• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Kekayaan Jenis Tumbuhan Berguna

5.1.3 PT Persada Graha Mandiri

Berdasarkan hasil yang telah diidentifikasi, jumlah jenis tumbuhan berguna yang berada di areal ijin PT Persada Graha Mandiri tercatat sebanyak 140 jenis atau sebesar 39,44% dari total jenis yang ditemukan pada areal ijin ini. Jumlah famili yang ditemukan adalah sebanyak 46 famili tumbuhan berguna. Areal ijin PT PGM terdiri dari tiga tipe ekosistem, yaitu ekosistem hutan dataran rendah, hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar.

Hutan dataran rendah memiliki kekayaan jenis sebanyak 132 jenis atau sebesar 94,29%. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan jenis tumbuhan berguna pada hutan dataran rendah sangat tinggi. Sedangkan untuk ekosistem hutan rawa gambut hanya sebanyak 19 jenis atau sebesar 13,57%. Kemudian pada ekosistem hutan rawa air tawar ditemukan sebanyak 33 jenis atau sebesar 23,57%.

Tabel 9 Sebaran jenis tumbuhan di PT Persada Graha Mandiri

No Tipe

Ekosistem Tipe Habitat

Jumlah Jenis

Jumlah Famili

Jumlah Jenis berdasarkan Status Tumbuhan (Jenis) PP No. 7 Tahun 1999 CITES IUCN 1 Hutan Dataran Rendah - Sempadan Sungai - Kawasan Sekitar Mata air - Rawa - Gupung - Areal Lainnya 70 36 33 10 57 39 19 15 7 31 8 3 8 6 3 2 2 3 1 - 1 - - 2 2 2 3 1 - - 1 1 7 4 2 13 4 1 - 6 1 2 Hutan Rawa Gambut - Sempadan Sungai - Kawasan Sekitar Mata Air 15 4 3 Hutan Rawa Air Tawar - Sempadan Sungai - Kawasan Sekitar Mata Air 17 17

Sumber: Hasil rekapitulasi dari pustaka Tim Terpadu (2010c)

Berdasarkan hasil yang telah diidentifikasi, sama halnya dengan areal ijin sebelumnya (PT SKK dan PT PIP) ekosistem hutan dataran rendah yang terdapat di PT PGM memiliki tingkat kekayaan jenis tumbuhan berguna yang sangat tinggi, terbukti ditemukannya hampir dari keseluruhan jumlah jenis yang terdapat di areal ijin PT PGM (94,29%). Pernyataan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Vickery (1984) dalam Indriyanto (2008) menyatakan bahwa jumlah jenis pohon yang ditemukan dalam hutan dataran rendah lebih banyak dibandingkan dengan yang ditemukan pada ekosistem yang lainnya. Salah satu contoh jenis tumbuhan berguna yang ditemukan di tipe ekosistem hutan dataran rendah dan memiliki karakteristik sesuai dengan tipe ekosistem ini yaitu rotan lemak (Calamus manicatus). Jenis ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian tempat 1.800 m dpl.

Terdapat beberapa jenis tumbuhan khas yang ditemukan pada ekosistem hutan dataran rendah, salah satunya yaitu empelung (Aporusa lunata). Jenis tersebut ditemukan di kawasan Gupung Mentawak. Kemudian terdapat juga jenis tanduh (Arenga pinnata) yang ditemukan di kawasan Gupung Pepanjalih.

Ekosistem hutan rawa gambut yang terdapat di areal ijin PT PGM memiliki tingkat kekayaan jenis tumbuhan berguna yang paling rendah apabila dibandingkan dengan ekosistem hutan dataran rendah dan hutan rawa air tawar. Jenis tumbuhan berguna yang ditemukan sebanyak 19 jenis atau hanya sebesar

13,57% dari jumlah keseluruhan jenis tumbuhan berguna yang ditemukan pada areal ijin PT PGM.

Jenis tumbuhan ribu-ribu (Anisophyllea disticha) merupakan salah satu jenis khas yang terdapat di tipe ekosistem hutan rawa gambut. Jenis ini ditemukan di kawasan SS Keladan. Selain itu terdapat jenis jamu kubu (Eugenia ap.) yang juga merupakan satu-satunya jenis tumbuhan berguna yang ditemukan di suatu lokasi pengamatan.

Beberapa ciri dari tipe ekosistem hutan rawa air tawar adalah ekosistem hutan yang tidak terpengaruh oleh iklim, terdapat pada daerah dengan kondisi tanah yang selalu tergenang air tawar, pada daerah yang terletak di belakang hutan payau (mangrove) dengan jenis tanah aluvial dan kondisi aerasinya buruk (Arief 1994). Jenis tumbuhan sungkai (Peronema canescens) merupakan salah satu jenis khas yang terdapat di tipe ekosistem hutan rawa air tawar. Jenis ini ditemukan di kawasan Sempadan Sungai Putat. Karakteristik jenis tumbuhan ini dapat tumbuh di tanah aluvial, hidup di hutan jati, hutan sekunder, kebun, ladang, dan di hutan rakyat pada ketinggian tempat 25-300 m dpl

Ekosistem hutan rawa air tawar yang terdapat di areal ijin PT PGM memiliki tingkat kekayaan jenis tumbuhan berguna yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem hutan rawa gambut. Jenis tumbuhan berguna yang ditemukan sebanyak 33 jenis atau sebesar 23,57% dari jumlah keseluruhan jenis tumbuhan berguna yang ditemukan pada areal ijin PT PGM.

Tipe ekosistem yang telah teridentifikasi di PT PGM mulai dari tipe hutan dataran rendah hingga hutan rawa air tawar dapat dijadikan sebagai informasi bagi pengelola dan masyarakat di sekitar kawasan areal studi guna mengetahui keberadaan jenis tumbuhan berguna di areal ijin PT PGM. Selain itu diperlukan adanya informasi mengenai teknik budidaya jenis tumbuhan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan secara lestari bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.

5.1.3.1 Kekayaan Jenis Tumbuhan Berguna Berdasarkan Famili

Berdasarkan familinya, jenis-jenis tumbuhan berguna yang ada pada areal ijin PT PGM dikelompokkan kedalam 46 famili. Jenis yang paling banyak ditemukan berasal dari famili Myrtaceae sebanyak 18 jenis. Hal ini menunjukkan

bahwa famili Myrtaceae memiliki kekayaan jenis tertinggi dibandingkan famili lainnya. Famili yang ditemukan terbanyak kedua dan ketiga berturut-turut yaitu Dipterocarpaceae (11 jenis) dan Moraceae (8 jenis). Persentase jumlah famili terbanyak di areal ijin PT PGM dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7 Diagram jumlah enam famili terbanyak di areal ijin PT PGM Berdasarkan hasil yang telah diidentifikasi, famili terbanyak (Myrtaceae) ditemukan di berbagai tipe habitat, sedangkan untuk tipe ekosistemnya, famili terbanyak ditemukan di tipe ekosistem hutan dataran rendah.

5.1.3.2 Kekayaan Jenis Tumbuhan Berguna Berdasarkan Habitus

Kekayaan jenis tumbuhan berdasarkan habitusnya dapat dikelompokkan kedalam 5 jenis, yaitu herba, epifit, liana, perdu dan pohon. Rekapitulasi jumlah jenis tumbuhan berguna berdasarkan habitusnya pada areal ijin PT PGM tersaji pada Gambar 8.

Habitus pohon merupakan habitus terbanyak yang ditemukan di areal ijin PT PGM. Sedangkan untuk habitus terkecil yaitu epifit. Kelompok famili dan habitus yang telah teridentifikasi di PT PGM dapat dijadikan sebagai informasi bagi pengelola dan masyarakat di sekitar kawasan areal studi guna mengetahui keberadaan jenis tumbuhan berguna di areal ijin PT PGM. Selain itu diperlukan juga informasi mengenai teknik budidaya jenis tumbuhan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan secara lestari bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. 6 6 11 6 8 18 0 5 10 15 20 Arecaceae Clusiaceae Dipterocarpaceae Euphorbiaceae Moraceae Myrtaceae Jumlah Jenis F a m ili

Gambar 8 Kekayaan habitus tumbuhan berguna di PT PGM

5.1.3.3 Kekayaan Jenis Tumbuhan Berguna Berdasarkan Status Tumbuhan

Jenis tumbuhan yang ditemukan di areal ijin PT PGM yang dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) sebanyak 4 jenis dan termasuk dalam daftar CITES sebanyak 3 jenis. Di areal tersebut ditemukan sebanyak 26 jenis tumbuhan yang termasuk dalam Daftar Red List IUCN, dengan rincian: 9 jenis termasuk LR/Low Risk

(Resiko Rendah), 3 jenis termasuk VU/Vulnerable (rawan) dan lima 5 jenis termasuk CR/Critically Endangered (Terancam hampir punah), seperti disajikan pada Tabel 10.

Salah satu jenis tumbuhan yang termasuk kedalam jenis dilindungi (PP No. 7 Tahun 1999) dan masuk kedalam daftar CITES (Appendix II) adalah mentuyut (Nepenthes reinwardtiana). Berdasarkan hasil yang telah diidentifikasi, jenis ini cukup langka ditemukan di areal ijin PT PGM, terbukti hanya ditemukan di dua (2) lokasi pengamatan yaitu, di Rawa dan Kawasan Sekitar Rawa Sentabai dan Gupung Tembawang Kota. Sedangkan untuk salah satu contoh jenis tumbuhan yang termasuk kedalam daftar IUCN yaitu jenis tekam penyau (Hopea sangal). Didalam IUCN, jenis ini berstatus Critically Endangered (Terancam hampir punah). 12 2 9 6 111 0 20 40 60 80 100 120

Herba Epifit Liana Perdu Pohon

Jum

lah Jenis

Tabel 10 Daftar jenis tumbuhan di areal ijin PT Persada Graha Mandiri berdasarkan status tumbuhan

No. Kelompok/

Nama Ilmiah Nama Lokal Lokasi

Status Tumbuhan PP No. 7 Tahun 1999 CITES IUCN 1 Alstonia angustifolia

Pelai pipit 5, 21, 25 TD TT LC Ver 2.3 (2010) 3 Aquilaria malaccensis Garu, kayu garu, gaharu 1, 7, 8, 10, 11, 13, 18, 23, 27, 29, 30, 38, 43, 44 TD App. II VU A1cd ver 2.3 (2010) 4 Cratoxylum arborescens Gerunggung 8 TD TT LC Ver 2.3 (2010) 6 Eusideroxylon zwageri Ulin 7, 39 TD TT VU A1cd+2cd ver 2.3 (2009) 7 Hopea mangerawan Emang 6, 12, 30, 35, 37 TD TT CR A1cd, B1+2c ver 2.3 (2010) 8 Hopea pachycarpa Merkayong,

merkuyong

17, 18 TD TT VU

A1c+2c ver 2.3 (2010) 9 Hopea sangal Tekam penyau 7 TD TT CR A1cd,

B1+2c, C1, D ver 2.3 (2010) 11 Mangifera foetida Asam mantan,

kemantan

2, 7, 9, 45 TD TT LC Ver 2.3 (2010) 12 Myristica iners Empang kelasi 6, 12, 35, 37 TD TT LC Ver 2.3

(2010) 13 Nepenthes gracilis Entuyut 6, 12, 14, 18,

26, 27, 32, 33, 34, 37 D App. II LC Ver 2.3 (2010) 14 Nepenthes reinwardtiana

Mentuyut 13, 23 D App. II LC Ver 2.3 (2010) 18 Santiria griffithii Bumbun 18 TD TT LC Ver 2.3

(2010) 19 Santiria tomentosa Kayu aru 15 TD TT LC Ver 2.3

(2010) 20 Shorea balangeran Kawi 37 TD TT CR A1cd

ver 2.3 (2010) 21 Shorea foxworthyi Tekam 31, 38, 43 TD TT CR A1cd

ver 2.3 (2010) 22 Shorea pallidifolia Meranti batu 2, 7, 9, 18 TD TT CR A1cd,

C2a ver 2.3

(2010) 24 Shorea pinanga Tengkawang 1, 3, 9, 10,

11, 15, 25, 27, 28, 29, 31, 32, 33,

No. Kelompok/

Nama Ilmiah Nama Lokal Lokasi

Status Tumbuhan PP No. 7 Tahun 1999 CITES IUCN 36, 38, 39, 40, 42, 43, 44, 45

25 Shorea stenoptera Tengkawang tukul

8 D TT TT

26 Vatica rassak Resak, kayu resak 5, 7, 17, 18, 32, 36 TD TT LC Ver 2.3 (2010) Keterangan Lokasi: 1 = SS Berandanan 2 = SS Bungo 3 = SS Burak Air 4 = SS Entimut 5 = SS Keladan 6 = SS Penyengat 7 = SS Putat 8 = SS Sentabai

9 = SS Tepuak 10 = KSMA S. Berandanan-1 11 = KSMA S. Berandanan-2 12 = KSMA S. Penyengat Bawah 13 = Rawa dan Kawasan Sekitar Rawa Sentabai 14 = Rawa dan Kawasan Sekitar Rawa Penyengat 15 = Gupung Sepan perahu (Hutan Kerangas) 16 = Gupung Pendam Besar 17 = Gupung Pepanjalih 18 = Gupung Engkuni 19 = Gupung Kripit (Dusun Penai) 20 = Gupung Sibau 21 = Gupung Rasit 22 = Gupung Kertung 23 = Gupung Tembawang Kota 24 = Gupung Mentawak 25 = Gupung Tinting Kajang 26 = Gupung Pendam Titipudu 27 = Gupung Cempedak 28 = Gupung Tembawai 29 = Gupung Tengkawang 30 = Gupung Atap Jawung 31 = Gupung Ketugan 32 = Gupung Terindak 33 = Gupung Telur 34 = Gupung Kenoleng 35 = Gupung Danau Landuk 36 = Gupung dan Tembawang Buaya 37 = Gupung Pendam Pangkal Pentek 38 = Gupung Tekam

39 = Pendam Titi Urat 40 = Tembawang Lubuk Pun Tengkawang

41 = Gupung Menyatuk 42 = Tembawang Buah Blok 35 43 = Mungguk Kawah 44 = Mungguk Kapit

45 = Mungguk Keladan Keterangan Status Tumbuhan:

D = Dilindungi TD = Tidak dilindungi TT = Tidak Terdaftar App.= Appendix

LS = Least Concern (Beresiko rendah) VU = Vulnerable (Rawan) CR = Critically Endangered (Terancam hampir punah)

Sumber: Tim Terpadu (2010c)

Jenis tumbuhan berguna berdasarkan status kelangkaannya yang telah teridentifikasi di PT PGM dapat dijadikan sebagai informasi bagi pengelola dan masyarakat di sekitar kawasan areal studi guna mengetahui keberadaan jenis tumbuhan berguna di areal ijin PT PGM. Selain itu diperlukan juga informasi mengenai teknik budidaya jenis tumbuhan untuk menjamin keberadaan jenis

tumbuhan berguna yang masuk kedalam kategori langka dan keberlanjutan pemanfaatan secara lestari bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.

Dokumen terkait