BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis dan Pembahasan
4.3.1 Pull Strategy
Strategi yang digunakan untuk menarik para calon siswa atau pengguna jasa yang digunakan lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri Serang kepada calon pengguna jasa baik dari orang tua siswa sebagai wali atau langsung dengan siswa itu sendiri hampir sama. Untuk orang tua, terlebih dahulu pihak Nurul Fikri memberikan informasi dan pengarahan mengenai fasilitas dan biaya pendaftaran dengan terperinci. Itu dikarenakan orang tua ingin anaknya mendapatkan pelayanan yang terbaik dari Nurul Fikri tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Untuk sisiwa sendiri, Nurul Fikri menggunakan siswanya yang sudah mendaftar untuk mengajak teman lainnya mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri. Karena ada beberapa dari mereka berkelompok dengan mengikuti teman lainnya.
Lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri Serang memiliki
company profile yang umum dari Nurul Fikri pusat yang berada di Jakarta. yakni company profile yang hanya berisi data-data basic lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri secara umum yaitu sejarah terebentuknya, visi, misi, segmentasi, proses pemilihan tenaga pengajar, sekolah yang bekerja sama
serta alamat atau pun contact person untuk cabang lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri di Kota yang sudah ada.
Tidak semua sekolah yang dituju dikirimkan company profile beserta surat penawaran kerjasama, kemudian sebagian calon siswa di sekolah yang hanya diberikan brosur penawarannya saja. Untuk biaya pendaftaran juga tidak semua bias mendaftarkan langsung ke sekolah yang bekerja sama, melainkan langsung mendaftarkan di lembaga bimbingan Nurul Fikri terdekat, karena ada pula calon siswa atau orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya yang akan menentukan pengajuan harga pendaftaran karena pessyaratan khusus seperti prestasi di sekolahnya dengan mengurangi harga yang ditetapkan Nurul Fikri jika terlebih duhulu memberikan surat pemberitahuan dari sekolah siswanya.
Uraian diatas sesuai dengan penjelasan yang dikemukakan oleh Sutisna, (2001) mengenai penentuan sasaran komunikasi yaitu, “Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi akan sangat menentukan keberhasilan komunikasi dengan penentuan sasaran yang tepat, proses komunikasi akan berjalan efektif dan efisien".
Penentuan sasaran yang tepat dan potensial untuk menjadi siswa bimbingan belajar merupakan hal pertama di
jalankan oleh pihak lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri sebelum mengadakan proses penawaran, yakni menentukan calon siswa terlebih dahulu untuk kemudian baru menentukan bagaimana cara ataupun strategi untuk mendekati calon siswa tersebut.
Strategi Nurul Fikri pada tahap awal pengajuan penawaran agar calon siswa tersebut menarik untuk mengikuti bimbingan belajar adalah dengan membuat media promosi yang tidak rumit dan menarik. Selain itu, media promosi juga harus dibuat selengkap mungkin agar calon siswa tersebut sedikit mengenal lebih dalam lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri beserta kelebihan yang dimiliki. Media promosi yang di buat untuk menarik minat calon siswa adalah brosur.
Pemberian brosur di setiap sekolah-sekolah yang ada di kota serang baik tingkat Sekolah dasar sampai Sekolah Menengah Atas adalah strategi yang biasa di lakukan Nurul Fikri setiap tahunnya. Karena dengan brosur calon konsumen dapat mempertimbangkan dan membawanya terlebih dahulu kerumah. Kemudian dengan brosur lebih mudah di lihat dan di baca apa yang ada di lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri.
Dari wali murid yang sudah mendaftarkan anaknya, ini adalah hasil wawancara dengan bapak Soufi.
“Awalnya, saya jalan-jalan ke Bandung ada lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri, kemudian tidak lama di Serang lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri buka cabang. Kemudian, saya liat brosur-brosurnya, visi
misinya, lalu saya daftarkan anak saya ke lembaga tersebut.” (Soufi
Muhtadin. SMA N 3 Kota Serang, 18 Mei 2015)
Gambar 4.1
Di dalam brosur tersebut, selain informasi dasar mengenai lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri Serang, pihak Nurul Fikri juga mencantumkan mata pelajaran apa saja yang di sediakan setiap minggunya. Hal ini dimaksudkan sebagai pertimbangan agar pihak calon siswa dapat memperkirakan kecocokan jasa yang di tawarkan mereka untuk mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri. Bukan hanya itu, Nurul Fikri juga dapat menaruh jam belajar mereka dalam program-program tersebut agar tujuan jasa produk mereka dapat lebih efektif. Tak ketinggalan, dalam brosur tersebut juga dicantumkan beberapa bentuk tipe program belajar lain yang dapat di pilih sesuai dengan jenjang siswa di sekolah asalnya, karena banyak pula siswa yang memerlukan bentuk jasa bimbingan belajar yang dapat memberikan ilmu yang tidak di ajarkan di sekolah asal mereka.
Gambar 4.2
Penyertaan penawaran mengikuti bimbingan belajar dengan bentuk lain selain brosur, dapat menjadi daya tarik terutama sebagai pertimbangan tahap awal karena hal ini menunjukan fleksibilitas bimbingan belajar ini di mata calon konsumen. Ini dikarenakan jika kebetulan siswa Nurul Fikri memiliki teman ingin mengikuti bimbingan belajar di sekolahnya dapat mengajak mengikutinya di Nurul Fikri dalam bentuk mengajak atau mempersuasifkan sesuai dengan kebutuhan calon siswa tersebut. Seperti siswa bimbingan belajar Nurul Fikri Muhammad Izza mengatakan.
“Awalnya saya tahu dari temen, sebelumnya kan waktu itu temen pernah ikut tapi yang kelas PPLS nya. Jadi, tahu ada kelas RONIN nya buat alumni yang tahun depan. Jadi, akhirnya kalau nggak keterima di PTN yang diinginkan, akhirnya langsung daftar ke Nurul Fikri.” (Izza
Muhammad. BKB Nurul Fikri. 14 Mei 2015)
Cara ini cukup efektif untuk menarik para calon siswa untuk menanggapi penawaran temannya untuk mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri. Banyak juga calon siswa yang tertarik untuk menanggapi penawaran yang dikirimkan. meskipun tidak semua pada akhirnya sepakat mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri.
Strategi yang diterapkan juga harus mengandalkan kemampuan berkomunikasi yang tepat dan juga sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini, yakni teori SOR
dimana teori ini menekankan penyampaian pesan dengan menyentuh sisi psikologi komunikan yang dalam hal ini adalah calon siswa agar komunikan tersebut dapat mengikuti kemauan komunikator.
Cara penyampaian pesan yang tepat akan menumbuhkan keinginan untuk mengetahui lebih banyak mengenai hal yang disampaikan komunikator. Kemudian pada akhimya memberikan kesesuaian respon yang diberikan komunikan dengan maksud dan tujuan yang diinginkan komunikator. Pada tahap awal pendekatan kepada pihak calon siswa, pihak Nurul Fikri dengan konsumen lama atau siswa yang sudah mengikuti bimbingan belajar dijadikan komunikator untuk penyampaian informasi kepada rekannya untuk mengajak mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri. Proses ini dapat berjalan lebih santai membuat komunikan lebih tertarik untuk terus mengikuti percakapan dan tidak membuat percakapan tersebut terasa kaku juga membosankan.
Proses ini dilakukan dengan cara yang terkesan tidak terlalu memaksa dari pihak Nurul Fikri kepada siswanya. Ini dibuat seperti dengan obrolan santai, bercerita, dan tentunya harus dapat membuat suasana keakraban dengan siswa lama Nurul Fikri tersebut. Ini dimaksudkan juga agar informasi
yang diberikan dalam proses ini meliputi keuntungan jika mengajak temannya lain mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri.
Mengenai hal ini, peneliti mencoba untuk mencari informasi mengenai pendekatan yang dilakukan oleh Nurul Fikri pada tahap awal yakni menarik calon siswa agar mau mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri kepada salah satu alumni yang sudah mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri, mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di IPB.
Pada sesi wawancara antara peneliti dengan mahasiswa yang benama M. beben Priana Achyat, peneliti mendapat keterangan mengenai bagaimana dia bisa mengajak rekannya yang lain untuk mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri.
“Ya Pernah. Saat saya kelas 3 SMA memang mengajak untuk mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri karena dari sekolah sudah ada lembaga bimbingan lain bekerja sama tetapi tidak efektif untuk proses belajar mengajarnya.” (Beben Priana. IPB, 27 Mei 2015).
Mengenai strategi yang digunakan lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri untuk mendapatkan siswa, Dodi selaku tenaga pengajar lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri pun menambahkan.
“Memang kita mengandalkan berbagai sarana media, yang terpenting bagi NF adalah bentuk promosinya adalah dari mulut ke mulut. Selain itu juga tidak mengandalkan promosi dari pengguna jasa tetapi dengan bekerja sama dengan pihak sekolah mengadakan seminar dan try out. Kemudian
dengan brosur yang sudah klasik.”(Dodi Setiawan. BKB nurul Fikri Serang, 7 Mei 2015)
Penyampaian informasi dari mulut ke mulut sudah cukup meberikan promosi yang baik karena disampaikan dengan cara yang baik. Kegiatan promosi yang di lakukan lembaga bimbingan belajar Nurul Fikri 80% nya adalah dari mulut ke mulut baik dari siswa ataupun orang tua siswa itu sendiri dengan pengalaman yang sudah ada.