BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data Pelaksanaan Penelitian
4.1.1 Hasil Penelitian
4.1.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas
Kegiatan penelitian pada siklus ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu tanggal 28 Januari 2014 dan 1 Februari 2014.
1) Perencanaan Kegiatan
Pada tahap perencanaan siklus I, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Persiapan yang dilakukan peneliti meliputi menyusun perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi yang sudah di validasi untuk menilai prestasi belajar siswa. Selain itu, peneliti juga menyiapkan perangkat pembelajaran antara lain: alat peraga pembelajaran yang diperlukan dalam proses pembelajaran. 2) Tindakan
a). Pertemuan I
Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Selasa 28 Januari 2014 sesuai dengan RPP yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pembelajaran berfokus pada materi gaya dapat mengubah bentuk benda. Dalam pembelajaran ini, siswa menggunakan media benda-benda sekitar
yang ada di lingkungan kelas. Pada kegiatan awal, guru menyampaikan apersepsi yaitu melakukan tanya jawab mengenai gaya. Saat guru melakukan tanya jawab mengenai gaya, guru juga menggali pengetahuan siswa dengan memberikan contoh-contoh yang nyata misalkan melempar kertas dan lain sebagainya untuk mempermudah siswa dalam mengerti mengenai apakah yang dimaksud dengan gaya. Setelah itu guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran.
Pada kegiatan inti, guru meminta siswa secara berkelompok untuk mencari contoh benda-benda yang mudah dan sulit untuk dirubah bentuknya di sekitar kelas. Setelah siswa menemukan benda tersebut, siswa diminta untuk mengidentifikasi benda yang diperolehnya. Guru juga meminta siswa untuk menjelaskan dihadapan kelompok lain mengapa benda tersebut mudah dan sulit dirubah bentuknya. Kemudian guru meminta siswa kembali ketempat duduknya masing-masing dan mengerjakan LKS secara mandiri. Selesai mengerjakan LKS guru dan siswa membahas hasil pekerjaanya.
Selanjutnya, guru memberikan penjelasan ulang dan penegasan mengenai apa yang sudah dipelajari sebelumnya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum dimengerti. Kemudian guru dan siswa membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini.
Pada kegiatan akhir pembelajaran, guru dan siswa merefleksikan kegiatan hari ini secara lisan. Guru juga tidak lupa menyampaikan materi yang akan dipelajari pada petemuan selanjutnya.
b). Pertemuan II
Pertemuan kedua di siklus I dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014 sesuai dengan RPP yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan kedua ini siswa dituntut untuk dapat memberikan contoh gaya dapat mengubah bentuk benda dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual.
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua siklus I ini diawali dengan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai materi gaya seperti pada pertemuan sebelumnya.
Pada kegiatan inti, siswa diminta untuk mengabil selembar kertas kemudian siswa diminta untuk mengamati bentuk kertas tersebut. Selanjutnya guru meminta siswa untuk meremas selembar kertas yang dipegangnya. Setelah kertas diremas, siswa diminta untuk mengamati perubahan yang dialami kertas tersebut. Guru juga memberikan contoh gaya menggunakan media telur yang sudah direbus dengan menjatuhkanya. Siswa diminta untuk menjelaskan mengapa telur tersebut bisa terjatuh ke lantai. Guru juga menyuruh siswa mengamati apa yang terjadi pada telur yang telah jatuh. Kemudian siswa dibagi dalam kelompok dan diminta untuk mencari contoh benda-benda apa saja yang dapat berubah bentuknya karena diakibatkan oleh gaya. Selain itu, siswa
diminta untuk mencari peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan bahwa gaya mempengaruhi bentuk benda. Siswa diminta untuk mempresentasikan kepda kelompok lain. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas.
Pada kegiatan akhir siklus I siswa mengerjakan soal evaluasi yang sudah disiapkan oleh guru. setelah selesai mengerjakan soal evaluasi, siswa bersama guru merefleksikan kegiatan pembelajaran secara lisan dan diakhiri dengan doa dan salam penutup.
3) Pengamatan
Kegiatan pengamatan pada penelitian ini dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada pertemuan pertama, siswa terlihat tegang dan malu-malu. Hal ini terjadi karena saat proses belajar mengajar siswa merasa canggung dengan keberadaan peneliti. Hal tersebut terlihat ketika guru mengajukan pertanyaan pertama kali tidak ada yang mau mengangkat tangan untuk menjawab. Setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan baru ada yang mau mengangkat tangan untuk menjawab. Selain hal itu, terdapat beberapa siswa yang berkebutuhan khusus tidak mau mengikuti pembelajaran yang sedang dilakukan. Siswa tersebut terlihat asyik sendiri dengan bermain mainan yang dipegangnya. Hal tersebut berdampak terhadap siswa lain, dengan mengikuti tingkah yang dilakukan siswa ABK sehingga pembelajaran kurang kondusif. Terdapat juga siswa yang tidak mau bergabung dengan kelompoknya ketika kegiatan diskusi berlangsung. Hal ini disebabkan adanya siswa yang tidak disukai dengan
teman-temannya ketika kerja kelompok. Dari hasil pegamatan, peneliti pada siklus I pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua dapat dikatakan bahwa kegiatan pembelajaran berlangsung terlihat kaku dan ada ketegangan dari siswa. Dikarenakan adanya peneliti saat proses belajar mengajar.
4) Refleksi
Setelah selesai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I, diperoleh data peningkatan prestasi belajar dimana kondisi awal sebesar 52,4 meningkat menjadi 53,86 pada siklus I. Selain terjadi peningkatan rata-rata nilai prestasi belajar IPA, jumlah siswa yang mencapai KKM juga meningkat. Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal hanya sebesar 40% meningkat sebesar 50% di siklus I. Namun peningkatan tersebut dirasa masih belum memenuhi target capaian yang ditentukan oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti merencanakan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar pada siklus II
Pada siklus I ini hal-hal yang perlu diperbaiki oleh peneliti antara lain sebagai berikut :
a) Pengelolaan kelas perlu diperbaiki untuk mengkondisikan siswa ABK agar pembelajaran berlangsung kondusif.
b) Perlunya mengatur waktu agar semua materi dapat disampaikan. 4.1.1.1.2 Siklus II
Kegiatan penelitian pada siklus II dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 11 dan 15 Februari 2014. Pada siklus II ini, materi yang diajarkan masih seperti pada siklus I yaitu gaya dapat mengubah bentuk benda.
1) Perencanaan
Persiapan yang dilakukan peneliti pada tahap perencanaan siklus II ini tidak jauh berbeda dengan siklus I. Persiapan yang dilakukan peneliti meliputi silabus dan RPP, materi tentang gaya, serta alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan penelitian tersebut.
2) Tindakan a). Pertemuan I
Pertemuan pertama pada siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2014 dengan berpedoman pada RPP yang sudah dibuat dan dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti dan dilaksanakan oleh guru kelas IV. Kegiatan belajar pada pertemuan ini, siswa diberikan sebuah media, dengan media tersebut siswa diharapkan untuk dapat menunjang penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan tujuan agar materi yang dipelajari dapat mudah dipahami dan diingat siswa.
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama pada siklus II dengan apersepsi dengan mengulang kembali apa yan telah dipelajari pada pertemuan yang sebelumnya. Selain itu, guru mengaitkan apersepsi dengan materi pembelajaran yang akan dilakukan.
Selanjutnya pada kegiatan inti guru membagi siswa menjadi 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 siswa. Kemudian siswa dijelaskan sedikit mengenai percobaan mengenai materi gaya dapat mengubah bentuk benda dengan menggunakan karet gelang dan balon. Siswa diminta mengeksplorasi media tersebut untuk mengubah bentuk
media tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan siswa. Kemudian siswa dalam kelompok diminta untuk mengamati dan menjelaskan perubahan media yang sudah disediakan. Selanjutnya siswa diminta untuk mengerjakan LKS yang secara mandiri. Guru selanjutnya memberikan penjelasan ulang dan penegasan mengenai percobaan yang dilakukan siswa. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada yan belum jelas, kemudian siswa dan guru membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini.
Pada kegiatan akhir, guru dan siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran hari ini secara lisan, tidak lupa guru menyampaikan materi materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
b). Pertemuan II
Pertemuan kedua disiklus II dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2014 sesuai dengan RPP yang sudah disiapkan oleh peneliti dan dilaksanakan oleh guru kelas IV. Kegiatan belajar mengajar pada pertemuan ke dua ini siswa diminta untuk kembali belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai materi gaya dapat mengubah bentuk benda. Guru bertanya kepada siswa untuk memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari siswa terhadap benda apa saja yang dapat dirubah bentuknya dan kenapa benda tersebut dapat berubah bentuknya.
Kegiatan inti pada pertemuan kedua ini, secara berkelompok siswa diminta untuk belajar melalui percobaan terhadap media plastisin yang sudah disediakan. Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa melakukan percobaan dengan mengubah bentuk plastisin tersebut sesuai dengan keinginannya. Siswa diminta guru untuk mengamati perubahan yang terjadi pada plastisin sebelum dibentuk dan sesudah dibentuk oleh siswa dan siswa juga diminta untuk menjelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Setelah selesai melakukan percobaan guru meminta siswa megerjakan LKS secara mandiri. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas.
Kegiatan akhir pada siklus ke II siswa dan guru merefleksikan kegiatan pembelajaran pada hari ini secara lisan. Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam pentup.
3) Pengamatan
Pengamatan pada penelitian ini dilaksanakan sejalan dengan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus II, siswa sudah mulai terbiasa dengan keberadaan peneliti. Penggunaan media pada siklus II ini sangat membantu dalam pembelajaran tersebut. Ketika siswa disuruh untuk membuat bentuk apa saja dengan media plastisin. siswa ABK juga terlihat ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran tersebut, dibandingkan dengan siklus pertama siswa ABK kurang berperan aktif saat pembelajaran bahkan cenderung tidak aktif. Dari hasil pengamatan yang
dilakukan pada siklus II dapat dikatakan bahwa menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
4) Refleksi
Pelaksanaan penelitian pada siklus II terjadi peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari prestasi belajar siswa yang meningkat. Prestasi belajar terjadi peningkatan nilai rata-rata IPA dari siklus I sebesar 53,86 menjadi 67,72. Selain itu terjadi peningkatan nilai rata-rata evaluasi IPA, jumlah siswa yang mencapai KKM juga meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari siswa yang mencapai KKM pada siklus I sebanyak 11 siswa meningkat menjadi 16 siswa di siklus II. Jika dipresentasekan sebesar 50% pada siklus I meningkat menjadi 72,7% di siklus II. Peningkatan yang terjadi pada prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II dirasa cukup memuaskan. Dengan demikian, peneliti merencanakan untuk tidak melanjutkan kegiatan belajar pada siklus III.
Pada siklus II ini masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh peneliti antara lain sebagai berikut:
a) Masih perlunya meningkatkan pengelolaan kelas dikarenakan terdapat siswa ABK yang secara tidak langsung memberikan dampak terhadap siswa lainnya.
b) Pengelolaan waktu perlu ditingkatkan agar kegiatan pembelajaran tidak terlampau jauh dari waktu yang sudah direncanakan.