan format produk, uji coba awal, revisi produk, uji coba lapangan, dan revisi produk.Berikut ini paparan dari tujuh tahapan penelitian yang disajikan dalam bagan 3.2.

Bagan 3.2 Tahap-tahap penelitian (1)Penelitian dan

pengumpulan data

(2) Perencanaan (3) Pengembangan format produk awal

(4) Uji coba awal (5) Revisi

Produk (6) Uji coba lapangan

76 Berdasarkan bagan 3.2 dapat diketahui bahwa peneliti melakukan tujuh tahap

dalam pengembangan alat peraga sandpaper letter. Tujuh tahap tersebut sudah melalui modifikasi dari pengembangan sepuluh tahap. Berikut akan dipaparkan mengenai pengembangan alat peraga sandpaper letter.

1. Penelitian dan Pengumpulan Data

Tahap pertama yang dilakukan peneliti adalah pengumpulan data dengan megidentifikasi masalah yang dialami siswa SD kelas I khususnya pada materi menulis huruf tegak bersambung. Peneliti mengidentifikasi masalah dengan kegiatan wawancara dan observasi. Peneliti mempersiapkan instrumen wawancara yang selanjutnya divalidasi kepada beberapa ahli. Instrumen wawancara divalidasi oleh ahli Pembelajaran Bahasa Indonesia dan dosen Bahasa Indonesia. Setelah instrument wawancara divalidasi, peneliti melakukan revisi terhadap instrumen wawancara. Instrumen wawancara yang sudah direvisi kemudian digunakan untuk melakukan kegiatan wawancara. Kegiatan wawancara dilakukan kepada Kepala Sekolah SDN Percobaan,Guru Kelas I SDN Percobaan, dan 5 anak kelas I SDN Percobaan. Hasil kegiatan observasi dan wawancara dianalisis berkaitan dengan permasalahan yang terjadi pada siswa kelas I SD pada saat pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung,karakteristik siswa kelas I, penggunaan dan ketersediaan alat peraga dikelas maupun yang sudah dimiliki sekolah.

Analisis kebutuhan dari ketiga observasi dan wawancara dijadikan bahan untuk membuat analisis kebutuhan kuesioner guru dan siswa kelas I

77 SD dan untuk mengkaji karakteristik alat peraga berbasis Montessori.

Selanjutnya, kuesioner yang sudah dipersiapkan, divalidasi terlebih dahulu kepada beberapa ahli. Peneliti melakukan validasi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa kelas I kepada ahli Pembelajaran Bahasa Indonesia dan dosen Montessori bahasa Indonesia. Berdasarkan dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli, peneliti akan merevisi instrumen sebelum digunakan. Revisi tersebut dilakukan guna memperbaiki instrumen kuesioner agar instrumen tersebut layak untuk digunakan dalam menganalisis kebutuhan guru dan siswa kelas I. Selanjutnya, instrumen yang sudah siap direvisi akan disebarkan kepada guru dan siswa SD tempat penelitian.

2.Perencanaan

Perencanaan dilakukan dengan membuat instrumen non-tes berupa buku latihan untuk menulis huruf tegak bersambung dan kuesioner. Langkah yang pertama, peneliti telah mempersiapkan instrumen non-tes untuk divalidasikan kepada beberapa ahli. Validasi dilakukan kepada ahli pembelajaran bahasa Indonesia,ahli Montessori, guru kelas I. Setelah mendapatkan hasil dari validasi, peneliti merevisi instrumen sebelum diuji cobakan.

Pada instrumen kuesioner, langkah yang dilakukan sama seperti instrumen tes. Peneliti terlebih dahulu mempersiapkan instrumen kuesioner yang digunakan untuk penelitian. Kemudian, instrument kuesioner divalidasi kepada beberapa ahli, yaitu ahli Pembelajaran Bahasa Indonesia dan dosen Montessori khusus bahasa Indonesia. Sesudah divalidasi, instrumen tersebut

78 direvisi dan diperbaiki sebelum digunakan. Instrumen yang sudah direvisi

dari hasil validasi siap untuk digunakan dalam proses penelitian. 3. Pengembangan format produk awal

Pengembangan produk dilakukan melalui beberapa langkah, yang pertama adalah pembuatan desain alat peraga dan desain album alat peraga. Isi dari album alat peraga memaparkan tentang langkah-langkah atau cara menggunakan alat peraga sandpaper letters Montessori. Kegiatan selanjutnya, peneliti mengumpulkan dan mencari bahan-bahan yang dijadikan alat peraga dan album alat peraga. Pengembangan produk alat peraga berupa sandpaper letters Montessori sesuai dengan lima karakteristik berbasis Montessori yang memiliki lima ciri-ciri yaitu menarik (dilihat dari warna,tekstur,dan bentuk yang digunakan sebagai alat peraga),bergradasi (dilihat dari warna,tekstur),auto-correction (dapat digunakan sebagai pengendali kesalahan),auto-education (dapat digunakan untuk belajar secara mandiri), kontekstual (bahan yang digunakan dapat ditemukan atau mudah dicari dilingkungan sekitar).

4. Uji coba awal

Tahap uji coba awal dilakukan kepada 3 siswa untuk mengetahui produk yang digunakan uji coba lapangan sudah layak atau masih perlu untuk diperbaiki.

5. Revisi produk

Produk yang sudah digunakan pada uji coba awal belum mengalami tahap revisi. Pada saat produk diujikan kepada tiga siswa,produk sudah dapat

79 dikatakan layak maka peneliti melanjutkan proses selanjutnya.akan

tetapi,berdasarkan saran dari dosen ahli bahasa Indonesia menyarankan agar ada beberapa huruf pada sandpaper letters yang harus direvisi sehingga peneliti merevisi kembali.

6. Uji Coba Lapangan

Tahap keenam adalah uji coba lapangan dengan menggunakan alat peraga sandpaper lettersMontessori. Uji coba dilakukan kepada siswa kelas I SDN Percobaan dengan jumlah 10 anak yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Pada uji coba terbatas peneliti melakukan pretest berupa tulisan anak di buku tulis halus lima garis sebelum menggunakan alat peraga sandpaper letters. Melalui kegiatan tersebut, peneliti mengetahui kesulitan yang dialami masing-masing siswa pada saat menulis huruf tegak bersambung. Kemudian, peneliti mulai memperkenalkan cara menulis huruf tegak bersambung dengan menggunakan alat peraga sandpaper letters dan buku latihan menulis huruf tegak bersambung yang telah didesain oleh peneliti. Produk yang sudah digunakan oleh peneliti kemudian direvisi kembali oleh dosen ahli Montessori dan dosen ahli bahasa Indonesia untuk dikoreksi apakah sudah sesuai atau masih ada kekurangan yang harus diperbaiki oleh peneliti. Revisi dilakukan sebagai upaya perbakan produk supaya produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Langkah yang terakhir adalah hasil produk yang sudah melalui tahap revisi,yaitu produk alat peraga papan sandpaper letters berbasis Montessori.

80 7. Revisi produk

Tahap terakhir adalah revisi produk setelah melakukan uji coba lapangan. Revisi dilakukan untuk perbaikan supaya produk yang dihasilkan dapat memiliki standar kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai alat peraga untuk siswa kelas I SD. Revisi dilakukan pada beberapa huruf di alat peraga sandpaper letters terutama huruf t,y,f,p dan q. sebelum direvisi, posisi huruf masih salah dan tidak proporsional. Sesudah produk mengalami revisi, posisi huruf sudah tegak bersambung dan beberapa gradasi warna sudah sesuai. Hasil produk sudah melalui tahap revisi yaitu produk alat peraga sandpaper letters berbasis Montessori.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Analisis data Kualitatif

Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengolah hasil dari pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner analisis kebutuhan. Berikut dipaparkan teknik analisis data dari masing-masing teknik pengumpulan data.

Analisis data yang pertama adalah wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data tentang ketersediaan dan penggunaan alat peraga. Selain itu, wawancara dan observasi digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas I di SDN Percobaan 2 Yogyakarta.

81 Adapun pendapat dari Sugiyono (2012:137) mengemukakan teknik pengumpulan

data untuk penelitian dan pengembangan dapat dilakukan dengan beberapa teknik diantaranya:

1. Wawancara/Interview

Dalam hal wawancara atau interview menurut Cresswell (dalam Sugiyono,224: 2014) menyatakan bahawa “ Interview survey are form on which the researcher records answers supplied by the participant in the study. The researcher asks a question from an interview guide, listens for answers or observes behavior, and records responses on the survey”. Wawancara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan cara merekam jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada responden. Senada dengan pendapat Creswell, menurut larry Cristensen ( 2004:221) menyatakan bahwa “interview is a data collection methods in which an

interviewer the researcher or someone working for the researcher asks question of an interviewer the research participant). wawancara merupakan teknik pengumpulan data, dimana pewawancara/peneliti mengumpulkan data dengan mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. Wawancara dapat digunakan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian seperti kualitatif,kuantitatif,research and development (Sukmadinata,2007:216). Senada dengan pendapat Sugiyono (2012:138) menjelaskan bahwa wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.

82 Adapun jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah jenis wawancara

yang tidak terstruktur/wawancara terbuka.

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono,2014:228). Narasumber wawancara pada penelitian ini adalah salah seorang kepala sekolah SDN Percobaan,guru kelas IA SDN Percobaan dan 5 orang siswa kelas I SDN Percobaan. Hasil wawancara digunakan untuk mengetahui ketersediaan alat peraga pembelajaran dan kemampuan belajar siswa dalam menulis huruf tegak bersambung.

1. Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik apabila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga dengan obyek-obyek alam yang lain. Menurut Larry Cristensen (dalam Sugiyono, 2014:235) menyatakan bahwa “In research, observation is define as watching of behavioral patterns of people in

certain situations to obtain information about phenomenon of interest. Observation is an important way of collecting information about people because people don’t always do what they say do”. Dalam penelitian ini, observasi dapat diartikan sebagai pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang diinginakn. Senada

83 dengan pendapat Creswell (2012:234) menjelaskan bahwa “Observation is the

process of gathering firsthand information by observing people and places at research site”. dalam hal ini, observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat saat melakukan penelitian. Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawacncara dan kuesioner. Jika wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang,maka observasi tidak terbatas pada orang,tetapi juga obyek-obyek alam yang lain (Sugiyono,2014:145) sedangkan menurut Sukmadinata (2011:20) menjelaskan bahwa observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data

dengan melakukan pengamatan dalam kegiatan yang sedang

berlangsung,sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa observasi dapat menjadi kegiatan pengamatan bagi peneliti ketika proses pembelajaran sedang berlangsung didalam kelas.

Observasi yang dilakukan oleh peneliti merupakan observasi non-partisipan dimana peneliti mencatat,menganalisis dan membuat kesimpulan berdasarkan pengamatan peneliti ketika proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar pengamatan

2. Kuesioner

Menurut Creswell (2012 :230) menyatakan bahwa “Questionnaires are form used in a survey design that participant in a study complete and return to the researcher” artinya, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipan/responden mengisi pertanyaan/pernyataan kemudian setelah diisi secara

84 lengkap dikembalikan kepada peneliti. Hal ini senada dengan pendapat Larry

Cristensen (dalam Sugiyono, 2014:230) menyatakan bahwa “a questionnaire is a

self-report data collection instrument that each research participant fill out as part of a research study. Researcher use questionnaires so that they can obtain information about thoughts, feeling, attitudes, beliefs, values, perceptions, personality, and behavioral intentions of research participant. In other words, reseachers attempt to measure many different kinds of characteristic using questionnaires.” Artinya kuesioner merupakan instrumen untuk pengumpulan data, dimana partisipan atau responden mengisi pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan kuesioner untuk memperoleh data yang terkait dengan pemikiran,sikap, kepercayaan,nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku dari responden. Dalam kata lain, para peneliti dapat melakukan pengukuran bermacam-macam karakteristik dengan menggunakan kuesioner.

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono,2014:142).

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Kuesioner analisis kebutuhan.

Kuesioner analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui kebutuhan alat peraga pembelajaran. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner terbuka (Sukmadinata,2011:219). Kisi-kisi kuesioner analisis kebutuhan membahas tentang kebutuhan siswa dan guru akan alat peraga bahasa

85 Indonesia, khususnya untuk menulis huruf tegak bersambung. Kuesioner ini

bertujuan untuk mengetahui ketersediaan alat peraga pada proses kegiatan belajar mengajar. Kuesioner analisis kebutuhan diberikan kepada guru kelas I SDN Percobaan dan siswa kelas I SDN Percobaan 2 Yogyakarta. Hasil dari kuesioner ini diolah untuk dijadikan data sebagai bahan pertimbangan dalam merancang dan mengembangkan produk alat peraga papan sandpaper berbasis metodeMontessori.

b. Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli

Kuesioner validasi produk dilakukan untuk mengetahui kualitas alat peraga yang dikembangkan untuk digunakan dalam penelitian. Kisi-kisi yang terdapat pada kuesioner validasi produk oleh ahli yaitu membahas tentang kualitas/ kelayakan produk Sandpaper letters yang dihasilkan sebelum digunakan kepada siswa. selain melihat kualitas, validasi produk dilakukan supaya peneliti mengetahui kekurangan yang ada pada produk agar dapat direvisi/diperbaiki sebelum produk digunakan. Validasi produk dilakukan kepada ahli Pembelajaran Montessori dan Ahli Pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah produk divalidasi, kemudian diujicobakan awal terlebih dahulu kepada dua orang siswa untuk mengetahui kekurangan produk yang harus diperbaiki. Setelah mengalami perbaikan, produk diujicobakan secara terbatas kepada 10 siswa kelas I SDN Percobaan 2 Yogyakarta.

3. Instrumen Non-Tes

Instrumen non- tes yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengukur kemampuan menulis siswa khususnya untuk kalimat tegak bersambung

86 dengan menggunakan buku tulis halus. Penilaian hasil belajar tidak hanya

dilakukan dengan tes, tetapi dapat juga dilakukan melalui alat bantu atau instrument pengukuran non tes, seperti pedoman observasi baik berupa checklist maupun rating scale,angket,skala sikap,dan rubrik penilaian. Instrumen untuk memperoleh informasi hasil belajar non-tes terutama digunakan untuk mengukur hasil belajar yang berkenaan kepada keterampilan dan sikap,yaitu aspek yang berhubungan dengan apa yang dibuat atau dikerjakan oleh siswa daripada a[a yang diketahui/dipahaminya (Widoyoko,2014:143).

Instrumen non-tes merupakan satu kesatuan dengan instrumen tes, karena tes hanya mengukur aspek pengetahuan. Apa yang diketahui,dipahami atau yang dapat dikuasai oleh siswa dalam tingkatan proses mental yang lebih tinggi belum ada jaminan dapat didemonstrasikan dalam tingkah lakunya. Salah satu instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian Produk (product assessment) yang merupakan penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk tertentu. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni seperti tulisan. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa meliputi dua aspek penilaian tentang kualitas teknis (cara menulis huruf tegak bersambung) maupun estetik hasil kerja siswa (hasil karya tulisan huruf tegak bersambung).

87 4. Triangulasi data kualitatif

Dalam teknik pengumpulan data kualitatif, triangulasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono,2011:327). Dalam hal triangulasi, Susan Stainback (1988:11) menyatakan bahwa “the

aim is not to determine the truth about some social phenomenon, rather the purpose of triangulation is to increase one’s understanding of whatever is

being investigated”. Tujuan dari triangulasi adalah meningkatkan

pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan

(Sugiyono,2011:328). Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi adalah data yang dikumpulkan melalui kegiatan observasi,wawancara,dan kuesioner. Berikut dipaparkan triangulasi data yang disajikan dalam bagan 3.3.

Bagan 3.3 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data Analis is Kebutuhan Bagan diatas menggambarkan ada 3 teknik yang digunakan oleh peneliti

dalam menganalisis kebutuhan alat peraga bahasa Indonesia kelas I SD untuk guru dan siswa yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Hasil analisis tersebut selanjutnya dianalisis oleh peneliti sebagai data sementara dan bahan pertimbangan peneliti dalam membuat alat peraga yang disesuaikan dengan

Kuesioner

Wawancara Obse rvasi

88 kebutuhan guru dan siswa. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik

triangulasi untuk menganalisis data wawancara berdasarkan 3 sumber data. Berikut merupakan bagan yang berisi triangulasi sumber data analisis kebutuhan yang peneliti peroleh selama proses penelitian dan penyusunan skripsi berlangsung.

Bagan 3.4 Triangulasi Sumber Data Analisis Kebutuhan

Ketiga sumber data yaitu kepala sekolah, guru dan siswa sebagai narasumber wawancara memiliki pendapat mengenai ketersediaan dan penggunaan alat peraga dan juga kesulitan yang dialami siswa pada saat belajar bahasa Indonesia materi menulis huruf tegak bersambung. Hasil data tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan informasi dari ketiga pendapat sumber data diatas.

Dokumen terkait