• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pulmonologi anak

Dalam dokumen Buku Co as GABUNGAN (Halaman 53-64)

1. Common cold

Penyakit dengan gejala sekret hidung encer, jernih, atau kental disertai hidung buntu, kadang disertai batuk dan panas.

Penatalaksanaan:

 Dekongestan: Pseudoefedrin (TriaminicR oral drop)

Bayi: 3x ½-1/4 pipet 2-6 th: 3x ½- 1 pipet  Mukolitik: Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi: 2x1/2cth 2-6th: 2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet (jika batuk berdahak)

 Antitusif: Dekstrometrofan

(DextropimR 10mg/5ml)

Bayi: 3x1/4 cth 2-6th: 3x1/2- 1 cth 7-12th: 3x1-2 cth (jika batuk kering)  Antipiretik:

Paracetamol 10mg/kg/kali

(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan 3x atau Sprn

Bayi: 3x¼- ½ tts 1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth

jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali

(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah)

 Antibiotik:

Ampicillin 50- 100 mg/ kg/hr terbagi 4 dosis (OpicillinR sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/ kg/hr terbagi 4 dosis

(ErysanbeR sirup 200mg/5ml, 250/kaplet)

 Anti histamin:

Deksklorfeniramin maleat (sedative) (FenticaR kaplet 2mg)

3-6th:3x1/2 kaplet 7-12th: 3x1 kaplet .>12th: 3x2 kaplet atau Terfenadin (non sedative)

(HisdaneR sirup 30mg/5ml, tablet 60 mg)

3-6 th: 2x 15mg 7-12th: 2x30mg >12th: 2x60 mg atau  Anti inflamasi: Deksametazon (KalmetazonR tablet 0,5mg) 6-12th: 3x ½ tablet

ATAU DAPAT JUGA MENGGUNAKAN RESEP YANG SUDAH JADI  Broncihitin R sirup, mengandung :

Efedrin 8mg Gg 50mg Parasetamol 200mg CTM 2,5mg Dosis: 2-6th :3x 1/2cth 7-12th:3x1cth

(Untuk pilek+ batuk berdahak)  IntunalR sirup, kaplet.

Tiap 5ml sirup mengandung:

Asetaminofen 125mg Fenilpropanolamin 6,25mg Desklorfenilamin maleat 0,5mg DMP 7,5mg Gg 50mg Dosis: 2-6th:3x1/2cth 7-12th: 3x1cth (Untuk pilek+ batuk) 2. Tonsilo- pharingitis

Penatalaksanaan:

 Antibiotik:

Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis

(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis

 Anti inflamasi Deksametazon

(KalmetazonR tablet 0,5mg)

 Antipiretik:

Paracetamol 10mg/kg/kali

(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)

diberikan 3x atau Sprn Bayi: 3x¼- ½ tts

1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth

jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali

(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).

3. Sesak nafas. Pemeriksaan fisik  Inspeksi:

Tampak sesak nafas dan mungkin terdapat retraksi , NCH(+), atau tanda- tanda sianosis.

Batasan RR sesak nafas: 60x atau >/mnt :< 2bl 50x atau >/mnt :2bl- 12bl 40x atau >/mnt :12bl- 5th  Perkusi: Mungkin redup  Auskultasi:

Suara nafas tambahan (+) 4. Bronchitis

Radang pada bronchus sering bersaman infeksi saluran nafas atas, serta kadang juga bersamaan dengan pertusis, measles, thypoid fever, difteri.

Klinis: sering didahului infeksi saluran nafas atas, batuk non produkif yang dalam 1-2 hari menjadi produktif, kadang febril, pada auskultasi sering didapatkan RBK (+).

Penatalaksanaan:

 O2 ½- 1 lt/mnt (Sprn)  Antibiotik:

Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis

(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis

(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)

JIKA KONDISI BERAT DAPAT DIKOMBINASI

Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR

sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau

Gentamisin 3-5mg/kg/hr

(pyogenta injeksi 10mg/ml)

 Mukolitik

Bromhexin

Bayi: 2x1/2cth

2-6th:2x1cth atau 2x1/2 tablet

7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet

Mengeluarkan lendir dapat juga dibantu dengan mengubah- ubah posisi.

 Antipiretik: Paracetamol 10mg/kg/kali

(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan 3x atau Sprn

Bayi: 3x¼- ½ tts

1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth

jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. ATAU Ibuprofen 5mg/kg/kali

(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).

JANGAN DIBERI ANTI HISTAMIN KARENA MENYEBABKAN SEKRET KERING DAN SUKAR KELUAR.

Bronchitis kronis harus dicari underlying diseasenya.

5. Pneumoni

Infeksi parenkim paru yang dapat mengenai lobus, lobulus, dan interstisiel, yang dapt disebabkan oleh: bakteri, virus, jamur, benda asing (makanan, bensin), biasanya terjadi pada anak < 4 tahun.

Klasifikasi:

 Pneumonia lobularis/ bronkhopoemoni  Pneumoni lobaris

 Pneumoni interstisiel/ bronchiolitis Gejala klinis:

 Panas mendadak tinggi sampai 39- 400C  Sesak nafas

 Gelisah

 Batuk

 Auskultasi :suara nafas mengeras, RBK(+), RBH(+), WHEEZING(+).

Ctt. Menurut teori bronkho pneumoni RBH(+) sementara bronchiolitis wheezing(+), tetapi kenyataannya yang murni seperti teori sangat jarang, biasanya suara tambahannya sudah bercampur.

Penatalaksannan:

 O2 ½- 1 lt/mnt

 Infus RL :bayi 1½x BB= tpm(makro) Anak 1x BB = tpm(makro)

 Antibiotik

(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis

(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)

JIKA KONDISI BERAT DAPAT DIKOMBINASI

Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR

sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau

Gentamisin 3-5mg/kg/hr (pyogenta injeksi 10mg/ml)  Mukolitik Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi: 2x1/2cth 2-6th:2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th: 3x1cth atau 3x1/2 tablet  Antipiretik: Paracetamol 10mg/kg/kali

(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)

diberikan 3x atau Sprn Bayi: 3x¼- ½ tts

1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth

jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. Ibuprofen 5mg/kg/kali

(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).

 Untuk mengeluarkan lendir jika perlu disuction

6. Asma

Penyakit ssaluran nafas yang ditandai oleh meningkatnya reaktivitas trachea dan bronchus terhadap berbagai rangsangan.

Gejala klinis bervariasi, yang khas adanya wheziing sewaktu ekspirasi.

Ciri khas asma:

 Ada riwayat atopi atau alergi pada orang tua  Adanya riwayat dermatitis atopi, biasany

pada usia < 6bl

 Adanya faktor pencetus

 Pola serangan lebih sering pada malam hari Penatalaksanaan:

 O2 1/2- 1 lt/mnt

 Aminophilin ( untuk penderita miskin)

Dosis awal 3-4 mg/kg dilarutkan D5% (bolus pelan),

Maintenace :1-9 th ;1mg/kg/jam 9-16th ;0,85mg/kg/jam

BricasmaR turbinhaler 1 sport:0,25mg; tablet 2,5mg

Dosis :1-2x sprot/ tiap kali serangan, dapat diulang jika setelah 20 menit tidak ada perbaikan. Maintenace :1-3 th ;2x 1/4 tab

3-6 th;2x 1/2 tab 7- 12th;2x 1 tab

ctt. Jika keadaan darurat atau penderita tidak kooperatif atau fasilitas lain tidak ada, dapat menggunakan adrenalin 1:1000 dengan dosis 0,01 ml/kg (S.C)  Mukolitik Bromhexin (MucosolvanR 4mg/5ml, 8mg/tab) Bayi :2x1/2cth 2-6th :2x1cth atau 2x1/2 tablet 7-12th :3x1cth atau 3x1/2 tablet  Deksametazon 0,3-05 mg/kg/ hr dibagi 3 dosis (sedian injeksi dan tablet)

 Antibiotik

Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis

(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis

(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)

7. TB anak

Untuk mendiagnosa TB anak dengan mengguinakan tes tuberkulin/ PPD tes S5tu 0,1 ml; yang hasilnya dibaca 48 jam sesudah penyuntikan. Menilai pengukuran hasil:

0-5 mm :(-)

5-9 mm : meragukan 10 atau > : (+)

ctt. : Penderita yang telah di imunisasi BCG kriteria positifnya dengan ukuran indurasi lebih besar dari penderita yang belum BCG.

Selain itu untuk mendiagnosa TB dapat disokong dengan photo thorak, yang biasanya memberikan gambaran pembesaran lymponodi.

Penatalaksanaan:

 OAT:

INH :10- 20 mg/kg/hr dosis tunggal, p.c, lama pengobatan minimal 1 th.

Rifampisin: 10- 20 mg/kg/hr dosis tunggal, a.c, lama pengobatan minimal 1 th.

Ctt. Penggunaan INH dan Rifampisin dapat berefek gg fungsi hepar.

Dapat juga ditambah OAT lain:

Streptomisin :30- 50mg/ kg/ hr (Max. 750mg/ hr) selama 1-3 bulan

Pirazinamid :30-35mg/kg/ hr terbagi 2dosis, selama 4-6 bl

Etambutol :20mg/kg /hr a.c

 Dapat ditambahkan kortikosteroid Prednison : 1-3 mg/ kg/ hr

Berfungsi sebagi anti flogistik dan adjuvan.

Neurology anak

Kejang

Penatalaksanaan : diberikan Diazefam 0,5 mg/kg I.V masukanberlahan atau Diazefam perectal (Stezolid R)

dosis:BB<10kg; 5mg BB>10kg;10mg

Bila kejang tidak berhenti dalam 15menit

Diulang dosis/ cara yang sama

Bila kejang tetap tidak berhenti dalam 15 menit

Diulang dosis/ cara yang sama

Bila kejang tetap tidak berhenti dalam 15menit

Fenitoin 15mg/ kg (I.V)

Dosis maintenance: 5mg/ kg/ hr (sebaiknya periksa kadar obat diplasma)

Bila kejang berhenti

Phenobarbital , dosis: Neonatus :30mg (I.M) 1bl- 1th :50mg (I.M) > 1th :70mg (I.M) 4 jam kemudian Dosis Fenobarbital: Hari I- II :8-10mg/kg/hr terbagi 2 dosis. Hari III- IV :4-5mg/kg/hr terbagi 2 dosis Ctt.

- Jika tidak tersedia Diazefam dapat menggunakan langsung Phenobarbital

- Sebaiknya dirujuk ke RS, t.u kejang > 15 menit, kejang komplex, atau ada tanda- tanda kelainan SSP.

Differensiasi diagnosa Infeksi susunan saraf pusat

Klinis/

Lab Enceptis

Meningtis Purulent a Meningtis TB Meningtis Serosa virus Encep paty Kejang demam Awitan Akut Akut Kronis Akut Kronis Akut Demam <7hr <7hr >7hr <7hr >7hr <7hr Kejang Umum/fokal Singkat Kdg twitching Umum Singkat Kdg twitching Umum Singkat Kdg twitching Umum >15meni t Umum

Singkat UmumSingkat Ksadara

n Somnolent-sopor Apatis Somnolent- sopor Sadar-apatis Apatis-somnole nt Sadar-apatis Parese +/- +/- ++/- - - -Kaku Kuduk +/- + + + -

-TX simptom AB OAT simptom Penykt

dasar Penyktdasar 1. Kejang demam (febril et konvulsion)

Kejang demam sederhana :bangkitan kejang yang terjadi pada suhu > 38,5 0C, bersifat umum (tonik, klonik, tonik-klonik, atau atonik), berlangsung <15 menit , hanya sekali dalam 24 jam, tidak ada bukti infeksi intra kranial atau gangguan metabolisme berat, terjadi pada anak dengan gejala neurologi normal usia 6 bl – 5 th, selain kriteria diatas termasuk kejang demam komplek.

Penyakit dasarnya sering disebabkan infeksi saluran nafas atas, otitis media akut, pneumoni, gastroenteritis dan ISK Kejang tidak selalu muncul pada panas tertinggi.

Penanganaan:

 Liat penanganan kejang dihal depan  Anti piretik

Paracetamol 10mg/kg/kali

(OttopanR sirup 120mg/5ml; drop 80mg/tts)diberikan

3x atau Sprn

Bayi: 3x¼- ½ tts 1-3 th: 3x½- 1 cth 3-6 th: 3x1-2 cth 6-12 th: 3x2cth

jika diperlukan dapat diulang setelah 4jam. Ibuprofen 5mg/kg/kali

(ProrisR sedian supp rectal, suspensi, tablet kunyah).

Indikasi pemberian profilaksis Phenobarbital(4-5 mg/kg/hr terbagi 2 dosis):

 Sebelum kejang demam pertama sudah ada kelainan neurologi.

 Riwayat kejang demam pada orang tua atau saudara kandung.

 Kejang demam. 15menit, fokal, atau diikuti kelainan neurologis sementara atau menetap.

 Dapat dipertimbangklan pemberian profilaksis pada bayi berumur kurang dari 12 bl atau terjadi kejang multipel dalam satu episode demam.

 Pemberian profilaksis paling lama 1th dan harus tappering off

Efek samping:

 Diazepam :Depresi nafas Ataxia Mengantuk Hipotoni  Phenobarbital :Iritabel Hiperaktif Agresif

Ctt. Efek samping Phenobarbital dapat dikurangi dengan menurunkan dosis.

2. Encephalitis

Infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikro organisme. Penatalaksaan:

Sebagian besar encephalitis disebabkan oleh virus sehingga pengobatan etiologi tidak ada, hanya pengobatan simptomatik.

 Untuk dr umum sebaiknya dirujuk ke RS  Mengobati demam tinggi dengan surface

cooling yaitu pendinginan dengan es pada bagian tubuh yang banyak pembuluh darah seperti: ketiak, dahi, leher, lipat paha tiap 10 menit kompres harus diangkat untuk menghindari nekrosis.dapat juga ditambahkan:

Obat hibernasi untuk menurunkan metabolisme: kombinasi klormetazine 2mg/kg/hr danprometzine 4mg/kg/hr. atau dapat juga menggunkan

Paracetamol 10mg/kg/kali, diberikan 3x sehari atau Sprn (dengan jarak pemberian min. 4 jam)

 Untuk mencegah oedem: dexametazon 0,5mg/kg/hr dibagi 3 dosis. Dan IVFD yang digunakan yang rendah Na.

 Untuk mengatasi TIK yang meningkat: manitol

 Periksa jalan nafas berkala.

Pada keadaan asidosis: Bic-nat (melon R 7,5 %)

 Antibiotik

Ampicillin 50- 100mg/kg/hr terbagi 4 dosis

(Opicillin R sirup 125mg/5ml, kaplet 250mg) atau

Eritromisin 30-50mg/kg/hr terbagi 4dosis

(ErysanbeR sirup 200/5ml, kaplet 250mg)

dikombinasi dengan

Kloramfenicol 50- 100mg/ kg/hr terbagi 3dosis (ColmeR

sirup 125 mg/ 5ml, kaplet 250mg) atau

Gentamisin 3-5mg/kg/hr

(pyogenta injeksi 10mg/ml) 3. Meningitis bakterial

Etiologi terbanyak:

 Usia 1- 6 bl : Haemophilus influenza bakteri (HIB) dan enterobacter

 Usia 6- 12 bl : HIB

 Usia 12- 24 bl : Streptococcus  Usia 24- 60 bl : Enteribacter Penatalaksanaan:

 Untuk dr umum sebaiknya dirujuk ke RS  TX Etiologi:

a. Seftriakson 50-75 mg/kg/hr I.V dibagi 2dosis atau

b. Ampicillin 200-400mg/kg/hr I.V dibagi 6 dosis dan dikombinasikan

Kloramfenicol 100mg/kg/hr I.Vdibagi 4 dosis  Pengobatan simtomatik:

Pemberian pengobatan kejang

Pemberian obat- obat antipiretik (liat encephalitis)  Pengobatan suportif:

Untuk mengurangi kerusakan otak karena anoksia: O2 ½- 1 lt/mnt.

4. Meningitis tuberkulosa

Merupakan komplikasi penyebaran tuberkulosa primer dari paru.

Gejala klinis:

a. Stadium I (prodromal)

Tanda demam/ kelainan, tidak suka bermain, tidur terganggu, kemudian menjadi apatik, anoreksia, obstipasi dan muntah. Pada anak yang lebih besar bisa mengeluh sakit kepala.

b. Stadium II (Transisi)

Kejang, rangsang meningeal, ubun- ubun cembung (Pada bayi), kelumpuhan syaraf berupa nistagmus dan strabismus serta kelumpuhan syaraf yang lain.

c. Stadium III (terminal)

Kelumpuhan, koma, pupil melebar dan tidak bereaksi, nadi dan nafas tidak teratur.

a. Gejala b. Sumber c. Photo thorax d. PPD tes e. LCS Penatalaksanaan:

 Untuk dr umum sebaiknya dirujuk keRS

 OAT:

INH 10-20 mg/kg/hr (max. 300mg/kg/hr) oral.Komplikasi neurophaty perifer, lamanya pengobatan minimal 1th. (bayi dan anak tidak perlu piridosin).

Rifampisin 10-20 mg/ kg/ hr peroral, diberikan sebelum makan, menyebabkan urine merah, efek samping berupa hepatitis, kelainan gastrointestinal dan trombositopenia, pengobatan minimal 9 bulan.

Atau dapat pula ditambahkan Pirazinamid, Etambutol.

 Kortikosteroid

Dexametazon, dosis 0,25- 0,5 mg/kg/hr dibagi 3 dosis, pemberian kortikosteroid selama 2-3 minggu, kemudian diturunkan secara bertahap sampai lama pemberian 1bulan.

 Pengobatan simtomatik. 5. Status Epileptikus

Serangan epilepsi yang berlangsung 30 menit atau lebih, berubah dalam waktu yang singkat, tanpa pulihnya kesadaran antara 2 serangan. Status konvulsi dapat berupa status konvulsi atau status non konvulsi.

Penatalaksanaan:

 Untuk dr umum sebaiknya dirujuk keRS  Pemasangan infus Nacl 0,9%, dan berikan

bolus glukosa 20% sebanyak 2ml/kg

 Berikan Diazefam dan Phenobarbital sesuai pengobatan kejang.

Dalam dokumen Buku Co as GABUNGAN (Halaman 53-64)

Dokumen terkait