BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Rangkuman Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara mendalam (depth interview) dengan informan, melalui proses analisa data yang menjaga keabsahan data serta melakukan trianggulasi, maka diperoleh beberapa kategori. Kategori tersebut sebagai berikut:
Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian No Kategori Hasil Wawancara
1 Peran Perpustakaan
PPKS dalam
Mengelola Hak Cipta
Perpustakaan sudah menyalurkan informasi kepada pengguna tetapi belum memerhatikan pengelolaan hak cipta.
Perpustakaan kurang memonitoring proses penggandaan koleksi bahan pustaka oleh pengguna
2 Pembatasan Hak Cipta
Peraturan tentang pembatasan hak cipta belum dilaksanakan dengan tegas
Belum ada kebijakan yang jelas tentang batasan dalam menggandakan koleksi.
Pelanggaran Hak Cipta
Belum pernah ditemukan adanya tindakan pelanggaran hak cipta di Perpustakaan PPKS Perpustakaan PPKS akan bertindak tegas jika menemukan pelanggaran hak cipta terhadap koleksi yang dimiliki.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan dan hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Perpustakaan PPKS dalam mengelola hak cipta sudah menjadi sumber informasi dan menyalurkan informasi kepada pengguna, tetapi Perpustakaan PPKS kurang memonitoring proses penggandaan koleksi yang dilakukan oleh pengguna. Dapat dinyatakan Perpustakaan PPKS belum melakukan pengelolaan hak cipta di perpustakaan.
2. Berdasarkan permasalahan pembatasan hak cipta, Perpustakaan PPKS membatasi penggandaan koleksi bagi pemustaka sebanyak 10 halaman, tetapi dalam pelaksanaannya melanggar aturan yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan, Perpustakaan PPKS belum memiliki kebijakan yang tegas tentang pengelolaan hak cipta di perpustakaan.
3.Berdasarkan permasalahan pelanggaran hak cipta, Perpustakaan PPKS memperhatikan batas penggunaan sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Pegawai perpustakaan tidak memahami tentang pengelolaan hak cipta di perpustakaan. Pegawai perpustakaan tidak mengawasi kegiatan fotokopi dan tidak memberikan batasan jumlah halaman yang dapat di fotokopi kepada pemustaka. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya tindakan pelanggaran hak cipta di Perpustakaan PPKS.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang ada, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :
1. Perpustakaan PPKS belum memiliki kebijakan yang tegas tentang pengelolaan hak cipta di perpustakaan, untuk itu diharapkan Perpustakaan PPKS membuat suatu kebijakan tentang pengelolaan hak cipta di perpustakaan dan dijalankan.
Hal ini dilakukan agar pegawai maupun pemustaka terhindar dari pelanggaran hak cipta yang tidak disengaja.
2. Agar pegawai perpustakaan memahami tentang pengelolaan hak cipta di perpustakaan, Perpustakaan PPKS sebaiknya memberikan pelatihan kepustakawanan khususnya tentang hak cipta di perpustakaan. Hal ini dilakukan agar selanjutnya pegawai perpustakaan yang bertugas tidak melakukan pelanggaran hak cipta baik disengaja ataupun tidak disengaja. Dan pegawai dapat memberikan pendidikan tentang hak cipta kepada pemustaka.
3. Untuk membantu dalam mengawasi pembatasan hak cipta dan mencegah pelanggaran hak cipta sebaiknya Perpustakaan PPKS memonitoring kegiatan penggandaan koleksi bahan pustaka di perpustakaan. Jika ada pemustaka yang ingin menggandakan koleksi, seharusnya pegawai perpustakaan yang menggandakan koleksi tersebut, agar penggandaannya diawasi sesuai dengan batasan yang dibuat oleh Perpustakaan PPKS.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standar Nasional (BSN) 2009. Standar Nasional Indonesia: Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah. Jakarta: Badan Standar Nasional
Basuki, Sulistyo. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Utama Ginting, Elyta Ras. 2012. Hukum Hak Cipta Indonesia: Analisis Teori dan
Praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasugian, Jonner. 2009. Dasar – Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi.
Medan: USU Press
H.B. Sutopo. 2002. Pengantar Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.
Hermawan,Rachman dan Zen, Zulfikar. 2006. Etika Pustakawan. Jakarta: Sagung Seto
Hutauruk,M. 1982. Peraturan Hak Cipta Nasional. Jakarta: Erlangga IFLA Committee on Copyright and other Legal Matters. 2008. Standing
Committee on Copyright and Related Rights (SCCR): 17th Session, Geneva, 3-7 November 2008.
https://www.ifla.org/files/assets/clm/statements/limitations-exceptions-200811.pdf ( 4 Desember 2017)
Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1990 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam
Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan
Krihanta. 2002. Implementasi Hak Cipta Khususnya Hak Akses Informasi di Perpustakaan, Pusat dokumentasi dan Informasi. Jakarta: Universitas Indonesia
Lindsey,dkk. 2006. Hak Kekayaan Intelektual: Suatu Pengantar. Bandung:
Alumni
Lopes, Fransin Miranda. 2013. Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Hak Cipta di Bidang Musik dan Lagu. Lexprivatum 1( 2): 48
Loughlan, Patricia. 1998, Intellectual Property: Creative and Marketing Rights.
Sydney: LBC Information Services
Moleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
---. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Norman, Sandy. 1999. Copyright in futher and higher education libraries.
London : Library Association Publishing
Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Khusus.2006. Jakarta:
Perpustakaan Nasional R.I
Pangaribuan, Syakirin. 2010. Rambu-Rambu Hak Cipta Dalam Operasional Perpustakaan. Medan: Universitas Sumatera Utara
Priyatna, Aan. 2016. Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Hak Cipta Dalam Pembuatan e-book. Semarang: Universitas Diponegoro
Saidin,OK. 2015. Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual: Intellectual Property Rights. Jakarta: Rajawali Press
Singh, S.P. 2006. Special Libraries in India: Some Current Trends. Vol. 55 Iss. 8 pp 520-530
Sugiyono.2014.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sutarno, NS. 2006. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta:
Sagung Seto
---. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta : Sagung Seto
Yaranal, Mahesh. 2012. Managing Intellectual Property Right (IPR) In Libraries:
A Practical Approaches And Solutions. Vol. 2 Iss. 3 pp 43-50
LAMPIRAN I
PEDOMAN WAWANCARA
Pertanyaan
1. Adakah kebijakan Perpustakaan PPKS dalam melindungi hak cipta ?
2. Bagaimana cara pihak Perpustakaan PPKS dalam memonitoring penggandaan koleksi di perpustakaan?
3. Apakah perpustakaan memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan pengelolaan hak cipta ?
4. Apakah perpustakaan meminta izin terlebih dahulu kepada pencipta jika melakukan peggandaan ?
5. Apakah perpustakaan PPKS melakukan perjanjian atau lisensi dengan penyedia informasi?
6. Kebijakan apa yang diambil perpustakaan jika mengetahui bilamana adanya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pegawai Perpustakaan PPKS?
KEPALA PERPUSTAKAAN PPKS MEDAN
PEDOMAN WAWANCARA
Pertanyaan
1. Apakah Perpustakaan PPKS memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan hak cipta ?
2. Adakah peraturan yang mengatur tentang fotokopi koleksi di Perpustakaan PPKS Medan ?
3. Bagaimana alur yang diperbolehkan untuk memfotokopi bagi pemustaka di Perpustakaan PPKS?
4. Apakah pemustaka dapat mengunduh jurnal yang dimiliki perpustakaan PPKS dengan mudah?
5. Apakah ada pengawasan terhadap pemustaka dalam menggunakan koleksi perpustakaan?
6. Bisakah pemustaka melakukan fotokopi koleksi dari keseluruhan isi koleksi?
7. Apa yang dilakukan perpustakaan jika ada pemustaka yang ketahuan melakukan pelanggaran hak cipta dari koleksi Perpustakaan PPKS?
8. Bagi pemustaka yang ingin menggandakan koleksi, apakah ditanyakan terlebih dahulu tujuan penggandaannya?
9. Apakah pemustaka yang ingin menggandakan koleksi perpustakaan harus mengisi form khusus terlebih dahulu ?
10. Bagaimanakah pengelolaan hak cipta di Perpustakaan PPKS Medan?
PEGAWAI PERPUSTAKAAN PPKS MEDAN
LAMPIRAN II
HASIL TRANSKIP WAWANCARA
1. Hasil Transkip Wawancara dengan Informan 1 Hari / Tanggal : Kamis, 5 April 2018
Waktu : 10.00 Wib
Lokasi : Ruang Kepala Perpustakaan PPKS
Keterangan Informan 1 : Peneliti : P
Informan I
P : Adakah kebijakan Perpustakaan PPKS dalam melindungi hak cipta?
: ada, kebijakan khusus untuk koleksi terbitan sendiri dan koleksi terbitan luar untuk penggandaan bagi pengguna maksimal 10 halaman. Koleksi terbitan sendiri sebenarnya sudah full open access bisa dilihat di website kami di jurnalkelapasawit.iopri.org tetapi jika ada yang ingin melakukan fotokopi lebih dari 10 halaman untuk koleksi terbitan sendiri kami langsung
mengarahkan ke bagian publikasi untuk melakukan pembelian. Untuk koleksi berbentuk online kami mengadopsi cc atau creative common by SA .
P : Bagaimana cara pihak Perpustakaan PPKS dalam memonitoring penggandaan koleksi di perpustakaan?
: Sebenarnya untuk kegiatan fotokopi seharusnya petugas perpustakaan yang bekerja di lantai 1 yang melakukannya. Tetapi, tidak semua petugas
perpustakaan melakukannya. Mereka membebaskan pemustaka untuk fotokopi sendiri ke koperasi.
P : Kalau untuk penggandaan koleksi untuk perpustakaan sendiri bagaimana pak?
: Kalau untuk penggandaan terbitan luar biasanya kami lakukan untuk back up.
Salinannya kami tampilkan untuk dipakai pemustaka dan yang aslinya kami simpan untuk back up.
P : Apakah perpustakaan memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan pengelolaan hak cipta?
: Pedoman yang digunakan berupa kebijakan yang tertuang dalam aturan dan tata tertib Perpustakaan Khusus PPKS, dengan memperhatikan UU No. 28 Tahun 2014 dan UU No. 43 Tahun 2007
P : Apakah perpustakaan meminta izin terlebih dahulu kepada pencipta jika melakukan penggandaan?
: meminta izin seperti apa ini?
P : kan kalau sesuai Undang-Undang pak perpustakaan diperbolehkan menyalin koleksi sebanyak 1 salinan untuk koleksi perpustakaan pak. Kalau
Perpustakaan PPKS menyalin lebih dari satu salinan, apakah Perpustakaan PPKS meminta izin terlebih dahulu kepada pencipta pak?
: kami hanya membuat satu salinan saja. Kalau pemustaka yang ingin memiliki atau menggandakan 1 buku itu diluar tanggung jawab kami.
P : apakah Perpustakaan PPKS melakukan perjanjian atau lisensi dengan penyedia informasi?
: PPKS termasuk penyedia informasi elektronik. Untuk tahun ini tidak ada.
Tetapi, tahun lalu PPKS bekerja sama dengan Science Direct dan memanfaatkan research gate , pertukaran. PPKS juga memanfaatkan database yang dilanggan oleh perpustakaan nasional dan para penyedia informasi online yang terpercaya lainnya.
P : kebijakan apa yang diambil perpustakaan jika mengetahui bilamana adanya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pegawai perpustakaan?
: Untuk saat ini tidak ada, karena tidak ada benturan kepentingan. Kita berfokus “apa yang kita dapatkan cukup”. Jadi untuk saat ini belum ada dan jangan sampai ada. Jika ada, kami akan menegur dengan keras. Dan dia harus mengembalikan salinan tersebut juga mengembalikan uang yang dia dapatkan dari menggandakan koleksi tersebut.
LAMPIRAN II
HASIL TRANSKIP WAWANCARA
2. Hasil Transkip Wawancara dengan Informan 2 Hari / Tanggal : Kamis, 29 Maret 2018
Waktu :10.46 Wib
Lokasi : Ruang Perpustakaan PPKS
Keterangan Informan 2 : Peneliti : P
P : Apakah perpustakaan PPKS memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan hak cipta, pak?
: untuk soal itu saya kurang tau, bisa ditanyakan lagi kepada Pak Harvano (kepala perpustakaan).
P : oh, baik pak. Ada gak pak peraturan yang mengatur tentang fotokopi koleksi di perpustakaan PPKS?
: peraturannya paling pengguna boleh memfotokopi 1 buku maksimal 10 lembar, itu berlaku untuk semua anggota.
P : Bagaimana alur yang diperbolehkan bagi pengguna untuk memfotokopi koleksi di Perpustakaan PPKS?
: ya, meninggalkan kartu member, izin terlebih dahulu kepada petugas yang ada, fotokopi maksimal 10 lembar, pemustaka dapat memfotokopi koleksi di koperasi. Kalau pemustaka ingin fotokopi diluar lingkungan PPKS harus meninggalkan KTP/member kalau mesin fotokopi di koperasi rusak.
P : apakah pemustaka dapat mengunduh jurnal yang dimiliki Perpustakaan PPKS dengan mudah?
: bisa kok, dapat diunduh secara fullteks karena kami sudah open acces.
P : apakah ada pengawasan terhadap pemustaka dalam menggunakan koleksi perpustakaan?
: maksudnya gimana ini?
P : Maksudnya pihak perpustakaan memerhatikan pemustaka gak pak dalam menggunakan koleksi perpustakaannya, apakah ditanya maksud dan tujuan penggunaan koleksinya atau gimana gitu pak?
: Biasanya lebih ke pemustakanya sih yang nanya ke petugas dan biasanya yang berkunjung ke sini sebagian besar untuk melakukan penelitian. Jadi, kami sudah tahu tujuan dia kesini untuk penelitian atau pendidikan.
P : oh gitu pak, bisa gak pak pemustaka melakukan fotokopi koleksi dari keseluruhan isi koleksi, pak?
: gak bisa, maksimal 10 lembar, kalau memang perlu 1 buku harus izin terlebih dahulu ke kepala perpustakaan.
P : apa yang dilakukan perpustakaan jika ada pemustaka yang ketahuan melakukan pelanggaran hak cipta dari koleksi Perpustakaan PPKS ?
: kurang tahu ya saya, soalnya belum ada kasus yang seperti itu sampai saat ini.
P : bagi pemustaka yang ingin menggandakan koleksi, apakah ditanyakan terlebih dahulu tujuan penggandaannya pak?
: penggandaan disini maksudnya fotokopi ya?
A : iya pak,
: pasti ditanyakan terlebih dahulu lah, tapi selama ini untuk penelitian, biasanya pemustaka kebanyakan dari golongan mahasiswa, jadi udah tau kegunaannya untuk apa.
P : apakah pemustaka yang ingin menggandakan koleksi perpustakaan harus mengisi form khusus terlebih dahulu pak?
: tidak ada form khusus
P : bagaimana pengelolaan hak cipta di Perpustakaan PPKS ?
: untuk pengadaan koleksi, penggandaannya paling banyak 1 ataupun 2 eksemplar saja. Untuk di cabang medan 1 dan di Siantar 1.
P : kalau gitu makasih pak udah mau diganggu bapaknya, kalau nanti saya ada pertanyaan tambahan boleh kan saya tanyakan kembali kepada bapak?
: iya kok boleh.
P : sekali lagi terimakasih banyak ya pak.
LAMPIRAN II
HASIL TRANSKIP WAWANCARA
3. Hasil Transkip Wawancara dengan Informan 3 Hari / Tanggal : Kamis, 29 Maret 2018
Waktu : 11.02 Wib
Lokasi : Ruang Alih Media
Keterangan Informan 3 : Peneliti : P
P : apakah perpustakaan PPKS memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan hak cipta?
: susah menjelaskannya saya, coba di konfirmasikan kembali ke Pak Harvano.
Karena masih belum jelas tentang hak cipta.
P : oh, ok pak baik. Ada gak pak peraturan yang mengatur tentang fotokopi koleksi di Perpustalaan PPKS?
: ada, dari segi fotokopi, tidak semua buku paling tidak beberapa lembar saja.
Paling tidak 1 artikel dari buku tersebut.
P : Bagaimana alur yang diperbolehkan bagi pengguna untuk memfotokopi koleksi di Perpustakaan PPKS?
: pertama, user mencari literatur. Lalu jelas dong user melakukan kontak atau komunikasi ke petugas, meminta izin terlebih dahulu. Lalu user diarahkan oleh petugas untuk memfotokopi koleksi di bagian koperasi.
P : usernya disini bisa siapa saja pak? Apakah anggota saja, atau pihak luar juga boleh pak?
: bebas, siapa saja boleh fotokopi asalkan izin terlebih dahulu.
P : apakah pemustaka dapat mengunduh jurnal yang dimiliki perpustakaan PPKS dengan mudah?
: sebenernya bisa, tapi ada batas-batas dalam mengunduhnya.
P : batas-batasnya apa saja tuh pak?
: untuk itu tanyakan lagi ke Pak Harvano ya
P : Baik pak. apakah ada pengawasan terhadap pemustaka dalam menggunakan koleksi perpustakaan?
: harus dong. Kalo gak nanti koleksinya hilang entah kemana-mana nanti.
Nanti jadi susah.
P : iya ya pak, hehe. Bisa gak pak pemustaka melakukan fotokopi koleksi dari keseluruhan isi koleksi?
: tergantung kebutuhan. Jika perlu ya diizinkan.
P : apa yang dilakukan perpustakaan jika ada pemustaka yang ketahuan melakukan pelanggaran hak cipta dari koleksi perpustakaan PPKS?
: ya pertama ditegur terlebih dahulu. Ditanya apa alasannya. Apakah sengaja atau tidak disengaja.
P : terus pak?
: selanjutnya dilihat dulu kasusnya bagaimana
P : oh, begitu pak. Lalu pak bagi pemustaka yang ingin menggandakan koleksi apakah ditanyakan terlebih dahulu tujuan penggandaannya?
: pasti ditanya. Apalagi kalau sampai puluhan atau sampai 1 buku. Pasti ditanya.
P : apakah pemustaka yang ingin menggandakan koleksi perpustakaan harus mengisi form khusus terlebih dahulu ?
: ada lah.
P : bagaimana pengelolaan hak cipta di Perpustakaan PPKS pak?
: Paling kita hanya melakukan pembatasan kepada pemustaka yang ingin memfotokopi koleksi saja.
P : kalau begitu sudah selesai pak wawancaranya. Terimakasih banyak ya pak atas waktu bapak.
LAMPIRAN II
HASIL TRANSKIP WAWANCARA
4. Hasil Transkip Wawancara dengan Informan 4 Hari / Tanggal : 5 April 2018
Waktu : 11.06 Wib
Lokasi : Ruang Perpustakaan PPKS
Keterangan Informan 4 : Peneliti : P
P : apakah perpustakaan PPKS memiliki pedoman khusus yang digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan hak cipta?
: kalau untuk hak cipta, punya perlindungan. KNAP salah satu perlindungan hak cipta kelapa sawit.
P : Adakah peraturan yang mengatur tentang fotokopi koleksi di Perpustakaan PPKS?
: kalau fotokopi ke koperasi, tidak di perpustakaan. Pengguna bebas mau fotokopi berapa banyak.
P : apakah ada batasan jumlah untuk fotokopi koleksi pak?
: Tidak ada batasan, bebas saja.
P : Bagaimana alur yang diperbolehkan bagi pengguna untuk memfotokopi koleksi di Perpustakaan PPKS?
: Langsung saja pengguna ke koperasi, sebelumnya ya minta izin terlebih dahulu yang mana yang mau di fotokopi.
P : Apakah pemustaka perpustakaan dapat mengunduh jurnal yang dimiliki perpustakaan PPKS dengan mudah?
: harus minta izin kepada peneliti, itu tidak sembarangan.
P : apakah ada pengawasan terhadap pemustaka dalam menggunakan koleksi perpustakaan?
: iyalah, kita harus memperhatikan pemustaka melalui pemakaian buku.
P : Bisakah pemustaka melakukan fotokopi koleksi dari keseluruhan isi koleksi?
: Kalau fotokopi 1 buku di kantor tidak bisa, satu buku ada yang 250 halaman, tidak mungkin semuanya di fotokopi, Biasanya pengguna cumin
memfotokopi yang mereka perlukan saja ke koperasi.
P : Apa yang dilakukan perpustakaan jika ada pemustaka yang ketahuan melakukan pelanggaran hak cipta dari koleksi Perpustakaan PPKS?
: Kami akan melakukan tuntutan hak cipta ke ranah hukum.
P : Bagi pemustaka yang ingin menggandakan koleksi, apakah ditanya terlebih dahulu tujuan penggandaannya?
: Biasanya pemustaka disini kebanyakan mahasiswa. Biasanya mahasiswa untuk penelitian, pengetahuan dan pendidikan. Untuk orang luar tidak bisa sembarangan dan ditanyakan.
P : Apakah pemustaka yang ingin menggandakan koleksi perpustakaan harus mengisi form khusus terlebih dahulu?
: Sepertinya tidak ada. Adanya mengisi buku tamu.
P : Pertanyaan terakhir pak, bagaimana pengelolaan hak cipta di Perpustakaan PPKS, pak?
: Nah, kalau itu saya kurang tahu, tanyakan kembali kepada Pak Harvano ya.
LAMPIRAN III
DAFTAR KOLEKSI PERPUSTAKAAN PPKS
No No Kelas
Menggunakan UDC
Keterangan Jumlah
Judul Eksemplar
1
000-099 Laporan tahunan, hasil penelitian pertanian,
1.988 1.988
2 100-199 Ilmu filsafat 6 6
3 200-299 Ilmu agama 20 20
4 300-399 Ilmu sosial 764 764
5 400-499
6 500-599 Ilmu
Tumbuh-Tumbuhan
1.373 1.746
7 600-699 Pertanian 4.396 4.492
8 700-799
9 800-899 sastra 7 7
10 900 Sejarah tanaman 15 15
11 Referensi Kamus, ensiklopedia 748 1.716