• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pegembangan 4-D (four D) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I.S. Model ini terdiri atas 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan desseminete. Tahap disseminate tidak dilakukan pada penelitian ini. Langkah-langkah pengembangan pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 2.

24

Gambar 2. Langkah-Langkah Pengembangan Mini Chemistry Laboratory Adaptasi Model 4-D

Front-End Analysis

Analisis Kebutuhan Peserta Didik

Analisis Tugas Analisis Konsep

Penyusunan Instrumen Pemilihan Media Pemilihan Format

Design Awal Mini Chemistry Laboratory Validasi I

Revisi I Validasi II

Revisi II

Tinjauan Peer Reviewer Penilaian dan Evaluasi Produk MCL

Revisi III Produk Akhir MCL Penilaian oleh Peserta Didik

D E F I N E D E S I G N Spesifikasi Tujuan D E V E L O P Produk Awal MCL Ahli Materi Ahli Materi

25 1. Define (Pendefinisian)

Tahap ini dilakukan untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Langkah yang dilakukan pada tahapan ini meliputi beberapa analisis, antara lain:

a. Front-End Analysis

Front-End Analysis bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran kimia, sehingga dibutuhkan penelitian pengembangan suatu sumber belajar.

b. Analisis Kebutuhan Peserta Didik

Analisis kebutuhan peserta didik meliputi ciri, kemampuan, pengalaman, dan motivasi peserta didik terhadap mata pelajaran kimia.

c. Analisis Tugas

Analisis tugas dilakukan untuk menentukan isi dalam satuan pembelajaran, yaitu merinci isi materi ajar secara garis besar atau menentukkan tema materi yang akan disajikan.

d. Analisis Konsep

Analisis konsep dilakukan untuk menentukan isi materi dalam produk yang dikembangkan secara lebih terperinci.

e. Spesifikasi Tujuan

Hasil analisis tugas dan konsep digunakan sebagai bahan acuan untuk merumuskan tujuan dari materi yang akan dikembangkan.

2. Design (Perancangan)

Tahap ini dilakukan untuk menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. Tahap design terdiri dari 3 langkah, sebagaimana rincian berikut ini.

26 a. Penyusunan Instrumen

Penyusunan instrument merupakan adaptasi dari prosedur penyusunan tes acuan patokan pada model pengembangan 4-D. Penyusunan instrument merupakan penentuan kriteria MCL yang akan dikembangkan oleh peneliti. Hasil penyusunan instrumen digunakan sebagai instrumen penilaian kualitas produk. b. Pemilihan Media

Pemilihan media disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penyampaian materi pelajaran.

c. Pemilihan Format Media

Pemilihan format dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat yang sudah ada dan yang sudah dikembangkan.

3. Develop (Pengembangan)

Tahap ini dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari para pakar. Tahap develop meliputi : a. Validasi dan Revisi

Validasi dan revisi dilakukan 3 tahap, validasi I dilakukan oleh dosen pembimbing dan ahli materi. Validasi II dilakukan oleh ahli media dan peer review. Ahli materi adalah dosen kimia sekaligus dosen pembimbing Tugas Akhir Skripsi yang memberikan masukan mengenai kebenaran konsep, runtutan materi, dan tata tulis. Ahli media merupakan dosen kimia yang mengerti tentang aplikasi android yang memberikan masukan mengenai pengoperasian dan tampilan produk. Peer reviewer adalah teman sejawat yang sedang atau telah melaksanakan penelitian pengembangan dan memberikan masukan secara keseluruhan meliputi materi, tampilan, dan pengoperasian produk. Masukan-masukan dari validasi I

27

dan II dijadikan bahan untuk revisi untuk menghasilkan produk awal Mini Chemistry Laboratory.

b. Penilaian dan Evaluasi

Produk awal hasil revisi tahap II ditinjau dan dinilai oleh lima guru kimia SMA/MA sebagai reviewer dan diujikan terbatas kepada sepuluh peserta didik SMA/MA kelas X. Penilaian yang diberikan selanjutnya dianalisis untuk menentukan kualitas MCL yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, atau sangat kurang. Nilai tersebut dinyatakan dalam angka yang kemudian dikonversi menjadi pernyataan. Saran dan masukkan yang diberikan reviewer digunakan sebagai bahan revisi II produk pengembangan.

c. Produk Akhir

Produk akhir merupakan produk yang telah final dan siap untuk digunakan sebagai sumber belajar oleh peserta didik.

4. Disseminate

Tahap diseminasi dalam penelitian ini tidak dilakukan karena keterbatasan waktu.

C. Penilaian Produk 1. Desain Penilaian Produk

Desain penilaian produk merupakan bagian penting yang harus dilakukan dalam pengembangan. Karena tujuan penilaian produk untuk mendapatkan data yang akan digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk agar produk yang dikembangkan valid. Produk yang dinyatakan valid berarti produk yang

28

dikembangkan atau dihasilkan layak digunakan. Tahapan penilaian produk yang dilakukan untuk memvalidasi produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut. a. Memvalidasi produk awal pada dosen pembimbing, ahli materi, dan ahli

media. Menganalisis hasil validasi tersebut, kemudian melakukan revisi I berdasarkan saran dari dosen pembimbing, ahli materi dan ahli media.

b. Mengkonsultasikan produk kepada peer reviewer untuk mendapat masukan untuk melakukan revisi II.

c. Mengadakan penilaian produk oleh 5 orang guru kimia SMA/MA dengan menggunakan instrumen penilaian yang telah disusun pada tahap sebelumnya. d. Revisi akhir produk yang dilakukan berdasarkan koreksi dan masukan yang

diberikan oleh guru kimia SMA/MA.

e. Penilaian kepada 10 peserta didik SMA/MA kelas X. 2. Subjek Penilai

Subjek validasi dalam penelitian pengembangan ini adalah dosen pembimbing, ahli materi, ahli media, dan peer reviewer. Subjek penilai dalam penelitian ini adalah reviewer yaitu lima guru kimia SMA/MA dan sepuluh peserta didik SMA/MA. Hasil penilaian kemudian dianalisis sehingga dapat diketahui kualitas produk.

3. Jenis Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis data, seperti berikut ini.

a. Data proses pengembangan MCL adalah data yang diperoleh sesuai prosedur pengembangan. Data ini berupa saran dan masukkan dari dosen pembimbing, ahmi materi, ahmi media dan peer reviewer.

29

b. Data kualitas MCL adalah data hasil tinjauan dan penilaian reviewer lima guru kimia SMA/MA dan sepuluh peserta didik SMA/MA kelas X.

1) Data kualitatif, yang menyatakan kualitas MCL dengan kategori sangat baik (SB), baik (B). cukup (C), kurang (K), dan sangat kurang (SK). 2) Data kuantitatif yang digunakan berupa data nominal yang diperoleh

dengan cara menghitung rata-rata skor tiap aspek. Selanjutnya skor dibandingkan dengan skor ideal untuk mengetahui kualitas produk yang dihasilkan.

4. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penilaian kualitas produk pada penelitian ini berupa daftar isian (check list) untuk sebjek peneliti. Angket penilaian kualitas merupakan adaptasi dari instrumen penilaian penelitian yang dilakukan oleh Ari Yulistiana dan Azhar Nasih Ulwan pada tahun 2015.

Aspek-aspek yang dinilai dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut.

a. Aspek Materi

b. Aspek Perangkat Soal c. Aspek Kebahasaan d. Aspek Keterlaksanaan e. Aspek Tampilan f. Aspek Audio

Indikator-indikator aspek penilaian media pembelajaran kimia berbasis android pada materi keselamatan kerja di laboratorium kimia dijabarkan pada Tabel 2.

30

Tabel 2. Penjabaran Indikator Instrumen Penilaian Mini Chemistry Laboratory

No Aspek Indikator Jumlah

1 Materi

Kesesuaian materi dengan kurikulum 2013 dan Kompetensi Dasar

5 Kesesuaian materi yang disajikan dengan

tujuan yang ditetapkan

Tidak ada konsep yang menyimpang Sistematika uraian materi disajikan secara runtut

Proporsi materi esensial dengan materi penunjang

2 Perangkat Soal

Relevansi soal evaluasi dengan materi yang disajikan

6 Kejelasan isi dan maksud soal

Soal evaluasi menarik untuk dikerjakan Keberagaman tingkat kesukaran soal Soal tidak mengarah ke jawaban yang benar Soal dapat mengukur pengetahuan dan keterampilan

3 Kebahasaan Penggunaan bahasa yang baku 4 Penggunaan bahasa yang tidak menimbulkan

penafsiran ganda

Penggunaan bahasa yang mudah dipahami Ketepatan penggunaan istilah

4 Keterlaksanaan

Petunjuk yang jelas dalam penggunaan media

9 Media dapat digunakan secara berulang-ulang

Dapat digunakan sebagai media belajar mandiri untuk peserta didik

Penyajian materi yang menarik

Membantu efektivitas belajar peserta didik dalam memahami materi

Kepraktisan dalam penggunaan media Kemudahan dalam mengoperasikan media Kemudahan dalam meng-instal dan unistal aplikasi

Kemudahan dalam memindahkan master aplikasi ke handphone lainnya

5 Tampilan

Proporsi tulisan dan gambar

7 Kesesuaian ilustrasi teks dengan gambar

Relevansi gambar dengan materi Desain tampilan layout

Kualitas tampilan gambar

Ketepatan ukuran dan jenis huruf yang digunakan (keterbacaan)

6 Audio

Ketepatan proporsi warna yang digunakan

2 Ketepatan penggunaan audio

31 5. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut.

a. Data proses pengembangan produk

Data proses pengembangan produk merupakan data deskriptif sesuai dengan prosedur pengembangan yang dilakukan, meliputi analisis, perancangan, pengembangan, dan implementasi. Data proses pengembangan produk diperoleh dari 1 orang ahli materi, 1 orang ahli media, dan 3 orang peer reviewer berupa koreksi dan masukan. Koreksi dan masukan tersebut digunakan sebagai acuan revisi produk awal.

b. Data kualitas produk yang dihasilkan

Data kualitas produk diperoleh dari hasil isian angket oleh 5 orang guru kimia, yaitu data kualitatif berupa nilai kategori : SB (sangat bagus), B (bagus), C (cukup), K(kurang), SK (sangat kurang). Data ini selanjutnya dianalisis dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

1) Menghitung skor rata-rata (X̅) untuk setiap aspek kriteria penilaian produk, yaitu jumlah skor keseluruhan tiap aspek kriteria dibagi dengan jumlah penilai. X̅ = ∑ X n Dengan keterangan : X̅ = skor rata-rata ∑X = jumlah skor n = jumlah penilai

32

2) Nilai rata-rata setiap aspek dikonversi menjadi tingkat kualitas produk secara kualitataif dengan pedoman konversi seperti ditunjukkan pada Tabel 3 (Eko Putro Widoyoko, 2009: 238).

Tabel 3. Kriteria Kategori Penilaian Ideal

No Rentang Skor Kategori

1 X > Mi + 1,80 SBi Sangat Baik (SB) 2 Mi + 0,60 SBi < X <Mi + 1,80 SBi Baik (B) 3 Mi – 0,60 SBi < X <Mi + 0,60 SBi Cukup (C) 4 Mi – 1,80 SBi < X < Mi – 0,60 SBi Kurang (K) 5 X < Mi – 1,80 Sbi Sangat Kurang (SK) Keterangan :

X = Skor rata-rata yang dicapai Mi = rata-rata deal

= (skor tertinggi ideal + skor terendah ideal) SBi = simpangan baku ideal

= ( skor tertinggi ideal – skor terendah ideal)

Skor maksimal ideal = ∑ butir indikator x skor tertinggi Skor minimal ideal = ∑ butir butir indikator x skor terendah

3) Menghitung persentase keidealan setiap aspek dengan menggunakan rumus : Persentase keidealan = skor rata-rata

33 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait