Dalam pembahasan yang lalu, telah diutarakan bahwa sifat khas pelengkung adalah sifat kerja sama ragam lentur dan aksial dalam memikul beban luar lateral. Contoh berikut akan
9.4 SISTEM STRUKTUR DENGAN BE BAN TERDISTRIBUSI
BAB 9 GARIS PENGARUH
155
(3)
D enga n m emp erha tikan muncul -tidak nya gaya sa tua n ters ebu t pada bada n b ebas ya ng d itinjau (apakah variab el x mas uk k e dalam doma in bada n b ebas , a tau tidak), terapka n kr iteria k es eimba ngan untuk m endapa tkan ekspr esi r eaksi ya ng d ita nyak an s eba ga i fu ngsi dar i var iab el lokas i.(4)
D enga n m emas ukkan n ilai va riab el pada b eb erapa titik p enolo ng s ecukup nya , garis p engar uh r eaks i y ang d ip er tanyaka n, dapa t di gamba rka n dan s iap untuk d igunakan dalamterapan.
M enarik untuk m eliha t bahwa gar is p en garuh m er upakan b ent uk fungsi tini er (dalam var iab el l etak gaya luar P = 1 to n) dalam param eter s umb u aksia l ba tang. D enga n d em ik ia n, b idan g p engar uh r eaks i mom en pal ing tinggi adalah b erb entuk l ini er. In i m ema ng har us d emik ia n, kar ena gaya l uar ya ng ki ta k erjaka n b er upa gaya terp usa t. Ha l ini tel ah dibahas s ecara ri nci dalam Pasal 6.7.
9.4 SISTEM STRUKTUR DENGAN BE BAN TERDISTRIBUSI
Dalam bahasa n pasal -pasal s eb el um nya , telah d isa jika n p eny us una n garis p engar uh s ua tu gaya r eaksi , y ang dapa t d igu naka n un tuk m en en tuka n b es arnya r eaksi ters eb ut akiba t gaya luar b er upa b eba n terpusa t ya ng b ek erja m eli ntas di a tas s truk tur. Pasal i ni ak an m en unjukka n bahwa gar is p engar uh ju ga dapa t di gunaka n un tuk m enentukan b esamya r eaksi ter ten tu, akiba t b eba n luar terdis trib us i ya ng b ek erja s ecara tetap ma up un yan g b ek erja d en gan l etak ya ng
variab el (a tau , m eli ntas di a tas s tr uk tur).
Untuk i tu, tin ja ul ah s ua tu sis tem s tr uk tur balok s ed erha na , d enga n b eba n terd is trib usi q b ek erja s epa njan g s ubdomain a $; x
$; b,
s ep er ti dalam Gambar9.4.
B eban la teral ters ebu t dapa t d ipanda ng s eba gai p erjuml aha n dari b eban dif er ensial s ejarak � dari ti tik A, s epa nja ng d if er ensialgaris aks ial d� s eb esar
dP = q(�)d �
(9.5)
(a) sistem strukur
(b) badan struktur
(c) garis pengaruh RAv
156
MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANAUSIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKABeban diferensial ini menimbulkan reaksi vertikal di
A
sebesarL-.; L-.; ( )
dRAv
== .; dg (9.6)
yang dapat diperoleh dengan menggunakan garis pengaruh akibat beban
dP
=1
ton di lokasi�-
Reaksi total akibat beban terdistribusi yang bekerja pada domain a:s;
x:s;
b, dapat dihitung dengan jalan integrasi Persamaan(9.6),
yaitub L-.;
RAv
=fdRAv = - (9.7)
a
Jika bentuk garis pengaruh reaksi
RAv
dalam Gambar9.4c
dikalikan dengan intensitasq(S)
dinyatakan dengan
i(�)
=maka bentuk dalam
(9.7)
dapat dituliskan dalamb
RAv = fi(.;)q(.;)d.;
a
(9.8)
(9.9)
Menurut matematika, bentuk semacam ini dapat diintegrasikan untuk beberapa bentuk garis pengaruh dan
q(�)
dalam domaina < .; < b.
Dalam rumus,b
Iq
= f i( .;)q( .;)d.; (9.10)
a
dengan Iq adalah luas fungsi
i@q(�)
di bawah domaina :s; � :s; b.
Bentnk integrasi dalam Persamaan(9.10)
untuk beberapa kasus fungsii(�)
danq(�
disajikan dalam Tabel9.1.
Tentu saja, nilaiq
untuk beban merata, konstan dimana-mana. Ini berarti bahwa, untuk beban merata
q@
=q0
yang bekerja pada domain a
:s; .; :s;
b, nilai gaya reaksiRAv
total adalah luas permukaan terarsir diui bidang garis pengarUh pada domain tersebut, dikalikan denganq0.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tintuk semua gaya luar, baik terpusat maupun terdistribusi, tetap maupun bergerak, konsep garis pengaruh dimana dikerjakan gaya luar
b
BAB 9 GARIS PENGARUH 157
X
(a)
sistem strukurL L
2 ---,1-'---2 ---,1
(b) garis pengaruh Q1
(c) garis pengaruh M1
GAMBAR 9.5 Garis Pengaruh Gaya Dalam Balok Sederhana Dengan Beban Merata
terpusat sebesar satu satuan gaya, di atas sistem struktur pada lokasi yang variabel, selalu dapat diterapkan. Itulah alasannya, mengapa dalam perkenalan konsep garis pengaruh dalam bab ini, secara apriori ditinjau gaya terpusat sebesar satu satuan gaya.
Sebagai contoh, garis pengaruh diterapkan untuk menghitung reaksi gaya lintang dan momen pada tengah ben tang balok sederhana akibat beban merata
q@
=q0
yang bekerja di atas bentang penuh balok, seperti dalam Gambar9.5.
Garis pengaruh reaksi lintangQ1
dan momenM1 pada tampang tengah bentang
(x = L/
2), disusun dan digambarkan sebagaimana telah dipaparkan dalam pasal terdahulu, yang disajikan dalam Gambar9.5b
dan9.5c.
Dengan demikian, nilai totalQ1
danM1
akibat beban merata penuh bentang diperoleh dengan mengalikanq0
dengan luas bidang
garis pengaruh kedua gaya dalam tersebut, untuk seluruh domain0 :5: x :5: L,
yaituQI = qO
X[(t)
X(-t)
X(t) + t
X(t)
X(t)] = 0
M1 = q0
X[f
X(--!)
X(t)] = -tq0L2'
_Hasil ini sama dengan nilai yang telah diperoleh dalam Persamaan (6.22) dari Bab 6.
(9.11)
Untuk beban merata
q0
sepanjang paroh ben tang terhitung dari perletakanA,
garis pengaruh dalam Gambar9.5
juga dapat digunakan untuk menghitungQ1
danM1
sebesarQ1
=q0
X[t
X(-t)
X(!)] = -iq0L
M1 = q0
X[f
X(-t)
X(!)] = -ft;q0L2
9.5 GARIS PENGARUH PADA STRUKTUR BALOK MENERUS
(9.12)
Pada dasamya, penyusunan garis pengaruh reaksi struktur balok menerus secara prinsip tidak berbeda dengan kasus pada balok sederhana, kecuali munculnya sedikit kerumitan akibat interaksi antara segmen balok yang saling menyambung. Sekedar satu contoh, tinjaulah struktur balok menerus seperti terlihat dalam Gambar
9.6.
Perhatikan bahwa segmenABS
adalah segmen158
MEKANIKA TEKNIK: STA TIKA DALAM ANA LIS IS STRUKTUR BERBENTUK RANGKAturnpangan, dan se segmen penumpang. Selama beban berjalan di atas
ABS,
tidak akan ada reaksi pada segmenSC.
Dengan demikian, untuk0
�x
�2L,
berlakuL-x
RAv =
-y-x
RBv = I
Rev = 0
(9.13)
Untuk
2L
� X �3L,
diperoleh dari badan beban se hubunganX - 2L
Rev =
sementara dari bagian kiri diperoleh
3L - x
Rsv =
3L - x
= -Rsv = L
_2R
_6L - 2x
- SV - L
(9.14)
(9.15)
Berdasarkan
{9.13), (9.14),
dan(9.15),
dapat digambarkan garis pengaruhRAV' R8v,
danRev
yang disajikan dalam Gambar
9.6d
hingga9.6f
Untuk momen gaya dalam di atas tumpuanB,
L X 1.0 B s -L P = 1
RBv Rsv
XI .
'Rsv
RBv
c(a)
sistem strukur!
P = 1(b) badan bebas
lRcv
(c) badan bebas potongan
(d) garis pengaruh
RAv
(e) garis pengaruh
R8v
1.0 (f) garis pengaruh Rev
{g) garis pengaruh M1
BAB 9 GARIS PENGARUH
badan bebas dalam Gambar
9o6c
dapat digunakan untuk menyusun garis pengaruh yang bersangkutano Untuk0 :5 x :5 L,
diperolehM1
= RAv 0 L
-(L
-x) = 0 (9o16)
dan
MI
= RAV 0 L (9017)
untuk
x � L.
Gambar garis pengaruh MI terlihat dalam Gambar9o6go
9.6
GARIS PENGARUH PADA STRUKTUR RANGKA SEDERHANA
Penyusunan garis pengaruh pada struktur rangka sederhana, perlu dilakukan dengan memperhatikan letak kerja beban bergerak. Sebagai contoh, untuk kasus rangka jembatan, perlu diketahui apakah sistem jembatan berlantai di atas atau di bawah, seperti dalam Gambar
9070
, Untuk konstruksi kap atas, lazimnya dalam praktek, beban diletakkan pada titik buhul tepi atas, sekalipun beban plafon bekerja pada titik tepi bawah. Cara pendekatan seperti ini masih memberikan hasil yang cukup baik serta memuaskano
Beban yang bekerja pada lantai jembatan disalurkan lewat gelagar memanjang ke gelagar melintang yang kemudian meneruskannya ke titik buhul. Beban atap disalu:rkan kaso ke gording yang kemudian meneruskannya ke titik buhul. Dengan demikian, dalam peninjauan beban bergerak, sebenamya hanya diperlukan adanya beban terpusat pada titik buhul; dalam perkataan lain, lokasi pada titik diskrit. Namun, orang sudah terbiasa menggambarkan garis pengaruh dalam sistem rangka sederhana, dengan gambar yang meneruso
Jantai (atas) - - - -�- 0
T
itl
lantai (bawah) (a) jembatan160
MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANAUSIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKASebagai contoh, tinjaulah sistem struktur rangka jembatan berlantai atas seperti dalam Gambar
9080
BebanP
sebesar satu satuan gaya dijalankan pada titik buhul tepi ataso Dengan menggunakan badan bebas keseluruhan, diperoleh garis pengaruhL - x
RAv =
X
Rav = I (9018)
yang berlaku untuk seluruh bentango Sekarang; misalnya diinginkan untuk menyusun garis pengaruh untuk gaya dalam
51, 52,
dan53
pada potongan 1-1. Untuk domain0 � x � 2A,
kitamenggunakan badan bebas kanan,
--l:M0 = 0 --+ -$1
°A + R8v
o4A = 0
--+S1 = 4R8v
l:Fy = o --+ s2 Co5 45° + Rav = o --+ 52 = -R8v .fi
l:Mc = 0 --+ s3 0 A + RBV 0 3A = 0 --+ $3 = -3 RBV (9o19)
Untuk domain
3A � x � 6A, P = 1
ton bekerja di sebelah kanan, sehingga supaya lebih sederhana, kita pilih badan bebas sebelah kiri, untuk menurunkan persamaan keseimbanganl:M0 = o --+ -RAv 0 2A + S1
°A = o --+ S1 = 2RAv
l:Fy = 0 --+ +RAv - S2
cos45° = 0 --+ S2 = RAv .fi (9o20)
l:Mc = 0 --+ -RAv 0 3A -S3 0 A = 0 --+ S3 = -3RAv
Untuk
P = 1
yang bekerja pada potongan, yaitu2A � x � 3A,
pengaruh dari adanyaP
diwakili oleh gaya yang dihitung seperti dalam Gambar
9o8Co
Dengan tetap melihat badan bebas sebelah kiri, namun dengan dimasukkan pengaruh langsung dariP,
yaitu gaya sebesar3A -
XA
diperoleh= 0 --+ +RAv - S2
cos45° - x = 0 --+ S2 = [ RAv - 3A A- x ]-fi
= 0 --+ -R AV 0 3A. -
s3 0 A + 3A A
- X0 A - 0 --+
- s3 =
-3R + AV 3A -
XA
(9021)
Hasil dalam Persamaan
(9o19), (9o20),
dan(9o21)
dapat digambarkan sesuai dengan domain masing-masing yang berlakuo Khusus unttikS2,
danS31
faktor koreksi akibat beradanyaP = 1
langsung di atas bentang
2A. � x � 3A.,
diberikan oleh suku3A x
dengan gambar terarsir dalam Gambar
9o8o
Sekarang, seandainya diinginkan menyusun garis pengaruh untuk
S 4
batang vertikal dalam Gambar9o8ao
Ini dilakukan dengan melakukan potongan melaluiS4,
yaitu potongan 11-11 dalam gambaroUntuk
0 � x � A.,
digunakan badan bebas kanan untuk memberikanl:Fy = 0 --+ -54 + R8v = 0 --+ 54 = RBV (9o22)
...---..
Untuk
A � x � 2A.,
digunakan badan bebas kiri dengan gaya koreksi akibat adanyaP
langsung di atas badan bebaso2A -
X2A -
XBAB 9 GARIS PENGARUH 161
Sedangkan untuk 21.. ::;; x ::;; 61.., tetap digunakan badan bebas kiri, namun beban P sebesar
x tidak lagi muncul di atas badan bebas, sehingga 54 ==
-RAV
Gambar garis pengaruh 54 disajikan dalam Gambar
9.9.
T
Al
T
Al
T
Al
3..1. - x 3..1. - x P = lW
= l � (x - 2A.) x - 2..1. B RavGAMBAR 9.8 Garis Pengaruh Pada Sistem Rangka Sederhana
(9.24)
(a) struktur
(b) potongan
(c) untuk P pada potongan
162 MEKANIKA TEKNIK: STATIKA DALAM ANAUSIS STRUKTUR BERBENTUK RANGKA I 1 2 0 I . I ...
9.7 CONTOH PENERAPAN
(d) garis pengaruh GAMBAR 9.8 (Lanjutan) I..{2 1
- - - - I - - - ---1 3.0 -garis pengaruh R8v garis pengaruh 52 1 garis pengaruh 53CONTOH 9. 1 : Suatu balok menerus dengan overhang sebesar sepertiga panjang
L =
6 meter, dimaksudkan untuk memikul beban keran sebesar20
ton (termasuk peralatan tambahan), di atas bentang balok. Ingin diketahui besar geser dan momen maksimum pada tampang di atas rol, sebagai data yang diperlukan dalam perencanaan.Penyelesaian
Kita mengetahui bahwa nilai momen unik pada tampang tepat di atas rol, tetapi geser tidak. Untuk itu, khusus untuk geser, diambil dua potongan, satu di sebelah kiri, satu di sebelah kanan di dekat rol. Garis pengaruh
Ml' Ql'
danQn
terlihat dalam Gambar9.10
yang disusun berdasarkan persamaan:X
Qr = - L'
M1 = 0
BAB 9 GARIS PENGARUH (b) O :!> x :!> U (a) 2A :!> x :!> 6}. a tau 2A :!> x :!> 6;.
--GAMBAR 9.9 Garis Pengaruh Untuk Gaya Batang Vertikal
untuk selang
0
$; x $;iL,
danQr = L'
- XMr
= x -L'
Qn = -1
untuk selang
iL
< x $;L,
dengan L · =-!L
I
-. I
-- -- -1
163
(9.26)
Dengan menggunakan gambar garis pengaruh, diketahui bahwa
Q1
maksimum jika bekerja sedikit di sebelah kiri rolB,
sehinggaQ1
max =(-1,0)(20t) = -20
tonMomen
Mr
maksimum jikaP
bekerja di ujung balokC,
dengan nilaiMr
max =( -� )p
=( -�m)2ot)
=-40
ton mAkhimya, geser/lintang