• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.4. Rasio Ketebalan Gastroderm dengan Ektoderm

Rasio ketebalan gastroderm dengan ektoderm pada akuarium 1 ( lampu

incandescent ) mengalami perubahan setelah diberikan perlakuan seperti terlihat

pada gambar 17 yang diolah dari lampiran 5. Individu 1 tidak didapatkan datanya karena mati pada d2. Rasio ketebalan gastroderm dengan ektoderm individu 2 bertambah dari 1,41 menjadi 3,22 atau sebesar 56,39% pada d3, kemudian berkurang dari 3,22 menjadi 1,40 atau berkurang sebesar 56,52% pada

d5. Rasio ketebalan g menjadi 1,63 atau ber 1,63 menjadi 1,16 ata gastroderm anemon p seperti terlihat pada g

Sum Gambar 17. N d Gambar 18. P s p Rasio ketebalan ga fluorescent ) mengala

pada gambar 19 yang dengan ektoderm indi

Bar 1 : 5 m

n gastroderm dengan ektoderm individu 3 berta ertambah sebesar 16,015% pada d3, kemudian tau berkurang 39,70% pada d5. Perubahan ke pada akuarium 1 dapat diamati pada preparat h

gambar 18.

umber : diolah dari lampiran 5.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm akuarium 1 ( lampu incande

Potongan melintang tentakel anemon ( H. malu

saat d-1 ( A ), saat d3 ( B ), dan saat d5 ( C ) d perbesaran objektif 10x.

gastroderm dengan ektoderm pada akuarium 2 lami perubahan setelah diberikan perlakuan sep ng diolah dari lampiran 6. Rasio ketebalan ga dividu 1 bertambah dari 1,27 menjadi 1,42 atau

Bar 1 : 5 m Bar 1 : 5 m rtambah dari 1,36 an berkurang dari ketebalan lapisan t histologis balan gastroderm descent ). alu ) akuarium 1 ) dengan 2 ( lampu seperti terlihat gastroderm tau sebesar

10,56% pada d3, kem pada d5. Rasio keteb 0,97 menjadi 1,36 ata menjadi 1,16 atau seb ektoderm individu 3 b d3, kemudian berkura Sum Gambar 19. N d Respon individu d sama. Ketiga individu terhadap ektoderm pa kembali pada d5 berk lapisan gastroderm an histologis seperti gam

mudian berkurang dari 1,42 menjadi 1,29 atau ebalan gastroderm dengan ektoderm individu 2 tau sebesar 28,68% pada d3 kemudian berkura ebesar 17,24% pada d5. Rasio ketebalan gastro 3 bertambah dari 1,23 menjadi 1,28 atau sebesa

rang dari 1,28 menjadi 0,97 atau sebesar 31,96

umber : diolah dari lampiran 6.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm akuarium 2 ( lampu fluoresc

di dalam akuarium 2 terhadap perlakuan yang idu mengalami peningkatan rasio ketebalan ga pada d3 berkisar antara 4,07%-28,68% dan ras rkisar antara 10,085%-31,96% pada d5. Perub anemon pada akuarium 2 dapat diamati pada pr

ambar 20 berikut. au sebesar10,08 % 2 bertambah dari rang dari1,36 troderm dengan sar 4,07% pada 96% pada d5. balan gastroderm escent ). g diberikan relatif gastroderm rasio berkurang ubahan ketebalan preparat

Gambar 20. P s p

Rasio ketebalan ga matahari ) mengalami gambar 21 yang diol dengan ektoderm seba individu berbeda-beda berkurang dari 1,45 m bertambah dari 1,17 m Sum Gambar 21. N d Rasio ketebalan ga menjadi 1,02 atau seb Bar 1

Potongan melintang tentakel anemon ( H. malu

saat d-1 ( A ), saat d3 ( B ), dan saat d5 ( C ) d perbesaran objektif 10x..

gastroderm dengan ektoderm pada akuarium ko mi perubahan setelah diberikan perlakuan seper iolah dari lampiran 7. Berubahnya rasio keteba bagai respon terhadap perlakuan yang diberika eda. Rasio ketebalan gastroderm dengan ektode menjadi 1,17 atau sebesar 23,93% pada d3, ke 7 menjadi 1,25 atau sebesar 6,4% pada d5.

umber : diolah dari lampiran 7.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm akuarium 3 ( cahaya mataha

gastroderm dengan ektoderm individu 2 berkur ebesar 54,90 % pada d3, kemudian berkurang d

1 : 5 m Bar 1 : 5 m Bar 1 : 5 m

alu ) akuarium 2 ) dengan

kontrol ( cahaya perti terlihat pada ebalan gastroderm ikan oleh tiap

derm individu 1 kemudian balan gastroderm hari ) urang dari 1,58 g dari 1,02

menjadi 0,84 atau seb ektoderm individu 3 b kemudian dari 1,25 m ketebalan lapisan gast preparat histologis sep

Gambar 22. P s p Hasil uji BNT ras selang kepercayan 95 antara ketiga akuarium ektoderm saat d-1 dap

Sum

Gambar 23. N d Bar 1 : 5 m

ebesar 21,43% pada d5. Rasio ketebalan gastro 3 bertambah dari 1,05 menjadi 1,25 atau sebesa

menjadi 0,81 atau sebesar 54,32% pada d5 Per astroderm anemon pada akuarium 3 dapat diam seperti terlihat pada gambar 22.

Potongan melintang tentakel anemon ( H. malu

saat d-1 ( A ), saat d3 ( B ), dan saat d5 ( C ) d perbesaran objektif 10x.

asio ketebalan gastroderm dengan ektoderm saa 95% menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan ium. Grafik hasil uji BNT rasio ketebalan gastr

apat dilihat pada gambar 23 yang diolah dari l

umber : diolah dari lampiran 10.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm pada setiap perlakuan saat d

B C

Bar 1 : 5 m troderm dengan sar 16% pada d3, erubahan mati pada alu ) akuarium 3 dengan saat d-1 pada n yang nyata stroderm dengan lampiran 10. balan gastroderm t d-1. Bar 1 : 5 m

Hasil uji BNT rasi selang kepercayan 95 antara ketiga akuarium ektoderm saat d3 dapa

Sum

Gambar 24. N d

Hasil uji BNT ras selang kepercayan 95 antara ketiga Akuariu ektoderm saat d5 dapa

Sum

Gambar 25. N d

4.1.5. Mitotik indeks

sio ketebalan gastroderm dengan ektoderm saa 95% menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan ium. Grafik hasil uji BNT rasio ketebalan gastro apat dilihat pada gambar 24 yang diolah dari la

umber : diolah dari lampiran 10.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm pada setiap perlakuan saat d

asio ketebalan gastroderm dengan ektoderm saa 95% menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rium. Grafik hasil uji BNT rasio ketebalan gastr apat dilihat pada gambar 25 yang diolah dari la

umber : diolah dari lampiran 10.

Nilai rata-rata dan standard error rasio keteba dengan ektoderm pada setiap perlakuan saat d

eks aat d3 pada n yang nyata troderm dengan lampiran 10. balan gastroderm t d3. saat d5 pada n yang nyata stroderm dengan lampiran10. balan gastroderm t d5.

Pembelahan mitos memiliki pola yang ce zooxanthellae akuariu tertinggi terjadi pada Pembelahan yang terj terjadi pada d2 h9 seb dilihat pada gambar

Sumber

Gambar 26. N a

Pembelahan mitos memiliki pola yang be d3h9 sebesar 40,91%.

flourecent ) berkisar a

dapat dilihat pada gam

osis zooxanthellae pada akuarium 1 ( lampu inc

cenderung sama pada tiap individu. Mitotik in rium 1 berkisar antara 0,041-0,44. Puncak pem a d1h1, yaitu pada 1 jam setelah diberikan perl erjadi sebesar 77,27%. Puncak pembelahan pad

ebesar 56%. Mitotik indeks zooxanthellae aku r 26 yang diolah dari lampiran1.

er : diolah dari lampiran 1.

Nilai rata-rata dan standarderror mitotik ind akuarium 1 ( lampu incandescent ).

osis zooxantellae pada akuarium 2 ( lampu fluo

berbeda pada tiap individu. Puncak tertinggi t %. Mitotik indeks zooxanthellae pada akuarium r antara 0,03-0,37. Mitotik indeks zooxanthella ambar 27 yang diolah dari lampiran 1.

incandescent )

indeks embelahan erlakuan.

ada hari ke dua kuarium 1 dapat ndeks pada luorescent ) i terjadi pada ium 2 ( lampu llae akuarium 2

Sumber

Gambar 27. N a

Pembelahan mitos memiliki pola yang ce tertinggi terjadi pada hari ke dua terjadi pad akuarium 3 ( cahaya m zooxanthellae akuariu lampiran 1.

Sumber

er : diolah dari lampiran 1.

Nilai rata-rata dan standarderror mitotik inde akuarium 2 ( lampu flourescent ).

osis zooxantellae pada akuarium 3 ( cahaya ma cenderung sama pada tiap individu. Puncak pe

a d1h1 sebesar 83,14%. Puncak pembelahan te ada d2h9 sebesar 82,09%. Mitotik indeks zoox a matahari ) berkisar antara 0,05-0,39. Mitotik i rium 3 dapat dilihat pada gambar 28 yang diol

er : diolah dari lampiran 1.

deks pada atahari ) pembelahan tertinggi pada ooxanthellae pada ik indeks iolah dari

Gambar 28. N a

Hasil uji terhadap menggunakan uji BNT berbeda nyata karena mitotik indeks zooxan dari lampiran 9. Su Gambar 29. N z Hasil uji BNT ( P< menunjukkan bahwa : incandescent berbeda

nyata dengan kontrol;

fluorescent berbeda n

nyata dengan kontrol; berbeda nyata dengan perlakuan lampu fluor

Nilai rata-rata dan standarderror mitotik inde akuarium 3 ( cahaya matahari ).

p mitotik indeks zooxanthellae pada saat d-1 de NT ( P<0,05 ) menunjukkan bahwa ketiga aku na belum diberikan perlakuan. Grafik hasil uji B

anthellae saat d-1 dapat dilihat pada gambar 2

Sumber : diolah dari lampiran 9.

Nilai rata-rata dan standard error pada mitotik zooxanthellae pada setiap perlakuan saat d-1.

P<0,05 ) terhadap mitotik indeks zooxanthellae

a : mitotik indeks zooxanthellae pada perlakuan da nyata dengan perlakuan lampu flourescent d

; mitotik indeks zooxanthellae pada perlakuan nyata dengan perlakuan lampu incandescent d

; dan mitotik indeks zooxanthellae pada akua an perlakuan lampu incandescent dan berbeda n

uorescent. Hal ini terjadi karena perbedaan ritm

deks pada dengan kuarium tidak ji BNTpada r 29 yang diolah tik indeks lae saat d1h0 uan lampu dan berbeda an lampu dan berbeda uarium kontrol a nyata dengan itme biologis pada

ketiga akuarium terse saat d1h0 dapat diliha

Sum

Gambar 30. N z

Hasil uji terhadap menggunakan uji BNT zooxantellae pada per lampu incandescent d mitotik indeks zooxan dari lampiran 9.

Sum

sebut. Grafik hasil uji BNT pada mitotik indek ihat pada gambar 30 yang diolah dari lampiran

umber : diolah dari lampiran 9.

Nilai rata-rata dan standard error pada mitotik zooxanthellae pada setiap perlakuan saat d1h0

p mitotik indeks zooxanthellae pada saat d1h1 NT ( P<0,05 ) menunjukkan bahwa mitotik ind

erlakuan lampu fluorescent berbeda nyata deng dan berbeda nyata dengan kontrol. Grafik has anthellae saat d1h1 dapat dilihat pada gambar

umber : diolah dari lampiran 9.

eks zooxanthellae ran 9. k indeks h0. 1 dengan indeks ngan perlakuan asil uji BNT pada ar 31 yang diolah

Gambar 31. N z

Hasil uji terhadap menggunakan uji BNT berbeda nyata. Grafik dapat dilihat pada gam

Sum

Gambar 32. N z

Hasil uji terhadap menggunakan uji BNT zooxantellae pada per lampu incandescent d d1h6 merupakan punc indeks akuarium 1 da indeks zooxanthellae lampiran 9.

Nilai rata-rata dan standard error pada mitotik zooxanthellae pada setiap perlakuan saat d1h1

p mitotik indeks zooxanthellae pada saat d1h3 NT ( P<0,05 ) menunjukkan bahwa ketiga perl fik hasil uji BNT pada mitotik indeks zooxanthe

Dokumen terkait