• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Penelitian

Dalam dokumen Konsep Diri Perempuan Barista di Kota Medan (Halaman 60-64)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Proses Penelitian

Pada bab ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang didapatkan selama di lapangan. Penelitian ini dilakukan lebih kurang tiga bulan, dimulai dari Mei 2019 hingga Agustus 2019. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah melalui observasi non partisipatif dan snow ball. Wawancara dilakukan peneliti setelah membuat janji bertemu dengan informan yang telah didapat kontaknya. Alasan peneliti membuat janji terlebih dahulu adalah karena seluruh informan peneliti hanya memiliki waktu-waktu tertentu untuk dapat diwawancarai dikarenakan informan memiliki jadwal pekerjaan yang padat dan agar wawancara yang dilakukan dapat lebih santai demi mendapatkan data nformasi yang mendalam agar tujuan penelitian ini tercapai.

Sebelum terjun ke lapangan ada hal yang harus peneliti lakukan sebagai upaya persiapan. Di antara persiapan tersebut adalah mencari informasi mengenai kontak maupun tempat bekerja barista perempuan di Kota Medan dan mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan. Dari usaha yang dilakukan peneliti berhasil mendapatkan informasi kontak Arly sebagai informan pertama yang bekerja di Cafe Starbucks area Merdeka Walk.

Peneliti menghubungi Arly dengan mengirimkan pesan singkat melalui jejaring sosial WhatsApp. Setelah menjelaskan secara singkat tujuan dari penelitian ini Arly dengan sikap ramah bersedia untuk peneliti wawancara dan

membuat janji untuk bertemu di waktu luangnya. Pada 27 Juli 2019 peneliti melakukan wawancara dengan Arly di Coffee Crowd area Merdeka Walk tempat yang ditentukan Arly untuk bertemu. Selama proses wawancara Arly sangat ramah, periang dan bersikap terbuka dengan senang hati menjawab pertanyaan peneliti dengan jawaban yang mendalam sehingga jawaban Arly dapat peneliti kembangkan lagi membentuk pertanyaan baru. Wawancara kurang lebih berlangsung selama dua puluh menit. Yang menjadi kendala saat proses wawancara Arly berlangsung adalah dikarenakan saat itu merupakan malam minggu dan kebetulan di Merdeka Walk terdapat acara musik, suasana sangat ramai sehingga ketika wawancara berlangsung terdapat gangguan kebisingan dari sekitar dan sulit untuk menemukan tempat mengobrol dikarenakan ramainya pengunjung. Bahkan Coffee Crowd merupakan tempat kedua yang ditentukan Arly setelah awalnya Arly meminta untuk bertemu di Starbucks dikarenakan tidak ada meja kosong.

Jumat, 2 Agustus 2019 peneliti menemui kak Nesa Arifani sebagai informan kedua di Starbucks daerah multatuli tempat informan bekerja, berhubung hari itu merupakan waktu luang bagi informan ketika bebas dari shiftkerja. Peneliti mendapat kontak kak Nesa dari Arly, informan pertama yang juga pernah bekerja di cafe yang sama saat kak Nesa masih ditempatkan di Starbucks daerah Merdeka Walk. Hari sabtu, 3 Agustus 2019 peneliti mendatangi cafe Papacco yang ada di carrefour untuk meminta kontak informan ketiga sambil memesan minuman. Setelah menjelaskan tujuan dari penelitian akhirnya informan mau memberikan kontaknya. Dikarenakan pada saat itu merupakan shift informan ketiga untuk bekerja, informan meminta untuk bertemu di lain waktu.

Sebelumnya peneliti mendapat informasi bahwa di Papacco terdapat barista perempuan melalui papan iklan yang terletak di depan eskalator antara lantai dua dan lantai satu yang letaknya dekat dengan Papacco. Di dalam papan iklan tersebut terdapat foto seorang perempuan dengan atribut barista sedang meracik kopi.

Peneliti menemui informan ketiga lagi pada hari kamis, 15 Agustus 2019 di Papacco setelah sepakat untuk melakukan wawancara pada jam istirahat shift kerja informan. Infoman ketiga bernama Nur Aidah. Proses wawancara bersama

kak Aida berlangsung santai, kak Aidah sangat ramah hingga mengenalkan peneliti pada teman-temannya yang kebetulan pada saat itu kak Aida sedang duduk santai bersama rekan-rekan kerjanya disela-sela jam istirahat kerjanya.

Selanjutnya pada tanggal 17 Agustus 2019 secara tidak sengaja peneliti bertemu dengan informan keempat pada saat peneliti bersama beberapa teman mampir di indomaret dekat istana maimun dengan niat awal untuk mencari minuman. Ketika membuka pintu peneliti melihat terdapat meja bar berikut alat perlengkapan untuk membuat kopi lengkap dengan barista serta meja-meja berikut kursi yang terlihat seperti cafe kecildengan logo dan nama ―Point Cafe‖

yang menggantung pada ubin di sisi kiri pintu. Berhubung haus peneliti memesan satu cup coklat dingin. Sambil menikmati minuman peneliti memperhatikan barista perempuan yang bekerja di cafe tersebut. Setelah memperhatikan, ketika barista tersebut terlihat sedang tidak sibuk peneliti meminta kontak informan.

Setelah mendengarkan tujuan dari penelitian informan mau memberikan kontak kepada peneliti.

Informan keempat peneliti temui pada tanggal 20 Agustus 2019 setelah membuat janji, namun karena informan slow respon menanggapi pesan WhatsApp dari peneliti,peneliti berinisiatif untuk datang langsung ke tempat kerja informan.

Sambil menunggu informan menyiapkan pesanan pelanggan peneliti bersama seorang teman menempati salah satu meja kosong sambil menikmati minuman yang telah dipesan. Namun, berbeda dengan rencana awal informan memilih untuk mencarikan penggantinya untuk diwawancarai dengan alasan belum terlalu paham mengenai profesi barista dikarenakan baru belajar menjadi seorang barista.

Namun itu tidak menjadi halangan bagi peneliti, informan keempat bernama kak Putri Melati Manurung yang bekerja di cafe yang sama. Kak Putri dengan senang hati mau diwawancarai bahkan memberikan semangat untuk peneliti serta do‘a agar penelitian berjalan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Tabel 4.1

Data Perempuan Barista yang Menjadi Informan No. Nama Informan Tempat/

Tanggal Lahir

Usia Lama

Bekerja

1. Arly Joane Valentine Manik

Timika, 11 Febryari

1999

20 Tahun 6 Bulan

2. Nesa Arifani Jakarta, 3 Agustus

1994

25 Tahun 5 Tahun

3. Nur Aidah Medan, 23

Agustus 1996

23 Tahun 2 Tahun

4. Putri Melati Manurung

28 Juli 1995 24 Tahun 2 Tahun

Sumber: Hasil penelitian pada Agustus 2019

4.1.2 Hasil Wawancara

Dalam dokumen Konsep Diri Perempuan Barista di Kota Medan (Halaman 60-64)

Dokumen terkait