• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

2. House of Learning and Development (HoLD)

4.2 Hasil Analisis Data

4.2.2 Proses Perencanaan dan Penyusunan (Planning and Programming)

Konsep Kinerja Public relations Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan

Glen M. Broom

Proses perencanaan dan penyusunan adalah tahap yang harus dilakukan setelah proses pengumpulan informasi. Dalam perencanaan ditetapkan tujuan dan berbagai langkah yang akan digunakan oleh seorang PR mencapai

tujuannya dan programming atau penyusunan adalah menyusun

perencanaan-perencanaan tersebut secara terurut. Begitupun dengan apa yan dilakukan oleh PR YCAB. Mereka menetapkan tujuan dan perencanaan-perencanaan pada special event Becak Terus sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing panitia yang terlibat dan menyusun perencanaan tersebut secara terurut.

Penulis melihat bahwa apa yang dilakukan oleh PR YCAB telah sesuai dengan apa yang dijabarkan oleh Lesly dalam langkah-langkah perancangan event yang efektif, yaitu merujuk pada poin ‘Kenapa (Why)’. Poin ini meliputi

penjelasan tentang kenapa event ini diselenggarakan, tujuan dan maksud

penyelenggaraan special event.

Tujuan tersebut diungkapkan oleh Moni, “Tujuannya adalah karena

Scott memang ingin membuat sesuatu dengan impact yang lebih besar, dan

juga karena nanti hasilnya akan bisa lebih banyak untuk dibagikan kepada penerima manfaat nantinya yaitu anak-anak Rumah Belajar dan

yayasan-yayasan lain yang juga menjadi penerima manfaat.”15Lalu yang kedua adalah

memberikan pengaruh kepada yayasan-yayasan penerima manfaat untuk menjalankan misi-misi yayasannya dan juga menumbuhkan kesadaran kepada

masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Gerry, “Memberikan impact bagi

yayasan-yayasan penerima manfaat, lalu menumbuhkan awareness pada

masyarakat agar mereka lebih peduli terhadap isu-isu sosial”16. Dapat kita

ketahui dari pendapat beberapa informan, bahwa secara umum tujuan

daripada fundraising Becak Terus adalah melakukan fundraising untuk

memberikan impact (pengaruh) bagi sasaran penerima manfaat (beneficieries)

yaitu support untuk 4 yayasan terpilih lalu menumbuhkan awareness

(kesadaran) pada masyarakat.

Special event berbeda dari event-event yang dilakukan PR, seperti yang

diungkapkan Mcnamara bahwa special event adalah sebuah program penting,

yang menitikberatkan pada aktivitas tertentu, direncanakan untuk

15

Transkrip wawancara dengan Moni Rejeki, hari Kamis 11 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 15.30 WIB

16

Transkrip wawancara dengan Gerry C. Joeng, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 11.30 WIB

mempublikasikan dan meningkatkan pengetahuan mengenai masalah tertentu. Atau dengan kata lain, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan suatu

pesan kepada masyarakat tentang hal yang bersifat khusus. Tujuan dari special

event Becak Terus salah satunya adalah meningkatkan kesadaran (awareness) pada masyarakat akan isu-isu sosial yang terjadi di sekitar kita, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Seperti misalnya data yang dilansir dari laporan tahunan 2015 oleh UNICEF bahwa 4.7 juta anak di bawah 18 tahun putus

sekolah di Indonesia.17

Penulis melihat tujuan dari event Becak Terus dapat dikatakan

memenuhi syarat sebuah special event dalam perencanaannya, dimana

terdapat pengaruh yang ingin diberikan kepada sasaran, yaitu 4 yayasan penerima manfaat dalam bentuk donasi untuk mendukung kegiatan. Duncan

mengungkapkan bahwa tujuan dari special event salah satunya adalah

memberikan pengaruh bagi khalayak sasaran, maka dari itu, diharapkan dari sehingga masyarakat menjadi lebih peduli dan tergerak untuk membantu sesamanya. Hal diatas merupakan tujuan bersama yang ingin dicapai oleh

semua anggota PR YCAB yang terlibat pada event Becak Terus. Dalam

penetapan sebuah tujuan, terdapat indikator-indikator yang dimiliki untuk

mengukur apakah tujuan dari event yang kita laksanakan sudah tercapai atau

belum. Dalam event Becak Terus sendiri, terdapat beberapa indikator yang

menjadi tolak ukur kesuksesan event. “Yang pertama Scott berhasil melewati

17 Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2015 dikutip dari http://www.unicef.org/indonesia pada tanggal 1 September 2016 pukul 22.09 WIB

7 provinsi dalam waktu yang ditentukan, lalu kita melihat banyak tidaknya

publik yang terlibat, entah dia sebagai pendonor, share informasi di media

sosial, ataupun yang hanya sekadar tahu dan menanyakan. Lalu kita memiliki

target donasi ya, namun ini tidak dijadikan patokan yang mutlak”18, Ellen

mengungkapkan.

Ada hal yang menjadi kelebihan tersendiri dari PR YCAB menurut hemat penulis. Hal ini adalah saat menetapkan indikator keberhasilan dari acara, setiap anggota PR memiliki faktor-faktor keberhasilan yang menjadi acuan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Salah satunya adalah Gerry, “Kalau saya dari segi social media pada event Becak Terus ini salah satunya

berapa banyaknya buzzer yang ikutan atau bisa kita engage, dan seberapa

antusiasmenya masyarakat. Lebih ke bagaimana mereka engage dengan post

di social media terkait Becak Terus, seperti dengan retweet, share, dan fundraising online melalui Kita Bisa, jadi kita lihat trafficnya kesitu.”19 Dari

penjelasan infroman Gerry yang bekerja sebagai social media specialist, ia

memiliki indikator tersendiri dalam mengukur kesuksesan Becak Terus lewat

kacamatanya sebagai social media specialist, diantaranya adalah seberapa

banyak buzzer atau influencer di media sosial dapat diajak bekerjasama

mengkampanyekan aksi ini. Ia mengukur dengan menilai sejauh mana

18

Transkrip wawancara dengan Ellen Juniastin Tandoapu, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 14.00 WIB

19

Transkrip wawancara dengan Gerry C. Joeng, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 11.30 WIB

masyarakat antusias dan interaktif melalui aktifitas Sedangakan Erna yang

merupakan tim partnership dan bertugas untuk menangani hubungan dengan

publik eksternal seperti misalnya donatur pun memiliki indikator keberhasilan sendiri dalam event ini. mereka media sosial YCAB dan Becak Terus ataupun

para buzzer yang telah bekerjasama.

Erna bertanggungjawab atas branding organisasi YCAB, “Kalau dari

sisi partnership adalah bagaimana kita bisa sukses melakukan branding

organisasi ya.”20 Kerpen dalam Likeable Social media mendefinisikan “Branding is the representation of your organization as a personality. Branding

20

Transkrip wawancara dengan Erna Setiawati, hari Kamis 11 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 16.30 WIB

is who you are that differentiates you”21. Branding mewakili organisasi kita sebagai sebuah pribadi yang membedakan kita dengan organisasi lainnya. Jadi menurut penulis, hal ini juga sesuai karena PR YCAB juga bertanggungjawab

dalam membangun nama organisasi YCAB melalui event atau kerjasama yang

dilakukan dan memastikan sponsor untuk memperoleh hal yang sama dalam kerjasama yang dilakukan.

PR YCAB juga menetapkan publik atau yang ingin dibidik pada event

yang mereka jalankan ini. Menetapkan target audiens atau publik sangat

penting dilakukan dalam pelaksanaan sebuah event. Apa peran dan pentingnya

target audiens dalam proses persiapan dan pelaksanaan special event PR?

Menurut penulis, target audiens penting untuk ditentukan agar kita bisa memahami audiens dan dapat menentukan langkah seperti apa yang strategis agar tujuan komunikasi dapat tercapai. Dalam hal ini, PR YCAB sebagai

komunikator, special event sebagai media komunikasi, dan masyarakat sebagai

komunikan. Erna menjelaskan bahwa target audiens adalah seluruh elemen

masyarakat, “Ditujukan untuk semua elemen masyarakat, untuk menginspirasi

masyarakat bahwa membantu sesama itu bukan ketika kita mampu, namun

ketika kita mau.”22 Hal senada juga diungkapkan oleh anggota PR lainnya,

“Seluruh masyarakat ya, karena kita menginginkan tumbuhnya awareness di

21

Dave Kerpen. 2011. Likeable Social media : How to Delight Your Customers, Create an Irresistible Brand, and Be Generally Amazing on Facebook (And Other Social Networks) Paperback – June 7, 2011 McGraw-Hill; 1 edition

22

Transkrip wawancara dengan Erna Setiawati, hari Kamis 11 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 16.30 WIB

masyarakat akan isu-isu sosial di sekitar mereka, dan mereka tergerak peduli

untuk membantu sesama sesuai kemampuannnya masing-masing”23, Ester

mengungkapkan.

Para nforman bersepakat bahwa publik atau target audiens yang ingin

dibidik pada aksi ini adalah seluruh masyarakat yang mengetahui event ini.

Karena tujuan utama dari aksi fundraising ini adalah meningkatkan awareness

pada masyarakat akan isu-isu sosial di sekitar mereka. Sehingga pada akhirnya mereka akan tergerak membantu. Selain menetapkan target yang akan dibidik

pada event Becak Terus. Penulis melihat bahwa PR YCAB telah menyadari

pentngnya penetapan panitia demi kelancaran pembagian tugas pada acara. Berdasarkan keterangan dari para informan, panitia ditetapkan dari seblum acara dimulai. Panitia sendiri terdiri dari tim kerja yang ada di YCAB, dari tim

PR YCAB yaitu Partnership dan komunikasi, lalu tim general affair, dan juga

tim finance. Ester mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara dibentuk dan disesuaikan dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing,

“Panitia memang dibentuk dari awal yang punya tugas sesuai bidangnya masing-masing dan kapasitas mereka. Jadi memang kalau berkaitan dengan komunikasi ada aku sama Gerry yang menangani media dan sosial media,

lalu di bagian partnership untuk kerjasama dengan korporat atau donatur ada

Kak Erna dan hubungan untuk koordinasi ke rumah Belajar dan lain-lain ada Ellen misalnya. Lalu untuk perizinan kemarin, ada tim General affair yang ditugaskan Kak Erna untuk ke beberapa provinsi sana untuk mengurus ke polda, polres, pemda.”24

23

Transkrip wawancara dengan Ester Widyastuti, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 10.00 WIB

Panitia acara terbagi menjadi beberapa divisi sesuai dengan bidang keahliannya. Seperti misalnya yang mengurusi hal-hal terkait komunikasi dan publikasi adalah dari tim komunikasi, yaitu Ester dan Gerry. Masing-masing dari mereka terpecah lagi menjadi dua, yaitu Ester sebagai PIC yang mengatur kerjasama dengan media dan pers, lalu Gerry lebih fokus di bidang publikasi

secara online, yaitu melalui berbagai saluran media sosial. Tim partnership

memiliki Erna sebagai seseorang yang bertanggungjawab dalam mejalin kerjasama dengan sponsor, donatur, dan mengurus berbagai keperluan

administratif. Lalu tim finance sendiri adalah divisi yang mengatur anggaran

biaya dalam pelaksanaan aksi Becak Terus. Penulis melihat bahwa tim-tim yang terlibat merupakan tim kerja yang telah ada di organisasi YCAB, hal ini merupakan keuntungan, karena orang-orang yang terpilih memang telah mengetahui bagaimana kinerja YCAB dan ini akan memudahkan PR dalam menyusun acara, dikarenakan orang-orang yang dipilih memang seorang yang ahli dan memiliki kemampuan di bidangnya

Penentuan lokasi acara adalah hal yang menjadi fokus pada acara ini. Lokasi yang akan ditempuh harus dipersiapkan dengan matang. Begitupun halnya dengan apa yang dilakukan oleh PR YCAB, mereka mempersiapkan lokasi dengan berbagai pertimbangan. Penulis menemukan bahwa ternyata PR

YCAB telah memahami bahwa tujuan suatu special event sedikit berbeda

dengan event lainnya. Dimana special event mengedepankan makna khusus

yang ingin disampaikan dari acaranya. “Karena aku orang komunikasi jadi aku

orang-orang, jadi waktu itu kita memilih tempat di Museum Tsunami. Tempat tersebut untuk orang Aceh kan merupakan tempat yang bersejarah, maka

jadilah kita mengambil tempat di sana sebagai start25, Ester menjelaskan.

Informan lain juga menjelaskan bahwa bukan hanya tempat start yang

memiliki pertimbangan untuk dipilih, namun jalur mengowes Becakpun dan

tempat penyambutan Scott memiliki beberapa pertimbangan, “Untuk jalur

mengayuh becak melewati 7 provinsi, kita berbekal google earth. Untuk

Welcome Home atau penyambutan kepulangan yang rencanannya di Jakarta kita ubah jadi di perbatasan Jakarta yaitu daerah Tangerang Selatan, karena di

daerah Jakarta sendiri kita tahu tidak boleh dimasuki oleh becak”26, Gerry

menambahkan. Untuk jalur yang dilewati selama aksi Becak Terus, Scott dan

tim lapangan mengandalkan fasilitas google earth.

Menurut Sutanto dalam Kreatif Geografi, Google earth merupakan

program memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc, sebuah

perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini

kemudian diganti namanya menjadi Google earth pada tahun 200527. Penulis

melihat bahwa penggunaan google earth sebagai aplikasi penunjuk arah selama

di perjalanan cukup tepat, karena google earth selain dapat digunakan untuk

25 Ibid hal. 8

26 Transkrip wawancara dengan Gerry C. Joeng, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 11.30 WIB

menunjukkan arah, ia memiliki kelebihan yaitu dapat menunjukan permukaan medan suatu wilayah, dimana ini tentu sangat berguna bagi tim YCAB di lapangan yang mengiringi Scott. Sehingga tim dapat memprediksi kesulitan yang akan dihadapi dan menemukan jalan keluarnya dengan cepat atau meminimalisir kesulitan. Setelah itu mereka merencanakan penyambutan Scott yang rencananya akan dilakukan di Jakarta, namun ternyata di Jakarta sendiri terdapat perda yang melarang adanya becak di wilayah Jakarta. Maka, diputuskanlah penyambutan Scott dilaksanakan di perbatasan Jakarta, tepatnya di daerah BSD, Tangerang Selatan.

Penetapan tanggal kegiatan tentunya dilakukan juga oleh PR melalui berbagai pertimbangan, Penulis setuju, karena penetapan tanggal yang tepat

dapat mempengaruhi keberhasilan suatu acara PR. “Kita menyesuaikan banyak

hal, mulai dari target Scott yaitu 21 hari, dan memastikan kondisi Scott saat itu

juga. Lalu speed becak itu tidak dapat diprediksi, dan juga wilayah yang

ditempuh Scott sendiri kadang tidak sesuai perkiraan. Jadi kami memulai pada

27 September 2015 hingga selesai 18 Agustus 2015”28, tutur Ester. Penyusunan

tanggal berkaitan dengan banyak hal, dalam aksi Becak Terus, digunakan berbagai pertimbangan dalam menentukan tanggal mulai dan lama aksi ini.

Tanggal awal event Becak Terus dimulai pada 18 September 2015 di Museum

Tsunami, Aceh. Tanggal tersebut disesuaikan dengan keadaan Scott yaitu

28 Transkrip wawancara dengan Ester Widyastuti, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 10.00 WIB

persiapan fisik dan mentalnya serta kendaraan yang digunakan untuk melintasi 7 provinsi yaitu Becak.

Lama aksi ini juga ditentukan lewat berbagai hal, setelah sebelumnya

membuat perkiraan waktu tempuh dan jarak, speed becak yang tidak dapat

diprediksi serta kondisi jalanan di lapangan juga turut mempengaruhi lamanya aksi ini berlangsung. Dengan kerja keras Scott dan tim, aksi melintasi 7 provinsi ini memakan waktu kurang lebih 20 hari sesuai dengan yang dijadwalkan oleh Scott dan tim, dan ditambah acara penyambutan Scott sekaligus menutup berakhirnya acara Becak Terus pada tanggal 18 Oktober 2015. Tentunya setelah berbagai perencanaan tersebut tak lupa juga untuk mempersiapkan media

komunikasi apa saja yang digunakan selama jalannya acara.

Penulis melihat bahwa perkembangan PR baik sebagai ilmu maupun profesi sangatlah berkaitan dengan perkembangan teknologi komunikasi. Pengaruh teknologi komunikasi terhadap PR dapat berbentuk sebagai alat/media maupun bentuk baru dari kegiatan PR. Terlebih lagi dengan adanya

internet sebagai media komunikasi kegiatan PR dapat dilakukan dengan email,

chatting, web pages, blog, dan masih banyak lagi. Berikut adalah penuturan

Ester, Yang pertama adalah website, lalu yang kedua adalah social media , dari

mulai social media YCAB, yayasan-yayasan lain dan influencer semuanya support. Melalui foto yang diambil dan video yang diambil tim kecil kita di lapangan, dari mulai hal-hal indah sampai gak indah, kita ingin masyarakat

melihat apa yang sudah terjadi.”29Selain itu, proses koordinasi antartim juga

menggunakan aplikasi digital untuk memudahkan, “Kita juga menggunakan

whatsap group untuk komunikasi cepat dan telpon, dan juga email. Kita juga

enggak lupa untuk terus mengaupdate Becak Terus melalui live tracking”,

Gerry menambahkan.

Beberapa informan menyebutkan bahwa alat yang digunakan untuk

berkomunikasi diantaranya adalah berupa website atau blog, social media , dan

juga whatsapp. Yang pertama adalah website, menurut Hidayat website adalah

keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang

mengandung informasi.30 Sebuah website biasanya dibangun atas banyak

halaman web yang saling berhubungan. Jadi dapat dikatakan bahwa, pengertian

website adalah kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkani informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing

dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.31

Website yang digunakan sebagai alat publikasi diperbaruitiap harinya agar masyarakat dapat melihat dan memantau perjalanan Scott dan juga mengetahui hal-hal apa saja yang dilakukan Scott selama di perjalanan. Penulis melihat

29

Transkrip wawancara dengan Ester Widyastuti, hari Jumat 5 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 10.00 WIB

30 Rahmat Hidayat. 2010. Cara Praktis Membangun Website Gratis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hal 5

bahwa PR telah mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan baik, karena selain dengan adanya website Becak Terus, PR YCAB juga menggunakan media sosial untuk mempublikasikan acaranya. Media sosial

yang digunakan oleh PR untuk menyebarkan informasi yaitu facebok, twitter,

Instagram dan rutin di update setiap harinya. Sedangkan untuk komunikasi

dengan publik eksternal secara resmi biasanya menggunakan fasilitas email.

Email tersebut biasanya digunakan juga untuk mengupdate informasi antaranggota, dan untuk komunikasi secara cepat, PR YCAB sendiri memiliki

grup di whatsapp untuk berbagi informasi. Grup whatsapp sendiri merupakan

alat komunikasi yang paling dominan digunakan untuk koordinasi antarpanitia.

Selain media komunikasi, yang menjadi fokus setelah direncanakannya kick-off

atau pembukaan event, adalah acara penyambutan Scott yaitu ‘Welcome Home

Becak Terus’.

Perancangan konsep ini sesuai dengan apa yang dikatakan Lesly dalam poin ‘Apa (What)’ dimana ini meliputi tentang format acara pada event, baik pra event maupun setelahnya. Penulis melihat bahwa PR YCAB memikirkan dengan baik bahwa penutupan acara juga merupakan poin penting yang dapat memberikan kesan terhadap masyarakat, terutama setelah berakhirnya event. Konsep acara penyambutan Scott seperti dituturkan oleh beberapa informan

dilaksanakan di daerah perbatasan Jakarta, yaitu The Breeze, BSD, Tangerang

Selatan.“Karena di DKI Jakarta ada larangan becak masuk, jadi ya kita

menggeser di perbatasan yaitu di The Breeze, BSD Tangerang Selatan, disana

juga disambut oleh seluruh pihak yang terlibat pada event Becak Terus ini seperti sponsor, anak-anak Rumah Belajar, lalu yayasan-yayasan lain penerima manfaat”, ungkap Ellen. Lalu hal lain juga diungkapkan bahwa konsep penyambutan Scott juga mengundang donatur dan sponsor, seperti yang

diungkapkan oleh Moni, ”Yang pasti kami melibatkan beberapa komunitas

sepeda dan pelari tadi, lalu donatur-donatur yang mendonasikan sejumlah dana, jadi para donatur bisa melihat dan percaya bahwa dana yang didonasikan

dipercayakan kepada satu orang ini, yaitu Pak Scott.”32 Menurut penulis hal ini

sudah tepat, mengingat bahwa kegiatan melibatkan donatur atau sponsor pada saat acara dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap organisasi. Sehingga penerimaan publik seperti masyarakat dan sponsor atau donatur bisa berdampak positif.

Konsep penyambutan Scott Thompson yang rencananya dilakukan di Jakarta harus berubah karena larangan pemda setempat untuk membawa becak memasuki Kota, namun YCAB sendiri sudah menyiapkan alternatif yaitu dengan melaksanakan acara penyambutan tersebut di daerah Tangerang,

tepatnya di The Breeze, BSD. Acara penyambutan dikonsepkan dengan

datangnya Scott yang mengayuh becak diiringi komunitas olahraga yaitu pelari

dan pesepeda, dan tiba di The Breeze dengan disambut oleh berbagai pihak yang

terlibat seperti misalnya anak-anak Rumah Belajar, yayasan-yayasan penerima manfaat lainnya, dan juga donatur dan sponsor. Diundangnya donatur dan

32 Transkrip wawancara dengan Moni Rejeki, hari Kamis 11 Agustus 2016, di Yayasan Cinta Anak Bangsa Jl. Surya Mandala, Sunrise Garden 1 No. 8D, Jakarta Barat, pukul 15.30 WIB

sponsor selain karena memang sudah direncanakan, hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan mereka yang telah mempercayakan segala bentuk donasi tersebut kepada aksi Becak Terus ini, sehingga dengan bertemunya Scott dengan para sponsor, diharapkan hubungan yang baik akan tetap terjalin.

Berbicara tentang donatur atau sponsor yang ikut terlibat, tentunya berbagai persiapan untuk mengajak mereka bekerjasama sebelumnya telah dilakukan. Komunikasi yang dilakukan kepada sponsor oleh PR YCAB dijabarkan oleh salah satu informan yaitu Ester

“Walaupun kita dilihat sebagai NGO atau organisasi sosial, tentunya mereka

memiliki pertimbangan yang menyangkut dengan brandnya ketika memilih

untuk terlibat, memangkan supporting cost tertentu dan dibalik itu pastikan