• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Bumilanggeng Perdanatrada (“BLP”) (a) Riwayat Singkat

OBLIGASI I BW PLANTATION TAHUN 2010 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO

KOMITMEN DAN KONTINJENSI

VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN PERSEROAN

1. PT Bumilanggeng Perdanatrada (“BLP”) (a) Riwayat Singkat

BLP berkedudukan hukum di Jakarta adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan undang-undang Republik Indonesia didirikan dengan Akta Pendirian No. 27, tanggal 15 Nopember 1989, dibuat di hadapan Abdul Latief, SH, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-4515.HT.01.01.TH.92 tanggal 30 Mei 1992 dan telah didaftarkan dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dibawah Nomor 1772/1992 tanggal 9 Juli 1992 dan diumumkan dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia No.69 tanggal 28 Agustus 1992, Tambahan No. 4115.

Sejak Perseroan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana, BLP melakukan perubahan anggaran dasar. Sehingga, Anggaran Dasar BLP terakhir adalah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 40, tanggal 24 September 2010 yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No.40/2010”). Akta ini sedang dalam proses untuk Pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

BLP memiliki kantor dengan alamat Menara Batavia Lantai 22, Jalan KH Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220. Kebun BLP berlokasi di desa Sei Bedaun, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah.

(b) Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha utama BLP adalah bergerak di bidang perkebunan, pertanian, perdagangan, industri dan angkutan BLP mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997.

(c) Permodalan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 43, tanggal 28 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, SH, Notaris di Jakarta, yang mana Akta ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan dan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.10-3336, tanggal 12 Pebruari 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0010086.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 12 Pebruari 2008, susunan permodalan dan pemegang saham BLP yang terakhir adalah sebagai berikut:

No. Nama Pemegang Saham Nilai Nominal Rp. 1.000 per saham %

Nominal (Rp.) Jumlah Saham

Modal Dasar 300.000.000.000 300.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

1. Perseroan 159.243.647.000 159.243.647 99,99

2. PT Pranabumi Pratama 1.000 1 0,01

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 159.243.648.000 159.243.648 100

Saham dalam Portepel 140.756.352.000 140.756.352

-(d) Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta No. 5/2008, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris BLP yang terakhir adalah sebagai berikut:

Direksi

Direktur : Pointo Pratento Komisaris

Komisaris : Eddy Simon (e) Ikhtisar Keuangan

Tabel berikut ini menggambarkan data keuangan penting dari laporan keuangan konsolidasi BLP dan anak perusahaan untuk periode-periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009, 2008 dan 2007. Laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

(PSAK) No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran pada tahun 2010.

Laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2009, serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Periode-periode enam Tahun-tahun yang berakhir

bulan yang berakhir 31 Desember

30 Juni

2010 2009 2009 2008 2007

Penjualan Bersih 218.566 244.678 462.852 347.458 198.326

Laba Kotor 111.015 145.282 252.074 158.864 67.251

Beban Usaha 6.196 8.088 14.935 10.421 16.353

Laba Usaha 104.819 137.194 237.139 148.442 50.898

Laba Bersih 71.193 94.219 166.390 67.729 13.978

Jumlah Aset 914.471 840.360 863.761 663.139 427.072

Jumlah Kewajiban 505.094 573.153 524.380 490.150 321.812

Jumlah Ekuitas 409.377 267.207 339.381 172.989 105.260

Periode-periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 dibandingkan dengan 30 Juni 2009 Penjualan bersih BLP menurun sebesar 10,7 % dari Rp 244.678 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 218.566 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh menurunnya kuantitas harga penjualan CPO.

Laba Kotor BLP menurun sebesar 23,6% dari Rp 145.282 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 111.015 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh penurunan penjualan bersih CPO sebesar Rp 26.112 juta yang didukung oleh efisiensi beban pokok penjualan.

Beban Usaha BLP menurun sebesar 23,4% dari Rp 8.088 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 6.196 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh penurunan beban umum dan administrasi terutama berasal dari peningkatan beban administrasi bank sebesar Rp 1.319 juta.

Laba Usaha bersih BLP menurun sebesar 23,6% dari Rp 137.194 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 104.819 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh penurunan laba kotor sebesar Rp 34.267 juta dari penjualan yang sebagian besar berasal dari penurunan penjualan dari sebesar Rp 244.678 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi sebesar Rp 218.566 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010.

Laba bersih BLP menurun sebesar 24,4% dari Rp 94.219 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 menjadi Rp 71.193 juta pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan CPO yang berhasil dicapai serta efisiensi biaya selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.

Aset bersih BLP meningkat sebesar 8,8% dari Rp 840.360 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 914.471 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp 1.879 juta dan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 47.232 juta.

Kewajiban BLP menurun sebesar 11,9% dari Rp 573.153 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 505.094 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang bank yang berasal dari pemberian fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Ekuitas BLP meningkat sebesar 53,2% dari Rp 267.207 juta pada tanggal 30 Juni 2009 menjadi Rp 409.377 juta pada tanggal 30 Juni 2010 terutama disebabkan oleh peningkatan laba ditahan yang berasal dari laba bersih periode berjalan sebesar Rp 142.169 juta..

Tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008

Penjualan bersih BLP meningkat sebesar 33,2% dari Rp 347.458 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 462.852 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh meningkatkan harga penjualan CPO.

Laba kotor BLP meningkat sebesar 58,7% dari Rp 158.864 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 252.074 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan bersih sebesar Rp 115.394 juta terutama berasal dari penjualan CPO.

Beban usaha BLP meningkat sebesar 43,3% dari Rp 10.421 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 14.935 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan beban administrasi sebesar Rp 1.385 juta dan beban representasi sebesar Rp 1.048 juta pada tahun 2009.

Laba usaha BLP meningkat sebesar 191,6% dari Rp 148.442 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 237.139 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan laba kotor sebesar Rp 93.210 juta yang berasal dari penjualan CPO.

Laba (rugi) bersih BLP meningkat sebesar 145,7% dari Rp 67.729 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 166.390 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha yang didukung oleh efisiensi biaya selama periode tahun 2009.

Aset BLP meningkat sebesar 30,3% dari Rp 663.139 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 863.761 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan peningkatan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp 109.481 juta dan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 45.814 juta.

Kewajiban BLP meningkat sebesar 7,0% dari Rp 490.150 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 524.380 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang pajak sebesar Rp 9.798 juta dan peningkatan hutang bank jangka panjang sebesar Rp 35.329 juta.

Ekuitas BLP meningkat sebesar 64,3% dari Rp 172.989 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 339.381 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan laba ditahan yang berasal dari laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 166.390 juta.

Tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007

Penjualan bersih BLP meningkat sebesar 75,2% dari Rp 198.326 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 347.458 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan CPO yang cukup signifikan untuk tahun 2008.

Laba kotor BLP meningkat sebesar 136,2% dari Rp 67.251 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 158.864 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan bersih sebesar Rp 174.667 juta terutama berasal dari penjualan CPO.

Beban usaha BLP menurun sebesar 36,3% dari Rp 16.353 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 10.421 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh penurunan biaya representasi sebesar Rp 2.982 juta dan biaya umum administrasi lainnya sebesar Rp 5.809 juta pada tahun 2008.

Laba usaha BLP meningkat sebesar 191,6% dari Rp 50.898 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 148.442 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan laba kotor sebesar Rp 91.613 juta yang berasal dari penjualan CPO.

Laba bersih BLP meningkat sebesar 384,5% dari Rp 13.978 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 67.729 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha yang didukung oleh efisiensi biaya selama periode tahun 2008.

Aset BLP meningkat sebesar 55,3% dari Rp 427.072 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 663.139 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp 103.520 juta dan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 96.367 juta yang timbul dari peningkatan jumlah penanaman di BLP.

Kewajiban BLP meningkat sebesar 52,3% dari Rp 321.812 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 490.150 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan hutang pajak sebesar Rp 19.434 juta dan peningkatan hutang bank jangka panjang sebesar Rp 102.432 juta.

Ekuitas BLP meningkat sebesar 64,3% dari Rp 105.260 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 172.989 juta pada tahun 2008 terutama disebabkan oleh peningkatan laba ditahan yang berasal dari laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 67.729 juta.

2. PT Adhyaksa Dharmasatya (“ADS”)