1. Common cold
Penyakit dengan gejala sekret hidung encer, jernih, atau kental disertai hidung buntu, kadang disertai batuk dan panas.
Penatalaksanaan:
Dekongestan: Pseudoefedrin (TriaminicR oral drop)
Bayi: 3x ½-1/4 pipet 2-6 th: 3x ½- 1 pipet Mukolitik: Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi: 2x1/2cth 2-6th: 2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet (jika batuk berdahak)
Antitusif: Dekstrometrofan
(DextropimR 10mg/5ml)
Bayi: 3x1/4 cth 2-6th: 3x1/2- 1 cth 7-12th: 3x1-2 cth (jika batuk kering) Antipiretik:
Paracetamol 10mg/kg/kali
(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan 3x atau Sprn
Bayi: 3x¼- ½ tts 1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth
jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali
(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah)
Antibiotik:
Ampicillin 50- 100 mg/ kg/hr terbagi 4 dosis (OpicillinR sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/ kg/hr terbagi 4 dosis
(ErysanbeR sirup 200mg/5ml, 250/kaplet)
Anti histamin:
Deksklorfeniramin maleat (sedative) (FenticaR kaplet 2mg)
3-6th:3x1/2 kaplet 7-12th: 3x1 kaplet .>12th: 3x2 kaplet atau Terfenadin (non sedative)
(HisdaneR sirup 30mg/5ml, tablet 60 mg)
3-6 th: 2x 15mg 7-12th: 2x30mg >12th: 2x60 mg atau Anti inflamasi: Deksametazon (KalmetazonR tablet 0,5mg) 6-12th: 3x ½ tablet
ATAU DAPAT JUGA MENGGUNAKAN RESEP YANG SUDAH JADI Broncihitin R sirup, mengandung :
Efedrin 8mg Gg 50mg Parasetamol 200mg CTM 2,5mg Dosis: 2-6th :3x 1/2cth 7-12th:3x1cth
(Untuk pilek+ batuk berdahak) IntunalR sirup, kaplet.
Tiap 5ml sirup mengandung:
Asetaminofen 125mg Fenilpropanolamin 6,25mg Desklorfenilamin maleat 0,5mg DMP 7,5mg Gg 50mg Dosis: 2-6th:3x1/2cth 7-12th: 3x1cth (Untuk pilek+ batuk) 2. Tonsilo- pharingitis
Penatalaksanaan:
Antibiotik:
Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis
(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis
Anti inflamasi Deksametazon
(KalmetazonR tablet 0,5mg)
Antipiretik:
Paracetamol 10mg/kg/kali
(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)
diberikan 3x atau Sprn Bayi: 3x¼- ½ tts
1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth
jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali
(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).
3. Sesak nafas. Pemeriksaan fisik Inspeksi:
Tampak sesak nafas dan mungkin terdapat retraksi , NCH(+), atau tanda- tanda sianosis.
Batasan RR sesak nafas: 60x atau >/mnt :< 2bl 50x atau >/mnt :2bl- 12bl 40x atau >/mnt :12bl- 5th Perkusi: Mungkin redup Auskultasi:
Suara nafas tambahan (+) 4. Bronchitis
Radang pada bronchus sering bersaman infeksi saluran nafas atas, serta kadang juga bersamaan dengan pertusis, measles, thypoid fever, difteri.
Klinis: sering didahului infeksi saluran nafas atas, batuk non produkif yang dalam 1-2 hari menjadi produktif, kadang febril, pada auskultasi sering didapatkan RBK (+).
Penatalaksanaan:
O2 ½- 1 lt/mnt (Sprn) Antibiotik:
Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis
(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis
(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)
JIKA KONDISI BERAT DAPAT DIKOMBINASI
Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR
sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau
Gentamisin 3-5mg/kg/hr
(pyogenta injeksi 10mg/ml)
Mukolitik
Bromhexin
Bayi: 2x1/2cth
2-6th:2x1cth atau 2x1/2 tablet
7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet
Mengeluarkan lendir dapat juga dibantu dengan mengubah- ubah posisi.
Antipiretik: Paracetamol 10mg/kg/kali
(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan 3x atau Sprn
Bayi: 3x¼- ½ tts
1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth
jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali
(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).
JANGAN DIBERI ANTI HISTAMIN KARENA MENYEBABKAN SEKRET KERING DAN SUKAR KELUAR.
Bronchitis kronis harus dicari underlying diseasenya.
5. Pneumoni
Infeksi parenkim paru yang dapat mengenai lobus, lobulus, dan interstisiel, yang dapt disebabkan oleh: bakteri, virus, jamur, benda asing (makanan, bensin), biasanya terjadi pada anak < 4 tahun.
Klasifikasi:
Pneumonia lobularis/ bronkhopoemoni Pneumoni lobaris
Pneumoni interstisiel/ bronchiolitis Gejala klinis:
Panas mendadak tinggi sampai 39- 400C Sesak nafas
Gelisah
Batuk
Auskultasi :suara nafas mengeras, RBK(+), RBH(+), WHEEZING(+).
Ctt. Menurut teori bronkho pneumoni RBH(+) sementara bronchiolitis wheezing(+), tetapi kenyataannya yang murni seperti teori sangat jarang, biasanya suara tambahannya sudah bercampur.
Penatalaksannan:
O2 ½- 1 lt/mnt
Infus RL :bayi 1½x BB= tpm(makro) Anak 1x BB = tpm(makro)
Antibiotik
(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis
(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)
JIKA KONDISI BERAT DAPAT DIKOMBINASI
Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR
sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau
Gentamisin 3-5mg/kg/hr (pyogenta injeksi 10mg/ml) Mukolitik Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi: 2x1/2cth 2-6th:2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet Antipiretik: Paracetamol 10mg/kg/kali
(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)
diberikan 3x atau Sprn Bayi: 3x¼- ½ tts
1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth
jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. Ibuprofen 5mg/kg/kali
(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).
Untuk mengeluarkan lendir jika perlu disuction
6. Asma
Penyakit ssaluran nafas yang ditandai oleh meningkatnya reaktivitas trachea dan bronchus terhadap berbagai rangsangan.
Gejala klinis bervariasi, yang khas adanya wheziing sewaktu ekspirasi.
Ciri khas asma:
Ada riwayat atopi atau alergi pada orang tua Adanya riwayat dermatitis atopi, biasany
pada usia < 6bl
Adanya faktor pencetus
Pola serangan lebih sering pada malam hari Penatalaksanaan:
O2 1/2- 1 lt/mnt
Aminophilin ( untuk penderita miskin)
Dosis awal 3-4 mg/kg dilarutkan D5% (bolus pelan),
Maintenace :1-9 th ;1mg/kg/jam 9-16th ;0,85mg/kg/jam
BricasmaR turbinhaler 1 sport:0,25mg; tablet 2,5mg
Dosis :1-2x sprot/ tiap kali serangan, dapat diulang jika setelah 20 menit tidak ada perbaikan. Maintenace :1-3 th ;2x 1/4 tab
3-6 th;2x 1/2 tab 7- 12th;2x 1 tab
ctt. Jika keadaan darurat atau penderita tidak kooperatif atau fasilitas lain tidak ada, dapat menggunakan adrenalin 1:1000 dengan dosis 0,01 ml/kg (S.C) Mukolitik Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi :2x1/2cth 2-6th :2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th :3x1cth atau 3x1/2 tablet Deksametazon 0,3-05 mg/kg/ hr dibagi 3 dosis (sedian injeksi dan tablet)
Antibiotik
Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis
(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis
(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)
7. TB anak
Untuk mendiagnosa TB anak dengan mengguinakan tes tuberkulin/ PPD tes S5tu 0,1 ml; yang hasilnya dibaca 48 jam sesudah penyuntikan. Menilai pengukuran hasil:
0-5 mm :(-)
5-9 mm : meragukan 10 atau > : (+)
ctt. : Penderita yang telah di imunisasi BCG kriteria positifnya dengan ukuran indurasi lebih besar dari penderita yang belum BCG.
Selain itu untuk mendiagnosa TB dapat disokong dengan photo thorak, yang biasanya memberikan gambaran pembesaran lymponodi.
Penatalaksanaan:
OAT:
INH :10- 20 mg/kg/hr dosis tunggal, p.c, lama pengobatan minimal 1 th.
Rifampisin: 10- 20 mg/kg/hr dosis tunggal, a.c, lama pengobatan minimal 1 th.
Ctt. Penggunaan INH dan Rifampisin dapat berefek gg fungsi hepar.
Dapat juga ditambah OAT lain:
Streptomisin :30- 50mg/ kg/ hr (Max. 750mg/ hr) selama 1-3 bulan
Pirazinamid :30-35mg/kg/ hr terbagi 2dosis, selama 4-6 bl
Etambutol :20mg/kg /hr a.c
Dapat ditambahkan kortikosteroid Prednison : 1-3 mg/ kg/ hr
Berfungsi sebagi anti flogistik dan adjuvan.
Neurology anak
Kejang
Penatalaksanaan : diberikan Diazefam 0,5 mg/kg I.V masukanberlahan atau Diazefam perectal (Stezolid R)
dosis:BB<10kg; 5mg BB>10kg;10mg
Bila kejang tidak berhenti dalam 15menit
Diulang dosis/ cara yang sama
Bila kejang tetap tidak berhenti dalam 15 menit
Diulang dosis/ cara yang sama
Bila kejang tetap tidak berhenti dalam 15menit
Fenitoin 15mg/ kg (I.V)
Dosis maintenance: 5mg/ kg/ hr (sebaiknya periksa kadar obat diplasma)
Bila kejang berhenti
Phenobarbital , dosis: Neonatus :30mg (I.M) 1bl- 1th :50mg (I.M) > 1th :70mg (I.M) 4 jam kemudian Dosis Fenobarbital: Hari I- II :8-10mg/kg/hr terbagi 2 dosis. Hari III- IV :4-5mg/kg/hr terbagi 2 dosis Ctt.
- Jika tidak tersedia Diazefam dapat menggunakan langsung Phenobarbital
- Sebaiknya dirujuk ke RS, t.u kejang > 15 menit, kejang komplex, atau ada tanda- tanda kelainan SSP.
Differensiasi diagnosa Infeksi susunan saraf pusat
Klinis/
Lab Enceptis
Meningtis Purulent a Meningtis TB Meningtis Serosa virus Encep paty Kejang demam Awitan Akut Akut Kronis Akut Kronis Akut Demam <7hr <7hr >7hr <7hr >7hr <7hr Kejang Umum/fokal Singkat Kdg twitching Umum Singkat Kdg twitching Umum Singkat Kdg twitching Umum >15meni t Umum
Singkat UmumSingkat Ksadara
n Somnolent-sopor Apatis Somnolent- sopor Sadar-apatis Apatis-somnole nt Sadar-apatis Parese +/- +/- ++/- - - -Kaku Kuduk +/- + + + -
-TX simptom AB OAT simptom Penykt
dasar Penyktdasar 1. Kejang demam (febril et konvulsion)
Kejang demam sederhana :bangkitan kejang yang terjadi pada suhu > 38,5 0C, bersifat umum (tonik, klonik, tonik-klonik, atau atonik), berlangsung <15 menit , hanya sekali dalam 24 jam, tidak ada bukti infeksi intra kranial atau gangguan metabolisme berat, terjadi pada anak dengan gejala neurologi normal usia 6 bl – 5 th, selain kriteria diatas termasuk kejang demam komplek.
Penyakit dasarnya sering disebabkan infeksi saluran nafas atas, otitis media akut, pneumoni, gastroenteritis dan ISK Kejang tidak selalu muncul pada panas tertinggi.
Penanganaan:
Liat penanganan kejang dihal depan Anti piretik
Paracetamol 10mg/kg/kali
(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan
3x atau Sprn
Bayi: 3x¼- ½ tts 1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth
jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. Ibuprofen 5mg/kg/kali
(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).
Indikasi pemberian profilaksis Phenobarbital(4-5 mg/kg/hr terbagi 2 dosis):
Sebelum kejang demam pertama sudah ada kelainan neurologi.
Riwayat kejang demam pada orang tua atau saudara kandung.
Kejang demam. 15menit, fokal, atau diikuti kelainan neurologis sementara atau menetap.
Dapat dipertimbangklan pemberian profilaksis pada bayi berumur kurang dari 12 bl atau terjadi kejang multipel dalam satu episode demam.
Pemberian profilaksis paling lama 1th dan harus tappering off
Efek samping:
Diazepam :Depresi nafas Ataxia Mengantuk Hipotoni Phenobarbital :Iritabel Hiperaktif Agresif
Ctt. Efek samping Phenobarbital dapat dikurangi dengan menurunkan dosis.
2. Encephalitis
Infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikro organisme. Penatalaksaan:
Sebagian besar encephalitis disebabkan oleh virus sehingga pengobatan etiologi tidak ada, hanya pengobatan simptomatik.
Untuk dr umum sebaiknya dirujuk ke RS Mengobati demam tinggi dengan surface
cooling yaitu pendinginan dengan es pada bagian tubuh yang banyak pembuluh darah seperti: ketiak, dahi, leher, lipat paha tiap 10 menit kompres harus diangkat untuk menghindari nekrosis.dapat juga ditambahkan:
Obat hibernasi untuk menurunkan metabolisme: kombinasi klormetazine 2mg/kg/hr danprometzine 4mg/kg/hr. atau dapat juga menggunkan
Paracetamol 10mg/kg/kali, diberikan 3x sehari atau Sprn (dengan jarak pemberian min. 4 jam)
Untuk mencegah oedem: dexametazon 0,5mg/kg/hr dibagi 3 dosis. Dan IVFD yang digunakan yang rendah Na.
Untuk mengatasi TIK yang meningkat: manitol
Periksa jalan nafas berkala.
Pada keadaan asidosis: Bic-nat (melon R 7,5 %)
Antibiotik
Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis
(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau
Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis
(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)
dikombinasi dengan
Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR
sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau
Gentamisin 3-5mg/kg/hr
(pyogenta injeksi 10mg/ml) 3. Meningitis bakterial
Etiologi terbanyak:
Usia 1- 6 bl : Haemophilus influenza bakteri (HIB) dan enterobacter
Usia 6- 12 bl : HIB
Usia 12- 24 bl : Streptococcus Usia 24- 60 bl : Enteribacter Penatalaksanaan:
Untuk dr umum sebaiknya dirujuk ke RS TX Etiologi:
a. Seftriakson 50-75 mg/kg/hr I.V dibagi 2dosis atau
b. Ampicillin 200-400mg/kg/hr I.V dibagi 6 dosis dan dikombinasikan
Kloramfenicol 100mg/kg/hr I.Vdibagi 4 dosis Pengobatan simtomatik:
Pemberian pengobatan kejang
Pemberian obat- obat antipiretik (liat encephalitis) Pengobatan suportif:
Untuk mengurangi kerusakan otak karena anoksia: O2 ½- 1 lt/mnt.
4. Meningitis tuberkulosa
Merupakan komplikasi penyebaran tuberkulosa primer dari paru.
Gejala klinis:
a. Stadium I (prodromal)
Tanda demam/ kelainan, tidak suka bermain, tidur terganggu, kemudian menjadi apatik, anoreksia, obstipasi dan muntah. Pada anak yang lebih besar bisa mengeluh sakit kepala.
b. Stadium II (Transisi)
Kejang, rangsang meningeal, ubun- ubun cembung (Pada bayi), kelumpuhan syaraf berupa nistagmus dan strabismus serta kelumpuhan syaraf yang lain.
c. Stadium III (terminal)
Kelumpuhan, koma, pupil melebar dan tidak bereaksi, nadi dan nafas tidak teratur.
a. Gejala b. Sumber c. Photo thorax d. PPD tes e. LCS Penatalaksanaan:
Untuk dr umum sebaiknya dirujuk keRS
OAT:
INH 10-20 mg/kg/hr (max. 300mg/kg/hr) oral.Komplikasi neurophaty perifer, lamanya pengobatan minimal 1th. (bayi dan anak tidak perlu piridosin).
Rifampisin 10-20 mg/ kg/ hr peroral, diberikan sebelum makan, menyebabkan urine merah, efek samping berupa hepatitis, kelainan gastrointestinal dan trombositopenia, pengobatan minimal 9 bulan.
Atau dapat pula ditambahkan Pirazinamid, Etambutol.
Kortikosteroid
Dexametazon, dosis 0,25- 0,5 mg/kg/hr dibagi 3 dosis, pemberian kortikosteroid selama 2-3 minggu, kemudian diturunkan secara bertahap sampai lama pemberian 1bulan.
Pengobatan simtomatik. 5. Status Epileptikus
Serangan epilepsi yang berlangsung 30 menit atau lebih, berubah dalam waktu yang singkat, tanpa pulihnya kesadaran antara 2 serangan. Status konvulsi dapat berupa status konvulsi atau status non konvulsi.
Penatalaksanaan:
Untuk dr umum sebaiknya dirujuk keRS Pemasangan infus Nacl 0,9%, dan berikan
bolus glukosa 20% sebanyak 2ml/kg
Berikan Diazefam dan Phenobarbital sesuai pengobatan kejang.