BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
E. Prosedur Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu terhadap siswa yang mengalami brokenhome.
b. Angket
Angket merupakan jenis instrumen pengumpul data yang
pernyataan. Teknik ini dipilih semata-mata karena subjek adalah orang yang mengetahui dirinya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh subjek adalah orang yang dapat dipercaya dan di interpretasi subjek tentang pertanyaan / pernyataan yang diajukan kepada subjek adalah sama dengan yang
dimaksud oleh peneliti.
Kuesioner yang digunakan didesain berdasarkan skala model likert yang berisi sejumlah pernyataan yang menyatakan objek yang hendak diungkap. Perskoran atas kuesioner skala model likert yang digunakan dalam penelitian ini menunjuk pada lima alternatif jawaban yaitu : Sangat Setuju (SS) = 5, Cukup (C) = 4, Biasa Saja (BS)= 3, Kurang (K) = 2, Tidak Sama Sekali (TSS) = 1
122
Untuk memperoleh data dari penelitian diperlukan instrumen yang dijadikan alat untuk mengumpulkan data sesuai dengan karakteristik dan substansi permasalahan yang diteliti. Instrumen yang digunakan adalah angket jenis tertutup.
Hal ini sejalan dengan pendapat Arikunto (1998:140) yang
mengemukakan bahwa : “Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya”.
c. Wawancara
Untuk melengkapi pengumpulan data yang tidak dapat tercover melalui angket dilakukan wawancara sebagai pendalaman data, terutama pengolahan data dengan guru BP, wali kelas, kepala sekolah dan beberapa tenaga
pendidikan lainny.
d. Study Dokumentasi
Metode dokumentasi merupakan salah satu metode penelitian untuk menelusuri dan menemukan informasi tentang hubungan keluarga
brokenhome dengan prestasi belajar dan akhlak siswa di SMK Negeri 1
Kadipaten.
Dokumen-dokumen yang diperoleh yang bersifat permanen dan
tercatat agar data yang diperoleh lebih absah. Dokumen-dokumen yang ditelusuri berkaitan dengan :
a. Data siswa yang mengalami brokenhome
b. Perkembangan prestasi siswa yang mengalami brokenhome
123
c. Akhlak siswa dalam keseharian.
e. Instrumen Penelitian
Pada dasarnya meneliti adalah proses melakukan alat ukur yang baik, alat ukur tersebut adalah instrumen penelitian, jumlah instrumen penelitian tergantung kepada jumlah variabel penelitian yang telah ditentukan.
Prosedur yang ditempuh dalam pengadaan instrumen yang baik : - Merumuskan tujuan dalam judul penelitian;
- Menentukan variabel dalam judul penelitian berikut indikatorindikatornya. Variabel-variabel tersebut terdiri dari variabel keluarga
brokenhome (dependen), variabel prestasi belajar siswa (independen),
- Pengembangan butir soal terdiri dari indikator variabel-variabel penelitian.
- Menyusun butir soal kuesioner /angket dari indikator-indikator tersebut.
- Melengkapi instrumen angket dengan pedoman mengerjakan.
- Menyiapkan instrumen atau angket kepada responden dalam penelitian untuk menguji validitas dan realibilitas instrumen angket.
2. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Oleh karena pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner selain melalui observasi dan wawancara, maka perlu dilakukan uji validitas dan 124
reliabilitas atas instrumen penelitian ini untuk mengetahui tingkat akurasi dan konsistensi data yang sebenarnya dari angket yang disusun kepada responden.
a. Uji validitas (Test of Validity)
Validitas adalah ukuran yang menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator dalam mengukur sesuatu pengukuran atas apa yang seharusnya diukur. Pengujian skala ini didasarkan pada pendapat Zikmud (2000:281-283) bahwa pengujian validitas umumnya terdiri dari validitas isi (content/face validity), validitas kriteria (criterian validity) dan validitas konstrak (constract validity). Salah satu metode dalam validitas kontstrak yang dapat digunakan merujuk pada pencapat Cooper adalah analisis korelasi.
Validitas data dilakukan secara empiris dan isi (content validity). Validasi empiris dilakukan dengan menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Sedangkan validasi isi dilakukan dengan mengidentifikasi konstrak yang telah dikembangkan dalam indikator-indikator (skala) yang relevan.
Disamping koefisien korelasi, untuk mengukur validitas ini digunakan
juga matrik covarians sebagaimana yang direkomendasikan. Hair dkk (1995:125) bahwa agar para peneliti menggunakan matriks varians/kovarians pada saat pengujian teori, sebab varians/kovarians lebih memenuhi asumsi-asumsi metodologi dan merupakan bentuk yang lebih sesuai untuk memvalidasi hubungan-hubungan kausalitas.
125
b. Uji Reliabilitas (Test of Reliability)
Reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikatorindikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat sampai dimana masingmasing indikator itu mengidentifikasi sebuah faktor laten yang umum. Composite
Reliability diperoleh dengan rumus
Construct – Reliability = (Std Loading)2 (Std Loading)2 + j
Dimana :
- Std Loading diperoleh langsung dari standarized loading untuk tiap-tiap indikator (diambil dari hasil perhitungan komputer program SPSS 11.5) - j adalah measurement error dari tiap-tiap indikator
Nilai batas yang digunakan untuk derajat reliabilitas adalah Cronbach’s
adalah bentuk indikator yang mendapat koefisien lebih besar dari 0,70 dinyatakan reliabel, walaupun angka tersebut bukanlah angka mati. Artinya jika penelitian yang dilakukan bersifat exploratory, maka nilai dibawah 0,70 pun masih dapat diterima sepanjang disertai alasan-alasan empirik yang terlihat dalam proses eksplorasi. Untuk menghindari kebiasan, seyogyanya digunakan juga koefisien Wert-Lim Joreskog (pc) secara bersama-sama dengan Cronbach Alha. Pada dasarnya sebuah alat ukur disebut reliabel bila nilai Cronbach adalah lebih besar atau sama dengan 0,70 dan nilai pc adalah lebih besar atau sama dengan 0,50 (Bazogi, 1981; Wert, Lindd & Joreskog, 1974)
126
c. Analisis Instrumen Penelitian
Analisis instrumen penelitian dimaksud adalah salah satu bentuk alat ukur
yang digunakan untuk menguji apakah instrumen penelitian ini memenuhi syaratsyarat alat ukur yang baik atau tidak sesuai dengan standar metode penelitian.
Menurut Cooper dan Shindler (2001:210) bahwa suatu instrumen dikatakan baik apabila instrumen tersebut memiliki tiga persyaratan utama yaitu (1) valid atau sahih (2) reliabel atau andal dan (3) praktis.
Sesuai dengan daftar pembuatan instrumen, bahwa sebelum instrumen diterapkan sebagai alat uji ukur penelitian, maka harus di uji cobakan dalam bentuk pre-test kuesioner kepada sekurang-kurangnya 100 responden sebagai try out dan sekaligus sebagai sampel penelitian. Sebelum kuisioner benar-benar disebarkan kepada responden sasaran, telah diuji cobakan terhadap 40 responden, yang dilakukan pada bulan Juli 2009.
Hasil uji validitas dan reliabilitas tersebut mengisyaratkan bahwa dari 75
item pernyataan kuesioner yag disebarkan kepada 100 responden untuk pengujian instrumen penelitian, tidak satupun terdapat nilai di bawah batas-batas koefisien korelasi, 0,30 sebagai angka kritis. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataanpernyataan yang dibuat untuk kuesioner secara keseluruhan adalah valid dan
shahih dan layak untuk digunakan pengumpulan dan penelitian yang reliabel. 127
d. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian
(1) Hasil Pengujian Validitas
Uji coba dari 75 butir instrumen penelitian terhadap 100 responden dimaksudkan untuk menguji keabsahan dan kehandalan butir-butir instrumen yang digunakan dalam penelitian
Adapun hasil dari penghitungan validitas data yang diolah oleh SPSS adalah sebagai berikut :
Tabel 3.4
Uji Statistik Validitas Hasil Data Variabel Nomor Item Koefisien Korelasi r-kritis Validitas X Y1 Y2 1 0,650 0,789 0,740 0,320 Valid 2 0,625 0,789 0,685 0,320 Valid
3 0,881 0,650 0,779 0,320 Valid 4 0,732 0,776 0,652 0,320 Valid 5 0,691 0,770 0,694 0,320 Valid 6 0,732 0,770 0,711 0,320 Valid 7 0,865 0,751 0,747 0,320 Valid 8 0,881 0,824 0,809 0,320 Valid 9 0,881 0,626 0,660 0,320 Valid 10 0,886 0,769 0,815 0,320 Valid 11 0,650 0,691 0,755 0,320 Valid 12 0,865 0,780 0,710 0,320 Valid 13 0,625 0,733 0,703 0,320 Valid 14 0,812 0,668 0,709 0,320 Valid 15 0,881 0,577 0,721 0,320 Valid 16 0,732 0,684 0,503 0,320 Valid 17 0,691 0,653 0,781 0,320 Valid 18 0,865 0,660 0,320 Valid 19 0,721 0,703 0,320 Valid 20 0,563 0,815 0,320 Valid 21 0,832 0,817 0,320 Valid 22 0,599 0,569 0,320 Valid 23 0,599 0,522 0,320 Valid 24 0,723 0,663 0,320 Valid 25 0,752 0,771 0,320 Valid 128 Nomor Item Koefisien Korelasi r-kritis Validitas X Y1 Y2 26 0,703 0,570 0,320 Valid 27 0,529 0,652 0,320 Valid 28 0,640 0,320 Valid 29 0,625 0,320 Valid
Sumber : Pengolahan Data Program SPSS 13 (Lampiran : ...)
Hasil uji validitas berdasarkan Tabel 3.4 dapat diketahui untuk
masing-masing nomor item mempunyai nilai koefisien korelasi rata-rata di atas 0,30. Hal ini dapat menunjukkan skala item instrumen memiliki koefisien validitas yang memuaskan (valid).
(2) Hasil Penghitungan Reliabilitas Masing-Masing Variabel
Pengujian terhadap koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk
melihat konsistensi jawaban (keandalan) butir-butir pernyataan yang diberikan responden. Untuk menguji reliabilitas digunakan alat dengan metode belah dua (split half), yakni mengkorelasikan skor total ganjil lawan genap, selanjutnya dihitung reliabilitasnya dengan menggunakan rumus alpha cronbach.
Hasil perhitungan reliabilitas untuk masing-masing variabel disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.5.
Uji Statistik Realibilitas Hasil Data Variabel
Variable r-alpha r-kritis Keterangan
X 0,967 0,70 Reliabel Y1 0,941 0,70 Reliabel Y2 0,962 0,70 Reliabel
Sumber : Pengolahan Data Program SPSS 13 (Lampiran : ...)
129
Berdasarkan hasil uji satistik realibilitas untuk item soal yang dijadikan instrumen penelitian dengan menggunakan uji kesesuaian hasil ukur skala kriteria dengan membelah dua bagian didapatkan koefisien realibilitas
Cronbach’s alpha X sebesar = 0, 967, Y1 sebesar 0,941, dan Y2 sebesar 0,962. Hal ini menunjukkan koefisien realibilitas yang tinggi diatas nilai sebesar 0,70. Artinya kuesioner penelitian memiliki konsistensi interval (realiabilitas) yang memadai.