'
:
1,5 ' ' ' 0,5 p(a) sistem struktur
(b) garis pengaruh Q1
�
(c) garis pengaruh M11
1,0 1,0 (d) garis pengaruh QII
GAMBAR 9. 1 0 Struktur Contoh Soal 9.1
Penyelesaian
Model struktur jembatan seperti dalam gambar
(b),
dan oleh karena tidak ada gaya horizontal,RAH
=0.
Untuk garis pengaruhRAV'
dapat dikerjakanP
=1
satuan gaya di atas balok. Untuk0
:5x
:52L,
diperolehdan untuk
2L < x
:53L,
dipunyaiL - x
RAv
=3L - x
RAv
=(9.27)
(9.28)
Garis pengaruh
MI
disusun dengan melihat ke sebelah kiri dari badan bebas potongan. Untuk0
:5x
:5t
L, diperolehMI
=RAv · �- (�- X) (9.29)
dan untuk
t L
:5x
:53L,
diperoleh(9.30)
Garis pengaruh
RAv
danM1
ditunjukkan dalam Gambar9.11.
Sekarang dengan memperlihatkan garis pengaruhRAV'
gaya ini akan bernilai positif untuk bebanq0
yang bekerja sepanjang segmenAB,
st:hinggaR�v
=(1XLX!)(q0)
=!q0L
dan akan bemilai negatif jika
q0
bekerja sepanjang segmenBC,
sehinggaRAv
={2L)(-1X!Xqo)
=-qoL
(9.31)
(9.32)
BAB 9 GARIS PENGARUH
q
(a)
sistem struktur jembatan A I B L s c (b) model L (c) badan bebas Rei· Rsv 165(d) garis pengaruh RAv
(e) garis pengaruh M1
GAMBAR 9. 1 1 Struktur Contoh 9.2
Perletakan di
A
harus mampu memikul gaya tekan sebesar-!q0L,
dan tarik sebesarq0L.
Seterusnya, momen
M1
akan bemilai positif jikaq0
bekerja padaAB,
dan besamya adalahM7 = (L){+tL){tXqo) = +tq0L2
(9.33)Nilai negatif untuk
M1
diperoleh jikaq0
bekerja pada bentangBC,
sebesarM] = {2L){--!L){t)(q0) = --!q0L2
(9.34)Dengan demikian, penampang I harus mampu menahan momen bolak-balik sebesar
+t q0L 2
dan
--!q0L2
sebagai momen negatif, selain gaya dalam lintang tentunya.CONTOH 9 . 3 : Dengan menggunakan garis pengaruh, hitunglah momen pada penampang tengah bentang balok sederhana akibat beban segitiga pada separuh bentang dalam struktur Gambar 9.12.
Penyelesaian
Dengan menggunakan gambar
(b),
diperoleh garis pengaruhRAv
sebagaiL - x
166
RAv
t
RAv
t
MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANALISIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKA
QI
RBv
t
GAMBAR 9. 1 2 Struktur Contoh 9.3
(a) sistern struktur
(b) badan bebas keseluruhan
I
(c) badan bebas potongan
(d) garis pengaruh
M1
(e) penggunaan garis pengaruh untul< beban segitiga
M1
Dari gambar
(c),
dapat diperolehM1 =
RAv
· -(1{
- X)
=�
;0
< X < L
-- 2 (9.36)
dengan bentuk dalam Persamaan
(9.34)
telah digunakan. Garis pengaruh M1 dapat saja dilengkapi untuk domainL/2
:5: x :5:L,
namun sebenamya dalam pertanyaan soal, ini tidak dibutuhkan karena beban hanya bekerja dalam domain0
:5: x :5:L/2.
Gambar
9.12e
memperlihatkan penggunaan garis pengaruh M1 untuk kasus beban segitiga. Untuk ini diperolehDengan demikian untuk seluruh beban segitiga dalam domain
0
< x :5: menjadi�
ill[ r
MI
= J (
+J (
-�) }�
=312 qJ}
0 L/4
(9.37)
(9.38)
CONTOH 9 . 4 : Sistem struktur balok kantilever dengan bentang
L = 5
meter, dilintasi oleh gaya luar statis sebesarP
=10
Newton. Tentukan letak bebanP
yang memberikan nilai reaksi perletakan maksimum dari ujung jepitA.
Berapa besar masing masing reaksi maksimum tersebut?BAB 9 GARIS PENGARUH
Penyelesaian
Dengan
P
=1
yang. bekerja sejarakx
dari ujung A dari Gambar9.13b
diperolehMA =
p .
X = XRAV =
-P
=-1 (9.39)
Garis pengaruh MA dan RAv menurut Persamaan
(9.39)
diberikan dalam Gambar9.13c
dan9.13d.
Untuk nilai MA yang maksimum, ordinat garis pengaruh MA maksimum di titikB,
jadiP
=10
Newton bekerja diB
untuk MA maksimum senilaimaksimum MA =
(L)(P)
=(5
m)(lO Newton) =50
N m(9.40)
Garis pengaruh RAv bemilai konstan, yang berarti bahwa nilai RAv tetap untuk
P
bekerja di mana saja di atas balok kantilever, dengan nilaimaksimum RAv =
(-1)(P)
=(-1)(10
l':e\••ton) =-10
NX
z t'--- L = S m
-RBv
(a)
struktur(b) badan bebas total
L (c) garis pengaruh
MA
1
(d) garis pengaruhRAv
GAMBAR 9. 1 3 Struktur, Contoh 9.4
(9.41)
CONTOH 9.5: Suatu balok seperti Gambar
9.14a
berukuranb
xh
=0,4
m x0,6
m, dengan bentangL
=10
meter, dilintasi oleh beban luar sebesarP
=50
Newton yang bergerak. Hitunglah nilai momen maksimum yang bekerja di tengah balok, dan di mana bebanP
bekerja untuk nilai momen maksimum tersebut? Bobot sendiri balok diambil25
Newton/m3.Penyelesaian
Kita ingin menggunakan garis pengaruh untuk menentukan besar
Mr
pada tengah ben tang akibat beban luarP,
termasuk akibat bobot sendiri. Bobot sendiri balok berupa gaya merata sebesar.168 MEKANIKA TEKNII<: STATIKA DALAM ANALISIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKA y
P = 50 N
c D
(a) sistem struktur
jL-2 m --,1"---6 m 2 m --;;>j
x 1 N
(b) badan bebas total
l Rev
(c) badan bebas potongan
+1
(d) garis pengaruh MT q0 = 6 N/m
(e) peletakan beban
GAMBAR 9. 1 4 Struktur, Contoh 9.5
Dengan menggunakan badan bebas total dalam gambar
b,
diperoleh1
RAv = -f<8 -x) (9.43)
Penggunaan badan bebas potongan dalam gambar e memberikan garis pengaruh
My
sebagaiX
My = 2 -1 0
:5 X :55
= _2
+4 5
m :5x
:510
m(9.44)
2
yang telah memanfaatkan Persamaan
(9.43).
Gambar garis pengaruhMy
diberikan dalam gambard,
yang siap digunakan untuk menghitung reaksiMT.
Perhatikan bahwa bobot sendiri bekerja secara tetap untuk seluruh bentang. Jadi misalnya, bobot sendiri bagianAB
dan CD meredusir momenMy
akibat bobot sendiri, yaituMy =
2 X[ (% -1)
x X6
N m= 15
N m(9.45)
Akibat
P = 50
N momen maksimumMy
akan dihasilkan jikaP
bekerja di tengah balok, jadi+
3
My = 2
x50
N m= 75
N m(9.46)
Momen total ma�imum menjadi
BAB 9 GARIS PENGARUH 169
Sebagai tambahan, momen MT minimum jika
P
bekerja di titik A dan D, jadiM:y = (-1) x 50 N m = -50 N m (9.47) yang menghasilkan minimum MT = 15 N m - 50 N m = -35 Nm (9.48)
9.8 RANGKUMAN
:·::·:.:.::•:•:•: ... :;.:;:··· ·•·•·•·..:··· ···•·•···•··· :•:.:::···
9.9 SOAL-SOAL
(:/.:::::•:::::::::::::::::::. } ..... ..::·:{ / ··· ···> ··· ? ······
··· ···• ··· ·
•·•·•·•·•· Dalam soal-soal berikut ini, kita hanya akan menyusun garis pengaruh gaya atau reaksi, untuk sistem struktur yang statis tentu. Dengan demikian, dimintakan untuk melakukan peninjauan ketidaktentuan statis struktur terlebih dahulu. Penyusunan garis pengaruh dilanjutkan untuk sistem struktur yang stabil dan statis tentu.Besaran gaya maupun ukuran dalam soal-soal, tentunya menggunakan sistem satuan tertentu. Namun, untuk kesederhanaan, satuan tersebut tidak perlu dituliskan, asal diingat bahwa besaran tersebut dapat disertakan kemudian. Misalnya, penulisan
P
= 1, hendaknya tidak perlu dipandang sebagai suatu kejanggalan, karena kita tahu bahwa gayaP
tersebut mengandung satuan gaya, apakah itu kN, kgf, dan lain-lain. Demikian juga untuk besaran lainnya Garak, momen, gaya lintang, normal, dan lain-lain).Soal 9.1: Tetapkan serta susun garis pengaruh gaya dalam (momen lentur dan gaya lintang) potongan tengah ben tang D, terhadap gaya yang bekerja di atas bentang AB C. Apakah lentur maksimum dan lintang maksimum di potongan D merupakan gaya reaksi yang harus koresponden (merupakan akibat dari beban dan lokasi pembebanan yang sama)? Jelaskan alasan Saudara. Lihat Gambar 9.15 untuk penjelasan.
X
D--1 p
,B c- -- -�- -- - -- -�
170 MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANALISIS STRUKTUR BERBENTUK ·RANGKA
Soal 9.2: Gaya terpusat P = 1 kN bekerja di
Y
atas bentang ABCD struktur dalam Gambar 9.16. Gambarkan garis peng aruh reaksi perletakan A dan reaksi sendi B, serta gunakan garis peng aruh tersebut untuk menentukan nilai
maksimum masing-masing reaksi untuk P = 10 kN dan
L
= 5 meter.Soal 9.3:
Soal 9.4:
Untuk gaya yang beke�a pada b entang BCDE struktur dalam Gambar 9.17, susun dan gambarkan garis pengaruh reaksi perletakan di B dan A serta momen lentur balok BD pada penampang di atas C. Tentukan nilai maksimum ketiga reaksi tersebut untuk P = 10 kN dan
L
= 6 m.Untuk beban luar yang bekerja di atas y bentang A hingga F struktur balok menerus dalam Gambar 9.18, susun dan gambarkan garis pengaruh reaksi di A dan momen lentur di atas perletakan B. Hitung nilai ekstrim (maksimum dan minimum) kedua reaksi tersebut untuk P = 10 kN dan
L
= 5 m.Soal 9.5: Beban luar bekerja pada bentang EBCF dari struktur dalam Gambar 9.19. Tentukan garis pengaruh dari momen lentur ujung B dari bentang BC serta reaksi rol di D. Gunakan garis pengaruh tersebut untuk menghitung nilai ekstrim kedua reaksi yang dimintakan, akibat beban merata q0 = 1 kN/m yang bekerja dengan bentang variabel di sepanjang lintasan EBCF, dan
L
= 5 m.GAMBAR 9. 1 6 Struktur Soal 9.2
GAMBAR 9. 1 7 Struktur Soal 9.3
A B E F
"---L -f-.L +---2 L -+-.L +-2 L ----71
GAMBAR 9. 1 8 Struktur Soal 9.4
!L--L L L �
GAMBAR 9. 1 9 Struktur Soal 9.5
T
Ll
T
Ll
Soal 9.6: Untuk struktur rangka sederhana dalam Gambar 9.20, gaya terpusat bekerja pada titik-titik simpul batang tepi bawah A, C, E, G, dan I. Susunlah garis pengaruh reaksi perletakan rol A, serta gaya reaksi batang CF. Gunakanlah garis pengaruh tersebut untuk menghitung reaksi rol dan gaya batang CF akibat gaya vertikal (ke bawah) sebesar 20 kN di E dan 30 kN di I, untuk
L
= 3 m.BAB 9 GARIS PENGARUH
GAMBAR 9.20 Struktur Soal 9.6
I
2LE G
t'- L --,f-- L --t- L --+--- L ----,!
171
Soal 9.7: Gaya luar bekerja pada titik-titik buhul batang tepi bawah sistem struktur rangka
sederhana menerus atas tiga perletakan seperti dalam Gambar 9.21. Gambarkanlah
garis pengaruh untuk reaksi rol A, sendi B, dan batang BD, untuk digunakan
menghitung reaksi tersebut akibat gaya vertikal ke bawah sebesar 100 kN di titik D,
untuk
H
=L
= 3 m.Soal 9.8: Pelengkung paruh lingkaran beradius R = 6 m dalam Gambar 9.22, mendapat beban luar yang bekerja sepanjang pelengkung. Gambarkanlah garis pengaruh dari reaksi
rol di B dan momen lentur di puncak C, untuk digunakan menghitung besar kedua
reaksi tersebut akibat berat sendiri pelengkung q0 = 1 kN per satuan panjang
pelengkung,. Bandingkan bentuk garis pengaruh yang diperoleh dalam soal ini dengan
garis pengaruh yang diperoleh untuk balok lurus dengan bentang yang sama. Berikan komentar Saudara mengenai ini.
y
JL-- L -T- L -+--- L ---,iL- L L L --,1
GAMBAR 9.21 Struktur Soal 9.7
172 MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANALISIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKA
GAMBAR 9.23 Struktur Soal 9.9
Soal 9.9: Lakukanlah hal yang sama dengan Soal 9.8 untuk pelengkung parabola dalam Gambar 9.23, dengan f =
t L, L
= 10 m, dan q0 = 1 kN per satuan panjang pelengkung. Soal 9.10: Pelengkung tiga sendi berbentuk lingkaran dengan radiusR
= 6 m, memikul strukturjembatan dengan sistem yang diidealisasi seperti dalam Gambar 9.24. Gambarkanlah garis pengaruh untuk gaya reaksi sendi A dan engsel E, untuk digunakan menghitung besar reaksi tersebut akibat berat sendiri lantai jembatan
FHJ
sebesar q0 =25 kN
per satuan panjang (dalam meter), merata sepanjang lantai jembatan.= 1 ton
1 0. 1 U M U M
Dalam beberapa bab terdahulu, telah disajikan perhitungan gaya-gaya reaksi sistem struktur akibat gaya luar, yang dilakukan dengan cara statika. Sejauh ini, penentuan gaya reaksi batang dan reaksi perletakan dilakukan secara manual (dengan tangan) berdasarkan peninjauan kriteria keseimbangan badan bebas keseluruhan ataupun badan bebas parsial (sebagian) dari sistem struktur. Kita melihat bahwa reaksi perletakan ditentukan dengan meninjau keseimbangan badan bebas keseluruhan struktur. Gaya reaksi batang ditentukan dengan meninjau keseimbangan badan bebas parsial yang diperoleh dengan melakukan pemotongan fiktif yang memunculkan reaksi batang yang diminati dan yang ingin dihitung.
Cara-cara perhitungan manual tersebut di atas boleh jadi masih cukup sederhana dan praktis dilakukan atas sistem struktur yang masih sederhana dan relatif kecil, misalnya yang terdiri dari jumlah batang dan titik simpul yang relatif sedikit, dengan sudut orientasi batang yang relatif mudah dihitung. Cara-cara di atas akan segera terbukti kurang praktis diterapkan untuk sistem struktur yang relatif besar dan rumit. Masalah yang muncul pertama adalah dalam aspek ketelitian perhitungan. Kesalahan penerapan kriteria keseimbangan dalam satu badan bebas, akan dapat merambat ke perhitungan keseimbangan badan bebas bersebelahan. Masalah yang kedua, adalah kenyataan bahwa perhitungan semacam itu akan sangat tergantung kepada geometri (bentuk) struktur; yang memang pada umumnya hanya akan cocok dilakukan secara manual (tangan). Pengambilan badan bebas yang taktis dan segera menghasilkan penentuan nilai beberapa komponen reaksi, dilakukan berdasarkan pengamatan. Masalah berikutnya adalah bahwa perhitungan dengan cara yang demikian akan memakan waktu yang
relatif lama.
Tersedianya komputer sebagai alat ban tu hitung berkapasitas tinggi, cepat, teliti serta andal, dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala-kendala yang telah dipaparkan di atas. Analisis statika dapat dituangkan dalam algoritma perhitungan yang lebih standar, dan kemudian
174 MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANALISIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKA
dituangkan dalam suatu program analisis yang dapat dieksekusi oleh komputer. Formulasi
analisis perlu dituangkan dalam formulasi matriks, karena penyajian semacam ini sangat cocok
untuk dieksekusi oleh komputer. Bab ini membahas perumusan matriks untuk analisis struktur, hanya dibatasi untuk kasus rangka sendi bidang saja.