METODE PENELITIAN
H. Prosedur Penelitian
1. Refleksi Awal
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas dan observasi di kelas V A SD Negeri 10 Kesiman tahun pelajaran 2013/2014, diketahui aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa masih rendah. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil
wawancara, dimana fakta mengenai prestasi belajar siswa yang dilihat dari nilai rata-rata kelas untuk mata pelajaran matematika pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, menunjukkan masih berada di bawah standar KKM yang ditetapkan, dimana pencapaian rata-rata nilai prestasi siswa yang masih kurang dari 75 yaitu 68,88, ketuntasan belajar (KB) di bawah 85% yaitu hanya 66%, dan daya serap (DS) juga di bawah 80% yaitu hanya 69%. Disamping itu dari hasil pengamatan kegiatan pembelajaran, ternyata guru dominan menggunakan metode ceramah, kegiatan pembelajaran lebih berpusat pada guru, dalam menjelaskan materi, guru jarang menggunakan alat peraga. Selain itu juga, guru tidak memberikan aplikasi materi pembelajaran secara langsung dengan kehidupan sehari-hari supaya siswa mudah memahami materi yang diajarkan. Sementara siswa hanya mencatat yang di tulis guru di papan tulis, tanpa ada aktivitas yang membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa menjadi kurang konsentrasi, sering bermain dengan temannya, siswa tidak berani menanyakan langsung kepada guru apabila ada materi yang belum
dipahami, sehingga dari tingkah laku siswa terlihat bahwa siswa bosan mengikuti pelajaran.
Melihat persoalan tersebut, maka salah satu implementasi pembelajaran yang diduga mampu mengatasi persoalan tersebut adalah dengan
mengimplementasikan Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajaran Kontekstual (CTL) adalah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima, dan mereka menangkap makna dalam soal-soal
sekolah sehingga mereka bisa mengkaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya.
2. Siklus I
Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan rincian 2 kali pertemuan untuk pelaksanaan tindakan yaitu pertemuan 1 penyampaian materi tentang sifat-sifat kubus, pertemuan 2 penyampaian materi tentang menemukan rumus luas permukaan dan volume kubus, dan 1 kali pertemuan untuk tes prestasi belajar. Langkah-langkah pelaksanaan untuk setiap siklus terdiri dari tiga tahap, yaitu: perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi.
a. Perencanaan Tindakan
Sesuai permasalahan yang muncul pada refleksi awal maka akan diterapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan bantuan alat peraga. Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam siklus ini yaitu (1) menentukan dan menyiapkan materi pelajaran yang akan disampaikan; (2) menyiapkan alat peraga yang berbentuk kubus; (3) menyiapkan instrumen penelitian berupa (a) Program Satuan Pembelajaran (PSP); (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada langkah-langkah CTL; (c) Lembar Kerja Siswa (LKS); (d) alat evaluasi untuk siklus I (tes prestasi belajar) yang berupa tes bentuk obyektif dan uraian; (e) lembar observasi aktivitas belajar siswa; (f) lembar observasi
keterlaksanaan pembelajaran; dan (g) buku untuk catatan lapangan.
b. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Berdasarkan perencanaan tindakan di atas pada tahap ini peneliti
dengan bantuan alat peraga. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut.
1) Pertemuan I
Langkah-Langkah Pembelajaran untuk Pertemuan I pada Siklus I
No.
Tahapan dan komponen
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Pendahuluan
1) Mengabsen siswa
2) Memberikan pengarahan kepada siswa tentang model CTL 3) Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa 1) Mendengarkan guru melakukan absen
2) Mendengarkan arahan dari guru
3) Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan 2. Kegiatan Inti 4) Guru memberikan
masalah nyata untuk menggali pengetahuan siswa dengan mencari contoh benda-benda yang berbentuk kubus 5) Guru memberikan
stimulus agar siswa mengungkapkan apa yang ada dipikiran siswa mengenai benda-benda yang berbentuk kubus
6) Guru menyadarkan siswa untuk
menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar
7) Guru mengarahkan siswa dalam
menemukan konsep berdasarkan alat peraga 8) Guru menyuruh siswa
menyajikan hasil observasinya pada teman sekelas 9) Guru membimbing
siswa jika ada yang
4) Mencari contoh benda-benda yang berbentuk kubus yang ada disekitarnya
5) Mengungkapkan apa yang ada dipikiran mengenai benda-benda yang berbentuk kubus
6) Menerapkan strategi sendiri dalam belajar
7) Menemukan konsep berdasarkan alat peraga yang berbentuk kubus 8) Menyajikan hasil
observasinya pada teman sekelas
9) Meneliti kesalahan dan terus memperbaiki
melakukan kesalahan dan terus memotivasi siswa untuk memperbaiki kesalahannya 10) Guru menggali pemahaman siswa dengan cara mengadakan tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi yang dibahas
11) Guru mendorong siswa untuk lebih banyak bertanya tentang materi yang dibahas
12) Guru membagi siswa ke dalam kelompok heterogen yang
anggotanya 4 sampai 5 orang
13) Guru menjelaskan kegiatan siswa yaitu secara berkelompok siswa melakukan eksplorasi untuk
menemukan pemecahan masalah dari materi yang dibahas
14) Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan model bangun ruang kubus 15) Guru menggunakan alat
peraga untuk
menanamkan konsep dan pemecahan masalah
16) Guru meminta masing-masing perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya dengan memperagakan kembali model bangun ruang
kesalahannya
10) Bertanya untuk
mengetahui hal-hal yang belum dimahami
mengenai materi yang dibahas
11) Lebih banyak bertanya tentang materi yang dibahas 12) Membentuk kelompok heterogen yang anggotanya 4 sampai 5 orang 13) Mendengarkan penjelasan guru dalam berdiskusi dikelompok
14) Menerima LKS yang diberikan guru dan model bangun ruang kubus
15) Mendengarkan penjelasan guru dengan alat peraga
16) Masing-masing perwakilan kelompok menyampaikan hasil
kubus dan balok di depan kelas
diskusinya dengan memperagakan kembali model bangun ruang kubus di depan kelas 3. Penutup 17) Guru menyuruh siswa
menanyakan materi yang belum dimengerti. 18) Guru membibing siswa
untuk membuat kesimpulan dan merangkum materi yang telah dipelajari. 19) Guru memberikan
penilaian terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan oleh perwakilan masing-masing kelompok 20) Guru memberikan LKS
untuk dikerjakan siswa untuk mengetahui pemahaman siswa 21) Guru memberikan PR
mengenai materi yang telah dibahas
17) Menanyakan materi yang belum dimengerti.
18) Membuat kesimpulan dan merangkum materi yang telah dipelajari.
19) Mendengarkan penilaian guru terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan oleh perwakilan masing-masing kelompok 20) Menerima LKS yang diberikan guru 21) Mencatat PR mengenai materi yang telah dibahas
2) Pertemuan II
Langkah-langkah Pembelajaran untuk Pertemuan II pada Siklus I
No.
Tahapan dan komponen
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Pendahuluan
1) Mengabsen siswa
2) Memberikan pengarahan kepada siswa tentang model CTL 3) Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa 1) Mendengarkan guru melakukan absen
2) Mendengarkan arahan dari guru
3) Mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan 2. Kegiatan Inti 4) Guru memberikan
masalah nyata untuk menggali pengetahuan siswa tentang luas permukaan dan voleme
4) Mendengarkan arahan guru tentang luas permukaan dan voleme bangun ruang kubus
bangun ruang kubus 5) Guru memberikan
stimulus agar siswa mengungkapkan apa yang ada dipikiran siswa mengenai luas permukaan dan voleme bangun ruang kubus 6) Guru menyadarkan
siswa untuk
menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar
7) Guru mengarahkan siswa dalam
menemukan konsep berdasarkan alat peraga 8) Guru menyuruh siswa
menyajikan hasil observasinya pada teman sekelas 9) Guru membimbing
siswa jika ada yang melakukan kesalahan dan terus memotivasi siswa untuk memperbaiki kesalahannya 10) Guru menggali pemahaman siswa dengan cara mengadakan tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi yang dibahas
11) Guru mendorong siswa untuk lebih banyak bertanya tentang materi yang dibahas
12) Guru membagi siswa ke dalam kelompok heterogen yang
anggotanya 4 sampai 5 orang
13) Guru menjelaskan
5) Mengungkapkan apa yang ada dipikiran mengenai luas permukaan dan voleme bangun ruang kubus
6) Menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar
7) Menemukan konsep berdasarkan alat peraga yang berbentuk kubus
8) Menyajikan hasil
observasinya pada teman sekelas
9) Meneliti kesalahan dan terus memperbaiki kesalahannya
10) Bertanya untuk
mengetahui hal-hal yang belum dimahami
mengenai materi yang dibahas
11) Lebih banyak bertanya tentang materi yang dibahas
12) Membentuk kelompok heterogen yang
anggotanya 4 sampai 5 orang
kegiatan siswa yaitu secara berkelompok siswa melakukan eksplorasi untuk
menemukan pemecahan masalah dari materi yang dibahas
14) Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan model bangun ruang kubus 15) Guru menggunakan alat
peraga untuk
menanamkan konsep dan pemecahan masalah
16) Guru meminta masing-masing perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya dengan memperagakan kembali model bangun ruang kubus dan balok di depan kelas
13) Mendengarkan penjelasan guru dalam berdiskusi dikelompok
14) Menerima dan
mengerjakan LKS yang diberikan guru dan model bangun ruang kubus
15) Mendengarkan penjelasan guru dalam menggunakan alat peraga 16) Masing-masing perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya dengan memperagakan kembali model bangun ruang kubus di depan kelas 3. Penutup 17) Guru menyuruh siswa
menanyakan materi yang belum dimengerti. 18) Guru membibing siswa
untuk membuat kesimpulan dan merangkum materi yang telah dipelajari. 19) Guru memberikan
penilaian terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan oleh perwakilan masing-masing kelompok 20) Guru memberikan LKS
untuk dikerjakan siswa untuk mengetahui pemahaman siswa 21) Guru memberikan PR
mengenai materi yang telah dibahas
17) Menanyakan materi yang belum dimengerti.
18) Membuat kesimpulan dan merangkum materi yang telah dipelajari.
19) Mendengarkan penilaian guru terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan oleh perwakilan masing-masing kelompok 20) Menerima LKS yang
diberikan guru dan mengerjakannya 21) Mencatat PR mengenai
Selama pelaksanaan tindakan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua, dilakukan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan dengan mengamati aktivitas belajar siswa dan keterlaksanaan pembelajaran
berdasarkan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan alat peraga yang dilakukan guru. Dalam observasi peneliti meminta bantuan kepada dua orang teman sejawat dan seorang guru kelas untuk mengamati jalannya proses
pembelajaran secara keseluruhan, serta mengamati kendala yang nampak selama proses pembelajaran sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Hasil observasi dicatat pada lembar observasi aktivitas belajar siswa, lembar keterlaksanaan pembelajaran, dan buku catatan lapangan.