• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Penelitian

3. Refleksi

Refleksi merupakan tahap dimana peneliti melakukan kajian keberhasilan dan kegagalan atas tindakan yang telah dilakukan. Tahap ini juga dilakukan untuk memahami sejauh mana layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan perencanaan karier siswa. Guna melihat pengaruh tersebut peneliti menggunakan skala yang berfungsi sebagai post-test.

F. Skenario Siklus

Skenario siklus yang dilakukan dalam penelitian ini dijabarkan dalam skenario sebagai berikut:

44

1. Perencanaan

a. Mengidentifikasi masalah yang akan menjadi topik yang perlu perhatian khusus dan merupakan topik penelitian ini.

b. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), peneliti dan guru pembimbing berkolaborasi merancang RPL. RPL sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan layanan di kelas, di dalam RPL terdapat juga rancangan kegiatan bimbingan kelompok teknik diskusi.

c. Guru pembimbing dan peneliti sependapat, jika topik atau tema diskusi dipilih dan dikembangkan berdasarkan masa perkembangan karier subjek, yakni masa tentatif terutama tahap minat dan kapasitas. d. Menyiapkan sarana dan media yang akan digunakan dalam layanan,

dalam hal ini peneliti mempersiapkan sarana yang berfungsi untuk pelengkap kegiatan layanan.

e. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian, yaitu pedoman observasi untuk merekam proses tindakan.

2. Tindakan dan Observasi

a. Guru pembimbing membuka kegiatan dengan doa dan memberi salam.

b. Guru pembimbing memberikan salah satu pengantar topik atau tema diskusi yang dipilih dan dikembangkan dari minat dan kapasitas yakni: 1) Pemahaman diri tentang potensi, minat, dan kepribadian, 2) mengenal sekolah lanjutan, dan 3) mengenal perguruan tinggi.

45

c. Jika dilanjutkan pada siklus kedua, topik yang dipilih guru pembimbing dan peneliti yaitu: 1) mengenal dunia kerja, 2) merencanakan karier melalui analisis SWOT, dan 3) perencanaan karier untuk kesuksesan masa depan

d. Siswa diberikan kasus atau tugas berdasarkan topik, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses tindakan.

e. Guru pembimbing memilih pemimpin diskusi, serta membagi kelas dalam 4 (empat) kelompok dengan jumlah anggota delapan siswa. f. Kelompok diberi waktu 15 hingga 20 menit untuk berdiskusi.

g. Setelah diskusi selesai, perwakilan kelompok mempresentasikan di hadapan kelompok besar. Siswa dari kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat.

h. Penutupan, siswa diminta untuk mengungkapkan manfaat yang didapatkan setelah diberi tindakan.

i. Guru pembimbing memberikan motivasi.

j. Proses kegiatan ditutup dengan doa bersama dan salam.

Pengamatan dalam proses kegiatan diskusi dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan teknik diskusi, serta bahan pertimbangan dalam refleksi. Kegiatan observasi ini mempunyai dua tujuan, yaitu (1) mengetahui kesesuaian tindakan dengan rencana tindakan, (2) melihat seberapa besar keberhasilan teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa.

46 3. Refleksi

Kegiatan refleksi dilakukan peneliti sesudah melakukan tindakan. Guru pembimbing dengan peneliti melakukan diskusi dan mengevaluasi tindakan dalam proses layanan. Hasil evaluasi dikaji dan direnungkan kembali kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya. Jika masih ditemukan masalah atau hambatan sehingga tujuan penelitan belum tercapai, maka akan dilakukan langkah perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus kedua.

G. Kriteria Keberhasilan

Bimbingan kelompok teknik diskusi dilakukan untuk meningkatan kemampuan perencanaan karier di SMP Negeri 3 Kebumen. Teknik diskusi yang dilakukan dalam kelompok kecil diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman mengenai bagaimana cara merencanakan karier yang efektif. Menentukan keberhasilan bimbingan kelompok teknik diskusi, maka peneliti menentukan beberapa kriteria keberhasilan yaitu:

1. Adanya peningkatan skor yang diperoleh siswa dengan membandingkan skor sebelum pelaksanaan bimbingan kelompok teknik diskusi, pada saat siklus pertama, dan setelah siklus kedua.

2. Nilai atau skor siswa yang diperoleh dari skala perencanaan karier siswa rata-rata berada pada kriteria tinggi atau sebesar 114 poin lebih.

47

H. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara (Sugiyono, 2013:224). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut:

1. Skala

Skala merupakan salah satu alat untuk memahami individu secara tes untuk mengungkap suatu tingkah laku ataupun sikap. Penelitian ini menggunakan skala perencanaan karier untuk mengukur sejauh mana peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana cara merencanakan karier yang benar setelah melakukan bimbingan kelompok teknik diskusi.

Skala diberikan sebelum pelaksanaan bimbingan kelompok untuk mengukur kemampuan perencanaan karier awal siswa. Pelaksanaan bimbingan kelompok teknik diskusi siklus I digunakan untuk mengetahui perbandingan kemampuan perencanaan karier dan pelaksanaan bimbingan kelompok siklus II digunakan untuk mengetahui peningkatan perencanaan karier siswa.

Penelitian ini menggunakan angket dalam check list, sebuah daftar. Skala yang disusun dalam penelitian ini menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu: sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan

48

sangat tidak sesuai (STS). Subjek diminta memilih salah satu alternatif jawaban sesuai dengan keadaan subjek yang benar.

Skor yang digunakan dalam rencana penelitian ini disediakan empat alternatif pilihan jawaban untuk setiap item mempunyai nilai terdiri dari 4 sampai dengan 1, mulai dari sangat sesuai (4) sampai dengan sangat tidak sesuai (1). Pertanyaan favorable (item pernyataan yang mendukung obyek yang ingin diukur) bergerak dari 4, 3, 2, 1 dan bila unfavorable (item pertanyaan tidak mendukung obyek yang ingin diukur) bergerak dari 1, 2, 3, dan 4. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1. Skor Jawaban Responden terhadap Instrumen

No Alternatif Jawaban Skor Jawaban

Favorable Unfavorable

1 Sangat Sesuai 4 1

2 Sesuai 3 2

3 Tidak Sesuai 2 3

4 Sangat Tidak Sesuai 1 4

2. Observasi

Jonathan Sarwono (2006:224) menyatakan bahwa ―kegiatan observasi meliputi: melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku objek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan‖. Observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tindakan yang dilaksanakan. Diskusi kelompok yang

49

dilakukan apakah sudah tepat dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah.

3. Wawancara

Menurut Sudaryono G. Margono dan Wardani Rahayu (2013:35)

―wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya‖. Wawancara dilakukan apabila ingin mendapatkan informasi secara mendalam mengenai keadaan sumber. Pertanyaan dalam wawancara bisa mencakup fakta, data, pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi, atau evaluasi sumber.

Penelitian ini, wawancara merupakan metode pengumpulan data pendukung. Wawancara dilakukan pada saat refleksi setelah siklus II berakhir. Wawancara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perasaan dan pengetahuan siswa mengenai masalah perencanaan karier. Wawancara akan ditujukan langsung kepada beberapa subjek penelitian setelah bimbingan kelompok teknik diskusi dilakukan.

I. Instrumen Penelitian

1. Skala

Menutur Sugiyono (2013:93) ―skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial‖. Berkaitan dengan sikap dalam penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Menggunakan skala likert, maka variabel yang

50

akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan.

Skala dalam penelitian diberikan pada siswa dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan perencanaan karier sebelum maupun setelah dilakukan tindakan. Langkah-langkah untuk membuat skala kemampuan perencanaan karier adalah sebagai berikut:

a. Kisi-kisi Skala Kemampuan Perencanaan Karier

Kisi-kisi skala kemampuan perencanaan karier dibuat berdasarkan definisi operasional yang telah dikemukakan di atas. Adapun kisi-kisi skala perencanaan karier dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. Kisi-kisi Skala Perencanaan Karier

Variabel Aspek Indikator

Perencanaan Karier

1. Pemahaman Diri a. Mengetahui bakat yang dimiliki b. Mengetahui minat yang dimiliki c. Mampu menilai kemampuan

akademik

d. Mengetahui sifat-sifat kepribadian yang mempunyai relevansi terhadap partisipasi dalam karier

e. Mengetahui kelebihan dan kelemahan yang dimiliki f. Memiliki cita-cita masa depan 2. Kemampuan

mengumpulkan informasi tentang dunia kerja

a. Mengetahui informasi dan

persyaratan dalam suatu pekerjaan b. Mengetahui jenis-jenis pekerjaan 3. Kemampuan

memilih tujuan karier yang diinginkan

a. Mengetahui kemungkinan pekerjaan yang sesuai dengan keadaan dirinya b. Memiliki kemampuan merencanakan

51

b. Penyusunan Item Skala berdasarkan Kisi-kisi

Sistem penilaian ini menggunakan pengukuran dengan skala

likert. Saifuddin Azwar (2015:72) menyatakan bahwa ―respon terhadap skala psikologi, diberi skor melalui proses penskalaan (scaling). Pemberian skor setiap respon positif terhadap aitem favorabel (positif) akan diberi bobot yang lebih tinggi daripada respon negatif. Sebaliknya untuk aitem unfavorabel, respon positif akan diberi skor yang bobotnya lebih rendah daripada respon negatif‖.

2. Pedoman Observasi

Observasi atau yang biasa disebut pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (Suharsimi Arikunto, 2002:133). Observasi yang dilakukan untuk memperoleh data tentang proses pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi yang diberikan dalam peningkatan kemampuan perencanaan karier siswa pada setiap siklus tindakan. (Pedoman terlampir).

3. Pedoman Wawancara

Menurut Sugiyono (2013:137) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam, dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan cara tanya-jawab lisan yang dilakukan secara sistematis guna mencapai tujuan penelitian. Wawancara digunakan dalam penelitian ini bertujuan

52

untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik diskusi yang diberikan dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier pada siswa. (Pedoman terlampir).

J. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

1. Uji Validitas Instrumen

Validitas berkenaan dengan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai (Nana Sudjana, 2009:13). Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono, 2013:121).

Validitas yang peneliti gunakan adalah validitas isi (content validity). Menurut Sugiyono (2007:352) untuk menguji validitas isi maka dapat digunakan pendapat dari ahli (experts judgment). Cara menggunakan validitas isi ialah dengan membandingkan antara isi skala dengan kisi-kisi skala. Pada kisi-kisi terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolok ukur dan item merupakan penjabaran dari indikator, agar uji validitas dapat dilakukan dengan mudah dan sistematis. Expert judgment yang menjadi penguji validitas isi skala adalah dosen pembimbing, dosen pembimbing memiliki keahlian dalam bidang bimbingan karier.

Angket diujicobakan kepada subjek uji coba terlebih dahulu. Adapun subjek yang diambil adalah 30 siswa kelas VIII G di SMP Negeri 3 Kebumen. Uji coba instrumen ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas

53

dari tiap-tiap butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian diuji validitasnya menggunakan program SPSS.

Adapun untuk mengetahui dari tiap-tiap butir pernyataan dapat menggunakan rumus product moment sebagai berikut:

r

xy=

Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y

N = Jumlah responden

x

= Sigma atau jumlah X (skor butir)

∑X2

= Sigma X kuadrat

∑y = Sigma Y (skor total) ∑y2

= Sigma Y kuadrat

∑XY= Jumlah perkalian antara X dan Y

Apabila hasil perhitungan koefisien rxy≥ p, maka butir pernyataan dari instrumen dikatakan valid, sebaliknya jika rxy< p, maka butir

pernyataan dari instrumen dikatakan tidak valid. Item-item yang valid digunakan dalam penelitian. Menurut Cronbach (Saifuddin Azwar, 2015:143) koefisien validitas yang berkisaran 0.3 sampai dengan 0.5 telah dapat memberikan kontribusi yang baik. Dengan demikian, semua pernyataan yang memiliki korelasi dengan koefisien kurang dari 0.3 harus disisihkan dan pernyataan-pernyataan yang diikuti dalam angket

54

kemampuan perencanaan karier ini adalah yang memiliki koefisien korelasi > 0.3.

Hasil pengujian validitas mendapatkan koefisien korelasi product moment pada beberapa pernyataan antara -0.072—0.207 para item pernyataan 15, 24, 26, 30, dan 36. Perolehan kurang dari 0.3 menandakan item bersangkutan gugur. Sedangkan untuk pernyataan lainnya mendapatkan koefisien korelasi antara 0.367—0.693, menunjukan lebih dari 0.3 yang berarti valid atau memiliki ketepatan dan kecermatan dalam fungsi ukurnya (Saifuddin Azwar, 2012:173).

Hasil pengujian dengan program SPSS didapatkan dari 43 butir soal terdapat 38 butir soal yang dinyatakan valid dengan p ≥ 0.361 dan 5 butir

soal yang dinyatakan gugur dengan p ≤ 0.361.

Adapun rangkuman item yang valid dan gugur tercantum dapat dilihat pada tabel berikut:

55

Tabel 3. Rangkuman Item Sahih dan Item Gugur

Variabel Indikator Deskriptor No. Item

Semula No Item Sahih No Item Gugur Perencana an Karier

Pemahaman Diri a. Mengetahui bakat yang dimiliki

1, 2, 3, 4, 5

1, 2, 3, 4,

5

b. Mengetahui minat yang

dimiliki 7, 8 7, 8 c. Mampu menilai kemampuan akademik 6, 9, 10, 11 6, 9, 10, 11 d. Mengetahui sifat-sifat

kepribadian yang mempunyai relevansi terhadap partisipasi dalam karier 12, 13, 14, 15, 16, 17 12, 13, 14, 16, 17 15 e. Mengetahui kelebihan

dan kelemahan yang dimiliki

18, 19, 23, 24

18, 19,

23 24

f. Memiliki cita-cita masa

depan 20, 21, 22, 25 20, 21, 22, 25 Kemampuan mengumpulkan informasi tentang dunia kerja a. Mengetahui informasi

dan persyaratan dalam suatu pekerjaan 26, 27, 28, 31, 32 27, 28, 31, 32 26 b. Mengetahui jenis-jenis pekerjaan 29, 30, 33, 34, 37 29, 33, 34, 37 30 Kemampuan memilih tujuan karier yang diinginkan a. Mengetahui

kemungkinan pekerjaan yang sesuai dengan keadaan dirinya 35, 36, 38, 39 35, 38, 39 36 b. Memiliki kemampuan

merencanakan masa depan

40, 41, 42, 43

40, 41,

42, 43

Jumlah 43 38 5

2. Uji Reliabilitas Instrumen

Menurut Sugiyono (2011:173) mendefinisikan ―instrumen

reliabilitas adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk

mengukur objek yang sama akan menghasilkan hasil yang sama‖.

56

Apabila data tersebut memang sesuai dengan kenyataan, maka berapa kali pun diambil akan sama.

Pada penelitian ini menggunakan reliabilitas internal dalam menguji sebuah instrumen penelitian yang berupa angket perencanaan karier, peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach. Uji reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan. Hal ini disebabkan bentuk pernyataan berdasarkan model skala likert yang penyekorannya 4, 3, 2, dan 1 bagi pernyataan yang bersifat positif dan sebaliknya 1, 2, 3, dan 4 bagi pernyataan yang bersifat negatif.

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:239) rumus alpha cronbach

adalah sebagai berikut:

Keterangan

r11

: reliabilitas instrumen k : banyaknya butir pernyataan

∑α : jumlah varians butir

σ : varian total

Menurut Saifuddin Azwar (2015:112) reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berkisar antara 0 sampai dengan 1.00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1.00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 (nol), berarti semakin rendah reliabilitasnya. Setelah dilakukan olah data dari 43 item, diketahui estimasi reliabilitas adalah 0,903 yang berarti dapat dikatakan reliabel.

57

K. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kuantatif merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik (Sugiyono, 2013:147). Untuk mengetahui tingkat perencanaan karier dengan instrumen skala, maka penentuan kategori kecenderungan dari tiap-tiap variabel didasarkan pada norma atau ketentuan kategori. Menurut Saifuddin Azwar (2015:149-150) kategori tersebut diklasifikasikan sebagai berikut:

1. (Skor terendah) sampai dengan (M-1 SD) = Rendah

2. (M-1 SD) sampai dengan (M+1 SD) = Sedang

3. (M+1 SD) sampai dengan (skor tertinggi) = Tinggi

Selanjutnya kategori tersebut disusun dan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Adapun langkah-langkah penghitungan sebelum kategorisasi menurut Saifuddin Azwar (2012:149) adalah sebagai berikut:

1. Menentukan skor tertinggi dan terendah Skor tertinggi = 4 x jumlah item

Skor terendah = 1 x jumlah item 2. Menghitung mean ideal (M)

M = (skor tertinggi + skor terendah) 3. Menghitung standar deviasi (SD)

58

Selanjutnya kategori perencanaan karier tersebut akan disusun dan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Adapun langkah-langkah penyusunannya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan skor tertinggi dan terendah

Skalaberisi 38 pernyataan yang masing-masing memiliki skor maksimal 4 dan skor minimal 1, sehingga total skor maksimalnya adalah 38 x 4 = 152, dan skor minimalnya adalah 38 x 1 = 38.

2. Menentukan rata-rata skor ideal (M) ½ (skor tertinggi + skor terendah) ½ (152 + 38) = 95.

3. Menghitung standar deviasi (SD) 1/6 (skor tertinggi – skor terendah) 1/6 (152 - 38) = 19.

Skor perencanaan karier siswa dapat dikategorisasikan sesuai kurva normal menjadi tiga kelompok dengan interval dalam tabel berikut.

Tabel 4. Kategorisasi Skor Skala Kemampuan Perencanaan Karier

Kategori Interval Skor Interval

Rendah X > M - 1 SD Di bawah 76

Sedang M –1 SD ≤ x ≤ M + 1 SD 76 – 114

Tinggi X < M + 1 SD Di atas 114

Analisis data secara deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini adalah memberikan penjelasan data kuantitatif secara detail yaitu dengan membandingkan hasil skor pengisian skala sebelum tindakan dan setelah tindakan yang diperoleh subjek. Serta menjelaskan kondisi-kondisi lain yang

59

terjadi selama proses pemberian tindakan. Perpaduan kuantitatif dan kualitatif, sebagai yang utama digunakan kuantitatif untuk melihat terjadinya peningkatan dan kualitatif untuk membantu menceritakan proses tindakan. Dengan demikian dapat diketahui adanya peningkatan kemampuan perencanaan karier pada siswa kelas VIII H di SMP Negeri 3 Kebumen.

60 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kebumen yang beralamat di Jalan Siswondo Parman nomer 3 Kebumen, merupakan sekolah adiwiyata di Kabupaten Kebumen. SMP Negeri 3 Kebumen menempati lokasi yang cukup strategis karena mudah dijangkau oleh siswa dan berada di kompleks perkantoran pemerintah dan instansi pendidikan lainnya.

Sekolah ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar. SMP Negeri 3 Kebumen memiliki laboratorium komputer, biologi, bahasa, musik, mushola, perpustakaan, koperasi, dan hot spot area. Sekolah ini juga memiliki lapangan yang cukup luas sebagai sarana untuk berolahraga, upacara, dan kegiatan ekstrakulikuler. Sarana di atas cukup baik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Sekolah ini termasuk salah satu sekolah favorit di Kabupaten Kebumen. Hal ini terbukti pada saat penerimaan siswa baru, SMP Negeri 3 Kebumen selalu memiliki banyak peminat dan standar nilai yang tinggi untuk masuk sebagai siswa di sekolah ini. Jumlah siswa saat ini yaitu sekitar 768, dan jumlah guru sebanyak 46 didukung dengan 20 karyawan.

Keadaan sekolah tampak bersih dan juga didukung keberadaan banyak tempat sampah, sehingga siswa tidak kesulitan dalam membuang

61

sampah. Secara keseluruhan didukung dengan kondisi fisik yang baik, kebersihan yang terjaga, serta kelengkapan fasilitas sekolah yang memadai, tentu menjadi sarana yang baik bagi pendidik dan siswanya untuk membentuk lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.

Peneliti mengambil setting penelitian di kelas VIII, khususnya kelas VIII H. Peneliti mengambil kelas ini berdasarkan hasil IKMS dan wawancara dengan guru pembimbing yang menunjukkan bahwa tingkat kemampuan perencanaan karier siswa cukup rendah dibandingkan dengan kelas VIII lainnya.

2. Deskripsi Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2016 adapun rangkaian kegiatan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 5. Waktu Pelaksanaan Penelitian

Siklus Pelaksanaan Tindakan Waktu Pelaksanaan

Pemberian pre-test 25 Agustus 2016

Siklus I

Pemberian tindakan 1 27 Agustus 2016

Pemberian tindakan 2 31 Agustus 2016

Pemberian tindakan 3 03 September 2016

Pemberian post-test siklus I 03 September 2016

Siklus II

Pemberian tindakan 1 07 September 2016

Pemberian tindakan 2 10 September 2016

Pemberian tindakan 3 14 September 2016

Pemberian post-test siklus II 14 September 2016

Wawancara 15 September 2016

B. Deskripsi Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII H SMP Negeri 3 Kebumen yang berjumlah 32 siswa. Subjek terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 19 siswa

62

perempuan, rata-rata usia siswa-siswi ini adalah 12—14 tahun. Berikut adalah daftar subjek penelitian.

Tabel 6. Nama Subjek Penelitian

No. Nama Subjek Skor Persentase Kategori

1 AR 74 49% Rendah 2 AE 85 56% Sedang 3 AT 70 46% Rendah 4 AP 88 58% Sedang 5 AA 83 55% Sedang 6 AN 86 57% Sedang 7 DZ 75 49% Rendah 8 DT 90 59% Sedang 9 DR 88 58% Sedang 10 DS 83 55% Sedang 11 EW 84 55% Sedang 12 FA 83 55% Sedang 13 HF 72 47% Rendah 14 IO 71 47% Rendah 15 JD 83 55% Sedang 16 JB 105 69% Sedang 17 LK 72 47% Rendah 18 LKN 75 49% Rendah 19 MC 78 51% Sedang 20 MI 86 57% Sedang 21 MA 73 48% Rendah 22 NN 71 47% Rendah 23 PA 73 48% Rendah 24 PU 73 48% Rendah 25 RS 91 60% Sedang 26 RK 91 60% Sedang 27 RP 97 64% Sedang 28 SG 99 65% Sedang 29 SN 108 71% Sedang 30 SK 70 46% Rendah 31 SE 77 51% Rendah 32 YE 106 70% Sedang

63

Berdasarkan data pratindakan tersebut menunjukkan bahwa terdapat 20 siswa yang memiliki kemampuan perencanaan karier sedang dan 12 siswa memiliki kemampuan perencanaan karier rendah. Tidak ada siswa yang memiliki kriteria tinggi, sehingga dengan rata-rata kemampuan siswa yang masuk kategori rendah dan sedang, maka perlu dilakukan tindakan supaya kemampuan perencanaan karier siswa meningkat menjadi tinggi.

C. Langkah sebelum Pelaksanaan Tindakan

Peneliti didampingi dengan guru pembimbing melakukan persiapan awal sebelum melaksanakan tindakan. Persiapan yang dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2016, dengan melakukan wawancara dan pre-test sebagai studi awal terhadap kondisi siswa kelas VIII H SMP Negeri 3 Kebumen.

Persentase skor diperoleh dari skor yang diperoleh subjek dibagi skor ideal kemudian dikalikan 100%. Selanjutnya hasil dari presentase tersebut ditafsirkan dalam kategori berikut:

Tabel 7. Kategori Perencanaan Karier Siswa Pratindakan

Kategori Skor Interval Frekuensi Persentase (%)

Rendah Skor < 76 12 37.5%

Sedang 76 ≤ Skor < 114 20 62.5%

Tinggi Skor ≥ 114 - -

Total 32

Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa kelas VIII H rata-rata memiliki kemampuan perencanaan karier sedang yaitu sebesar 62.5%, sedangkan 37.5% berada pada rentang kategori rendah. Tindakan dikenakan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan perencanaan karier rendah dan sedang, untuk mengembangkan dan menumbuhkan kemampuan perencanaan karier

64

siswa membutuhkan dukungan dari teman sebaya dalam satu kelas. Keterlibatan semua siswa dalam tindakan ini, sebagai proses untuk menumbuhkan kemampuan perencanaan karier siswa.

Kondisi awal sebelum tindakan, terdapat beberapa siswa yang belum mampu merencanakan karier mereka. Hasil pre-test menunjukkan bahwa dari 32 siswa, skor yang tertinggi yaitu 108, skor terendah 70, dan skor rata-rata adalah 83. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masih cenderung rendahnya kemampuan perencanaan karier siswa. Hal ini dikarenakan siswa belum terlalu mamahami tentang karier dan belum bisa merencanakan karier apa yang sesuai dengan mereka.

Sebelum tindakan dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu melakukan beberapa persiapan sebagai berikut:

1. Membicarakan rencana tindakan dengan guru pembimbing.

2. Mempersiapkan skala pre-test, skala post-test siklus I, dan post-test

siklus II untuk mengukur kemampuan perencanaan karier siswa kelas VIII H. Skala ini sebelumnya telah diujicobakan pada tingkat kelas yang sama tetapi kelas yang berbeda. Uji coba telah dilakukan pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 3 Kebumen yang berjumlah 30 siswa pada tanggal 5 Agustus 2016.

3. Mempersiapkan pedoman observasi untuk mengamati jalannya proses tindakan.

4. Mempersiapkan pedoman wawancara untuk mengetahui perkembangan kemampuan perencanaan karier siswa.

Dokumen terkait