• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

5.5 Rancangan Penyuluhan Pertanian

1. Mengoptimalkan interaksi dan partisipasi antar anggota kelompok guna membantu program pengentasan kawasan kumuh dengan agrowisata.

2. Peningkatan kreatifitas dan inovasi sumber daya manusia untuk meningkatan kualitas produk pertanian sehat.

3. Peningkatan kualitas produk pertanian guna membantu mengoptimalkan pemasaran.

4. Perluasan jaringan pemasaran produk pertanian sehat dengan media sosial.

5. Mengoptimalkan adanya agrowisata sebagai sarana pemasaran produk pertanian.

5.5.2 Sasaran Penyuluhan Pertanian

Sasaran dalam penyuluhan pertanian merupakan anggota Kelompok Wanita Tani Desa Winong yang terdiri dari 2 kelompok wanita tani yaitu Winong Asri dan Roro Bery dengan jumlah keseluruhan 50 orang. Penentuan sampel dengan sengaja dengan kriteria anggota yang aktif dan bersedia dalam kegiatan pengelolaan wisata. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu membersihkan, menata dan merawat agrowisata, berperan aktif ketika adanya kunjungan atau wisata pendidikan dari sekolah PAUD dan memberikan sumbang saran serta masukkan untuk keberlangsungan kegiatan di agrowisata edukasi sayur.

5.5.3 Materi Penyuluhan Pertanian

Materi penyuluhan merupakan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh penyuluh kepada sasaran untuk mendapatkan manfaat. Penetapan materi berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu tentang sikap anggota kelompok wanita tani terhadap pengelolaan agrowisata edukasi sayur, sehingga terdapat pengaruh yang nyata antara variabel lama pendidikan formal, interaksi sosial, ketersediaan sarana prasarana dan dukungan kelompok tani.

Selain berdasarkan hasil kajian, materi penyuluhan juga ditentukan berdasarkan keadaan sasaran, masalah yang ada pada wilayah sasaran dan kebutuhan sasaran. Selain itu penetapan materi juga dilakukan diskusi bersama dengan ketua anggota kelompok wanita tani dan penyuluh setempat yang dianaliss dengan analisis SWOT sehingga terdapat beberapa materi yang dapat disuluhkan. Oleh sebab itu, dibuat matrik pengambilan keputusan materi untuk menentukan materi yang tepat dan sesuai untuk dilaksanakan Hasil tersebut dilampirkan dalam matrik pengambilan keputusan materi penyuluhan lampiran 9.

Dengan memperhatikan matrik pengambilan keputusan materi penyuluhan lampiran 9. Sehingga ditentukan materi penyuluhan yaitu, “Peningkatan Jaringan

Pemasaran Produk Pertanian Dengan Media Sosial Di Kelompok Wanita Tani Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung”.

5.5.4 Metode Penyuluhan Pertanian

Metode penyuluhan pertanian yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan pertimbangan penentuan metode penyuluhan didasarkan pada hasil analisis penetapan metode penyuluhan pertanian, dimana hasil analisis tersebut berupa:

1. Berdasarkan karakteristik sasaran yang didapatkan dari identifikasi sasaran berupa adanya interaksi sosial yang tinggi dengan adanya kegiatan arisan diikuti perbincangan terkait budidaya tanaman setiap minggunya, serta adanya dukungan kelompok tani dalam hal pemantauan proses budidaya sampai penjualan produk pertanian. Maka metode dengan memanfaatkan kelompok dalam penyuluhan merupakan alternatif pilihan sehingga metode yang tepat yaitu Diskusi kelompok dan Ceramah.

2. Berdasarkan tujuan penyuluhan yang mengkehendaki penilaian tingkat pengetahuan dan tingkat sikap, dimana rendahnya pengetahuan dan sikap tentang pentingnya pemanfaatan jaringan media sosial untuk pemasaran produk pertanian. Maka beberapa metode yang potensial untuk digunakan yaitu Diskusi kelompok dan ceramah. Dengan adanya metode ini akan terjadi pertukaran informasi terkait jaringan pemasaran produk pertanian serta adanya diskusi yang saling menguatkan antar anggota kelompok.

3. Sedangkan jika dilihat berdasarkan karakteristik materi yang digunakan untuk meningkatkan jaringan pemasaran, anggota memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah lengkap akan tetapi belum di manfaatkan secara optimal. Dikarenakan belum adanya informasi yang disebarluaskan secara merata ke anggota kelompok. Maka beberapa metode yang dapat digunakan dan dianggap efisien yaitu Diskusi kelompok

dan Ceramah. Metode ini dapat memberikan informasi secara keseluruhan kepada anggota akan materi yang disampaikan.

Dengan memperhatikan analisis yang ada kemudian ditetapkan dengan matriks penetapan metode lampiran 12, metode yang digunakan dalam penyuluhan berupa ceramah dan diskusi. Metode penyuluhan ceramah dan diskusi dilakukan agar kegiatan penyuluhan tidak berlaku satu arah, sehingga materi yang belum dipahami dapat ditanyakan. Dengan adanya metode tersebut penyuluhan lebih efektif dan peran anggota kelompok wanita tani dapat terlihat dengan adanya partisipasi aktif dalam diskusi.

5.5.5 Media Penyuluhan Pertanian

Media penyuluhan pertanian yang digunakan adalah Folder, Slide Power Point dan Audio Visual. Dengan pertimbangan penetapan media penyuluhan dilakukan berdasarkan hasil analisis matrik pemilihan media yang telah dilakukan. Media merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi dari komunikator ke komunikan. Pemilihan media bertujuan mendukung materi dan metode dalam penyuluhan dapat berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan, matrik pemilihan media terlampir pada lampiran 10.

Penentuan media penyuluhan didasarkan pada hasil analisis penetapan media penyuluhan pertanian, dimana hasil analisis tersebut berupa:

1. Berdasarkan tujuan penyuluhan yang mengkehendaki penilaian tingkat pengetahuan, dimana pengetahuan mengenai jaringan pemasaran perlu adanya pemahaman yang memerlukan waktu, maka beberapa media yang dapat dimanfaatkan adalah folder yang berguna untuk mempermudah anggota dalam memahami materi dengan membaca berulang, mudah dibawa dan berisi informasi yang merupakan point pembahasan sedangkan untuk menilai tingkatan sikap perlu media dengan menampilkan presentasi, gambar dan video untuk meningkatkan interaksi sosial yang

sudah ada mengarah ke materi penyuluhan yang bermanfaat bagi anggota sehingga media yang tepat yaitu slide presentasi dan audio visual.

2. Berdasarkan karakteristik sasaran yang didapatkan dari identifikasi wilayah dengan sebagian besar anggota memiliki lama pendidikan formal 12 tahun atau tingkatan SMA-sederajat, menunjukkan anggota kelompok cenderung terbuka terhadap inovasi dan mudah memahami informasi yang didapatkan sehingga media yang potensial yaitu folder, slide power point dan audio visual. Media ini memudahkan anggota dalam pemahaman terkait materi yang disampaikan, dengan membacanya kembali ketika dibutuhkan dan melihat audio visual untuk memberikan gambaran nyata.

3. Media folder, slide power point dan audio visual juga dianggap potensial jika dilihat berdasarkan karakteristik materi, mengingat materi yang disampaikan merupakan peningkatan jaringan pemasaran dengan media sosial yang membutuhkan media yang dapat memberikan gambaran nyata dan tata cara penggunaan jaringan pemasaran dengan media sosial. Hal ini didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana seperti LCD proyektor dan tempat yang memadahi sehingga dapat menunjang pemberian materi dengan media yang sudah dipilih.

Dengan demikian media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah media folder yang didukung dengan slide power point dan audio visual Media folder sebagai materi yang berisikan uraian singkat dan tersusun secara sistematis Dimana media ini akan diberikan satu-persatu sehingga dapat dibaca berulang-ulang dan mudah dibawa kemana saja Sedangkan media slide power point dan audio visual sebagai gambaran langsung yang realistis sehingga dapat langsung mengena oleh sasaran dalam menyerap informasi yang dilihat dan didengar melalui narasi dan materi yang baik.