• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBLIGASI I BW PLANTATION TAHUN 2010 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO

KOMITMEN DAN KONTINJENSI

VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN PERSEROAN

5. PT Bumihutani Lestari (“BHL”) (a) Riwayat Singkat

BHL, berkedudukan hukum di Jakarta adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia, didirikan dengan Akta Pendirian No. 5, tanggal 1 Maret 1991, dibuat di hadapan Gde Kertayasa, SH, Notaris di Jakarta yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2.3719.HT.01.01-Th’94, tanggal 28 Pebruari 1994, yang yang telah didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor 24/CN/1998/PN.JKT.PST tanggal 12 Juni 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 25, tanggal 25 Maret 2008, Tambahan No. 3491.

Sejak Perseroan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana, BHL tidak melakukan perubahan anggaran dasar. Sehingga Anggaran Dasar BHL terakhir adalah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9, tanggal 5 Maret 2008, dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, SH, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-16037.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 1 April 2008, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. Pendaftaran 5309/RUB.09.05/VI/2008, tanggal 16 Juni 2008, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 64, tanggal 8 Agustus 2008, Tambahan No. 14413 (Akta No. 9/2008). Akta No. 9/2008 tersebut menegaskan kembali perubahan status BHL sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri dan mengubah seluruh anggaran dasar BHL untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

BHL memiliki kantor dengan alamat Menara Batavia Lantai 18, Jalan KH Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220. Kebun dan pabrik BHL berlokasi di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Desa Mirah Kalanaman, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Propinsi Kalimantan Tengah.

(b) Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha utama BHL adalah bergerak dalam usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.

BHL mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1998

(c) Permodalan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 28, tanggal 14 Desember 2007, yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-0755, tanggal 9 Januari 2008, sampai dengan Prospektus ini diterbitkan susunan permodalan dan pemegang saham BHL adalah sebagai berikut:

No. Nama Pemegang Saham Nilai Nominal Rp. 1.000 per saham %

Nominal (Rp.) Jumlah Saham

Modal Dasar 300.000.000.000 300.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

1. PT Bumilanggeng Perdanatrada 125.300.061.000 125.300.061 99,99

2. PT Pranabumi Pratama 1.000 1 0,01

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 125.300.062.000 125.300.062 100,00

Saham dalam Portepel 174.699.938.000 174.699.938

(d) Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 9/2008, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris BHL yang terakhir adalah sebagai berikut:

Direksi

Direktur Utama : Handy Pradhitya Tjhan Direktur : Erwin Wielando Ng Dewan Komisaris

Komisaris : Tjipto Widodo (e) Ikhtisar Keuangan

Tabel berikut ini menggambarkan data keuangan penting dari laporan keuangan BHL untuk periode-periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007. Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran pada tahun 2010. Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2009, serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Periode-periode enam Tahun-tahun yang berakhir

bulan yang berakhir 31 Desember

30 Juni

2010 2009 2009 2008 2007

Penjualan Bersih 165.611 176.064 337.976 228.611 115.337

Laba Kotor 101.781 107.275 201.154 117.299 29.434

Beban Usaha 4.443 6.021 11.109 6.875 9.277

Laba Usaha 97.338 101.254 190.045 110.424 20.157

Laba Bersih 69.157 71.311 135.077 54.608 10.950

Jumlah Aset 684.875 612.683 659.587 499.661 313.963

Jumlah Kewajiban 320.194 379.728 362.867 338.018 206.928

Jumlah Ekuitas 364.681 232.955 296.720 161.643 107.035

Periode enam bulan 30 Juni 2010 dibandingkan dengan periode enam bulan 30 Juni 2009

Penjualan bersih BHL menurun sebesar 5,9% dari Rp 176.064 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 165.611 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan CPO untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010.

Laba Kotor BHL menurun sebesar 5,1% dari Rp 107.275 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 101.781juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan bersih Perseroan yang didukung dengan efisiensi beban pokok penjualan.

Beban usaha BHL menurun sebesar 26,2% dari Rp 6.021 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 4.443 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan beban representasi.

Laba usaha BHL menurun sebesar 3,9% dari Rp 101.254 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 97.338 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan laba kotor yang dibukukan selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010.

Laba bersih BHL menurun sebesar 3,0% dari Rp 71.311 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 69.157 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha BHL yang berasal dari penjualan.

Aset bersih BHL meningkat sebesar 11,8% dari Rp 612.683 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 684.875 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah piutang dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan tanaman perkebunan.

Kewajiban BHL menurun sebesar 15,7 % dari Rp 379.728 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 320.194 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang hutang bank dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Ekuitas BHL meningkat sebesar 56,5% dari Rp 232.955 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 364.680 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh perolehan laba bersih.

Tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008

Penjualan bersih BHL meningkat sebesar 47,8% dari Rp 228.611 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 337.976 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan CPO.

Laba kotor BHL meningkat sebesar 71,5% dari Rp 117.299 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 201.154 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan usaha dari penjualan CPO.

Laba usaha BHL meningkat sebesar 72,1% dari Rp 110.424 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 190.045 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan bersih untuk periode tahun 2009.

Laba bersih BHL meningkat sebesar 147,4% dari Rp 54.608 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 135.077 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha untuk tahun 2009.

Aset BHL meningkat sebesar 32,0% dari Rp 499.661 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 659.587 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 16.408 juta dan piutang dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp 101.740 juta.

Kewajiban BHL meningkat sebesar 7,4% dari Rp 338.018 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 362.867 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang bank sebesar Rp 22.903 juta.

Ekuitas BHL meningkat sebesar 83,6% dari Rp 161.643 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 296.720 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan laba ditahan yang berasal dari laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 135.077 juta.

Tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007

Penjualan bersih BHL meningkat sebesar 98,2% dari Rp 115.337 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 228.611 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan CPO.

Laba kotor BHL meningkat sebesar 298,5% dari Rp 29.434 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 117.299 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan usaha dari penjualan CPO.

Laba usaha BHL meningkat sebesar 447,8% dari Rp 20.157 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 110.424 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan bersih untuk periode tahun 2008.

Laba bersih BHL meningkat sebesar 398,7% dari Rp 10.950 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 54.608 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha untuk tahun 2008.

Aset BHL meningkat sebesar 59,1% dari Rp 313.963 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 499.661 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 45.045 juta dan piutang dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp 121.415 juta.

Kewajiban BHL meningkat sebesar 63,4% dari Rp 206.928 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 338.018 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang bank sebesar Rp 84.878 juta.

Ekuitas BHL meningkat sebesar 51,0% dari Rp 107.035 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 161.643 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan laba yang berasal dari laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 54.608 juta.

6. PT Satria Manunggal Sejahtera (“SMS”)